<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Serba-serbi Poligami</title>
	<atom:link href="http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/</link>
	<description>A Journey of Life</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 May 2012 17:01:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: bagus</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-21114</link>
		<dc:creator><![CDATA[bagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 15:36:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-21114</guid>
		<description><![CDATA[poliandri udah bener tuh. skrg tanyakan pada wanita  knp dia mau menerima jadi isteri kedua? krn poligami terjadi ada kesepakatan kedua belah pihak. laki2 disuruh peduli pd wanita tp sesama wanita malh ga peduli pd sesama kaumnya......hehe....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>poliandri udah bener tuh. skrg tanyakan pada wanita  knp dia mau menerima jadi isteri kedua? krn poligami terjadi ada kesepakatan kedua belah pihak. laki2 disuruh peduli pd wanita tp sesama wanita malh ga peduli pd sesama kaumnya&#8230;&#8230;hehe&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bagus</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-21113</link>
		<dc:creator><![CDATA[bagus]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 15:30:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-21113</guid>
		<description><![CDATA[dunia tak ada yang sempurna, itu hanya slh satu kasus, yg lain banyak yg sukses. akhirnya dikembalikan kepada Tuhan. jd pelajaran bg kita agar selalu berdoa yg baik2 jauh2 hari utk ms dpn agar terhindar dr itu semua. rezeki jodoh mati ditangan Tuhan kuatkan keyakinan pada NYA..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dunia tak ada yang sempurna, itu hanya slh satu kasus, yg lain banyak yg sukses. akhirnya dikembalikan kepada Tuhan. jd pelajaran bg kita agar selalu berdoa yg baik2 jauh2 hari utk ms dpn agar terhindar dr itu semua. rezeki jodoh mati ditangan Tuhan kuatkan keyakinan pada NYA..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: etikush</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-20248</link>
		<dc:creator><![CDATA[etikush]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 May 2010 02:59:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-20248</guid>
		<description><![CDATA[http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html" rel="nofollow">http://etikush.blogspot.com/2009/03/aq-ingindipoligami.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kelik</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-18675</link>
		<dc:creator><![CDATA[Kelik]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 12:28:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-18675</guid>
		<description><![CDATA[Aku punya cerita seorang perempuan yang tidak mau di-poligamy namun tetap jalan berhubungan suami istri tanpa ikatan syah versi islam, dan semula yang mancing-2 syahwat adalah si wanita namun yang ingatkan siwanita juga. sadar itu dosa besar seharusnya kan segera menuju ke &quot;nikah&quot; versi islam namun katanya cukup taubat dan berhenti.

dari gelagat perilaku si wanita sudah kenal laki-laki sejak usia 18 tahun dan sudah pernah berbuat dosa besar pula, namun ngaji di pesantren ternama, namun tetap saja berbuat dosa.

Kemudian pernah menghancurkan perkawinan orang lain (teman kantornya), namun tidak mau dimarahi oleh istri yang dicerai.......

Bagaimana menurut bapak dan ibu sekalian......?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku punya cerita seorang perempuan yang tidak mau di-poligamy namun tetap jalan berhubungan suami istri tanpa ikatan syah versi islam, dan semula yang mancing-2 syahwat adalah si wanita namun yang ingatkan siwanita juga. sadar itu dosa besar seharusnya kan segera menuju ke &#8220;nikah&#8221; versi islam namun katanya cukup taubat dan berhenti.</p>
<p>dari gelagat perilaku si wanita sudah kenal laki-laki sejak usia 18 tahun dan sudah pernah berbuat dosa besar pula, namun ngaji di pesantren ternama, namun tetap saja berbuat dosa.</p>
<p>Kemudian pernah menghancurkan perkawinan orang lain (teman kantornya), namun tidak mau dimarahi oleh istri yang dicerai&#8230;&#8230;.</p>
<p>Bagaimana menurut bapak dan ibu sekalian&#8230;&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-17052</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 05:27:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-17052</guid>
		<description><![CDATA[@paperbag
terima kasih atas komentarnya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@paperbag<br />
terima kasih atas komentarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: paperbag</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-17045</link>
		<dc:creator><![CDATA[paperbag]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 10:42:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-17045</guid>
		<description><![CDATA[orang selingkuh dan zina dianggap biasa dan tak pernah dibicarakan. e yang bener (poligami) malah dipersoalkan dimana mana]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>orang selingkuh dan zina dianggap biasa dan tak pernah dibicarakan. e yang bener (poligami) malah dipersoalkan dimana mana</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-17030</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 06:14:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-17030</guid>
		<description><![CDATA[@paperbag
saya susah kalau menjawab ini hehehehehehe]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@paperbag<br />
saya susah kalau menjawab ini hehehehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-17023</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 06:06:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-17023</guid>
		<description><![CDATA[@ayu
terima kasih atas komentarnya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ayu<br />
terima kasih atas komentarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: paperbag</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16992</link>
		<dc:creator><![CDATA[paperbag]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 13:44:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16992</guid>
		<description><![CDATA[tapi dunia ini amat berat godaannya apalagi godaan wanita. banyak laki laki yang terjun ke perzinahan bagaimana?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tapi dunia ini amat berat godaannya apalagi godaan wanita. banyak laki laki yang terjun ke perzinahan bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ayu</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16986</link>
		<dc:creator><![CDATA[ayu]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 09:13:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16986</guid>
		<description><![CDATA[poligami????????????saya setuju...
tapii,,,,hanya suami yang bisa bertanggung jawab dunia dan akhiratLah yang bisa berlaku adil......
jangan lupa perkataan &quot;adil&quot; itu sangat berat Lho!!!!
Rasullullah Muhamad SAW memang bisa melakukan itu semuaa..
itu sudah pasti...!!! segala hal perbuatan yang dilakukan oleh Rasul pada masa itu selalu dijaga oleh Allah SWT...
namanya juga Makhluk yang PaLing dimuliakan oleh Allah SWT...
jadi bagi para suami yang ingin berpoligami, mmmm,,,,kayanya memang harus memperhatikan tujuan/niatnya dulu...
jangan asal sebut sunnah Rasul,,,tapi juga harus mengkaji Fiqih Munakahat secara benar...!!!
dengan mengetahui dan mengenal sosok Rasulullah sebagai suami terhadap isteri-isterinya, insya Allah dapat menjadi suami yang soleh yang bisa membahagiakan isterinya...g uusah banyak-banyak deh 1 aja dulu...
lalu tanyakan pada isteri anda...
&quot;Apakah Isteriku selama ini bahagia???&quot;
jawabannya pasti beragam...
jadi bagi suami yang sudah berpoligami...
pintar-pintar saja mndidik isteri-isterinya agar menjadi isteri Soleha...
suami itu kendaraan kesurga Lho...
dan dineraka itu banyak kaum perempuan...
jadilah kendaraan yang baik untuk kaum pria dalam membimbing wanita didunia ini.....
^_^]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>poligami????????????saya setuju&#8230;<br />
tapii,,,,hanya suami yang bisa bertanggung jawab dunia dan akhiratLah yang bisa berlaku adil&#8230;&#8230;<br />
jangan lupa perkataan &#8220;adil&#8221; itu sangat berat Lho!!!!<br />
Rasullullah Muhamad SAW memang bisa melakukan itu semuaa..<br />
itu sudah pasti&#8230;!!! segala hal perbuatan yang dilakukan oleh Rasul pada masa itu selalu dijaga oleh Allah SWT&#8230;<br />
namanya juga Makhluk yang PaLing dimuliakan oleh Allah SWT&#8230;<br />
jadi bagi para suami yang ingin berpoligami, mmmm,,,,kayanya memang harus memperhatikan tujuan/niatnya dulu&#8230;<br />
jangan asal sebut sunnah Rasul,,,tapi juga harus mengkaji Fiqih Munakahat secara benar&#8230;!!!<br />
dengan mengetahui dan mengenal sosok Rasulullah sebagai suami terhadap isteri-isterinya, insya Allah dapat menjadi suami yang soleh yang bisa membahagiakan isterinya&#8230;g uusah banyak-banyak deh 1 aja dulu&#8230;<br />
lalu tanyakan pada isteri anda&#8230;<br />
&#8220;Apakah Isteriku selama ini bahagia???&#8221;<br />
jawabannya pasti beragam&#8230;<br />
jadi bagi suami yang sudah berpoligami&#8230;<br />
pintar-pintar saja mndidik isteri-isterinya agar menjadi isteri Soleha&#8230;<br />
suami itu kendaraan kesurga Lho&#8230;<br />
dan dineraka itu banyak kaum perempuan&#8230;<br />
jadilah kendaraan yang baik untuk kaum pria dalam membimbing wanita didunia ini&#8230;..<br />
^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anwar N.</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16913</link>
		<dc:creator><![CDATA[Anwar N.]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 08:23:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16913</guid>
		<description><![CDATA[BERAPAKAH TINGGI BADAN NABI MUHAMMAD SAW ?

