<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Korupsi oh Korupsi</title>
	<atom:link href="http://anggara.org/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggara.org/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/</link>
	<description>A Journey of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 16:43:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Rizqi Nur</title>
		<link>http://anggara.org/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-2347</link>
		<dc:creator><![CDATA[Rizqi Nur]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Feb 2007 06:59:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-2347</guid>
		<description><![CDATA[Warga Indonesia adalah mayoritas beragama Islam tapi kenapa banyak terjadi korupsi?Dahulu Indonesia terkenal dengan negri yang subur, kaya, makmur, zamrud khatulistiwa tetapi sekarang terkenal dengan negri banyak hutang, Pemalas,nomor 2 korupsi di dunia. Wahai kawula muda apakah kalian tidak malu dengan sebutan demikian?Jika kalian malu,marilah kita berjuang untuk bangsa yang kini sedang dililit masalah.MASA DEPAN BANGSA ADA DI TANGAN KALIAN,jika kalian malas dan tak mau berusaha bagaimana keadaan Indonesia dimasa mendatang?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Warga Indonesia adalah mayoritas beragama Islam tapi kenapa banyak terjadi korupsi?Dahulu Indonesia terkenal dengan negri yang subur, kaya, makmur, zamrud khatulistiwa tetapi sekarang terkenal dengan negri banyak hutang, Pemalas,nomor 2 korupsi di dunia. Wahai kawula muda apakah kalian tidak malu dengan sebutan demikian?Jika kalian malu,marilah kita berjuang untuk bangsa yang kini sedang dililit masalah.MASA DEPAN BANGSA ADA DI TANGAN KALIAN,jika kalian malas dan tak mau berusaha bagaimana keadaan Indonesia dimasa mendatang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yoyok</title>
		<link>http://anggara.org/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-419</link>
		<dc:creator><![CDATA[yoyok]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Dec 2006 06:30:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-419</guid>
		<description><![CDATA[Alasan yg mendasari korupsi terjadi biasanya karena faktor pemenuhan kebutuhan hidup (corruption by need), ada juga yg karena keserakahan - jadi dapat berapa pun ya tetap ngerasa kurang (corruption by greed), tapi di Indonesia juga ada yg karena sistemnya ngga beres dan pengawasan kurang (corruption by chance). Celakanya semua ini terjadi di Indonesia. 

