<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Tentang Hukum Perkawinan</title>
	<atom:link href="http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/</link>
	<description>A Journey of Life</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 May 2012 17:01:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Perkawinan Menurut Hukum BW dan Undang &#8211; Undang &#171; iputusoviawan</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-23374</link>
		<dc:creator><![CDATA[Perkawinan Menurut Hukum BW dan Undang &#8211; Undang &#171; iputusoviawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Apr 2012 00:56:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-23374</guid>
		<description><![CDATA[[...] Sumber :http://akta-online.comhttp://anggara.orghttp://bolmerhutasoit.wordpress.comhttp://www.bshinformation.co.cc [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Sumber :<a href="http://akta-online.comhttp://anggara.orghttp://bolmerhutasoit.wordpress.comhttp://www.bshinformation.co.cc" rel="nofollow">http://akta-online.comhttp://anggara.orghttp://bolmerhutasoit.wordpress.comhttp://www.bshinformation.co.cc</a> [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: harry</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-23129</link>
		<dc:creator><![CDATA[harry]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 06:25:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-23129</guid>
		<description><![CDATA[klo istri menikah lagi sementara msh mempunyai suami, sementara perkawinannya dilakukan secara sah dan tercatat di kua, siapa yg hrs bertanggung jawab atas terjadinya pernikahan itu?, sangsi apa yang harus diberikan kepada pelakunya?, dengan dasar hukum apa pelakunya bisa dijerat?, mohon pencerahan bang...., terima kasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klo istri menikah lagi sementara msh mempunyai suami, sementara perkawinannya dilakukan secara sah dan tercatat di kua, siapa yg hrs bertanggung jawab atas terjadinya pernikahan itu?, sangsi apa yang harus diberikan kepada pelakunya?, dengan dasar hukum apa pelakunya bisa dijerat?, mohon pencerahan bang&#8230;., terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pencintaporno</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22917</link>
		<dc:creator><![CDATA[pencintaporno]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Dec 2011 21:06:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22917</guid>
		<description><![CDATA[Mohon tanya pak, saya berniat menikah lagi dengan seorang pria PNS yang sudah menikah dengan sah. Rumah tangganya bahagia dan tidak ada masalah apa apa dari istri pertamanya. Pernikahan saya dengan pria ini berdasarkan persetujuan istri pertamanya, meskipun tanpa ada cacat /istri pertamanya masih mampu melayani dan sehat walafiat. Pertanyaan saya, bisakah saya mendapat legalitas pernikahan kedua? 
Jika saya tidak bisa mendapat legalitas, saya berencana utk pindah/kerja ke luar negeri agar keturunan saya kelak bisa mendapat hak mereka krn di LN tdk diperlukan surat nikah ini itu. Apakah rencana saya ini dimungkinkan? Mohon dijawab ya pak, insyaAllah akan sangat membantu saya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon tanya pak, saya berniat menikah lagi dengan seorang pria PNS yang sudah menikah dengan sah. Rumah tangganya bahagia dan tidak ada masalah apa apa dari istri pertamanya. Pernikahan saya dengan pria ini berdasarkan persetujuan istri pertamanya, meskipun tanpa ada cacat /istri pertamanya masih mampu melayani dan sehat walafiat. Pertanyaan saya, bisakah saya mendapat legalitas pernikahan kedua?<br />
Jika saya tidak bisa mendapat legalitas, saya berencana utk pindah/kerja ke luar negeri agar keturunan saya kelak bisa mendapat hak mereka krn di LN tdk diperlukan surat nikah ini itu. Apakah rencana saya ini dimungkinkan? Mohon dijawab ya pak, insyaAllah akan sangat membantu saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pongge</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22748</link>
		<dc:creator><![CDATA[pongge]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 03:40:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22748</guid>
		<description><![CDATA[saya mau minta pendapat ni...  saya berusia 23 tahun sedang istri saya berusia 20 tahun.. kami menikah di kua tanpa adanya pengetahuan dari kedua orang tua kami, istri saya sendiri datang kepada saya tanpa paksaan sedikit pun... karna mereka tidak merestui, terpaksa kami nekat karna suka sama suka.  sekarang kami sudah punya buku nikah... selang 2 bulan berjalan masalah timbul.. orang tua perempuan meminta denda 2 juta 1 ekor kambing dan beras 2 karung. kata mereka itu sebagai hukum adat. saya mau tanya bagaimana kasus ini dalam pandangan hukum? dan apakah saya masuk dalam kategori pelanggaran hukum? mhon jawabannya.....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau minta pendapat ni&#8230;  saya berusia 23 tahun sedang istri saya berusia 20 tahun.. kami menikah di kua tanpa adanya pengetahuan dari kedua orang tua kami, istri saya sendiri datang kepada saya tanpa paksaan sedikit pun&#8230; karna mereka tidak merestui, terpaksa kami nekat karna suka sama suka.  sekarang kami sudah punya buku nikah&#8230; selang 2 bulan berjalan masalah timbul.. orang tua perempuan meminta denda 2 juta 1 ekor kambing dan beras 2 karung. kata mereka itu sebagai hukum adat. saya mau tanya bagaimana kasus ini dalam pandangan hukum? dan apakah saya masuk dalam kategori pelanggaran hukum? mhon jawabannya&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: luciana</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22728</link>