Buat teman-teman yang ahli matematika. Saya perlu bantuan dari kalian.

Saya mau mengetahui tinggi badan Rossul SAW waktu berumur 54 tahun (waktu beliau menikahi Aysiah yang berumur 9 tahun). Rossul SAW lahir sekitar 1500 tahun yang lalu.

Kita mengetahui bahwa semakin tahun, tubuh manusia semakin tinggi. Seorang anak yang menginjak umur dewasa selalu lebih tinggi tubuhnya dari ayahnya sekitar 5 sampai 10 cm. Sedangkan, perbadaan umur antara anak dan ayah adalah sekitar 25 - 30 tahun.

Ambillah sebuah patokan yang minimal bahwa seorang anak selalu lebih tinggi dari ayahnya paling tidak 2 cm. Sedangkan perbedaan umur antara anak dan ayah, kita ambil patokan 30 tahun.

Saat ini: Tinggi badan orang dewasa di daerah Timur Tengah (Arab), kita ambil patokan 180 cm. 

Kalau dilihat dari patokan-patokan di atas, berarti tubuh manusia bertambah tinggi minimal 2 cm setiap 30 tahun.

Sedangkan kita mengetahui bahwa Rossul SAW lahir 1500 tahun yang lalu. 

Selisih ukuran badan Rossul SAW adalah (1500 dibagi 30), kemudian hasilnya dikalikan 2 cm. Hasilnya adalah 100 cm (lebih pendek dari sekarang).

Kalau rata-rata orang dewasa di Timur Tengah mempunyai tubuh setinggi 180 cm, maka tinggi tubuh Rossul SAW pada saat itu adalah (180 cm dikurangi 100 cm) = 80 cm.

Jadi Rossul SAW mempunyai tubuh setinggi 80 cm.

Berarti kita yakin bahwa, pada saat itu (1500 tahun yang lalu), Rossul Nabi Muhammad SAW berukuran badan sangat pendek, yaitu sekitar 80 cm.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BERAPAKAH TINGGI BADAN NABI MUHAMMAD SAW ?</p>
<p>Buat teman-teman yang ahli matematika. Saya perlu bantuan dari kalian.</p>
<p>Saya mau mengetahui tinggi badan Rossul SAW waktu berumur 54 tahun (waktu beliau menikahi Aysiah yang berumur 9 tahun). Rossul SAW lahir sekitar 1500 tahun yang lalu.</p>
<p>Kita mengetahui bahwa semakin tahun, tubuh manusia semakin tinggi. Seorang anak yang menginjak umur dewasa selalu lebih tinggi tubuhnya dari ayahnya sekitar 5 sampai 10 cm. Sedangkan, perbadaan umur antara anak dan ayah adalah sekitar 25 &#8211; 30 tahun.</p>
<p>Ambillah sebuah patokan yang minimal bahwa seorang anak selalu lebih tinggi dari ayahnya paling tidak 2 cm. Sedangkan perbedaan umur antara anak dan ayah, kita ambil patokan 30 tahun.</p>
<p>Saat ini: Tinggi badan orang dewasa di daerah Timur Tengah (Arab), kita ambil patokan 180 cm. </p>
<p>Kalau dilihat dari patokan-patokan di atas, berarti tubuh manusia bertambah tinggi minimal 2 cm setiap 30 tahun.</p>
<p>Sedangkan kita mengetahui bahwa Rossul SAW lahir 1500 tahun yang lalu. </p>
<p>Selisih ukuran badan Rossul SAW adalah (1500 dibagi 30), kemudian hasilnya dikalikan 2 cm. Hasilnya adalah 100 cm (lebih pendek dari sekarang).</p>
<p>Kalau rata-rata orang dewasa di Timur Tengah mempunyai tubuh setinggi 180 cm, maka tinggi tubuh Rossul SAW pada saat itu adalah (180 cm dikurangi 100 cm) = 80 cm.</p>
<p>Jadi Rossul SAW mempunyai tubuh setinggi 80 cm.</p>
<p>Berarti kita yakin bahwa, pada saat itu (1500 tahun yang lalu), Rossul Nabi Muhammad SAW berukuran badan sangat pendek, yaitu sekitar 80 cm.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16336</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 02:16:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16336</guid>
		<description><![CDATA[@aziz
kalau bisa jangan deh mas]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@aziz<br />
kalau bisa jangan deh mas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aziz</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16325</link>
		<dc:creator><![CDATA[aziz]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2009 13:19:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16325</guid>
		<description><![CDATA[Wah saya aja satu belum dapat - dapat, apalagi banyak, hahahaha...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah saya aja satu belum dapat &#8211; dapat, apalagi banyak, hahahaha&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Dian</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16071</link>
		<dc:creator><![CDATA[Dian]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 08:13:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-16071</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah cerita tentang poligami :
Ahmad tinggal di kota. Ahmad tidak pernah melihat TV, atau membaca koran. Dia selalu melihat sungai di kotanya sangat kotor, penuh sampah dan menjadi sumber penyakit.

