<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Contoh Perjanjian Perkawinan</title>
	<atom:link href="http://anggara.org/2007/02/21/323/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/</link>
	<description>A Journey of Life</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 20:10:36 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Alfvino</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-23011</link>
		<dc:creator><![CDATA[Alfvino]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 01:55:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-23011</guid>
		<description><![CDATA[kalo kurang paham dan ga kompeten di bidangnya, jangan banyak bacot deh...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo kurang paham dan ga kompeten di bidangnya, jangan banyak bacot deh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mayshitaayu</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22868</link>
		<dc:creator><![CDATA[mayshitaayu]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 06:54:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22868</guid>
		<description><![CDATA[mba Sitha, boleh minta copy dr pre nup agreementnya tak?
kasus kita serupa nih agaknya.

makasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mba Sitha, boleh minta copy dr pre nup agreementnya tak?<br />
kasus kita serupa nih agaknya.</p>
<p>makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: adi</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22783</link>
		<dc:creator><![CDATA[adi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Nov 2011 15:39:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22783</guid>
		<description><![CDATA[sepengetahuan saya, Perjanjian Perkawinan sebatas hanya pada pengaturan harta, bukan yang lain.
dengan tujuan untuk melindungi para pihak.
anda bisa kaji dgn penelitian di pengadilan mengenai kasus atau sengketa karena adanya ingkar janji dari perjanjian Perkawinan. jika terjadi ingkar janji selain mengenai harta pada perjanjian perkawiman pasti akan ditolak oleh Hakim.

dalam perjanjian perkawinan yg anda buat sangat  kabur, tidak jelas.
contoh : anda masukkan KDRT didalam perjanjian tersebut menurut saya itu masuk dalam hukum pidana.
Bagaimana mungkin seseorang digugat ingkar janji (wanprestasi) karena melakukan KDRT

Anda bisa lihat kembali atau baca kembali definisi dari Perjanjian (lihat BW)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sepengetahuan saya, Perjanjian Perkawinan sebatas hanya pada pengaturan harta, bukan yang lain.<br />
dengan tujuan untuk melindungi para pihak.<br />
anda bisa kaji dgn penelitian di pengadilan mengenai kasus atau sengketa karena adanya ingkar janji dari perjanjian Perkawinan. jika terjadi ingkar janji selain mengenai harta pada perjanjian perkawiman pasti akan ditolak oleh Hakim.</p>
<p>dalam perjanjian perkawinan yg anda buat sangat  kabur, tidak jelas.<br />
contoh : anda masukkan KDRT didalam perjanjian tersebut menurut saya itu masuk dalam hukum pidana.<br />
Bagaimana mungkin seseorang digugat ingkar janji (wanprestasi) karena melakukan KDRT</p>
<p>Anda bisa lihat kembali atau baca kembali definisi dari Perjanjian (lihat BW)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Agus Triono</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22752</link>
		<dc:creator><![CDATA[Agus Triono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 06:36:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22752</guid>
		<description><![CDATA[Sudah Waktunya Pemerintah untuk memberikan sosialisasi arti Perjanjian Pranikah, atau Perjanian Kawin dan ada juga sering disebut Perjanjian Pisah Harta ini kepada Masyarakat, sehingga Masyarakat tidak mempunya persepsi yang negatif tentang perjanjian ini, dan sehingga masyarakat bisa mengambil manaaft yang positip dari setiap produk hukum negara ini. Yang Jelas buat komentator arti sebuah Perjanjian ini sangat menguntungkan sekali. tidak menyimpang dari ajaran agama manapun ...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah Waktunya Pemerintah untuk memberikan sosialisasi arti Perjanjian Pranikah, atau Perjanian Kawin dan ada juga sering disebut Perjanjian Pisah Harta ini kepada Masyarakat, sehingga Masyarakat tidak mempunya persepsi yang negatif tentang perjanjian ini, dan sehingga masyarakat bisa mengambil manaaft yang positip dari setiap produk hukum negara ini. Yang Jelas buat komentator arti sebuah Perjanjian ini sangat menguntungkan sekali. tidak menyimpang dari ajaran agama manapun &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nurul</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22696</link>
		<dc:creator><![CDATA[nurul]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Oct 2011 08:20:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22696</guid>
		<description><![CDATA[saya juga lg mau skripsi mengenai perjanjian perkawinan/pra-nikah.. boleh minta saran2nya mengenai hal ini bang jen?

