Perhitungan Upah Lembur

Posted on April 17, 2007

118



Berdasarkan UU, perhitungan upah lembur didasarkan pada upah bulanan, dengan cara perhitungan 1/173 kali upah sebulan.

Dalam hal terjadinya perbedaan tentang bersarnya upah lembur ditetapkan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan kabupaten/kota atau pegawai pengawas ketenagakerjaan propinsi atau oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan pusat

Untuk lebih jelasnya perbandingan pelaksanaan upah lembur dapat dilihat pada table di bawah ini

No

Kerja Lembur

Waktu Kerja 7 Jam sehari dan 40 Jam Seminggu

Waktu Kerja 6 Jam sehari, 5 Hari Kerja, dan 40 Jam Seminggu

1

Pada hari kerja biasa

Kerja lembur dimulai sesudah jam kerja ke 7

Kerja lembur dimulai sesudah jam kerja ke 8

2

Pada hari kerja terpendek

Kerja lembur dimulai sesudah jam kerja ke 5

Tidak ada hari kerja terpendek

7 jam pertama untuk setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

8 jam pertama untuk setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

Jam pertama setelah 7 jam dibayar 3 X upah sejam

Jam pertama setelah 8 jam dibayar 3 X upah sejam

3

Pada hari istirahat mingguan

7 jam pertama, setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

8 jam pertama, setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

Jam kedelapan dibayar 3 X upah sejam

Jam kesembilan dibayar 3 X upah sejam

Jam kesembilan dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

Jam kesepuluh dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

4

Pada hari libur resmi yang jatuh pada hari biasa

7 jam pertama, setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

8 jam pertama, setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

Jam kedelapan dibayar 3 X upah sejam

Jam kesembilan dibayar 3 X upah sejam

Jam kesembilan dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

Jam kesepuluh dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

5

Pada hari libur resmi yang jatuh pada hari kerja terpendek

5 jam pertama untuk setiap jamnya dibayar 2 X upah sejam

Tidak ada hari kerja terpendek

Jam keenam dibayar 3 X upah sejam

Jam ketujuh dan seterusnya dibayar 4 X upah sejam

Posted in: Ilmu Hukum