Suatu hari ia bertemu seorang pengelana dari desa, Wawan namanya. Wawan bercerita bahwa sungai di desanya sangat bersih, dapat dipakai mandi, berenang dan bahkan airnya dapat langsung diminum.

Tak diduga, Ahmad marah. Ia menganggap konsepsi Wawan tentang sungai hanyalah sebuah omong kosong. Mana mungkin sungai bisa dipakai mandi, apalagi diminum airnya?

Konsepsi Wawan tentang sungai menantang konsepsi Ahmad tentang sungai. Akhirnya, Ahmad bahkan memperjuangkan agar ide sungai bersih dari Wawan dinyatakan sebagai paham terlarang oleh pemerintah.

Begitulah kita. Kita selalu dibombardir dengan berita-berita negatif tentang poligami, sehingga kemungkinan rumah tangga poligamis dapat menjadi rumah tangga sakinah mawaddah wa rohmah hilang sama sekali dari ruang pemikiran kita.

Begitulah kita, ummat yang hidup dalam jangka waktu yang sangat jauh dengan Rasulullah SAW. Zaman semakin berubah, kehidupan kita semakin jauh dari praktek penegakan Islam di masa Rasulullah SAW, namun kita ‘mengadili’ nilai-nilai Islam dengan standar zaman kita, yang -sayangnya- sangat didominasi nilai-nilai Barat, yang sebenarnya, hingga 1 abad yang lalu masih mengakui praktek poligami.

Saya yakin, akan tiba masanya dimana nanti poligami akan menjadi hal yang lumrah dan diterima sebagai fakta oleh ummat manusia. Pada saat itu, dunia akan mengakui fleksibilitas Islam, yang tidak menolak poligami, namun mengaturnya.

Dari Abu Musa r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya nanti akan datang suatu masa, di mana seseorang berkeliling membawa emas untuk bersedekah, lalu tidak ada seorangpun yang menerimanya. Dan pada masa itu terlihat (terjadi) seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang semuanya akan berlindung kepadanya kerana sedikitnya laki-laki dan ramainya kaum wanita.;- (Muttafaq Alaihi).]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah cerita tentang poligami :<br />
Ahmad tinggal di kota. Ahmad tidak pernah melihat TV, atau membaca koran. Dia selalu melihat sungai di kotanya sangat kotor, penuh sampah dan menjadi sumber penyakit.</p>
<p>Suatu hari ia bertemu seorang pengelana dari desa, Wawan namanya. Wawan bercerita bahwa sungai di desanya sangat bersih, dapat dipakai mandi, berenang dan bahkan airnya dapat langsung diminum.</p>
<p>Tak diduga, Ahmad marah. Ia menganggap konsepsi Wawan tentang sungai hanyalah sebuah omong kosong. Mana mungkin sungai bisa dipakai mandi, apalagi diminum airnya?</p>
<p>Konsepsi Wawan tentang sungai menantang konsepsi Ahmad tentang sungai. Akhirnya, Ahmad bahkan memperjuangkan agar ide sungai bersih dari Wawan dinyatakan sebagai paham terlarang oleh pemerintah.</p>
<p>Begitulah kita. Kita selalu dibombardir dengan berita-berita negatif tentang poligami, sehingga kemungkinan rumah tangga poligamis dapat menjadi rumah tangga sakinah mawaddah wa rohmah hilang sama sekali dari ruang pemikiran kita.</p>
<p>Begitulah kita, ummat yang hidup dalam jangka waktu yang sangat jauh dengan Rasulullah SAW. Zaman semakin berubah, kehidupan kita semakin jauh dari praktek penegakan Islam di masa Rasulullah SAW, namun kita ‘mengadili’ nilai-nilai Islam dengan standar zaman kita, yang -sayangnya- sangat didominasi nilai-nilai Barat, yang sebenarnya, hingga 1 abad yang lalu masih mengakui praktek poligami.</p>
<p>Saya yakin, akan tiba masanya dimana nanti poligami akan menjadi hal yang lumrah dan diterima sebagai fakta oleh ummat manusia. Pada saat itu, dunia akan mengakui fleksibilitas Islam, yang tidak menolak poligami, namun mengaturnya.</p>
<p>Dari Abu Musa r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: Sesungguhnya nanti akan datang suatu masa, di mana seseorang berkeliling membawa emas untuk bersedekah, lalu tidak ada seorangpun yang menerimanya. Dan pada masa itu terlihat (terjadi) seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang semuanya akan berlindung kepadanya kerana sedikitnya laki-laki dan ramainya kaum wanita.;- (Muttafaq Alaihi).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Shanti</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15820</link>
		<dc:creator><![CDATA[Shanti]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Nov 2008 04:12:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15820</guid>
		<description><![CDATA[Hubungi saya apabila anda butuh TTM, tau kan maksudnya! atau datang langsung di http://www.bugil4u.com]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hubungi saya apabila anda butuh TTM, tau kan maksudnya! atau datang langsung di <a href="http://www.bugil4u.com" rel="nofollow">http://www.bugil4u.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: DeZiGH</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15700</link>
		<dc:creator><![CDATA[DeZiGH]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 04:04:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15700</guid>
		<description><![CDATA[Mbak Titin,

kalo dilihat dari runutan peristiwanya,
suami Anda tidak mengimplementasikan sunnah rosul, namun lebih ke arah memanfaatkan aturan islam untuk menjadi pembenaran poligami yang dilakukannya, namun tidak mengimplementasikan aturannya secara keseluruhan:

adil? dari segi materi saja sepertinya tidak adil,

menjaga hati istri-istrinya? lah, hati anda tidak dipikirkan saat dia menikah lagi tanpa izin anda terlebih dahulu.

mungkin ada bagusnya cerai,
paling tidak, secara hukum harta yang didapatkan semasa pernikahan adalah milik bersama, jadi ya harus dibagi dua saat bercerai.