		<dc:creator><![CDATA[luciana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 05:45:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22728</guid>
		<description><![CDATA[saya punya pacar warga negara pakistan,(islam) dan saya WNI (buddha) bagaimana jika saya menikah... apakah yang harus saya lakukan... ?? apa saja syarat&#039;nya..? apakah saya harus menjadi muamalaf baru bisa menikah... tolong carikan saya solusi yang terbaik.. terimakasih sebelumnya....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya punya pacar warga negara pakistan,(islam) dan saya WNI (buddha) bagaimana jika saya menikah&#8230; apakah yang harus saya lakukan&#8230; ?? apa saja syarat&#8217;nya..? apakah saya harus menjadi muamalaf baru bisa menikah&#8230; tolong carikan saya solusi yang terbaik.. terimakasih sebelumnya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22636</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 03:52:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22636</guid>
		<description><![CDATA[@Syahriar Reza
1. Istri pertama istri jika anda poligami, tapi jika cerai dan menikah lagi yang dulu namanya mantan istri
2. Poligami harus minta ijin dari Pengadilan terlebih dahulu sebelum di daftarkan ke KUA. soal bentuk buku nikahnya saya tidak tahu]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Syahriar Reza<br />
1. Istri pertama istri jika anda poligami, tapi jika cerai dan menikah lagi yang dulu namanya mantan istri<br />
2. Poligami harus minta ijin dari Pengadilan terlebih dahulu sebelum di daftarkan ke KUA. soal bentuk buku nikahnya saya tidak tahu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Syahriar Reza</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22632</link>
		<dc:creator><![CDATA[Syahriar Reza]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 01:11:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22632</guid>
		<description><![CDATA[Mohon pencerahan bang, 
(1) istri pertama itu definisinya apa? kalo laki-laki sudah cerai dan kawin lagi apakah istrinya disebut istri pertama? 
(2) Poligami dimungkinkan di indonesia, apakah dalam setiap pernikahan saat poligami itu bisa didaftarkan di KUA dan mendapat buku nikah? apakah dalah buku nikah itu disebut kalau wanita adalah istri kedua, ketiga atau ke empat dst. 

terima kasih bang.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon pencerahan bang,<br />
(1) istri pertama itu definisinya apa? kalo laki-laki sudah cerai dan kawin lagi apakah istrinya disebut istri pertama?<br />
(2) Poligami dimungkinkan di indonesia, apakah dalam setiap pernikahan saat poligami itu bisa didaftarkan di KUA dan mendapat buku nikah? apakah dalah buku nikah itu disebut kalau wanita adalah istri kedua, ketiga atau ke empat dst. </p>
<p>terima kasih bang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22613</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 10:10:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22613</guid>
		<description><![CDATA[@sunaryo
Bisa dilaporkan perzinahan dan pemalsuan asal usul atau dimintakan pembatalan perkawinan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@sunaryo<br />
Bisa dilaporkan perzinahan dan pemalsuan asal usul atau dimintakan pembatalan perkawinan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sunaryo</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22505</link>
		<dc:creator><![CDATA[Sunaryo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Aug 2011 23:48:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22505</guid>
		<description><![CDATA[Minta Pendapat Teman&quot;.... Saya Punya Masalah Dengan Istri Saya Kabur Dari Rumah Meninggalkan Saya Dan 2 Orang Anak yg Pertama Umur 8Th, dan Yg Ke2 Umur 1th Sudah 5 Bulan Kami Pisah Ranjang, Terakhir Dia SMS Saya Memberitahukan Bahwa Dia Udah Nikah Dengan Pria Lain... Kira-Kira Apa HUKUMNYA Kalo Istri sy Menikah Dengan Pria Laen, Sedangkan Belum Ada Surat CERAI Resmi...????.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Minta Pendapat Teman&#8221;&#8230;. Saya Punya Masalah Dengan Istri Saya Kabur Dari Rumah Meninggalkan Saya Dan 2 Orang Anak yg Pertama Umur 8Th, dan Yg Ke2 Umur 1th Sudah 5 Bulan Kami Pisah Ranjang, Terakhir Dia SMS Saya Memberitahukan Bahwa Dia Udah Nikah Dengan Pria Lain&#8230; Kira-Kira Apa HUKUMNYA Kalo Istri sy Menikah Dengan Pria Laen, Sedangkan Belum Ada Surat CERAI Resmi&#8230;????.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: herman</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22390</link>
		<dc:creator><![CDATA[herman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 11:09:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22390</guid>
		<description><![CDATA[dh,
sudah sebulan ini istri saya emninggalkan saya dan anak saya, sebelumnya terjadi keributan antara saya dan istri sya krna adanya orang ketiga. istri saya wataknya keras..dia sulit menerima keritaikan,nasehat atau pun bimbingan dari saya sbagai suami.
sekarang istri saya menuntut cerei saya, meski saya tidak mau (saya blm mngucap Talaq), krna anak (2thn) masih butuh sosok ke dua orang tua. yg ingin sya tanyakan:
1. bisakah istri saya mengguat cerei saya tanpa ada dokumen yg mendukung (surat nikah dll saya tahan)
2. bila nanti istri saya diam2 menikah dngn orang lain ada kah hukum dan hak ,saya sebagai suami untuk menuntut, karna blm ada hitam di atas putih tntang perceraian saya dan istri saya?