pada skripsi anda mengangkat pokok permasalahan apa?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya juga lg mau skripsi mengenai perjanjian perkawinan/pra-nikah.. boleh minta saran2nya mengenai hal ini bang jen?</p>
<p>pada skripsi anda mengangkat pokok permasalahan apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22618</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 10:21:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22618</guid>
		<description><![CDATA[@Ida

Perjanjian perkawinan tidak wajib, dan jika salah satu pihak tidak setuju membuat ya tidak bisa dilangsungkan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ida</p>
<p>Perjanjian perkawinan tidak wajib, dan jika salah satu pihak tidak setuju membuat ya tidak bisa dilangsungkan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22610</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 10:02:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22610</guid>
		<description><![CDATA[@lisaa
Harta bawaan masing2 pihak adalah tetap di kuasai masing2 pihak, namun jika tidak ada perjanjian perkawinan, pada dasarnya telah terjadi percampuran harta pada saat perkawinan
Jika terjadi perceraian, harta bersama akan dibagi dua berdasarkan putusan pengadilan
Jika terjadi perkawinan, anak sampai umur 12 diserahkan hak pengasuhannya kepada ibunya, kecuali ditentukan lain oleh pengadilan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@lisaa<br />
Harta bawaan masing2 pihak adalah tetap di kuasai masing2 pihak, namun jika tidak ada perjanjian perkawinan, pada dasarnya telah terjadi percampuran harta pada saat perkawinan<br />
Jika terjadi perceraian, harta bersama akan dibagi dua berdasarkan putusan pengadilan<br />
Jika terjadi perkawinan, anak sampai umur 12 diserahkan hak pengasuhannya kepada ibunya, kecuali ditentukan lain oleh pengadilan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lisaa</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22538</link>
		<dc:creator><![CDATA[lisaa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2011 06:15:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22538</guid>
		<description><![CDATA[Mas Anggara, tolong dijawab yach...
1) apa benar harta benda yg ada sebelum surat pisah harta dibuat adalah menjadi milik suami/istri?
2) setau saya harta yg dihasilkan selama berlangsungnya pernikahan ada harta milik bersama yang apabila terjadi perceraian akan dibagi 2 ?apa benar demikian?
3) jika dalam pernikahan mempunyai anak dan kelak terjadi perceraian apakah benar hukum indo mengharuskan anak yg msh kecil otomatis ikut ibunya?kalau memang benar sampai umur berapa anak tersebut otomatis ikut ibunya?.thanks]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Anggara, tolong dijawab yach&#8230;<br />
1) apa benar harta benda yg ada sebelum surat pisah harta dibuat adalah menjadi milik suami/istri?<br />
2) setau saya harta yg dihasilkan selama berlangsungnya pernikahan ada harta milik bersama yang apabila terjadi perceraian akan dibagi 2 ?apa benar demikian?<br />
3) jika dalam pernikahan mempunyai anak dan kelak terjadi perceraian apakah benar hukum indo mengharuskan anak yg msh kecil otomatis ikut ibunya?kalau memang benar sampai umur berapa anak tersebut otomatis ikut ibunya?.thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ida</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22483</link>
		<dc:creator><![CDATA[Ida]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 21:31:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22483</guid>
		<description><![CDATA[Mas Anggara, setelah membaca contoh perjanjian perkawinan diatas saya malah jadi sedikit bingung dan saya memerlukan sekali saran dari mas Angga apa yg sebaiknya saya lakukan krn saya akan melakukan pernikahan dikntr catatan sipil dinegara calon suami yg WNA. Yang mjdi kendala saya justru calon suami tdk pernah menyinggung2 ttg perjanjian pra nikah atau yg lainnya sdgkan dia mempunyai harta kekayaan yg bisa dibilang sudah cukup.Maaf saya yg tdk mengerti sekali dgn apa yg sebaiknya dilakukan krn semua dokumen kami utk pernikahan dri KBRI sudah dilegalisasi jdi dlm wktu dekat kami akan melangsungkan pernikahan dikantor catatan sipil milan. Jadi pertanyaan saya : apakah sebaiknya jika saya memberi tahu/meminta calon suami utk membuat perjanjian pra nikah sebelum dilaksanakan pernikahan dlm wkt dekat ini? 
terimakasih banyak utk info yg sgt bermanfaat n mohon sarannya n thanks alot sblmnya.