Secara hukum pun sepertinya Anda bisa melaporkan suami anda untuk diminta pertanggungjawabannya. Tapi untuk hal ini sepertinya Mas Anggara yang lebih kredibel untuk memberikan pencerahan.

Mempertanyakan kejadian yang anda  alami dan hubungan antara poligami dan sunnah rosul, mungkin akan saya berikan analogi peristiwa lain:

Ada seorang yang  menikah, tapi dalam pernikahan itu yang dia dapatkan adalah kesengsaraan dan ketidakbahagiaan, apakah pernikahan masih akan dipertanyakan mengenai sunnah rosul atau bukannya?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mbak Titin,</p>
<p>kalo dilihat dari runutan peristiwanya,<br />
suami Anda tidak mengimplementasikan sunnah rosul, namun lebih ke arah memanfaatkan aturan islam untuk menjadi pembenaran poligami yang dilakukannya, namun tidak mengimplementasikan aturannya secara keseluruhan:</p>
<p>adil? dari segi materi saja sepertinya tidak adil,</p>
<p>menjaga hati istri-istrinya? lah, hati anda tidak dipikirkan saat dia menikah lagi tanpa izin anda terlebih dahulu.</p>
<p>mungkin ada bagusnya cerai,<br />
paling tidak, secara hukum harta yang didapatkan semasa pernikahan adalah milik bersama, jadi ya harus dibagi dua saat bercerai.</p>
<p>Secara hukum pun sepertinya Anda bisa melaporkan suami anda untuk diminta pertanggungjawabannya. Tapi untuk hal ini sepertinya Mas Anggara yang lebih kredibel untuk memberikan pencerahan.</p>
<p>Mempertanyakan kejadian yang anda  alami dan hubungan antara poligami dan sunnah rosul, mungkin akan saya berikan analogi peristiwa lain:</p>
<p>Ada seorang yang  menikah, tapi dalam pernikahan itu yang dia dapatkan adalah kesengsaraan dan ketidakbahagiaan, apakah pernikahan masih akan dipertanyakan mengenai sunnah rosul atau bukannya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: titin</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15690</link>
		<dc:creator><![CDATA[titin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 10:50:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15690</guid>
		<description><![CDATA[sy  pns ibu dr 2 anak remaja . Sy tdk anti poligami,pd th ke 15 perkawinan suami saya menikah  siri dg mahasiswi tanpa memberitahu keluarga. Jangankan adil tanggungjawab saja tidak.tinggalkan kami dalam kebingungan.gaji untuk bayar hutang,semua surat pemilikan harta dikuasai, tidak ada nafkah, anak pertama (laki2) berantakan studinya.Keluarganya tidak lagi peduli pd kami.InsyaAllah saya wanita normal,sholehah (ciee....).sudah 7 th saya jalani.saat ini sy mencoba memanfaatkan yang tersisa dr puing2 rereuntuhan rumahtangga agar sy tetap berdiri tegak. inikah sunah rosul?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sy  pns ibu dr 2 anak remaja . Sy tdk anti poligami,pd th ke 15 perkawinan suami saya menikah  siri dg mahasiswi tanpa memberitahu keluarga. Jangankan adil tanggungjawab saja tidak.tinggalkan kami dalam kebingungan.gaji untuk bayar hutang,semua surat pemilikan harta dikuasai, tidak ada nafkah, anak pertama (laki2) berantakan studinya.Keluarganya tidak lagi peduli pd kami.InsyaAllah saya wanita normal,sholehah (ciee&#8230;.).sudah 7 th saya jalani.saat ini sy mencoba memanfaatkan yang tersisa dr puing2 rereuntuhan rumahtangga agar sy tetap berdiri tegak. inikah sunah rosul?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ma2n</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15533</link>
		<dc:creator><![CDATA[ma2n]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 10:33:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15533</guid>
		<description><![CDATA[Saya sangat setuju dengan poligami, Allah telah menjelaskan bahwa nikahilah wanita2 itu 2, 3 atau 4, apabila sekiranya tidak bisa berlaku adil maka cukup 1 saja.
coba kita fahami betul ayat tersebut, islam tidak menyulitkan kita, cuma kita saja yang mempersulit diri dengan melontarkan argumen-argumen yang tidak penting.
bahkan ada yang berpedoman pada pendapat orang-orang barat yang mereka tidak memahami betul Al-Qur&#039;an.
memahami poligami bukan dari konsepnya saja, tapi lihat dari konteksnya, apa tujuan dari poligami, apa manfaat dari poligami, dan sebagainya.
Kita jangan hanya mementingkan nafsu syahwat saja dengan mengatasnamakan cinta. banyak kaum hawa tidak ingin dipoligami dg alasan tidak ingin berbagi cinta, tidak ingin disakiti cintanya dan sebagainya. itu semua menandakan bahwa dirinya hanya mementingkan nafsu syahwatnya saja.
banyak kisah yang terjadi sekarang ini, bahwa istri tua mencarikan dan bahkan melamar perempuan untuk dijadikan istri kedua suaminya, walaupun di hatinya ada rasa tidak rela, namun dia ingin mengikuti sunnah rasul dan mengharapkan keridhaan Allah, maka ia rela melakukannya.
Shubhanallah, betapa mulianya hati istri yang mampu menjadikan Al-Qur&#039;an sebagai tolak ukur dan benar-benar memahami konteks dari ayat tersebut.
Wahai kaum muslimin, marilah kita pahami islam secara keseluruhan, jangan memahami islam dengan setengah-setengah. apabila hanya memahami islam dengan setengah-setengah maka ia tidak akan menerima apabila tidak sesuai dengan hawa nafsu, dan tidak sesuai dengan logika mereka. padahal al-quran dan hadits tidak bisa dilogikakan, itu sudah mutlak adanya.
marilah kita bersama-sama berjuang untuk meraih cinta dan keridhaan Allah SWT.