mohon pencerahan nya bisa di email ke edp.bgr@mpi-pharmaniaga.co.id

salam]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dh,<br />
sudah sebulan ini istri saya emninggalkan saya dan anak saya, sebelumnya terjadi keributan antara saya dan istri sya krna adanya orang ketiga. istri saya wataknya keras..dia sulit menerima keritaikan,nasehat atau pun bimbingan dari saya sbagai suami.<br />
sekarang istri saya menuntut cerei saya, meski saya tidak mau (saya blm mngucap Talaq), krna anak (2thn) masih butuh sosok ke dua orang tua. yg ingin sya tanyakan:<br />
1. bisakah istri saya mengguat cerei saya tanpa ada dokumen yg mendukung (surat nikah dll saya tahan)<br />
2. bila nanti istri saya diam2 menikah dngn orang lain ada kah hukum dan hak ,saya sebagai suami untuk menuntut, karna blm ada hitam di atas putih tntang perceraian saya dan istri saya?<br />
mohon pencerahan nya bisa di email ke <a href="mailto:edp.bgr@mpi-pharmaniaga.co.id">edp.bgr@mpi-pharmaniaga.co.id</a></p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rendy</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22107</link>
		<dc:creator><![CDATA[rendy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 06:32:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22107</guid>
		<description><![CDATA[anak itu dibesarkan sama keluarganya itu!
mohon bantuannya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>anak itu dibesarkan sama keluarganya itu!<br />
mohon bantuannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rendy</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22106</link>
		<dc:creator><![CDATA[rendy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 06:31:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22106</guid>
		<description><![CDATA[salam kenal....
sy mau bertanya.

ini saya sudah menikah sm pacar sy. ayahnya setuju, cuman keluarganya yg lain tidak setuju. mau memisahkan saya.
bgm itu pak?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal&#8230;.<br />
sy mau bertanya.</p>
<p>ini saya sudah menikah sm pacar sy. ayahnya setuju, cuman keluarganya yg lain tidak setuju. mau memisahkan saya.<br />
bgm itu pak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rendy</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22105</link>
		<dc:creator><![CDATA[rendy]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 06:30:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22105</guid>
		<description><![CDATA[salam kenal....
sy mau bertanya.

ini saya sudah menikah sm pacar sy. ayahnya setuju, cuman keluarganya yg lain tidak setuju. mau memisahkan saya.
bgm otu pak?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal&#8230;.<br />
sy mau bertanya.</p>
<p>ini saya sudah menikah sm pacar sy. ayahnya setuju, cuman keluarganya yg lain tidak setuju. mau memisahkan saya.<br />
bgm otu pak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wong begog</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22101</link>
		<dc:creator><![CDATA[wong begog]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 10:33:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-22101</guid>
		<description><![CDATA[saya disini hanya mempertegas kembali akan pengertian pernikahan, jika anda ingin menikah, apakah anda semua tidak ada pertimbangan dalam sebuah komitmen awal? sebuah permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga anda semua itu dipicu dari unsur pola pikir anda semua atau masing-masing pihak yang menjalankan perkawinan, dimana pola pikir seseorang itu menentukan jalan yang akan dilalui atau ditempuh pihak masing-masing yang menjalankan perkawinan atau timbul konskwensi, yang mana artinya &quot;jika ingin melakukan sesuatu tanpa berfikir kembali koreksi diri atau instropeksi diri akan sebuah kemampuan yang mana diluar batas kemampuan anda ya jangan nekad&quot; 

&quot;KOPLAK&quot;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya disini hanya mempertegas kembali akan pengertian pernikahan, jika anda ingin menikah, apakah anda semua tidak ada pertimbangan dalam sebuah komitmen awal? sebuah permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga anda semua itu dipicu dari unsur pola pikir anda semua atau masing-masing pihak yang menjalankan perkawinan, dimana pola pikir seseorang itu menentukan jalan yang akan dilalui atau ditempuh pihak masing-masing yang menjalankan perkawinan atau timbul konskwensi, yang mana artinya &#8220;jika ingin melakukan sesuatu tanpa berfikir kembali koreksi diri atau instropeksi diri akan sebuah kemampuan yang mana diluar batas kemampuan anda ya jangan nekad&#8221; </p>
<p>&#8220;KOPLAK&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Tanjung</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21871</link>
		<dc:creator><![CDATA[Tanjung]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 11:43:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21871</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau tanya pak???