Jadi kalau mau hadapi masalah korupsi ini ya : 1) harus mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil, dan mulai sekarang juga - soalnya kalo bukan kita ? siapa lagi ? kalau ngga sekarang ? kapan lagi ? masak mau anak-cucu kita tetap menderita sih. 2) selanjutnya juga mulai berani bilang &#039;NGGAK&#039; kalau ditawari ambil jalur cepat pas ngurus SIM, KTP, PASPOR, dll.. juga jangan &#039;damai&#039; ama polisi di jalan. 3) tekan pemerintah dan kantor-kantor pelayanan publik untuk transparan, dan kasih pelayanan yang cepat dan prima tentunya, dengan mekanisme dan tarif yang resmi dan jelas serta disertai tanda terima juga. 4) lewat perilaku sehari-hari, kita juga kudu konsisten kasih contoh ke anak-anak dan generasi penerus untuk ngga kembangin budaya korup yang dimulai dari hal-hal kecil macam mencontek, kasih bingkisan ke guru, telat masuk kantor, surfing seharian di kantor, curi ide bawahan, dll.. 5) pemerintah kudu tingkatin bayaran PNS, tapi juga harus berdasarkan manajemen berbasis kinerja misalnya, 6) kalo perlu kayak di Cina, 4000-an koruptor udah digantung or dihukum tembak abis itu diarak atau dipajang di alun-alun kota - atau juga Korsel yang sehabis krisis Asia, memenjarakan 2 mantan presidennya, 7) seluruh pejabat kudu mau laporin dan buktiin asal-usuk kekayaannya, 8) hal ini berlaku pula buat hakim, jaksa, dirut BUMN, pimpro dan bendahara proyek, 9) kasih jaminan perlindungan saksi dan pelapor - sampai &#039;face off&#039; dan ganti profesi kalo perlu, 10) berlakukan pembalikan beban pembuktian - jadi kalo ada orang yang dituduh atau jadi tersangka kasus korupsi, maka dia yang harus membuktikan di depan peradilan, bahwa harta dan kekayaan yang dia miliki adalah bukan hasil korupsi, 11) last but not least - kembangkan pendidikan karakter sejak dini usia.. jadi generasi ke depan diharapkan bisa jadi generasi yang jujur, berani, bertanggung-jawab, bisa bekerjasama, tetap memikirkan nasib sesama, tahan banting dan gigih, pokoknya bukan generasi yang cengeng dan memble.. tapi untuk hal ini, perlu keteladanan juga di lingkungan sekolah, dan juga orang tua yang konsisten berperilaku luhur... jadi ngga berbohong, ngga ajarin tipu-tipu, ngga maksain beli diktat atau les... so, ayo !!! BANGKIT ! LAWAN KORUPSI !]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alasan yg mendasari korupsi terjadi biasanya karena faktor pemenuhan kebutuhan hidup (corruption by need), ada juga yg karena keserakahan &#8211; jadi dapat berapa pun ya tetap ngerasa kurang (corruption by greed), tapi di Indonesia juga ada yg karena sistemnya ngga beres dan pengawasan kurang (corruption by chance). Celakanya semua ini terjadi di Indonesia. </p>
<p>Jadi kalau mau hadapi masalah korupsi ini ya : 1) harus mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil, dan mulai sekarang juga &#8211; soalnya kalo bukan kita ? siapa lagi ? kalau ngga sekarang ? kapan lagi ? masak mau anak-cucu kita tetap menderita sih. 2) selanjutnya juga mulai berani bilang &#8216;NGGAK&#8217; kalau ditawari ambil jalur cepat pas ngurus SIM, KTP, PASPOR, dll.. juga jangan &#8216;damai&#8217; ama polisi di jalan. 3) tekan pemerintah dan kantor-kantor pelayanan publik untuk transparan, dan kasih pelayanan yang cepat dan prima tentunya, dengan mekanisme dan tarif yang resmi dan jelas serta disertai tanda terima juga. 4) lewat perilaku sehari-hari, kita juga kudu konsisten kasih contoh ke anak-anak dan generasi penerus untuk ngga kembangin budaya korup yang dimulai dari hal-hal kecil macam mencontek, kasih bingkisan ke guru, telat masuk kantor, surfing seharian di kantor, curi ide bawahan, dll.. 5) pemerintah kudu tingkatin bayaran PNS, tapi juga harus berdasarkan manajemen berbasis kinerja misalnya, 6) kalo perlu kayak di Cina, 4000-an koruptor udah digantung or dihukum tembak abis itu diarak atau dipajang di alun-alun kota &#8211; atau juga Korsel yang sehabis krisis Asia, memenjarakan 2 mantan presidennya, 7) seluruh pejabat kudu mau laporin dan buktiin asal-usuk kekayaannya, 8) hal ini berlaku pula buat hakim, jaksa, dirut BUMN, pimpro dan bendahara proyek, 9) kasih jaminan perlindungan saksi dan pelapor &#8211; sampai &#8216;face off&#8217; dan ganti profesi kalo perlu, 10) berlakukan pembalikan beban pembuktian &#8211; jadi kalo ada orang yang dituduh atau jadi tersangka kasus korupsi, maka dia yang harus membuktikan di depan peradilan, bahwa harta dan kekayaan yang dia miliki adalah bukan hasil korupsi, 11) last but not least &#8211; kembangkan pendidikan karakter sejak dini usia.. jadi generasi ke depan diharapkan bisa jadi generasi yang jujur, berani, bertanggung-jawab, bisa bekerjasama, tetap memikirkan nasib sesama, tahan banting dan gigih, pokoknya bukan generasi yang cengeng dan memble.. tapi untuk hal ini, perlu keteladanan juga di lingkungan sekolah, dan juga orang tua yang konsisten berperilaku luhur&#8230; jadi ngga berbohong, ngga ajarin tipu-tipu, ngga maksain beli diktat atau les&#8230; so, ayo !!! BANGKIT ! LAWAN KORUPSI !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: erva</title>
		<link>http://anggara.org/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-361</link>
		<dc:creator><![CDATA[erva]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Dec 2006 02:27:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-361</guid>
		<description><![CDATA[aku adalah manusia indonesia yang terkekang karena bangsa ku terlilit hutang,,,
tolong dong para pejabat menghentikan kebiasaan yang menguntungkan perut mu dan merugikan perut ku,,,

suara hati mahasiswi yang tertindas,,,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku adalah manusia indonesia yang terkekang karena bangsa ku terlilit hutang,,,<br />
tolong dong para pejabat menghentikan kebiasaan yang menguntungkan perut mu dan merugikan perut ku,,,</p>
<p>suara hati mahasiswi yang tertindas,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jelajahdunia</title>
		<link>http://anggara.org/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-313</link>
		<dc:creator><![CDATA[jelajahdunia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2006 23:16:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-313</guid>
		<description><![CDATA[Anda Pernah mendengar www.mediamuslim.info jika belum.. coba klik sekarang. 

Silahkan menyebarluaskan artikel di www.mediamuslim.info semoga berkenan menambahkan link www.mediamuslim.info di setiap Blogs dan Situs kesayangan anda

Terima Kasih Banyak]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Anda Pernah mendengar <a href="http://www.mediamuslim.info" rel="nofollow">http://www.mediamuslim.info</a> jika belum.. coba klik sekarang. </p>
<p>Silahkan menyebarluaskan artikel di <a href="http://www.mediamuslim.info" rel="nofollow">http://www.mediamuslim.info</a> semoga berkenan menambahkan link <a href="http://www.mediamuslim.info" rel="nofollow">http://www.mediamuslim.info</a> di setiap Blogs dan Situs kesayangan anda</p>
<p>Terima Kasih Banyak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: pyuriko</title>
		<link>http://anggara.org/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-310</link>
		<dc:creator><![CDATA[pyuriko]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Nov 2006 11:44:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-310</guid>
		<description><![CDATA[gimana kalo yang di korupsi itu waktu,...

biasakan kalo kerja suka korupsi waktu, yang datang telat lah, pulang cepat lah... bahkan kalo kerja suka disambi yang lain, seperti: chatting, browsing, dll.... ada hukumnya gak yaaa???]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gimana kalo yang di korupsi itu waktu,&#8230;</p>
<p>biasakan kalo kerja suka korupsi waktu, yang datang telat lah, pulang cepat lah&#8230; bahkan kalo kerja suka disambi yang lain, seperti: chatting, browsing, dll&#8230;. ada hukumnya gak yaaa???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: laksono</title>
		<link>http://anggara.org/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-281</link>
		<dc:creator><![CDATA[laksono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2006 07:40:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2006/11/28/korupsi-oh-korupsi/#comment-281</guid>
		<description><![CDATA[menurut saya koq masalah mental ya mas, income berapapun kalo mentalnya dah parah ya tetep aja korupsi. setuju bgt Penegakan Hukum kuncinya...disini semuanya gak ada hanya basa-basi
mohon maaf kalo gak berkenan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut saya koq masalah mental ya mas, income berapapun kalo mentalnya dah parah ya tetep aja korupsi. setuju bgt Penegakan Hukum kuncinya&#8230;disini semuanya gak ada hanya basa-basi<br />
mohon maaf kalo gak berkenan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