syukran atas perhatiannya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat setuju dengan poligami, Allah telah menjelaskan bahwa nikahilah wanita2 itu 2, 3 atau 4, apabila sekiranya tidak bisa berlaku adil maka cukup 1 saja.<br />
coba kita fahami betul ayat tersebut, islam tidak menyulitkan kita, cuma kita saja yang mempersulit diri dengan melontarkan argumen-argumen yang tidak penting.<br />
bahkan ada yang berpedoman pada pendapat orang-orang barat yang mereka tidak memahami betul Al-Qur&#8217;an.<br />
memahami poligami bukan dari konsepnya saja, tapi lihat dari konteksnya, apa tujuan dari poligami, apa manfaat dari poligami, dan sebagainya.<br />
Kita jangan hanya mementingkan nafsu syahwat saja dengan mengatasnamakan cinta. banyak kaum hawa tidak ingin dipoligami dg alasan tidak ingin berbagi cinta, tidak ingin disakiti cintanya dan sebagainya. itu semua menandakan bahwa dirinya hanya mementingkan nafsu syahwatnya saja.<br />
banyak kisah yang terjadi sekarang ini, bahwa istri tua mencarikan dan bahkan melamar perempuan untuk dijadikan istri kedua suaminya, walaupun di hatinya ada rasa tidak rela, namun dia ingin mengikuti sunnah rasul dan mengharapkan keridhaan Allah, maka ia rela melakukannya.<br />
Shubhanallah, betapa mulianya hati istri yang mampu menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai tolak ukur dan benar-benar memahami konteks dari ayat tersebut.<br />
Wahai kaum muslimin, marilah kita pahami islam secara keseluruhan, jangan memahami islam dengan setengah-setengah. apabila hanya memahami islam dengan setengah-setengah maka ia tidak akan menerima apabila tidak sesuai dengan hawa nafsu, dan tidak sesuai dengan logika mereka. padahal al-quran dan hadits tidak bisa dilogikakan, itu sudah mutlak adanya.<br />
marilah kita bersama-sama berjuang untuk meraih cinta dan keridhaan Allah SWT.</p>
<p>syukran atas perhatiannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15526</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 08:04:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15526</guid>
		<description><![CDATA[@dezigh
terima kasih atas komentarnya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@dezigh<br />
terima kasih atas komentarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: DeZiGH</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15493</link>
		<dc:creator><![CDATA[DeZiGH]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 04:44:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15493</guid>
		<description><![CDATA[Saya ingin bertanya kepada orang-orang yang anti kepada poligami (terutama wanita), dengan berpegang pada informasi bahwa sebagai manusia kita tidak akan mungkin bisa adil dan yang mampu benar-benar adil hanyalah Allah SWT.

Apakah menurut Anda memiliki anak lebih dari satu adalah wajar walaupun ada aturan bahwa kita harus adil terhadap setiap anak yang dimiliki? Jika Anda sebagai pasangan tidak sudi dipoligami Anda bisa minta cerai. Namun, jika anak saat telah mampu berpikir mandiri dan merasa tidak ingin memiliki saudara kandung, apa yang harus dia lakukan?

Apakah jika Anda atau pasangan Anda diminta atau mencalonkan diri sendiri untuk menjadi presiden, gubernur, bupati, lurah atau sejenis nya (yang berbau-bau menjadi pemimpin) Anda akan menolak atau meminta pasangan Anda untuk menolak jabatan tersebut karena Anda tahu bahwa Anda atau pasangan Anda hanyalah manusia biasa yang pasti tidak mungkin bisa adil?

Mungkin ada baiknya untuk tidak menggunakan ayat yang menyingggung-nyinggung keadilan dalam menolak poligami saat pengejawantahan keadilan sendiri tidak dapat dilakukan secara konsisten ke bidang lainnya.

Perasaan wanita yang menjadi &#039;korban&#039; poligami pun sering diumbar oleh orang-orang yang anti poligami dalam mencari pembenaran atas sikap mereka yang anti poligami, tapi apakah mereka pernah berpikir mengenai perasaan anak-anak yang lebih suka menjadi anak tunggal, terlebih orang tua mereka ternyata tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang? Pernahkah terpikir perasaan rakyat yang merasa ditidakadili oleh pasangan Anda atau mungkin Anda sendiri saat menjadi pemimpin?

