Korupsi oh Korupsi

Posted on November 28, 2006 by anggara

6


Korupsi, ini kata yang paling membosankan yang pernah diucapkan orang di Indonesia. Bagaimana tidak, upaya pemberantasan korupsi sudah dimulai sejak masa tenang setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 27 Desember 1949. Tetapi masalah pokok dari pemberantasan korupsi terus menerus tidak terselesaikan, malah dari sisi kuantitas semakin membesar

 

Bahkan pada masa kini, sudah ada alat untuk memberantas korupsi, misalnya KPK, Pengadilan Tipikor, dan juga Tim Pemberantasan Korupsi. Tetapi lihat hasilnya, tidak ada, kalaupun ada hasilnya amat sangat tidak memuaskan kan.

 

Sebenarnya pemberantasan korupsi itu resepnya mudah koq. Selama kita tidak mentolerir korupsi, dari yang paling kecil misalnya menyuap untuk membuat KTP atau SIM (karena dua instrumen ini yang paling sering kita hadapi) sepertinya kita akan mudah untuk memberantas korupsi. Ingat korupsi tidak akan ada kalau hukum penawaran dan permintaan bisa diminimalisasi. Masalahnya mau nggak kita melakukannya dengan niat yang lurus

 

Saya jadi teringat salah satu parodi iklan Sampoerna, yang ada polantas ngumper di pohon2 an. Lucu dan miris kan. Walaupun hanya implisit, tetapi penggambaran polisi pemerasnya kena banget dan gambaran orang yang hendak menyuap juga kena banget

 

Tapi resep inipun masih tidak cukup, perlu juga salary yang baik bagai para PNS, agar Kehidupan Hidup Layak (KHL) bisa terpenuhi dan tidak harus mencarinya melalui sampingan pendapatan.

 

Dan yang palng penting adanya pengadilan yang independen dan bersih dari korupsi.

 

Tanpa ini semua rasanya sulit untuk memberantas korupsi di Indonesia.

 

Mari Kita Perangi Korupsi dan Mari Kita Tuntut Gaji Yang Layak Untuk Kehidupan

Posted in: Opini Hukum