Kalau Kepala Desa tidak mau memberikan Surat Pengantar Pernikahan dengan alasan perselisihan pribadi dengan orang tua;
1. Apa yang harus saya lakukan?
2. Apa yang KUA bisa lakukan?
3. Apakah Kepala Desa itu HALAL darahnya saya minum???????????????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau tanya pak???<br />
Kalau Kepala Desa tidak mau memberikan Surat Pengantar Pernikahan dengan alasan perselisihan pribadi dengan orang tua;<br />
1. Apa yang harus saya lakukan?<br />
2. Apa yang KUA bisa lakukan?<br />
3. Apakah Kepala Desa itu HALAL darahnya saya minum???????????????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Widya</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21843</link>
		<dc:creator><![CDATA[Widya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Mar 2011 10:54:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21843</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau bertanya, saya menikah dengan seorang laki2 beragama dan saya, kami menikah menurut agama kristen, pada waktu sebelum menikah calon suami &amp; keluarganya melamar saya &amp; menginformasikan mengenai tata cara pernikahan yang akan berlangsung nanti, yang tentunya akan sah secara agama &amp; hukum. Namun setelah pernikahan kami sudah berlangsung, saya merasa heran dan menanyakan mengenai pencatatan sipil dalam prosesi pernikahan barusan dikarenakan saya sebagai pengantin wanita tidak merasa untuk menandatangani catatan sipil dalam pernikahan kami, akhirnya saya tanyakan kepada suami dan keluarganya, tapi jawaban mereka nanti belakangan ke catatan sipilnya. Setelah pernikahan kami sudah berlangsung 6 bulan, pernikahan kami tetap tidak dicatatkan dengan alasan pernikahan kristen tidak ada perceraian. Tetapi yang saya herankan suami tidak pernah memberikan nafkah lahir walau kita memang sama-sama bekerja dan ibu mertua saya menuntut saya harus memenuhi semua kebutuhan rumah tangga (makan, dll dan kami masih menumpang di orangtua suami). Hingga akhirnya saya protes dengan perlakuan suami dan ibunya ini juga selalu menanyakan pernikahan kok tidak dicatatkan sipil? hal ini malah memacu pertengkaran demi pertengkaran dengan suami dan ibu mertua selalu ikut campur membela anaknya (suami). Mereka sering memaki-maki dan menghina saya. Akhirnya ibu mertua sakit hati kepada saya, saya disuruh untuk tanda tangani surat pernyataan bermaterai yang isinya untuk bercerai dengan alasan keluarga sudah tidak harmonis lagi, saya tidak mau karena saya merasa pernikahan kami belum dicatatkan ke catatan sipil, akhirnya mertua mengundang keluarga besarnya dan memaksa saya dan juga menekan saya agar tanda tangani surat itu. Saya bingung, saya merasa tertekan, takut dan shock karena seluruh keluarga besar suami mengeroyok saya untuk segera tanda tangani, malah adik suami laki-laki ada ancaman akan menghajar dan membunuh saya juga dengan memaki-maki dan dengan sms hinaan yang merendahkan saya. Akhirnya dengan pemikiran saya karena tidak mau tertekan terus secara bathin dengan menghadapi sendiri dan dengan kebingungan, akhirnya surat tersebut saya tandatangani tanpa berpikir panjang, setelah saya tanda tangan saya disuruh langsung harus pergi meninggalkan rumah ibu mertua secara sendiri.
Yang saya tanyakan, apakah sah perceraian kami tersebut? dan langkah apa selanjutnya yang harus akan saya lakukan? sementara saya merasakan shock dan trauma/ketakutan? terimakasih.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau bertanya, saya menikah dengan seorang laki2 beragama dan saya, kami menikah menurut agama kristen, pada waktu sebelum menikah calon suami &amp; keluarganya melamar saya &amp; menginformasikan mengenai tata cara pernikahan yang akan berlangsung nanti, yang tentunya akan sah secara agama &amp; hukum. Namun setelah pernikahan kami sudah berlangsung, saya merasa heran dan menanyakan mengenai pencatatan sipil dalam prosesi pernikahan barusan dikarenakan saya sebagai pengantin wanita tidak merasa untuk menandatangani catatan sipil dalam pernikahan kami, akhirnya saya tanyakan kepada suami dan keluarganya, tapi jawaban mereka nanti belakangan ke catatan sipilnya. Setelah pernikahan kami sudah berlangsung 6 bulan, pernikahan kami tetap tidak dicatatkan dengan alasan pernikahan kristen tidak ada perceraian. Tetapi yang saya herankan suami tidak pernah memberikan nafkah lahir walau kita memang sama-sama bekerja dan ibu mertua saya menuntut saya harus memenuhi semua kebutuhan rumah tangga (makan, dll dan kami masih menumpang di orangtua suami). Hingga akhirnya saya protes dengan perlakuan suami dan ibunya ini juga selalu menanyakan pernikahan kok tidak dicatatkan sipil? hal ini malah memacu pertengkaran demi pertengkaran dengan suami dan ibu mertua selalu ikut campur membela anaknya (suami). Mereka sering memaki-maki dan menghina saya. Akhirnya ibu mertua sakit hati kepada saya, saya disuruh untuk tanda tangani surat pernyataan bermaterai yang isinya untuk bercerai dengan alasan keluarga sudah tidak harmonis lagi, saya tidak mau karena saya merasa pernikahan kami belum dicatatkan ke catatan sipil, akhirnya mertua mengundang keluarga besarnya dan memaksa saya dan juga menekan saya agar tanda tangani surat itu. Saya bingung, saya merasa tertekan, takut dan shock karena seluruh keluarga besar suami mengeroyok saya untuk segera tanda tangani, malah adik suami laki-laki ada ancaman akan menghajar dan membunuh saya juga dengan memaki-maki dan dengan sms hinaan yang merendahkan saya. Akhirnya dengan pemikiran saya karena tidak mau tertekan terus secara bathin dengan menghadapi sendiri dan dengan kebingungan, akhirnya surat tersebut saya tandatangani tanpa berpikir panjang, setelah saya tanda tangan saya disuruh langsung harus pergi meninggalkan rumah ibu mertua secara sendiri.<br />
Yang saya tanyakan, apakah sah perceraian kami tersebut? dan langkah apa selanjutnya yang harus akan saya lakukan? sementara saya merasakan shock dan trauma/ketakutan? terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21424</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Dec 2010 05:52:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21424</guid>
		<description><![CDATA[@anna
soal harta bersama adalah harta yang diperoleh semasa perkawinan, oleh karena itu dibagi secara merata, tidak bisa menjadi hak salah satu pihak. Apapun yang diperoleh semasa perkawinan adalah harta bersama]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@anna<br />
soal harta bersama adalah harta yang diperoleh semasa perkawinan, oleh karena itu dibagi secara merata, tidak bisa menjadi hak salah satu pihak. Apapun yang diperoleh semasa perkawinan adalah harta bersama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Anna</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21160</link>
		<dc:creator><![CDATA[Anna]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 09:43:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21160</guid>
		<description><![CDATA[Saya mau nanya.. Saya digugat cerai suami saya dengan alasan karena tidak punya anak &amp; hubungan tidak harmonis. Padahal selama ini kami baik-baik saja hanya setelah suami saya mengenal wanita lain memang sikapnya berubah. Saya tetap ingin mempertahankan RT saya makanya saya biarkan dia sementara ini.
Kami masih 1 rumah saat ini. 
Beberapa kali suami saya bilang karena kami tidak punya anak maka harta gono gini nanti saya akan dapat seikhlas suami saya kasih. Tidak bisa 50%. Rumah kami dibeli setelah menikah namun beberapa renovasi dari mertua saya. Apakah rumah tersebut menjadi hak suami saya jika benar2 gugatannya dikabulkan pengadilan?
Dia juga menanamkan modal di usaha perempuan itu namun bukti yg saya miliki hanya fotokopi kwitansi bermeterai karena dokumen2nya saya yakin disimpan di rumah wanita itu. Apakah ini termasuk harta gono gini juga? 
Terima kasih.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau nanya.. Saya digugat cerai suami saya dengan alasan karena tidak punya anak &amp; hubungan tidak harmonis. Padahal selama ini kami baik-baik saja hanya setelah suami saya mengenal wanita lain memang sikapnya berubah. Saya tetap ingin mempertahankan RT saya makanya saya biarkan dia sementara ini.<br />
Kami masih 1 rumah saat ini.<br />
Beberapa kali suami saya bilang karena kami tidak punya anak maka harta gono gini nanti saya akan dapat seikhlas suami saya kasih. Tidak bisa 50%. Rumah kami dibeli setelah menikah namun beberapa renovasi dari mertua saya. Apakah rumah tersebut menjadi hak suami saya jika benar2 gugatannya dikabulkan pengadilan?<br />
Dia juga menanamkan modal di usaha perempuan itu namun bukti yg saya miliki hanya fotokopi kwitansi bermeterai karena dokumen2nya saya yakin disimpan di rumah wanita itu. Apakah ini termasuk harta gono gini juga?<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21120</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Nov 2010 00:59:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21120</guid>
		<description><![CDATA[@rini
Karena perkawinan anda tidak didaftarkan, maka perkawinan anda dapat dianggap tidak pernah ada menurut hukum. Sehingga surat pernyataan cerai tidak perlu ada dan anda punya hak untuk menikah lagi tanpa persetujuan dari &quot;mantan suami&quot; anda ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@rini<br />
Karena perkawinan anda tidak didaftarkan, maka perkawinan anda dapat dianggap tidak pernah ada menurut hukum. Sehingga surat pernyataan cerai tidak perlu ada dan anda punya hak untuk menikah lagi tanpa persetujuan dari &#8220;mantan suami&#8221; anda </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rini</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21115</link>
		<dc:creator><![CDATA[rini]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2010 18:35:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-21115</guid>
		<description><![CDATA[saya mau nanya nich : saya menikah dengan seorang laki2 turunan tionghua beragama budha dan saya adalah seorang muslim kami menikah menurut agama kristen dan tidak didaftarkan, dan kami telah memiliki 2 orang anak laki2 namun perkawinan sudah putus akibat suami meninggalkan saya sudah 2 tahun tanpa memberikan hak2 nya kepada saya dan anak2, saya meminta suami untuk menceraikan saya namun sampai sekarang yang bersangkutan tidak mau memberikan pernyataan cerai kepada saya. yg ingin saya tanyakan : 
1. apakah perkawinan yang saya lakukan masih tetap diakui oleh hukum
2. apakah perlu adanya surat penyataan cerai oleh suami, oleh karena kami tidak mencatatkan perkawinan sesuai peraturan yang berlaku.
3. apabila saya akan menikah lagi apakah mantan suami saya dapat mengajukan keberatan terhadap perkawinan saya dengan orang lain.
4. apakah saya dapat melakukan perkawinan menurut agama islam karna status saya adalah janda tapi tidak memiliki keterangan tentang putusnya hubungan perkawinan oleh pengadilan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mau nanya nich : saya menikah dengan seorang laki2 turunan tionghua beragama budha dan saya adalah seorang muslim kami menikah menurut agama kristen dan tidak didaftarkan, dan kami telah memiliki 2 orang anak laki2 namun perkawinan sudah putus akibat suami meninggalkan saya sudah 2 tahun tanpa memberikan hak2 nya kepada saya dan anak2, saya meminta suami untuk menceraikan saya namun sampai sekarang yang bersangkutan tidak mau memberikan pernyataan cerai kepada saya. yg ingin saya tanyakan :<br />
1. apakah perkawinan yang saya lakukan masih tetap diakui oleh hukum<br />
2. apakah perlu adanya surat penyataan cerai oleh suami, oleh karena kami tidak mencatatkan perkawinan sesuai peraturan yang berlaku.<br />
3. apabila saya akan menikah lagi apakah mantan suami saya dapat mengajukan keberatan terhadap perkawinan saya dengan orang lain.<br />
4. apakah saya dapat melakukan perkawinan menurut agama islam karna status saya adalah janda tapi tidak memiliki keterangan tentang putusnya hubungan perkawinan oleh pengadilan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20794</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 17:30:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20794</guid>
		<description><![CDATA[@wicky
Sebenarnya yg diadukan ya harus dua2nya tidak bisa salah satu :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@wicky<br />
Sebenarnya yg diadukan ya harus dua2nya tidak bisa salah satu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wicky</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20787</link>
		<dc:creator><![CDATA[Wicky]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 01:53:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20787</guid>
		<description><![CDATA[Mohon pencerahan bapak
Tentang delik aduan,saat suami/istri melaporkan perselingkuhan pasanganny dg org lain,krn uda di ketahui dg pasti klo pasanganny itu sudah berbuat zina dg org lain,tetapi suami/istri yg melaporkan hanya menuntut kepada org lain tsb,krn suami/istri yg dirugikan msh mencintai pasanganny,apakah mgkn org lain yg dtuntut tsb bs menuntut balik istri/suami yg berselingkuh dg ny utk mendapat hukuman juga,dg alasan perselingkuhan dilakukan atas dasar suka sm suka,sedangkan pihak yg melaporkan tdk ingin istri/suaminy ikut dihukum krn msh mencintai dan bs memaafkan?Mohon pencerahanny bapak
Terima kasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon pencerahan bapak<br />
Tentang delik aduan,saat suami/istri melaporkan perselingkuhan pasanganny dg org lain,krn uda di ketahui dg pasti klo pasanganny itu sudah berbuat zina dg org lain,tetapi suami/istri yg melaporkan hanya menuntut kepada org lain tsb,krn suami/istri yg dirugikan msh mencintai pasanganny,apakah mgkn org lain yg dtuntut tsb bs menuntut balik istri/suami yg berselingkuh dg ny utk mendapat hukuman juga,dg alasan perselingkuhan dilakukan atas dasar suka sm suka,sedangkan pihak yg melaporkan tdk ingin istri/suaminy ikut dihukum krn msh mencintai dan bs memaafkan?Mohon pencerahanny bapak<br />
Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: marcel</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20476</link>
		<dc:creator><![CDATA[marcel]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 10:09:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20476</guid>
		<description><![CDATA[permisi pak..
saya mau bertanya, saya marcel mhsw fakultas hukum, saya diberi tugas untuk mencari putusan pengadilan tentang perceraian beda warga negara, kira2 bapak tahu di situs apa saya harus mencari salinan putusan perceraian beda warga negara tsb? trimakasih sebelumnya^^]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>permisi pak..<br />
saya mau bertanya, saya marcel mhsw fakultas hukum, saya diberi tugas untuk mencari putusan pengadilan tentang perceraian beda warga negara, kira2 bapak tahu di situs apa saya harus mencari salinan putusan perceraian beda warga negara tsb? trimakasih sebelumnya^^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Heartache</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20365</link>
		<dc:creator><![CDATA[Heartache]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jun 2010 22:10:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20365</guid>
		<description><![CDATA[Salam kenal, Pak..
Saya mempunyai suami yang berkewarganegaraan Jerman. Perkawinan saya ini adalah pernikahan yang kedua dan dari perkawinan saya sebelumnya saya dikaruniai seorang anak perempuan yang sekarang menginjak usia 16 thn. Perkawinan saya ini masih seumur jagung, baru berjalan 9 bulan. Tapi, dalam 2 bulan terakhir ini, ada peristiwa yang benar-benar membuat hati saya hancur. Suami saya berbuat hal yang tidak senonoh pada anak perempuan saya. Waktu saya masih berhubungan biasa dengan suami saya ini, saya melihat dia sangat sayang dan perhatian dengan anak saya selayaknya seorang bapak ke seorang anak. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menikah.
Pertanyaan saya, apakah suami saya itu bisa dijerat dengan pasal hukum yang ada di Indonesia ini? Krn, tahun lalu saya menikah di Indonesia. dan semua dokumen sudah dilegalisir oleh Depkeh, Deplu, dan Kedutaan Jerman sendiri.
Mohon dengan sangat saran dan nasehatnya. Krn saya orang awam hukum dan saat ini saya tidak tahu langkah apa yang harus saya ambil selanjutnya.
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terimakasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal, Pak..<br />
Saya mempunyai suami yang berkewarganegaraan Jerman. Perkawinan saya ini adalah pernikahan yang kedua dan dari perkawinan saya sebelumnya saya dikaruniai seorang anak perempuan yang sekarang menginjak usia 16 thn. Perkawinan saya ini masih seumur jagung, baru berjalan 9 bulan. Tapi, dalam 2 bulan terakhir ini, ada peristiwa yang benar-benar membuat hati saya hancur. Suami saya berbuat hal yang tidak senonoh pada anak perempuan saya. Waktu saya masih berhubungan biasa dengan suami saya ini, saya melihat dia sangat sayang dan perhatian dengan anak saya selayaknya seorang bapak ke seorang anak. Maka dari itu, saya memutuskan untuk menikah.<br />
Pertanyaan saya, apakah suami saya itu bisa dijerat dengan pasal hukum yang ada di Indonesia ini? Krn, tahun lalu saya menikah di Indonesia. dan semua dokumen sudah dilegalisir oleh Depkeh, Deplu, dan Kedutaan Jerman sendiri.<br />
Mohon dengan sangat saran dan nasehatnya. Krn saya orang awam hukum dan saat ini saya tidak tahu langkah apa yang harus saya ambil selanjutnya.<br />
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terimakasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rudi</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20144</link>
		<dc:creator><![CDATA[rudi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 14:35:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20144</guid>
		<description><![CDATA[ja di klau zina di liar nukah,gai mana...??????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ja di klau zina di liar nukah,gai mana&#8230;??????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20042</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Mar 2010 04:01:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20042</guid>
		<description><![CDATA[@irena
Perceraian itu hanya bisa terjadi dan sah bila dilakukan di Pengadilan bukan dengan cara lain :) ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@irena<br />
Perceraian itu hanya bisa terjadi dan sah bila dilakukan di Pengadilan bukan dengan cara lain <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: irena</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20022</link>
		<dc:creator><![CDATA[irena]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 02:56:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20022</guid>
		<description><![CDATA[pak saya mau ty….
usia pernikahan sy 1,5tahun..kami mengalami pertengkaran..suami menceraikan saya lewat perkataan cerai talak 3.setelah itu kami pisah rumah.suami pulang k kmpungnya karawang dgn membawa buku nikah kami berdua.saat disana di membuat surat pernyataan menceraikan sy talaq 3.di tanda tgnin org tuanya RT,RW, dan orang yg paham agaman di sana.
sampai sekarang surat itu sy simpan setelah pisah 2 tahun.
yg mau saya tykan…
1.apak surat pernyataan itu sah.
2.apakah saya bisa nikah lagi degan menyujukan surat pernyataan itu.
3.buku nikah itu apakah bisa menuntut saya dan suami bila satu saat nanti sy sudah nikah lg,sementra sudah 2 tahun kami tidak kumpul lagi.

terima kasih atas bantuannya….]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak saya mau ty….<br />
usia pernikahan sy 1,5tahun..kami mengalami pertengkaran..suami menceraikan saya lewat perkataan cerai talak 3.setelah itu kami pisah rumah.suami pulang k kmpungnya karawang dgn membawa buku nikah kami berdua.saat disana di membuat surat pernyataan menceraikan sy talaq 3.di tanda tgnin org tuanya RT,RW, dan orang yg paham agaman di sana.<br />
sampai sekarang surat itu sy simpan setelah pisah 2 tahun.<br />
yg mau saya tykan…<br />
1.apak surat pernyataan itu sah.<br />
2.apakah saya bisa nikah lagi degan menyujukan surat pernyataan itu.<br />
3.buku nikah itu apakah bisa menuntut saya dan suami bila satu saat nanti sy sudah nikah lg,sementra sudah 2 tahun kami tidak kumpul lagi.</p>
<p>terima kasih atas bantuannya….</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: irena</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20011</link>
		<dc:creator><![CDATA[irena]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Mar 2010 03:17:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-20011</guid>
		<description><![CDATA[pak saya mau ty....
usia pernikahan sy 1,5tahun..kami mengalami pertengkaran..suami menceraikan saya lewat perkataan cerai talak 3.setelah itu kami pisah rumah.suami pulang k kmpungnya karawang dgn membawa  buku nikah kami berdua.saat disana di membuat surat pernyataan menceraikan sy talaq 3.di tanda tgnin org tuanya RT,RW, dan orang yg paham agaman di sana.
sampai sekarang surat itu sy simpan setelah pisah 2 tahun.
yg mau saya tykan...
1.apak surat pernyataan itu sah.
2.apakah saya bisa nikah lagi degan menyujukan surat pernyataan itu.
3.buku nikah itu apakah bisa menuntut saya dan suami bila satu saat nanti sy sudah nikah lg,sementra  sudah 2 tahun kami tidak kumpul lagi.


terima kasih atas bantuannya....]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak saya mau ty&#8230;.<br />
usia pernikahan sy 1,5tahun..kami mengalami pertengkaran..suami menceraikan saya lewat perkataan cerai talak 3.setelah itu kami pisah rumah.suami pulang k kmpungnya karawang dgn membawa  buku nikah kami berdua.saat disana di membuat surat pernyataan menceraikan sy talaq 3.di tanda tgnin org tuanya RT,RW, dan orang yg paham agaman di sana.<br />
sampai sekarang surat itu sy simpan setelah pisah 2 tahun.<br />
yg mau saya tykan&#8230;<br />
1.apak surat pernyataan itu sah.<br />
2.apakah saya bisa nikah lagi degan menyujukan surat pernyataan itu.<br />
3.buku nikah itu apakah bisa menuntut saya dan suami bila satu saat nanti sy sudah nikah lg,sementra  sudah 2 tahun kami tidak kumpul lagi.</p>
<p>terima kasih atas bantuannya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19985</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Mar 2010 03:49:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19985</guid>
		<description><![CDATA[@pirman
yang namanya cerai ya harus lewat pengadilan bukan lewat pengacara]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@pirman<br />
yang namanya cerai ya harus lewat pengadilan bukan lewat pengacara</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pirman</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19970</link>
		<dc:creator><![CDATA[pirman]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 14:53:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19970</guid>
		<description><![CDATA[lngsung aja pak aku dah meningkah 6 th punyak anak laki satu istriku selingkuh sampek hamil dan minta cerai  dengan terpaksa ku kasih cerai tp waktu itu istriku cuma pake pengacara..apa sah percerainku?.....kami ada harta rumah dan tanah rencanaku harta  kuserahkan ke anaku tp pihak istri menuntut harta itu di bagi 2...jika saya bersikukuh meberikan harta itu ke anak apa melangar hukum? makasih atas jawabanya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lngsung aja pak aku dah meningkah 6 th punyak anak laki satu istriku selingkuh sampek hamil dan minta cerai  dengan terpaksa ku kasih cerai tp waktu itu istriku cuma pake pengacara..apa sah percerainku?&#8230;..kami ada harta rumah dan tanah rencanaku harta  kuserahkan ke anaku tp pihak istri menuntut harta itu di bagi 2&#8230;jika saya bersikukuh meberikan harta itu ke anak apa melangar hukum? makasih atas jawabanya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hasbi</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19867</link>
		<dc:creator><![CDATA[hasbi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 09:45:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19867</guid>
		<description><![CDATA[Ya itu sih tergantung dari salah satu pihk pakah ada yang dirugikan apa tidak...jika salah satu pihak ada yang dirugikan maka masuk dalam daftar Delik aduan.. dan bisa diproses seca hukum pidana]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya itu sih tergantung dari salah satu pihk pakah ada yang dirugikan apa tidak&#8230;jika salah satu pihak ada yang dirugikan maka masuk dalam daftar Delik aduan.. dan bisa diproses seca hukum pidana</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19762</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 01:01:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19762</guid>
		<description><![CDATA[@aldea
Bisa minta wali Hakim via penetapan di PA :) ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@aldea<br />
Bisa minta wali Hakim via penetapan di PA <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19753</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 00:46:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19753</guid>
		<description><![CDATA[@eko
Karena dulu anda menikah dicatatkan di kcs maka gugatan tersebut harus didaftarkan di PN, soal besaran biaya ada biaya resminya di Pengadilan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@eko<br />
Karena dulu anda menikah dicatatkan di kcs maka gugatan tersebut harus didaftarkan di PN, soal besaran biaya ada biaya resminya di Pengadilan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: aldea</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19695</link>
		<dc:creator><![CDATA[aldea]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 04:09:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19695</guid>
		<description><![CDATA[Saya punya pacar dan kami ingin menikah namun terkendala karena kami beda agama calon isteri saya non muslim, bila saja calon isteri saya masuk islam dan menikah dengan saya siapa yang menjadi walinya karena keluarganya semua non muslim. tks]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya punya pacar dan kami ingin menikah namun terkendala karena kami beda agama calon isteri saya non muslim, bila saja calon isteri saya masuk islam dan menikah dengan saya siapa yang menjadi walinya karena keluarganya semua non muslim. tks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Eko Sumardono</title>
		<link>http://anggara.org/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19647</link>
		<dc:creator><![CDATA[Eko Sumardono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 01:44:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/09/28/tentang-hukum-perkawinan/#comment-19647</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah seorang mualaf,  Kami menikah tahun 1998 tetapi kami dulu menikah dengan cara agama katolik, pada waktu itu istri muslim dan dalam taraf masuk katolik, seiring berjalannya waktu,  istriku kembali ke muslim, dan akhirnya sayapun ikut menjadi mualaf.  Karena sekarang ini kami merasa tiada kecocokan lagi, kami ingin bercerai, dimanakah kami harus mengajukan itu.  tetapi perceraian itu tidak mengubah agama kami jadi saya tetap ingin menjadi muslim.
Syarat apa saja yang kami perlukan dan sekitar berapakah bsarnya biaya perceraian kami nanti.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya adalah seorang mualaf,  Kami menikah tahun 1998 tetapi kami dulu menikah dengan cara agama katolik, pada waktu itu istri muslim dan dalam taraf masuk katolik, seiring berjalannya waktu,  istriku kembali ke muslim, dan akhirnya sayapun ikut menjadi mualaf.  Karena sekarang ini kami merasa tiada kecocokan lagi, kami ingin bercerai, dimanakah kami harus mengajukan itu.  tetapi perceraian itu tidak mengubah agama kami jadi saya tetap ingin menjadi muslim.<br />
Syarat apa saja yang kami perlukan dan sekitar berapakah bsarnya biaya perceraian kami nanti.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