Saya seorang laki-laki yang tidak anti poligami, namun per saat ini tidak berminat berpoligami.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya ingin bertanya kepada orang-orang yang anti kepada poligami (terutama wanita), dengan berpegang pada informasi bahwa sebagai manusia kita tidak akan mungkin bisa adil dan yang mampu benar-benar adil hanyalah Allah SWT.</p>
<p>Apakah menurut Anda memiliki anak lebih dari satu adalah wajar walaupun ada aturan bahwa kita harus adil terhadap setiap anak yang dimiliki? Jika Anda sebagai pasangan tidak sudi dipoligami Anda bisa minta cerai. Namun, jika anak saat telah mampu berpikir mandiri dan merasa tidak ingin memiliki saudara kandung, apa yang harus dia lakukan?</p>
<p>Apakah jika Anda atau pasangan Anda diminta atau mencalonkan diri sendiri untuk menjadi presiden, gubernur, bupati, lurah atau sejenis nya (yang berbau-bau menjadi pemimpin) Anda akan menolak atau meminta pasangan Anda untuk menolak jabatan tersebut karena Anda tahu bahwa Anda atau pasangan Anda hanyalah manusia biasa yang pasti tidak mungkin bisa adil?</p>
<p>Mungkin ada baiknya untuk tidak menggunakan ayat yang menyingggung-nyinggung keadilan dalam menolak poligami saat pengejawantahan keadilan sendiri tidak dapat dilakukan secara konsisten ke bidang lainnya.</p>
<p>Perasaan wanita yang menjadi &#8216;korban&#8217; poligami pun sering diumbar oleh orang-orang yang anti poligami dalam mencari pembenaran atas sikap mereka yang anti poligami, tapi apakah mereka pernah berpikir mengenai perasaan anak-anak yang lebih suka menjadi anak tunggal, terlebih orang tua mereka ternyata tidak adil dalam melimpahkan kasih sayang? Pernahkah terpikir perasaan rakyat yang merasa ditidakadili oleh pasangan Anda atau mungkin Anda sendiri saat menjadi pemimpin?</p>
<p>Saya seorang laki-laki yang tidak anti poligami, namun per saat ini tidak berminat berpoligami.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15406</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 06:39:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15406</guid>
		<description><![CDATA[@najmu
terima kasih atas komentarnya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@najmu<br />
terima kasih atas komentarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: NAJMU SYAQIEB</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15378</link>
		<dc:creator><![CDATA[NAJMU SYAQIEB]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 16:14:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15378</guid>
		<description><![CDATA[MASYARAKAT PEMERHATI POLIGAMI, ROHIMAKUMULLOH.....
Bicara soal salah dan benar, atau soal baik dan buruknya sesuatu.. KADANG memang membutuhkan kearifan yang banyak. Sebab adakalanya kebenaran itu sifatnya sangat Relatif. Apa-apa yang menurut kita/manusia itu adalah benar, tapi.. kadang2 menurut manusia yang lain belum tentu.  Bgitu juga sbaliknya. Yang kadang2 menurut kita salah pun, bagi yang lain belum tentu.
Tapi ketika kita memang menginginkan mengungkap sbuah hakekat  KBENARAN, maka Kbenaran itu sendiri adalah sesuatu yang BENAR yang munculnya itu bukan dari sesuatu yang kita salah-salahkan/dari yang sengaja kita benar-benarkan. Sebab sebuah kbenaran itu adalah MUTLAK dan itu datangnya hanya dari Allah. 
Dan, Maaf Allah itu bukan MAHA BODOH. Allah itu adalah Yang maha Berperhitungan dan sangat maha berpertimbangan. Dalam kaitan tertentu, memang kadang2 SANULQI ILAIKA QOWLAN TSAQILA. dimana dalam memberikan tuntunan itu kadang berupa SESUATU yang berat. 
Tapi Allah itu juga Maha Rohman. Yang setiap saat selalu siap untuk mengasihi dan ngasih  ( Solusi ) apapun kepada umat. kalo kemudian Allah sengaja memberikan sebuah tuntunan yang BERAT, itu tujuannya bukan lantas agar umat ini menjadi MERASA BERAT yang lalu menjadi KEBERATAN dengan adanya tuntunan Syareat.
Kalo lah kita mau jujur, sebenarnya justru dari sinilah Allah akan bisa melihat seberapa tingkat KEPATUHAN seorang hamba manusia itu dalam mengikuti setiap apapun yang yang dianjurkan atau yang dibolehkan Allah dalam Syareat. 
Secara SUNATULLOH, Siapa manusia di bumi ini yang tak memiliki Nafsu? Tapi kalo kemudian Nafsu itu sendiri dia luapkan dan dia curahkan sesuai dengan tuntunan yang DIBOLEHKAN/ diinginkan oleh Allah, apakah itu tak lebih baik? apakah itu adalah suatu tindak KETDAKPATUHAN seorang Hamba manusia yang kemudian boleh kita hakimi sesuai dengan kapasitas hati dan akal kita masing2.
Coba, kalo kita memang mengaku bener2 telah beriman kepada kitab2Nya Allah, coba kita buka qur&#039;an kita. kita baca dan pahami. Banyak koq Allah sampaikan pesan.. yang intinya siapapun yang mau menjalani hidup ini sesuai dengan HIDAYAH/Tuntunan Allah..itu berarti mereka tengah mencari KESELAMATAN bagi dirinya sendiri. 
Yang jadi masalah sekarang adalah.. banyak diantara kita ini yang tak berani jujur dengan kita sendiri. Tidak berani mengakui akan keterbatasan, kekurangan dan kelemahan diri kita sendiri. Shg tak pernah menyadari yang dalam mengukur sbuah KEBENARAN itu lebih banyak kita dasarkan pada apa yang sesuai dengan yang kita pikirkan sendiri2.
ALLOHUALAM BISHOWAB. Yang pasti, Kalo memang POLIGAMI itu adalah sesuatu yang Berat... sejauh itu bisa membawa pada akhirat yang lebih baik, tentu itu lebih Layak untuk kita lakukan..daripada kita MONOGAMI tapi tak nampak ada usaha bagi kita untuk menuju akhirat yang lebih baik.
MASYARAKAT PEMERHATI POLIGAMI, ROHIMAKUMULLOH....
Setiap manusia pasti akan selalu memiliki sisi2 tertentu yang serba lemah, yang kurang dan terbatas. itu artinya selagi kita mau.. kita pasti akan selalu punya peluang untuk bisa saja mencemooh dan mengomentari sisi kurang nya orang lain, Yang besarnya peluang itu,  sama dengan besarnya peluang.. ktika kita memang pengin bisa menjadi baik dimata Allah.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MASYARAKAT PEMERHATI POLIGAMI, ROHIMAKUMULLOH&#8230;..<br />
Bicara soal salah dan benar, atau soal baik dan buruknya sesuatu.. KADANG memang membutuhkan kearifan yang banyak. Sebab adakalanya kebenaran itu sifatnya sangat Relatif. Apa-apa yang menurut kita/manusia itu adalah benar, tapi.. kadang2 menurut manusia yang lain belum tentu.  Bgitu juga sbaliknya. Yang kadang2 menurut kita salah pun, bagi yang lain belum tentu.<br />
Tapi ketika kita memang menginginkan mengungkap sbuah hakekat  KBENARAN, maka Kbenaran itu sendiri adalah sesuatu yang BENAR yang munculnya itu bukan dari sesuatu yang kita salah-salahkan/dari yang sengaja kita benar-benarkan. Sebab sebuah kbenaran itu adalah MUTLAK dan itu datangnya hanya dari Allah.<br />
Dan, Maaf Allah itu bukan MAHA BODOH. Allah itu adalah Yang maha Berperhitungan dan sangat maha berpertimbangan. Dalam kaitan tertentu, memang kadang2 SANULQI ILAIKA QOWLAN TSAQILA. dimana dalam memberikan tuntunan itu kadang berupa SESUATU yang berat.<br />
Tapi Allah itu juga Maha Rohman. Yang setiap saat selalu siap untuk mengasihi dan ngasih  ( Solusi ) apapun kepada umat. kalo kemudian Allah sengaja memberikan sebuah tuntunan yang BERAT, itu tujuannya bukan lantas agar umat ini menjadi MERASA BERAT yang lalu menjadi KEBERATAN dengan adanya tuntunan Syareat.<br />
Kalo lah kita mau jujur, sebenarnya justru dari sinilah Allah akan bisa melihat seberapa tingkat KEPATUHAN seorang hamba manusia itu dalam mengikuti setiap apapun yang yang dianjurkan atau yang dibolehkan Allah dalam Syareat.<br />
Secara SUNATULLOH, Siapa manusia di bumi ini yang tak memiliki Nafsu? Tapi kalo kemudian Nafsu itu sendiri dia luapkan dan dia curahkan sesuai dengan tuntunan yang DIBOLEHKAN/ diinginkan oleh Allah, apakah itu tak lebih baik? apakah itu adalah suatu tindak KETDAKPATUHAN seorang Hamba manusia yang kemudian boleh kita hakimi sesuai dengan kapasitas hati dan akal kita masing2.<br />
Coba, kalo kita memang mengaku bener2 telah beriman kepada kitab2Nya Allah, coba kita buka qur&#8217;an kita. kita baca dan pahami. Banyak koq Allah sampaikan pesan.. yang intinya siapapun yang mau menjalani hidup ini sesuai dengan HIDAYAH/Tuntunan Allah..itu berarti mereka tengah mencari KESELAMATAN bagi dirinya sendiri.<br />
Yang jadi masalah sekarang adalah.. banyak diantara kita ini yang tak berani jujur dengan kita sendiri. Tidak berani mengakui akan keterbatasan, kekurangan dan kelemahan diri kita sendiri. Shg tak pernah menyadari yang dalam mengukur sbuah KEBENARAN itu lebih banyak kita dasarkan pada apa yang sesuai dengan yang kita pikirkan sendiri2.<br />
ALLOHUALAM BISHOWAB. Yang pasti, Kalo memang POLIGAMI itu adalah sesuatu yang Berat&#8230; sejauh itu bisa membawa pada akhirat yang lebih baik, tentu itu lebih Layak untuk kita lakukan..daripada kita MONOGAMI tapi tak nampak ada usaha bagi kita untuk menuju akhirat yang lebih baik.<br />
MASYARAKAT PEMERHATI POLIGAMI, ROHIMAKUMULLOH&#8230;.<br />
Setiap manusia pasti akan selalu memiliki sisi2 tertentu yang serba lemah, yang kurang dan terbatas. itu artinya selagi kita mau.. kita pasti akan selalu punya peluang untuk bisa saja mencemooh dan mengomentari sisi kurang nya orang lain, Yang besarnya peluang itu,  sama dengan besarnya peluang.. ktika kita memang pengin bisa menjadi baik dimata Allah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15307</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 03:09:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15307</guid>
		<description><![CDATA[@hamid
duh, sebaiknya komentar seperti ini jangan diulangi lagi ya pak]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@hamid<br />
duh, sebaiknya komentar seperti ini jangan diulangi lagi ya pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hamid</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15288</link>
		<dc:creator><![CDATA[hamid]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Sep 2008 14:31:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-15288</guid>
		<description><![CDATA[Poligami itu dihalalkan oleh Alquran.