Rgds]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Anggara, setelah membaca contoh perjanjian perkawinan diatas saya malah jadi sedikit bingung dan saya memerlukan sekali saran dari mas Angga apa yg sebaiknya saya lakukan krn saya akan melakukan pernikahan dikntr catatan sipil dinegara calon suami yg WNA. Yang mjdi kendala saya justru calon suami tdk pernah menyinggung2 ttg perjanjian pra nikah atau yg lainnya sdgkan dia mempunyai harta kekayaan yg bisa dibilang sudah cukup.Maaf saya yg tdk mengerti sekali dgn apa yg sebaiknya dilakukan krn semua dokumen kami utk pernikahan dri KBRI sudah dilegalisasi jdi dlm wktu dekat kami akan melangsungkan pernikahan dikantor catatan sipil milan. Jadi pertanyaan saya : apakah sebaiknya jika saya memberi tahu/meminta calon suami utk membuat perjanjian pra nikah sebelum dilaksanakan pernikahan dlm wkt dekat ini?<br />
terimakasih banyak utk info yg sgt bermanfaat n mohon sarannya n thanks alot sblmnya.<br />
Rgds</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tya safawi</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22422</link>
		<dc:creator><![CDATA[tya safawi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2011 06:35:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22422</guid>
		<description><![CDATA[Mas kalau nikahnya dengan duda yg sudah punya anak apa surat perjanjianya sama seperti contoh. kalau memang beda tolong di pasal berapa  yg harus di tambahkan itemnya.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas kalau nikahnya dengan duda yg sudah punya anak apa surat perjanjianya sama seperti contoh. kalau memang beda tolong di pasal berapa  yg harus di tambahkan itemnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ipanke djavanez logic</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22327</link>
		<dc:creator><![CDATA[ipanke djavanez logic]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jun 2011 14:43:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22327</guid>
		<description><![CDATA[tanks atas contoh perjanjianya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tanks atas contoh perjanjianya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Emmi</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22042</link>
		<dc:creator><![CDATA[Emmi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Apr 2011 01:28:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22042</guid>
		<description><![CDATA[Rencana saya akan nikah dengan WNA di negaranya. Apakah prenup ini harus dibuat di Indo ataukah prenup yang dibuat di luar negeri berlaku juga di Indo? Apakah saya harus menggunakan jasa notaris ataukah cukup dengan 2 saksi saja? Terima kasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rencana saya akan nikah dengan WNA di negaranya. Apakah prenup ini harus dibuat di Indo ataukah prenup yang dibuat di luar negeri berlaku juga di Indo? Apakah saya harus menggunakan jasa notaris ataukah cukup dengan 2 saksi saja? Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: efni</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-22013</link>
		<dc:creator><![CDATA[efni]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 23:04:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-22013</guid>
		<description><![CDATA[Gak ada yg salah dgn perjanjian pranikah,ni juga u menjaga hak istri,bukan bearti setlah menikah tdk mau berbagi,,tp sifat laki2 yg ska monogami perlu sdkt dtelitik,klo mgkn ingin d tambhakan &quot;jika suami ingin berpoligai.semua keputusan d berikan pad istri,krn jika saya,akan meminta suami u menikahi,wanita tua yg yg d tinggal mati suami,,dan janda2 milihan,,bukan wanita2 nakal2 yg ingin harta suami,,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gak ada yg salah dgn perjanjian pranikah,ni juga u menjaga hak istri,bukan bearti setlah menikah tdk mau berbagi,,tp sifat laki2 yg ska monogami perlu sdkt dtelitik,klo mgkn ingin d tambhakan &#8220;jika suami ingin berpoligai.semua keputusan d berikan pad istri,krn jika saya,akan meminta suami u menikahi,wanita tua yg yg d tinggal mati suami,,dan janda2 milihan,,bukan wanita2 nakal2 yg ingin harta suami,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Susi</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-21816</link>
		<dc:creator><![CDATA[Susi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2011 18:12:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-21816</guid>
		<description><![CDATA[Mas, kalo bikin s perjanjiannya di atas segel dan diketahui oleh saksi2 sah enggak ya secara hukum?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, kalo bikin s perjanjiannya di atas segel dan diketahui oleh saksi2 sah enggak ya secara hukum?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: diode</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-21771</link>
		<dc:creator><![CDATA[diode]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2011 04:31:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-21771</guid>
		<description><![CDATA[wah, bermanfaat nih...menguntungkan dua belah pihak...


apa lagi peraturan pisah harta, biar kl salah satu dari pasangannya bangkrut, anak2 ga tidur di kolong jembatan...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, bermanfaat nih&#8230;menguntungkan dua belah pihak&#8230;</p>
<p>apa lagi peraturan pisah harta, biar kl salah satu dari pasangannya bangkrut, anak2 ga tidur di kolong jembatan&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Lambok Lumban Tobing, SH</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-21598</link>
		<dc:creator><![CDATA[Lambok Lumban Tobing, SH]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 12:31:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-21598</guid>
		<description><![CDATA[Apa dasar hukum anda melakukan kontrak ini...?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa dasar hukum anda melakukan kontrak ini&#8230;?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Liz</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-21056</link>
		<dc:creator><![CDATA[Liz]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 00:45:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-21056</guid>
		<description><![CDATA[Mas Anggara,
Kalo sudah nikah di luar negeri tapi belum pernah di laporkan di Indonesia, masih bisa ngak bikin perjanjian pra nikah? Thanks]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Anggara,<br />
Kalo sudah nikah di luar negeri tapi belum pernah di laporkan di Indonesia, masih bisa ngak bikin perjanjian pra nikah? Thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: uhhhmmm</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20999</link>
		<dc:creator><![CDATA[uhhhmmm]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 01:38:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20999</guid>
		<description><![CDATA[mas, klo nikah ma WNA pjanjiannya pk hukum Indonesia, atau negara dia-nya?? trus perjanjiannya terserah kt, atau udah ditentuin? boleh minta contoh g mas?? tlg d jwb ya mas . . . makasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas, klo nikah ma WNA pjanjiannya pk hukum Indonesia, atau negara dia-nya?? trus perjanjiannya terserah kt, atau udah ditentuin? boleh minta contoh g mas?? tlg d jwb ya mas . . . makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: fad</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20998</link>
		<dc:creator><![CDATA[fad]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2010 01:36:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20998</guid>
		<description><![CDATA[mbak fitri, boleh lihat buku pernikahannya ga? utamanya married ama WNA,, kirim ke email aq bsa ga mbak? makasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mbak fitri, boleh lihat buku pernikahannya ga? utamanya married ama WNA,, kirim ke email aq bsa ga mbak? makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: padmasari</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20990</link>
		<dc:creator><![CDATA[padmasari]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 12:40:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20990</guid>
		<description><![CDATA[pak anggara, mau tanya sedikit soal perjanjian pisah harta. yg dimaksud harta bawaan itu harta pribadi dr suami ato istri sebelum menikah ya, seperti apa sj? apakah usaha keluarga tp a.n si istri bisa jd harta bawaan. bagaimana dg harta setelah perkawinan jika suami istri menjalankan bisnis yg sama?

misalnya si istri punya rumah warisan a.n nama dia tetapi rmh itu sebenarnya masih hak saudara2nya jg cm dipercayakan a.n si istri, apakah termasuk harta bawaan? apabila di pindah nama ke nama saudara yg laen sebelum menikah apakah bisa digugat jd harta bawaan? bgmn dg harta warisan yg diperoleh apabila ibu si istri meninggal stlh mereka menikah, apakah jd harta gono gini?

sebelumnya saya ucapkan terima kasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pak anggara, mau tanya sedikit soal perjanjian pisah harta. yg dimaksud harta bawaan itu harta pribadi dr suami ato istri sebelum menikah ya, seperti apa sj? apakah usaha keluarga tp a.n si istri bisa jd harta bawaan. bagaimana dg harta setelah perkawinan jika suami istri menjalankan bisnis yg sama?</p>
<p>misalnya si istri punya rumah warisan a.n nama dia tetapi rmh itu sebenarnya masih hak saudara2nya jg cm dipercayakan a.n si istri, apakah termasuk harta bawaan? apabila di pindah nama ke nama saudara yg laen sebelum menikah apakah bisa digugat jd harta bawaan? bgmn dg harta warisan yg diperoleh apabila ibu si istri meninggal stlh mereka menikah, apakah jd harta gono gini?</p>
<p>sebelumnya saya ucapkan terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ribka</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20985</link>
		<dc:creator><![CDATA[ribka]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 16:09:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20985</guid>
		<description><![CDATA[maaf ya kalau ,saya baca udang2 pranikah ,buat saya sama dengan peratura di luar negeri,berarti ynag nggak ada yang bedah kenapa aku harus bikin surat pranikah,baru sekarang saya mendengar cerita sep[erti itu,saya menikah tahun 1997,belum ada peraturan seperti itu,terus caranya,gimana untuk nya udah menikah 14 tahun,nggak mungkin berubah lagi,tolong jelas ya. makasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf ya kalau ,saya baca udang2 pranikah ,buat saya sama dengan peratura di luar negeri,berarti ynag nggak ada yang bedah kenapa aku harus bikin surat pranikah,baru sekarang saya mendengar cerita sep[erti itu,saya menikah tahun 1997,belum ada peraturan seperti itu,terus caranya,gimana untuk nya udah menikah 14 tahun,nggak mungkin berubah lagi,tolong jelas ya. makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lia</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20935</link>
		<dc:creator><![CDATA[lia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Sep 2010 15:42:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20935</guid>
		<description><![CDATA[mas, saya mau tanya
klo masalah utang (salah satu pihak baek suami atau istri) sesudah perkawinan yang bayar utangnya sapa ? jika suami atau istri yang berutang sudah meninggal&amp;harta warisan si berutang tidak cukup tuk membayar utang?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas, saya mau tanya<br />
klo masalah utang (salah satu pihak baek suami atau istri) sesudah perkawinan yang bayar utangnya sapa ? jika suami atau istri yang berutang sudah meninggal&amp;harta warisan si berutang tidak cukup tuk membayar utang?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nina</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20896</link>
		<dc:creator><![CDATA[Nina]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 01:34:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20896</guid>
		<description><![CDATA[Saya sedang mempersiapkan pernikahan dengan WN Perancis, dan banyak yang menyarankan saya  membuat perjanjian pra nikah - terutama soal harta dan properti. 
Katanya, kalau saya tidak membuat perjanjian pemisahan harta bawaan, maka segala hak saya atas tanah dan properti lainnya yang saya miliki, akan hilang, kecuali hak guna bangunan.

Contoh detail lainnya mengenai perjanjian pisah harta antara WNI dan WNA ada nggak ya?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sedang mempersiapkan pernikahan dengan WN Perancis, dan banyak yang menyarankan saya  membuat perjanjian pra nikah &#8211; terutama soal harta dan properti.<br />
Katanya, kalau saya tidak membuat perjanjian pemisahan harta bawaan, maka segala hak saya atas tanah dan properti lainnya yang saya miliki, akan hilang, kecuali hak guna bangunan.</p>
<p>Contoh detail lainnya mengenai perjanjian pisah harta antara WNI dan WNA ada nggak ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muhammad haris</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20635</link>
		<dc:creator><![CDATA[muhammad haris]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 02:19:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20635</guid>
		<description><![CDATA[perjanjian pra nikah tidak bertentangan dengan aturan agama maupun aturan hukum nasional,,memang tidak ladzim dilakukan namun perjanjian tersebut merupakan payung hukum untuk para pihak yang membuat,,,sebagai contoh suami  yang mempunyai usahaketika perusahaan tersebut dinyatakan failed yang mengharuskan tanggung renteng (perdata),,maka dengan adanya perjanjian pra nikah yang memisahkan harta suami istri maka hal tersebut berguna pembatas penanggung hutang,,,jadi gak bangkrut dua2 nya, adapun contoh2 lain nya yang menjadi kegunaan perjanjian pra nikah,,,perjanjian pra nikah berbeda dengan kawin kontrak, kawin kontrak adalah perjanjian yang dibuat yang inti klosula nya adalah masa atau waktu mereka menikah,,,ini haram bertentangan dengan norma agama]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>perjanjian pra nikah tidak bertentangan dengan aturan agama maupun aturan hukum nasional,,memang tidak ladzim dilakukan namun perjanjian tersebut merupakan payung hukum untuk para pihak yang membuat,,,sebagai contoh suami  yang mempunyai usahaketika perusahaan tersebut dinyatakan failed yang mengharuskan tanggung renteng (perdata),,maka dengan adanya perjanjian pra nikah yang memisahkan harta suami istri maka hal tersebut berguna pembatas penanggung hutang,,,jadi gak bangkrut dua2 nya, adapun contoh2 lain nya yang menjadi kegunaan perjanjian pra nikah,,,perjanjian pra nikah berbeda dengan kawin kontrak, kawin kontrak adalah perjanjian yang dibuat yang inti klosula nya adalah masa atau waktu mereka menikah,,,ini haram bertentangan dengan norma agama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: July</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20617</link>
		<dc:creator><![CDATA[July]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 16:46:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20617</guid>
		<description><![CDATA[Salam kenal mas Anggara, 
Sy sudah menikah (secara islam) dengan seorang WNA selama 10 tahun dan baru memutuskan akan membeli sebuah rumah. Info yg sy dpt sy bs beli rumah apabila mempunyai surat perjanjian nikan/perkawinan, masalahnya sy gk punya.. Nah, kalo mo bikin bs di back date gk? bikinya bs di Notaris aja atau harus ke KUA?

Mohon infonya ms Anggara, Tq.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal mas Anggara,<br />
Sy sudah menikah (secara islam) dengan seorang WNA selama 10 tahun dan baru memutuskan akan membeli sebuah rumah. Info yg sy dpt sy bs beli rumah apabila mempunyai surat perjanjian nikan/perkawinan, masalahnya sy gk punya.. Nah, kalo mo bikin bs di back date gk? bikinya bs di Notaris aja atau harus ke KUA?</p>
<p>Mohon infonya ms Anggara, Tq.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ninik</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20608</link>
		<dc:creator><![CDATA[Ninik]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2010 13:44:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20608</guid>
		<description><![CDATA[Mas, sy akn menikah, tp krn alasan dan kondisi km hny bs melakukan nikah siri (kl menuruti kt hati, siapa sih yg mau nikah siri?). Spt mas sebutkan diatas &#039;nikah siri itu bnyk merugikanya&#039;.  
Pertnyaan sy, apakah bisa apabila sy menbjat perjanjian pranikah, untuk melindungi hak2 sy (scra kt cm nikah agama, tdk ad kekuatan hukum) dan srt perjanjian itu (let say) sbg pengganti undang2 spt org yg nikah legal, kemudian apakah bs, untuk memperkuat srt tsb, d sahkan oleh notaris dan saksi2. Ya.. mungkin isi suratny ttg jaminan nafkah, dll. pls adv. Tolong reply by emai ya mas, n mnt tlg almt email sy jgn di post jg. Mksih sblumnya...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, sy akn menikah, tp krn alasan dan kondisi km hny bs melakukan nikah siri (kl menuruti kt hati, siapa sih yg mau nikah siri?). Spt mas sebutkan diatas &#8216;nikah siri itu bnyk merugikanya&#8217;.<br />
Pertnyaan sy, apakah bisa apabila sy menbjat perjanjian pranikah, untuk melindungi hak2 sy (scra kt cm nikah agama, tdk ad kekuatan hukum) dan srt perjanjian itu (let say) sbg pengganti undang2 spt org yg nikah legal, kemudian apakah bs, untuk memperkuat srt tsb, d sahkan oleh notaris dan saksi2. Ya.. mungkin isi suratny ttg jaminan nafkah, dll. pls adv. Tolong reply by emai ya mas, n mnt tlg almt email sy jgn di post jg. Mksih sblumnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arieff</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20469</link>
		<dc:creator><![CDATA[arieff]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 05:29:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20469</guid>
		<description><![CDATA[baru tau isi perjanjian perkawinan..ini teh buat yang kawin kontrak itu yaa..???]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baru tau isi perjanjian perkawinan..ini teh buat yang kawin kontrak itu yaa..???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M.H.Gelora</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20462</link>
		<dc:creator><![CDATA[M.H.Gelora]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 04:13:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20462</guid>
		<description><![CDATA[Perkawinan merupakan ikatan yang suci, namun dalam perjalanan pembinaan keluarga sering mendapat rintangan yang tidak sesuai dengan dambaan, maka untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu ada cara, yang salah satunya perjanjian perkawinan ( seperti yang diatas  ) namun simtim ini terjadi biasanya terjadi pada pasangan yang diawalnya telah ada indikasi yang tidak diinginkan, misalnya perkawinan terpaksa, perkawinan menutup malu, perkawinan karna unsur -unsur lain. maka menurut hemat saya sistim ini diperbolehkan OK]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perkawinan merupakan ikatan yang suci, namun dalam perjalanan pembinaan keluarga sering mendapat rintangan yang tidak sesuai dengan dambaan, maka untuk mengantisipasi hal tersebut maka perlu ada cara, yang salah satunya perjanjian perkawinan ( seperti yang diatas  ) namun simtim ini terjadi biasanya terjadi pada pasangan yang diawalnya telah ada indikasi yang tidak diinginkan, misalnya perkawinan terpaksa, perkawinan menutup malu, perkawinan karna unsur -unsur lain. maka menurut hemat saya sistim ini diperbolehkan OK</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: renny</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20061</link>
		<dc:creator><![CDATA[renny]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Apr 2010 11:17:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20061</guid>
		<description><![CDATA[kalo nikah siri ada bukti tertulisnya jg gag?????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalo nikah siri ada bukti tertulisnya jg gag?????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Neny</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-20008</link>
		<dc:creator><![CDATA[Neny]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 04:12:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-20008</guid>
		<description><![CDATA[Saya telah menikah dengan WNA asal pakistan, ketika menikah saya tidak membuat perjanjian pra-nikah. Sebelum saya menikah saya telah membeli sebuah kios di ITC dengan cara mengangsur via Bank. ketika saya mau membuat sertifikat kios tsb sya dimintai perjanjian pra-nikah (pemisahan harta) krn sebagai WNi yg bersuamikan WNA tidak mempunyai hak membeli properti. Mohon solusinya..... 

dan apakah ada notaris yg dapat membuatkan perjanjian pra nikah dengan tanggal yg di back date? mohon informasinya....


thx.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya telah menikah dengan WNA asal pakistan, ketika menikah saya tidak membuat perjanjian pra-nikah. Sebelum saya menikah saya telah membeli sebuah kios di ITC dengan cara mengangsur via Bank. ketika saya mau membuat sertifikat kios tsb sya dimintai perjanjian pra-nikah (pemisahan harta) krn sebagai WNi yg bersuamikan WNA tidak mempunyai hak membeli properti. Mohon solusinya&#8230;.. </p>
<p>dan apakah ada notaris yg dapat membuatkan perjanjian pra nikah dengan tanggal yg di back date? mohon informasinya&#8230;.</p>
<p>thx.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-19799</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 12:37:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-19799</guid>
		<description><![CDATA[@sed
Yah, tapi disini kalau buat perjanjian bisa beda persepsinya :)
]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@sed<br />
Yah, tapi disini kalau buat perjanjian bisa beda persepsinya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sed</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-19798</link>
		<dc:creator><![CDATA[sed]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 12:06:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-19798</guid>
		<description><![CDATA[Thanx infonya Mas. Saya pernah baca ttg beberapa kasus perceraian justru karena tidak adanya perjanjian antara kedua belah pihak. Dan ribut soal gono gini. Begini, saat usaha sang suami/istri bangkrut dan terjerat hutang, pihak bank menyita semua aset pasangan tersebut. Akibatnya kondisi finansial morat-marit. Yang namanya cinta jadi nomor sekian krn ada anak yang harus diberi makan dan hidup yang butuh biaya. Akhirnya pasangan itu memilih bercerai karena krisis keuangan itu berujung konflik. 
Sementara ada pasangan yang survive saat masa krisis berkat adanya perjanjian pranikah. Saat salah satu pihak terjerat utang, keluarga itu bertahan dengan menggunakan &#039;harta&#039; dari pihak satunya lagi. 
Saya pikir perjanjian ini sangat penting terutama untuk pasangan yang salah satu atau keduanya memiliki usaha sendiri/ wiraswasta karena bisa menjadi &#039;jpk2&#039; alias jaring pengaman keuangan keluarga :)
Perkawinan akan lebih kokoh bila didasari dengan relasi -cinta &amp; komunikasi- yang sehat antara pasangan serta kondisi keuangan yang juga sehat :)

XHTML]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanx infonya Mas. Saya pernah baca ttg beberapa kasus perceraian justru karena tidak adanya perjanjian antara kedua belah pihak. Dan ribut soal gono gini. Begini, saat usaha sang suami/istri bangkrut dan terjerat hutang, pihak bank menyita semua aset pasangan tersebut. Akibatnya kondisi finansial morat-marit. Yang namanya cinta jadi nomor sekian krn ada anak yang harus diberi makan dan hidup yang butuh biaya. Akhirnya pasangan itu memilih bercerai karena krisis keuangan itu berujung konflik.<br />
Sementara ada pasangan yang survive saat masa krisis berkat adanya perjanjian pranikah. Saat salah satu pihak terjerat utang, keluarga itu bertahan dengan menggunakan &#8216;harta&#8217; dari pihak satunya lagi.<br />
Saya pikir perjanjian ini sangat penting terutama untuk pasangan yang salah satu atau keduanya memiliki usaha sendiri/ wiraswasta karena bisa menjadi &#8216;jpk2&#8242; alias jaring pengaman keuangan keluarga <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Perkawinan akan lebih kokoh bila didasari dengan relasi -cinta &amp; komunikasi- yang sehat antara pasangan serta kondisi keuangan yang juga sehat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>XHTML</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: nurul</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-19666</link>
		<dc:creator><![CDATA[nurul]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Feb 2010 04:25:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-19666</guid>
		<description><![CDATA[kirim perjanjian perkawinan menurut hukum perdata dan hukum islam dengan studi komparatif]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kirim perjanjian perkawinan menurut hukum perdata dan hukum islam dengan studi komparatif</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: lea</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-19549</link>
		<dc:creator><![CDATA[lea]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 01:59:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-19549</guid>
		<description><![CDATA[Mohon dibuatkan contoh dlm bhs Inggrisnya dong? Trus klu mau nikahnya di Indonesia lalu hijrah ke Luar Negeri (yg kita ga tau sampai kapan)? Apalagi untuk wanita yg seringnya jadi pihak yg lemah/dirugikan. Bgm caranya spy &quot;perjanjian pranikah&quot; yg kita buat bisa bener2 memihak/mewakili kedua belah pihak terutama pihak wanita, biar nantinya klu ada masalah (misal: ada KDRT/ si suami meninggal, dll), pihak wanita bisa mendapatkan haknya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon dibuatkan contoh dlm bhs Inggrisnya dong? Trus klu mau nikahnya di Indonesia lalu hijrah ke Luar Negeri (yg kita ga tau sampai kapan)? Apalagi untuk wanita yg seringnya jadi pihak yg lemah/dirugikan. Bgm caranya spy &#8220;perjanjian pranikah&#8221; yg kita buat bisa bener2 memihak/mewakili kedua belah pihak terutama pihak wanita, biar nantinya klu ada masalah (misal: ada KDRT/ si suami meninggal, dll), pihak wanita bisa mendapatkan haknya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sitha</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/323/#comment-19417</link>
		<dc:creator><![CDATA[sitha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 04:57:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/323/#comment-19417</guid>
		<description><![CDATA[awalnya sy sgt kecewa ketika calon suami saya mengajukan utk membuat perjanjian pranikah,.. tp ketika sy mempelajari dan memahami tujuan serta manfaat perjanjian ini, sy bisa menerima... apalagi calon suami saya punya rencana punya usaha wiraswasta dikemudian hari, dgn adanya perjanjian pengaturan harta secara jelas sblm pernikahan akan memudahkan segala urusan bisnis dan utang piutang masing2 pihak dikemudian hari....
jgn terlalu cpt berpikir negatif ttg perjajian ini, apalg curiga dg motivasi pasangan.. dinegara2 maju, perjanjian pranikah sdh sgt lazim di lakukan... jd start to open minded about prenuptial agreement ini.... 
tks..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>awalnya sy sgt kecewa ketika calon suami saya mengajukan utk membuat perjanjian pranikah,.. tp ketika sy mempelajari dan memahami tujuan serta manfaat perjanjian ini, sy bisa menerima&#8230; apalagi calon suami saya punya rencana punya usaha wiraswasta dikemudian hari, dgn adanya perjanjian pengaturan harta secara jelas sblm pernikahan akan memudahkan segala urusan bisnis dan utang piutang masing2 pihak dikemudian hari&#8230;.<br />
jgn terlalu cpt berpikir negatif ttg perjajian ini, apalg curiga dg motivasi pasangan.. dinegara2 maju, perjanjian pranikah sdh sgt lazim di lakukan&#8230; jd start to open minded about prenuptial agreement ini&#8230;.<br />
tks..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

