Ya berhubung karena nggak ngerti ya paling di wadah itu dasarnya aku isi tanah terus kalau ada sampah baru ditimbun tanah lagi esoknya dan disiram, isi sampah lagi, timbun lagi, siram lagi. Dan kalau sudah penuh dan lama aku gali lagi kebunku dan isi wadah sampah itu aku taruh sana dan ditutup lagi deh.
Tapi ternyata, rumus itu agak keliru, setelah googling aku baru nemu artikel menarik tentang membuat kompos di rumah yaitu di Bandung Waste. Ya walaupun keliru, kan yang penting semangatku adalah mengurangi sampah.
He..he..he..yang penting ecogreen lah…:D
Susah juga ya upaya untuk membuat pupuk organis










dini
Juli 24, 2007
wah, menarik nih
mau tau dong, cerita lebih jauh tentang persampahan di BSD. bagaimana sampai mas Anggara mengomposkan sampahnya..bagaimana pemilahan sampah dilakukan di sana, bagaimana peran serta warga..dst dst
saya ada rencana mo studi ke BSD tentang pengelolaan sampahnya, juga mengenai sikap dan perilaku warganya terhadap pemilahan sampah.
tapi, masih menunggu balasan email dari bsdcity, untuk konfirmasi izin survei sebelum saya datang langsung ke sana.. dari Bandung nih
siapa yang harus saya hubungi dan temui..karena BSD besar sekali yah.
makasih
anggara
Juli 25, 2007
@dini
soal warga yang lain saya nggak tahu, kalau saya dulu saya sebel, karena sampah makanan diobrak-abrik sama kucing dkk. Jadi akhirnya mengkompos sendiri. Tetapi kegiatan itu berhenti, sejak halaman belakang dikasih paving blok. Soal siapa yang harus dikunjungi dan ditemui, saya nggak tahu persis. Mudah2 an penelitiannya selesai bu
Terima kasih sudah berkunjung
dini
Juli 25, 2007
oo begitu ya..
btw, ada artikel terkait bikin kompos, kalau tertarik mungkin..
http://www.togarsilaban.com/2007/05/09/takakura/
pengen pake juga
anggara
Juli 25, 2007
@dini
terima kasih