Membaca Playboy dan nonto film porno pun dihalalkan oleh FPI.

Habib Rizieq Shihab (pemimpin FPI) ternyata senang membaca majalah Playboy dan nonton VCD porno !
Bagaimana dengan orang-orang MUI ??? Pastilah mereka lebih parah lagi dari Rizieq Shihab yang moralnya bobrok ini.

Beginilah ulah dari orang-orang yang memekikkan nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang dangkal, artifisial, sekedar formalitas.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Poligami itu dihalalkan oleh Alquran.</p>
<p>Membaca Playboy dan nonto film porno pun dihalalkan oleh FPI.</p>
<p>Habib Rizieq Shihab (pemimpin FPI) ternyata senang membaca majalah Playboy dan nonton VCD porno !<br />
Bagaimana dengan orang-orang MUI ??? Pastilah mereka lebih parah lagi dari Rizieq Shihab yang moralnya bobrok ini.</p>
<p>Beginilah ulah dari orang-orang yang memekikkan nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang dangkal, artifisial, sekedar formalitas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14553</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 01:52:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14553</guid>
		<description><![CDATA[@lia
sebaiknya anda berpikir ulang soal pernikahan yang sedang anda jalani bu]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@lia<br />
sebaiknya anda berpikir ulang soal pernikahan yang sedang anda jalani bu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lia_lia</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14520</link>
		<dc:creator><![CDATA[lia_lia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 07:25:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14520</guid>
		<description><![CDATA[karna ak sangat sangat menyayanginya. dan katanya istri mengijinkan poligami itu adalah ladang pahala. ak takut....... kalau2 suamiku gak bisa adil. dan nantinya dia sendiri yg menanggung akibatnya. tolong dong gmn nih....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>karna ak sangat sangat menyayanginya. dan katanya istri mengijinkan poligami itu adalah ladang pahala. ak takut&#8230;&#8230;. kalau2 suamiku gak bisa adil. dan nantinya dia sendiri yg menanggung akibatnya. tolong dong gmn nih&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lia_lia</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14519</link>
		<dc:creator><![CDATA[lia_lia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 07:22:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14519</guid>
		<description><![CDATA[saya memang sudah bersuami. memang dalam ajaran agama islam memang di perbolehkan ber poligami. saya sendiri juga mengalaminya. isnya Allah ak kuat. tapi... ak malah takut. apa mungkin suamiku bisa adil seperti apa yg dia inginkan. malah jangan2 karna ak mengijinkan dia poligami malah menjerumuskan ke jalan gak bener
karna adil itu sulit]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya memang sudah bersuami. memang dalam ajaran agama islam memang di perbolehkan ber poligami. saya sendiri juga mengalaminya. isnya Allah ak kuat. tapi&#8230; ak malah takut. apa mungkin suamiku bisa adil seperti apa yg dia inginkan. malah jangan2 karna ak mengijinkan dia poligami malah menjerumuskan ke jalan gak bener<br />
karna adil itu sulit</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14428</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 10:03:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14428</guid>
		<description><![CDATA[@gie
jawaban saya enggak ada]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@gie<br />
jawaban saya enggak ada</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: gie</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14399</link>
		<dc:creator><![CDATA[gie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 06:20:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14399</guid>
		<description><![CDATA[maap sebelumnya...aku edikit keluar dari jalur yang di bicarakan..
tapi masih berhubungan juga dangan pernikahan...
gini lho, aku pengen nanya ama kalian semuanya....
aku seorang anak dari bokap yang saat ini sedah single parents, dan rencananya bokapku ini pengen nikah lagi... emang lumayan lama sich dah ditinggal pergi ma nyokap (meninggal 3 taon lalau..)
yang menjadi permasalahannya adalah semua anak2nya (termasuk aku) gak pengen bokap nikah lagi..
aku pengen nanya&#039;, gimana hukum secara islam menyikapi hal ini...
apakah ada hukum yang dapat kita (anak2nya) jadikan pegangan buat menghal;angi niat bokapku itu....
makasih ya sebelumnya...
mohon dijawab....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maap sebelumnya&#8230;aku edikit keluar dari jalur yang di bicarakan..<br />
tapi masih berhubungan juga dangan pernikahan&#8230;<br />
gini lho, aku pengen nanya ama kalian semuanya&#8230;.<br />
aku seorang anak dari bokap yang saat ini sedah single parents, dan rencananya bokapku ini pengen nikah lagi&#8230; emang lumayan lama sich dah ditinggal pergi ma nyokap (meninggal 3 taon lalau..)<br />
yang menjadi permasalahannya adalah semua anak2nya (termasuk aku) gak pengen bokap nikah lagi..<br />
aku pengen nanya&#8217;, gimana hukum secara islam menyikapi hal ini&#8230;<br />
apakah ada hukum yang dapat kita (anak2nya) jadikan pegangan buat menghal;angi niat bokapku itu&#8230;.<br />
makasih ya sebelumnya&#8230;<br />
mohon dijawab&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14174</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 05:24:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14174</guid>
		<description><![CDATA[@khaled
wah, saya nggak sependapat dengan anda]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@khaled<br />
wah, saya nggak sependapat dengan anda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Khaled Elkasi</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14125</link>
		<dc:creator><![CDATA[Khaled Elkasi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 19:17:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14125</guid>
		<description><![CDATA[MUSUH ISLAM ADALAH ALQUR’AN 

Kita mengetahui bahwa tujuan memaluk suatu agama (agama apapun) adalah untuk membuat umatnya menjadi teguh batiniah. Kuat tak tergoncangkan.

Sedangkan Alqur’an merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap agama Islam. Alqur’an membelenggu umat muslim supaya menjadi lemah, mudah diadu-domba dan mudah dihasut.

Buktinya, umat muslim saat ini sangat lemah. Melihat kartoon Nabi Muhammad saja sudah bingung kesurupan. Melihat kepercayaan-kepercayaan lain juga umat muslim menjadi sakit. Umat muslim mudah diadu-domba sehingga mengeluarkan fatwa-fatwa bringas, merusak tempat-tempat ibadah umat yang beragama lain, sweeping, dan melakukan kekerasan-kekerasan ala jaman kegelapan.

Semuanya itu adalah hasil dari penghayatan Alqur’an. Alqur’an sedang melemahkan dan merusak jiwa dan prilaku umat muslim.

Jadi musuh utama bagi Islam adalah Alqur’an.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MUSUH ISLAM ADALAH ALQUR’AN </p>
<p>Kita mengetahui bahwa tujuan memaluk suatu agama (agama apapun) adalah untuk membuat umatnya menjadi teguh batiniah. Kuat tak tergoncangkan.</p>
<p>Sedangkan Alqur’an merupakan musuh yang paling berbahaya terhadap agama Islam. Alqur’an membelenggu umat muslim supaya menjadi lemah, mudah diadu-domba dan mudah dihasut.</p>
<p>Buktinya, umat muslim saat ini sangat lemah. Melihat kartoon Nabi Muhammad saja sudah bingung kesurupan. Melihat kepercayaan-kepercayaan lain juga umat muslim menjadi sakit. Umat muslim mudah diadu-domba sehingga mengeluarkan fatwa-fatwa bringas, merusak tempat-tempat ibadah umat yang beragama lain, sweeping, dan melakukan kekerasan-kekerasan ala jaman kegelapan.</p>
<p>Semuanya itu adalah hasil dari penghayatan Alqur’an. Alqur’an sedang melemahkan dan merusak jiwa dan prilaku umat muslim.</p>
<p>Jadi musuh utama bagi Islam adalah Alqur’an.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14011</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 04:58:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-14011</guid>
		<description><![CDATA[@zulkifli &amp; khairun
terima kasih untuk pendapat anda]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@zulkifli &amp; khairun<br />
terima kasih untuk pendapat anda</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Khairun Abubaker</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-13995</link>
		<dc:creator><![CDATA[Khairun Abubaker]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 10:10:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-13995</guid>
		<description><![CDATA[Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian &amp; aparat keamanan pemerintah.

Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.

Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan &amp; sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.

Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb. 

Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas. 

Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama. 

Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Organisasi-organisasi muslim yang bringas didukung oleh oknum-oknum kepolisian &amp; aparat keamanan pemerintah.</p>
<p>Sudah sering terjadi pengerusakan rumah-rumah ibadah umat lain, sweeping, fatwa-fatwa dan kekerasan lainnya yang dilakukan oleh organisasi muslim terhadap umat agama lain. Sedangkan sebagian dari para preman ini adalah anggota polisi dan aparat keamanan lainnya yang berpakaian sipil. Pemerintah juga bersikap seolah-oleh memberi semangat kepada preman-preman ini sehingga mereka merasa berada di atas hukum apapun yang berlaku di negara Indonesia.</p>
<p>Juga anggota polisi pada umumnya hanya menonton para preman yang melakukan pengerusakan &amp; sweeping. Anggota polisi malah melindungi oknum-oknum yang berkelakuan bringas itu.</p>
<p>Sedangkan polisi dan aparat keamanan pemerintah seharusnya melindungi seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan agama, kepercayaan, suku, dsb. </p>
<p>Kita yakin bahwa ada umat muslim yang tidak mentolerir dan tidak setuju dengan kelakuan polisi dan aparat keamanan yang secara terang-terangan memihak kepada golongan mayoritas. </p>
<p>Tetapi, pemerintah tidak menyadari bahwa walaupun polisi dan aparat keamanan mempunyai senjada api, rakyat jelata (masyarakat muslim yang kurang simpati terhadap polisi) mumpunyai senjata yang jauh lebih ampuh dari pada senjadi api. Sejata yang ampuh ini adalah agama. </p>
<p>Masyarakat muslim yang tidak simpati terhadap tindakan polisi yang memihak ini bisa mengeluarkan reaksi yaitu mereka bisa meninggalkan agama Islam. Mereka bisa mengalih ke agama lain. Kalau hal ini terjadi/sedang terjadi, maka senjadi api polisi itu tidak ada artinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Zulfiki Bin Taha</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-13977</link>
		<dc:creator><![CDATA[Zulfiki Bin Taha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 10:52:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-13977</guid>
		<description><![CDATA[Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.

Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.

Resikonya adalah:
Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.

Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.

Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Memang satu-satunya agama yang dibela oleh pemerintah adalah agama Islam.</p>
<p>Sikap pemerintah seperti ini sangat berbahaya.</p>
<p>Resikonya adalah:<br />
Bagi umat Islam yang anti pemerintah, hal ini adalah peluang yang sangat bagus untuk menentang pemerintah. Umat muslim tidak usah menunggu pemilihan umum untuk menentang pemerintah yang sekarang.</p>
<p>Kalau umat muslim mau menentang pemerintah yang sekarang, cukup dengan meinggalkan agama Islam untuk memeluk agama lain selain Islam. Meninggalkan agama Islam berarti anti pemerintah yang sekarang. Reaksi ini lebih ampuh dari pada menyoblos di pemilu. Hasil penghitungan suara di pemilihan umum bisa direkayasa dan dicurangi. Tetapi meninggalkan agama Islam ke agama lain adalah reaksi yang tidak bisa dikontrol oleh pemerintah. Dan pemerintah nanti hanya bisa gigit jari.</p>
<p>Inilah resiko yang dihadapi oleh pemerintah yang kerjanya hanya membela agama Islam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-13906</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2008 04:25:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://anggara.wordpress.com/2006/08/24/serba-serbi-poligami/#comment-13906</guid>
		<description><![CDATA[@resist
no comment deh]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@resist<br />
no comment deh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

