Apa Yang Hukum Inginkan?

2006 Juni 14
by anggara

Bayangkan kalau anda adalah seorang terapis. Di tengah hari bolong, anda duduk di kantor, menerima beberapa surat. Sesi anda berikutnya masih beberapa jam lagi. Tiba-tiba seseorang datang dan mengetuk pintu kantor anda. Anda melihat buku perjanjian untuk memastikan anda tidak melupakan suatu janji pada saat itu. Dan anda yakin bahwa tidak ada janji satupun serta janji berikutnya kan ada pada pukul 4. Anda membuka pintu dan melihat seseorang yang tidak pernah anda kenal sebelumnya tetapi seseorang yang sepertinya sangat familiar untuk anda.
“Halo”, kata orang tersebut, “saya adalah hukum. Saya ingin berdiskusi dari anda dalam beberapa hal”
“Silahkan masuk” kata anda, sambil tidak pasti tentang hal apakah itu
“saya minta maaf atas kedatangan saya yang tanpa perjanjian” kata hukum. “Tetapi saya sedang berjalan-jalan dan melihat papan nama nada, saya tidak berpikir tentang datang ke seorang terapis sampai lima menit yang lalu. Apakah anda punya waktu untuk berdiskusi dengan saya”
“ya”, kata anda, “klien saya yang lain baru akan datang nanti pukul 4, anda ingin minum apa teh atau kopi?”

 

Pertanyaan pertama:
Seperti apakah rupa orang yang datang ke kantor anda? Bisakah anda menggambarkan secara detail, apakah hukum laki-laki atau perempuan, tua, muda, remaja, bagaimana pakaian yang dipakai oleh hukum, apakah hukum membawa sesuatu, minuman apakah yang diinginkan oleh hukum, teh atau kopi?, bagaimana cara hukum berbicara, bergerak, dan duduk, bisakah anda melihat mata hukum, cobalah untuk menggambarkan hukum sejernih yang anda mampu

4 Responses leave one →
  1. 2007 September 14

    bingung

  2. 2007 September 14

    @julfan
    tenang aja, pegangan :D

  3. 2008 Agustus 14

    hm,,,entahlah hukum datang dengan maksud agar semuanya berjalan tertib sehingga tercapai suatu keseimbangan dalam hidup, namun faktanya semakin banyak atribut pendukung hukum dan saudar2nya, menandakan bahwa semakin banyak hal yang menyimpang dan dianggap perlu pembenahhan sana sini, hukum ciptaan manusia selalu ga da yang sempurna, selalu terdapat kelemahan, entah sistem entah manusianya sendiri…

  4. 2008 Agustus 15

    @yuan
    terima kasih atas komentarnya

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS