<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pendapat Hukum Atas Kasus Harian Kursor</title>
	<atom:link href="http://anggara.org/2007/02/21/pendapat-hukum-atas-kasus-harian-kursor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggara.org/2007/02/21/pendapat-hukum-atas-kasus-harian-kursor/</link>
	<description>A Journey of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 16:43:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/pendapat-hukum-atas-kasus-harian-kursor/#comment-2389</link>
		<dc:creator><![CDATA[Anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Feb 2007 01:56:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/pendapat-hukum-atas-kasus-harian-kursor/#comment-2389</guid>
		<description><![CDATA[waduh, puisi yang bagus pak]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh, puisi yang bagus pak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Syamsuddin Jr</title>
		<link>http://anggara.org/2007/02/21/pendapat-hukum-atas-kasus-harian-kursor/#comment-2387</link>
		<dc:creator><![CDATA[Syamsuddin Jr]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2007 15:21:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/2007/02/21/pendapat-hukum-atas-kasus-harian-kursor/#comment-2387</guid>
		<description><![CDATA[Kemerdekaan ternyata ada disini

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam jatuh berderai
usai sidang MPR
sekeping terinjak anggota majelis
satunya lagi dipungut pemiliknya 

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam jatuh tenggelam
kedasar palung laut Banda
ketika pulang ke Jawa
sekeping hanya ada disaku pemiliknya

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika dilangit awan menggumpal
dingin membeku menitik hujan turun sudah waktunya
mendirus gunung menerjang hutan mengalir menuju laut
sekeping harapan ada didasarnya.

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam mampu membayar
harga siomay dari pendagang yang ikhlas
untuk anak negeri yang gelandangan kelaparan
receh logam seratusan ada ditangannya.

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam yang selalu ada disaku sang dokter
bekerja secara saintifik berharap keberuntungan
ketika mesin pendukung kehidupan sinyalnya terhenti
receh logam jatuh dari sakunya dan pasien bernafas lagi.

Kemerdekaan ternyata ada disini
ketika receh uang logam disumbangkan kepada tetangga
almarhum terbaring santai diliang kuburnya
ketika dua malaikat bertanya dengan santun marrabbuka
aku menjawab nyaris berbisik Allahu rabbi.


Syamsuddin Jr.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kemerdekaan ternyata ada disini</p>
<p>Kemerdekaan ternyata ada disini<br />
ketika receh uang logam jatuh berderai<br />
usai sidang MPR<br />
sekeping terinjak anggota majelis<br />
satunya lagi dipungut pemiliknya </p>
<p>Kemerdekaan ternyata ada disini<br />
ketika receh uang logam jatuh tenggelam<br />
kedasar palung laut Banda<br />
ketika pulang ke Jawa<br />
sekeping hanya ada disaku pemiliknya</p>
<p>Kemerdekaan ternyata ada disini<br />
ketika dilangit awan menggumpal<br />
dingin membeku menitik hujan turun sudah waktunya<br />
mendirus gunung menerjang hutan mengalir menuju laut<br />
sekeping harapan ada didasarnya.</p>
<p>Kemerdekaan ternyata ada disini<br />
ketika receh uang logam mampu membayar<br />
harga siomay dari pendagang yang ikhlas<br />
untuk anak negeri yang gelandangan kelaparan<br />
receh logam seratusan ada ditangannya.</p>
<p>Kemerdekaan ternyata ada disini<br />
ketika receh uang logam yang selalu ada disaku sang dokter<br />
bekerja secara saintifik berharap keberuntungan<br />
ketika mesin pendukung kehidupan sinyalnya terhenti<br />
receh logam jatuh dari sakunya dan pasien bernafas lagi.</p>
<p>Kemerdekaan ternyata ada disini<br />
ketika receh uang logam disumbangkan kepada tetangga<br />
almarhum terbaring santai diliang kuburnya<br />
ketika dua malaikat bertanya dengan santun marrabbuka<br />
aku menjawab nyaris berbisik Allahu rabbi.</p>
<p>Syamsuddin Jr.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

