Perkawinan Beda Agama di Indonesia
Perkawinan di Indonesia diatur oleh UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Berdasarkan UU tersebut perkawinan di definisikan sebagai ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
Oleh karenanya dalam UU yang sama diatur bahwa perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu serta telah dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Namun bagaimana dengan perkawinan beda agama. Perkawinan beda agama bukanlah perkawinan campuran dalam pengertian hukum nasional kita karena perkawinan campuran menurut UU Perkawinan disebut sebagai perkawinan yang terjadi antara WNI dengan WNA. Akan tetapi perkawinan beda agama di masyarakat sering pula disebut sebagai perkawinan campuran. Untuk memudahkan, tulisan ini hanya akan menggunakan istilah perkawinan beda agama
UU Perkawinan sendiri penafsiran resminya hanya mengakui perkawinan yang dilangsungkan berdasarkan agama dan kepercayaan yang sama dari dua orang yang berlainan jenis yang hendak melangsungkan perkawinan. Dalam masyarakat yang pluralistik seperti di Indonesia, sangat mungkin terjadi perkawinan diantara dua orang pemeluk agama yang berlainan. Beberapa diantara mereka yang mempunyai kelimpahan materi mungkin tidak terlampau pusing karena bisa menikah di negara lain, namun bagaimana yang kondisi ekonominya serba pas-pasan. Tentu ini menimbulkan suatu masalah hukum
Ada dua cara dalam menyikapi perkawinan beda agama ini:
Pertama: Salah satu pihak dapat melakukan perpindahan agama, namun ini dapat berarti penyelundupan hukum, karena sesungguhnya yang terjadi adalah hanya menyiasati secara hukum ketentuan dalam UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Namun setelah perkawinan berlangsung masing-masing pihak kembali memeluk agamanya masing-masing. Cara ini sangat tidak disarankan.
Kedua: Berdasarkan Putusan MA No 1400 K/Pdt/1986 Kantor Catatan Sipil diperkenankan untuk melangsungkan perkawinan beda agama. Kasus ini bermula dari perkawinan yang hendak dicatatkan oleh Ani Vonny Gani P (perempuan/Islam) dengan Petrus Hendrik Nelwan (laki-laki/Kristen).
Dalam putusannya MA menyatakan bahwa dengan pengajuan pencatatan pernikahan di KCS maka Vonny telah tidak menghiraukan peraturan agama Islam tentang Perkawinan dan karenanya harus dianggap bahwa ia menginginkan agar perkawinannya tidak dilangsungkan menurut agama Islam. Dengan demikian, mereka berstatus tidak beragama Islam, maka KCS harus melangsungkan perkawinan tersebut.
Nah putusan ini, secara sekilas hanya berlaku bila perempuan yang beragama Islam dan Laki-laki yang beragama Nasrani hendak melangsungkan perkawinan. Lalu bagaimana dengan bila sebaliknya? Secara argumentum a contrario maka KUA wajib melangsungkan perkawinannya, karena perempuan yang beragama Nasrani tidak lagi menghiraukan statusnya yang beragama Nasrani. Oleh karena itu melakukan penundukkan hukum secara jelas kepada seluruh Hukum Islam yang terkait dengan perkawinan.
Dengan ini, dari semula pasangan yang berbeda agama tidak perlu melakukan penyelundupan hukum dengan mengganti agama untuk sementara, namun bisa melangsungkan perkawinan tanpa berpindah agama.



















Menurutku perkawinan beda agama itu sangat jarang terjadi – namun yang paling banyak dan tepat adalah perkawinan “beda kelamin” – [hik...hik - jaka sembung bawa golog]
@ kang tutur
betul kang
eh..temen gw ada yg mo nikah campur gitu juga..
ce-nya islam, co-nya hindu..
tp setau gw..knynya yg ce jadi hindu (di ktp) dech..
itu termasuk cara 1 yang tidak disarankan ya??
@sezsy
betul
betul!…….. kawin ko jadi masalah……..??? gak kawin lebih lagi?
@bat man
sepakat
baru tau ada cara yang kedua.
btw, dalam pkawinan beda agama itu apakah pelakunya mptimbangk tumbuh-kembang kehidupan beragama anaknya yach? umumnya, ibulah yang mendominasi pola asuh anaknya shg jika seorg ibu agamis mk tatacara beragama ibunyalah yang akan ditiru anaknya. children is the best copy-cat.
@ibunya adin
waduh, soal psiko sosial itu saya tidak akan bahas bu, mungkin pendapat ibu benar
Jangan perjualbelikan agama hanya demi cinta, menurut saya pelajari dulu agama keduanya, jika ada kesepakatan dan dianggap paling baik dan cocok, maka salah satu harus masuk agamanya yang lain. Ingat? jika pernikahan tidak syah maka tidak akan ada kebahagiaan dalam rumah tangga. Karena jika pernikahan tidak syah, maka selama berzina terus.
@abidin
saya hanya bicara soal sisi hukumnya saja, dan tidak akan menyentuh persoalan agamanya pak
Banyak orang menggunakan cara pertama, tapi nantinya dalam pernikahan kembali ke agama masing-masing. Kalau soal tumbuh kembang, sebetulnya disekeliling saya banyak yang tak mengalami masalah, sepanjang orangtua bisa saling mendukung. Setelah anak dewasa mereka boleh memilih agamanya masing-masing (saat kecil sesuai kesepakatan ortu; agama A semua, atau kalau cowok A dan cewek B).
Sepupuku lebih aneh lagi, kakek nya penganut Budha dan jadi biksu, orangtua Islam, kakak perempuan Islam, dan adiknya Katolik.
Dari sisi agama, semua mempunyai pertanggungan jawab masing-masing pada Tuhan sesuai agama yang dipeluknya, yang perlu diberikan solusi adalah bagaimana koridor hukumnya.
@edratna
nah itu diam, karena itu postingan ini dibuat, terima kasih sudah mampir
om anggara, apa boleh hukum agama salah satu mempelai dikesampingkan oleh putusan MA? seolah-olah putusan MA itu me-waive ketentuan UU perkawinan yg menyatakan sahnya perkawinan itu apabila dilakukan menurut hukum agama masing-masing. keluar hirarki per-UUan dong? dan apakah mempelai punya pilihan untuk me-waive hukum agamanya dalam hal perkawinan?
@tony
bukan melakukan waiver, tetapi karena ada kekosongan hukum, jadi MA mengisi kekososngan hukum tersebut
Di sini beda kawin agama aja masih ribut! Di Belanda, Belgia, Spanyol, Canada sama di Afrika Selatan perkawinan sesama jenis malah sudah diperbolehkan menurut hukum! Nggak tahu deh tuh, itu namanya kemajuan apa kebablasan! Hehehehe…
@yari
saya pikir kalau kawin sesama jenis akan lebih memiliki penentang yang luar biasa di Indonesia. Meski negara ini sejatinya bukan negara agama, namun kehidupan yang katanya “beragama” mendominasi rakyat penghuni Indonesia
euh… kelihatanyah cara yeng ke 2 teh.. sama ajah dengan keluar dari islam yah…
maka Vonny telah tidak menghiraukan peraturan agama Islam tentang Perkawinan dan karenanya harus dianggap bahwa ia menginginkan agar perkawinannya tidak dilangsungkan menurut agama Islam
@sikabayan
nggak juga keluar, dia tetap beragama Islam namun dalam hal perkawinan tunduk pada hukum yang lain
berarti cara kedua itu = nikah catatan sipil spt org2 yg beda agama jaman dulu itu ya? kalo mo nyoba cara kedua gimana cara mengurusnya? brapa lama? ada ga yayasan / apapun namanya yg bisa bantu urus nikah beda agama baik di indo maupun di luar negri? apa namanya, dimana, brapa biayanya & brapa lama? tks.
euh… sebetulnyah mah yah tanggung atuh kang angga…
ingin sah dimata negara serta manusia… tetapi harom dimata Allah… pan hanya menjadi saru sajah atuh… daripada agama islam tetapi ibadahnyah ikut agama lain… atau ngarang sendiri.. tentunyah lebih baik pindah sekalian…. kalau kapan2 mau kembali mah yah… tinggal kembali… itupun kalau mampu kembali…
@rara
nggak harus juga ke catatan sipil, tergantung kasusnya, biasanya kalau mau coba cara kedua harus mengajukan permohonan dulu sperti orang mau nikah biasa, kalau ditolak baru maju ke pengadilan untuk pengesahan perkawinannya. Sebaiknya anda berkonsultasi dengan penasehat hukum anda
@sikabayan
yah, saya kan hanya bahas aspek hukumnya saja kang, nggak ada urusan sama Allah
euleuh…
@sikabayan
tos kang, tong dibahas duei
saya co islam dan ce saya kristen. kami udah serius ke jenjang pernikahan dan sepakat tetap memegang agama masing2.
Apakah langkah yg harus kami lakukan untuk membuat pernikahan kami sah secara hukum? (kami belum tahu samasekali cara mengurus pernikahan scr hukum)
Apakah langkah2 tersebut di atas adalah suatu hal mengakali hukum atau memang benar2 hukum di indonesia telah memperbolehkan nikah beda agama?
mohon solusinya… kami amat membutuhkan ini.
terimakasih
@arie
sebaiknya untuk mengurus proses ini anda didampingi oleh kuasa hukum anda. Langkah pertamalah yang saya sebut penyelundupan hukum, karena sesungguhnya anda tidak berniat untuk berpindah agama. Sementara langkah kedua diatur melalui putusan pengadilan.
demikian tanggapan saya, semoga membantu
bro anggara.. saya pernah liat ini….
( UU Perkawinan No.1 Tahun 1974 tidak secara expresis verbis mengatur perkawinan campuran berdasarkan perbedaan agama.Beberapa perkecualian yang dapat diterima adalah calon istri dari agama lain menikah dengan calon suami dari agama Islam, karena hal ini tidak menyalahi peraturan pernikahan dalam agama Islam. Untuk hal ini pun tidak semua KUA mau melaksanakannya karena adanya perbedaan pemahaman Al – Qur’an antar ulama. )
berarti sebenarny telah di perbolehkan menikah beda agama di indo kan…?!?
yang di perbolehkan itu jikalau si pria itu islam dan si wanita non islam di perbolehkan menikah di indo kan ?…tanpa perlu keluar untuk nikah lintas agama….
@star
pendapat tersebut betul, negara tidak boleh melarang suatu perkawinan yang akan dilangsungkan karena masalah agama yang berbeda, itu prinsipnya. namun tidak semua orang bersedia memahami dan menerima prinsip tersebut. Sehingga diperlukan mekanisme hukum melalui pengadilan untuk memerintahkan perkawinan tersebut untuk dilangsungkan
saya juga melihat di dalam site pemerintah yang harusnya mejelaskan sejara terperinci dan jelas di
http://www.kependudukancapil.go.id/
tapi pada kenyataannya mereka menjelaskannya dengan tidak detil….
di satu sisi di jelaskan boleh menikah berbeda agama… tapi di satu sisi pula tidak memperbolehkan….
saya juga masih sedikit bingung melihatnya apakah benar di perbolehkan perkawinan lintas agama atau tidak di indonesia… semua masih rancu….
@star
kadang, informasi itu dibuat sesedikit mungkin dengan tujuan “tertentu”. Terima kasih atas infonya
Dear All…
Saya(wanita ) seorang muslim dan pacar saya (cowok)seorang katolik…kami berencana untuk menikah dengan mempertahankan keyakinan masing2…dan dengan perjanjian yang tentunya dibuat sebelum menikah…..
dan yng menjadi masalah Aku jadi bingung nih baca tanggapan dari semuanya…
saya minta tolong donk, prosedur sebenarnya menikah beda agama itu seperti apa( yang disah kan oleh pengadilan).jujur saja saya kurang paham….dan surat permohonan yang dibuat ditujukan kemana dan keisapa??
dan bila ada yang tau juga tentang prosedur nikah disingapore oleh saya minta infonya..
trima kasih
@yunie
anda berdua bisa datang ke KCS setempat dan buat permohonan untuk menikah di KCS, kalau di tolak usahakan minta dasar hukum penolakannya dan juga surat penolakannya. setelah ada ajukan permohonan/gugatan ke pengadilan. Untuk lebih jelasnya, sebaiknya anda menghubungi kuasa hukum anda. Soal singapura, saya nggak punya
semoga membantu
Maksudnya, undang2x itu memang dibuat sudah lengkap dg “lubang2x” yg dapat dimafaatkan yah…?
Dan berarti memang benar kalau KUA mau melaksanakan, maka pernikahan pria beragama Islam & wanita beragama Kristen di Indonesia itu bisa dilaksanakan & sah menurut hukum..?
salam.
@rkh
kadang, lubang itu baru ditemukan saat sudah diundangkan
itu jelas bisa (mestinya sih)
Maaf cuman bertanya suatu contoh buruk, dimana mengesampingkan aspek agama, perumpamaan dimana saya Kristen dan calon istri saya Islam, kami menikah dengan cara kedua, dan tidak dipersulit oleh catatan sipil dikarenakan imbalan tertentu. apakah tidak membawa masalah di lingkungan sekitar misalnya (RT, RW)
Dan cara pertama apakah memiliki konsekuensi hukum jika dilakukan mengingat yang saya tangkap menyiasati adalah “cheating”, dimana mungkin juga sama halnya dengan pelanggaran.
@dignity
sepertinya yang jadi masalah, karena anda memberikan imbalan deh. Cara kedua sih sebenarnya ada tapi samar, makanya saya lebih senang dengan istilah penyelundupan hukum
bang, bantuin gw…
gw skarang lagi pacaran ma cewek yang beda agama (islam), gw ndiri hindu.
yang pengen gw tanyain tu tentang hukum di agama islam ndiri. bole ga sih cewe islam married ma cowo yang ga seiman?
apa emang ada pembedaan gender gt?
kalo cowo bole, kalo cewe gapapa, atopun juga sebaliknya..
kalo bole juga, gw pengen minta pendapat dari abang kalo misalnya gw mau married ma cewe gw. tolongin yah bang!
makaci sebelumnya…
@ketut
anda ajukan permohonan saja ke kantor catatan sipil setempat. Kalau di hukum Islam jelas nggak boleh, dan tidak hanya untuk perempuan tetapi juga untuk laki-laki.
Saran saya, cari pasangan yang tidak berlainan agama, kalaupun berlainan sebaiknya diusahakan salah satu untuk berpindah keyakinan. Kalau nggak bisa buat saja permohonan ke KCS setempat. Untuk urusan hukumnya, anda bisa menghubungi advokat anda pak
boss, angara.. makasih banyak infonya… gw jadi ngerti sekarang apa yg gw ama pacar gw lakuin…
soalnya qta beda agama, dan taon depan pertengahan qta rencana mau nikah…. makasih banyak.. semua infonya sangat jelas…
Hormat saya..
@donna
semoga membantu
Salam Sejahtera;
kalau boleh komentar masalah dari perkawinan beda agama ,bagi saya kendalanya ialah di UU no 1 thn 1974 itu sendiri, karena prosesnya didasari pada hukum Islam sehingga perlu adanya revisi lagi (sehingga dulu UU perkawinan campur ditiadakan). Bahwa negara kita mengakui 5 agama (dasarnya Pancasila) buat apa kita harus melakukan penyelundupan hukum kalau itu memang bisa dan benar. Dengan penyelundupan hukum tetap saja salah satu pihak yang berbeda agama tetap harus mengalah (masih ada ego akan agamanya),sehingga unsur keterpaksaan melekat. Kalau agama menjadi penghalang bagi setiap orang untuk mempersatukan diri dalam pertalian yang suci,bagi saya itu hal yang konyol!
Kalau kita merenungkan sejenak, tanyalah pada diri anda masing2 SIAPAKAH YANG MENCIPTAKAN AGAMA? APAKAH TUHAN MENENTUKAN AGAMA YANG TERBAIK UNTUK KITA ANUT? BAGI SAYA AGAMA ADALAH SARANA BUKAN TUJUAN,TUJUAN KITA SEMUA SAMA YAITU TUHAN. dari sini kita sadar bahwa kita semua sama dalam satu naungan TUHAN. Jadi tidak ada lagi kata perbedaan kalau kita sadar akan sumber Visi dam misi kita. kepada teman2 yang memiliki pasangan beda agama yakinlah dengan pilihan kita, sebab kita bukan menikah dengan agama,tapi menikah dengan orang yang kita cintai (sama2 ciptaan TUHAN).NB: jangan terlalu dipengaruhi oleh agama,berpikirlah realistis sedikit. Jadi jangan bertindak dengan pikiran,bertindaklah dengan hati dan logika.Terima kasih,Tuhan Memberkati kita semua
@daud
sepanjang yang saya tahu, HOCI tidak serta merta dihapus, karena ada bagian dari UU Perkawinan yang tidak ada pengaturannya, seperti perkawinan antar agama. Dan saya sih nggak mau berprasangka kalau pembuatan uu perkawinan didasarkan pada hukum Islam.
memang HOCI tidak serta merta dihapus,tetapi sebagai pelengkap (UU lama dikesampingkan UU baru).Kenapa saya bisa beranggapan UUP didasarkan pada Hukum Islam Adanya ketentuan yang mengatur adanya Poligami secara tidak langsung. Kita tau dari 5 agama hanya 1 yang memperbolehkan Poligami (tau sendiri kan),bagi saya itu hanya cara untuk untuk mensahkan perzinahan dan hanya menonjolkan kepentingan dan keegoisan kaum pria.Wanita dan anak yang selalu menjadi korban perasaan. Poligami boleh tetapi Poliandri tidak boleh,dan ada aja alasan konyol untuk jaman sekarang. Fleksibel aja deh tetapi realistis…? dan juga UU kita banyak dari produk kolonial,makanya baru keluarin UUP belum bisa berikan solusi.Btw:Jaman masih ada HOCI orang tua kita dulu asyik2 aja nikah beda agama.Thanks buat info n pendapatnya ya….Mas Anggara
@muklas atau daud nih?
terima kasih atas urun rembuknya juga, salam kenal
yg pasti pkw beda agama tidak sesuai konsepsi hukum perkawinan sama sekali.. yg tujuannya untuk membina perkawinan yg kekal dan abadi berdasarkan ketuhanan YME.. Diluar segi yuridis pun bisa dampak jelek ke sosiologis, gimana nanti bisa punya kehidupan bahagia kalo anak-anaknya bakal bingung dirumah mau ikut agama yg mana…
Mending dari awal nyari jodoh yg seagama aja. Ato biar itu orang pindah agama dulu lah baru dipacarin.
btw, jgn lupa masuk ke situsku ya teman2. http://www.bincangprofesi.com
Tolong agar semua meluruskan masalah pernikahan beda agama ini. Khususnya kepada muslim dan muslimah, dalam Al-Qur’an tercantum dengan jelas bahwa ada larangan untuk melakukan pernikahan antara 2 orang yang berkeyakinan berbeda. Dengan demikian, setelah pernikahan dilangsungkan, tak pantas lagi ia menyebut dirinya seorang muslim, karena ia telah melakukan larangan Allah SWT.
Selain itu, dampak psikologis juga akan muncul pada anak yang merupakan hasil dari perkawinan ibu-bapaknya yang berbeda agama.
Jadi, pertanyaan saya yang bisa Anda jawab secara terbuka pada saya khususnya pada yang ingin melakukan pernikahan beda agama (yg beragama islam) tersebut ialah “Mana yang Anda lebih pentingkan? Suami/Istri Anda yang bukan beragama Islam yang hanya menjadi penghibur selama hidup di dunia yang tidak kekal ini ataukah Anda lebih memegang prinsip keagamaan Anda dan patuh serta Menjauhi larangan-Nya dan Anda akan mendapatkan kesenangan kelak di akhirat nanti yang abadi itu??
Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, karena sesungguhnya kesempurnaan adalah milik-Nya dan keterbatasan adalah milik kita.
Terima kasih.
@panglima
saya tidak mau masuk ke pembahasan non hukum pak, maaf, tetapi terima kasih atas urun rembuknya
@black cat
terima kasih atas pendapatnya
mmmmm, kalo bisa sih nikah sama agama.. lebih gampang proses hukumnya hehehe… tapi kalo udah terlanjur menurut gw neeeh (sorrrriiiiii banget menyimpang dari masalah hukum, n rada2 curhat dikit ;p):
Bila ego sudah mulai berbicara susah deh… kalau bener2 cinta, mau ga kita meredam ego kita buat nerima perbedaan pasangan kita, bukannya menuntut dia untuk berpindah ke agama kita supaya bisa bersama.. gw orang yg fanatik dgn agama gw, tapi gw ngeliat kalo agama lain itu juga ga salah.. Kasihan banget orang yg ngaku fanatik dgn agamanya tapi bikin orang lain sakit hati, menderita, ato sampai meninggal (demi agama lagi!!!).. ck ck ck… fanatik ato psikopat mass??? bukannya dimana mana agama diajarin yg baik2 ?? kecuali Tuhan bilang ngebunuh orang tu baik dan benar ;p ( di agama gw juga banyak tuh orang2 ky gitu… jd malu… -_-)
Gw milih agama gw krn gw ngerasa enjoy bgt menyembah Tuhan gw dgn agama gw, dan orang lain juga enjoy menyembah Tuhannya dengan agamanya , perbedaan itu yang bikin kita sempurna… asaaaaaal, ya itu tadi, mau menerima perbedaan dan ga maksa choi!! (ayah gw jg beda agama ma gw, sahabat2 gw yg paling deket ma gw jg ada yg beda agama, cinta sejati gw juga beda agama ma gw!!! orang2 yg paling berarti buat gw kebanyakan beda agama ma gw!! So, what’s wrong with different relligion???!!! tapi teteeep, gw tau Tuhan gw yg paling sayang ma gw…)
Jadi, nyari pasangan KALO BISA cari yg seagama, tapi ya itu td, kl cinta sejati lo emang beda agama.. dan dua2nya mau nikah beda agama, yakinlah dengan keputusan itu… (tapi juga kalo bisa jgn pindah agama gara2 pasangan yeee… soalnya ga dari hati.. boongin Tuhan dong ;p)
Apalagi, melihat obrolan diatas, bukan ga mungkin kalo hukum di Indonesia mengijinkan (Tapi emang sih, seharusnya bisa lebih gampang lagi, kok kayaknya hukumnya gitu, boleh nikah beda agama tapi cowo nya agama ini, cewe nya agama itu, kayaknya didasari hukum agama tertentu deh… Indonesia kita ini masih menganut demokrasi dan berdasarkan Pancasila khan??? bukan negara yg berdasarkan agama tertentu khan??? Yang tegas dan adil dong.. boleh ya boleh, enggak ya enggak!! jangan bolehin yang enggak2!! ;p)
Nikahnya juga berdasarkan Ketuhanan YME kok, khan sama2 punya agama dn percaya ma Tuhan.. tapi kalo jadi nikah, jgn lupa ama komitmen yeeeee…. (ntar salah satu maksain keyakinan lagi, mentang2 udah nikah T_T) Gw sih ngelihat dari persepsi lain aja.. hidup dengan kasih dan cinta, bukan agama…
well.. it’s just me… haha, piiiiiiisssss ^_^
hmmm bagiku gak usah pindah agama juga gpp gak di pencatatan sipil juga gpp dan itu bukan dosa. ya biasa disebut kumpul kebo. tp menurutku kl dilakukan dengan benar maka bukan lg kumpul kebo. mengenai dosa…… zzzzzzz who know. saat dua hati menyatu dan ingin membangun keluarga dengan baik dan berjanji setia kepada TUHAN maka sah2 aja. mengenai penilaian dr masyarakat, toh itu cuman penilaian dr masyarakat tersebut bukan merupakan vonis dr atas kl itu adalah dosa. semua peraturan yang ada hanya agar mengikat satu dengan yang lainnya agar tidak salah jalan. jadi kl dah merasa sanggup dan yakin dengan pasangannya kl akan hidup bersama sampai akhir tidak ada lagi yang perlu ditanyakan dan perlu dihalangi lg. mengenai anak. menurutku sebaiknya tunggu dia cukup mengerti apa itu agama dan cukup bimbing dia agar memilih agamanya sendiri tanpa mengharuskan memilih salah satu dr kepercayaan yang dianut oleh ortunya. bebas karna dia sendiri yang akan bertanggung jawab akan apa yang dipilih dan ingin dijalaninya dengan semua resiko yang ada.
@kopral dan HH
terima kasih atas urun rembuknya
salam kenal pak anggara
saya bangga dengan bapak ternyata masih ada yg mau menyembatani amasalh perkawinan beda agama di nusantara ini trims sekali boss…
saya sebenrya jg ada maaslah dg perbedaan itu sekali lagi thanks atas infonya .
saya sedikit menanggapi BLACK CAT..kayaknya Tuahn sendiri ga pernah mengatur tentang perbedaan agama deh kan agama yg ada jg Tuhan sendiri yang bikin melalui nabi/utusanya jg sok tau deh masalah agama.
agama tuh ada krn manusia juga,coba anda cermati dg jelas kebelakang para nabi dahulu yg jadi utusan langsung dr Tuhan menikah pake cara apa….?
dahulu apa agama islam sudah ada..?apa pernikahannya jg dilakukan seperti sekarang ini…?buka hati kita sekarang renungkan dengan batin kita yg jernih..Tuhan itu milik golongan mana..?Tuhan itu agamnya apa…?.
maaf buat semuanya apabila ada salah kata salah pemahaman.trims
@ardy
salam kenal kembali dan terima kasih atas pendapat anda
pak anggara yang terhormat,, saya cukup terbantu untuk saran dan informasinya. pertanyaan saya.. kalau saya datang ke KCS dan tidak ditanggapai/dikabulkan pernikahan saya yang beda agama lalu saya harus menggandeng pengacara seperti yang bapak anggara sarankan. Tapai, untuk mendapatkan pengacara bagaimana caranya? apa bapak bisa kasih rekomendasi?dan berapa biaya yang harus saya keluarkan untuk pengacara? kalau bapak bersedia saya ingin meminta bantuan bapak secara personal. bila bapak anggara bersedia saya bisa mendapat contact bapak dimana. thx….
Pak Anggara.. saya sudah mempertanyakan pernikahan beda agama di KCS. Tapi mereka tidak memperbolehkan dan kalaupun memang ada sebuah Gereja yang bisa menikahkan beda…malahan mereka bilang sedang diusut dan akan ditindak. Anda mengambil topik dan memberi harapan kalau pernikahan beda agama bisa dilakukan tanpa harus pergi keluar Negeri.. tapi mana???…anda tidak memberikan solusi action. kalau memang benar2 ingin membantu tolong kaasih saya jalan…maaf sebelumnya saya hanya bingung.
@sarah
saya sudah jawab melalui email
salam pak Anggara.
wah wah…
ternyata saya tidak sendirian dalam hal ini.
pembahasannya sampai meluas gitu.
mari kita junjung tinggi semangat KeTuhanan yang maha esa
walau pun saya bukan fans nya Tuhan.
tapi saya sangat menghargai keputusan²Nya dalam kehidupan ini.
manusia dapat berusaha semampu nya, Tuhan yg menentukan pada akhirnya.
Terima kasih atas blog nya.
@lux1v3r
terima kasih kembali
Tolong di buat seach engine, untuk liat2 artikel yang ada di anggara.org ini.. terima kasih
Aduuuuuuh…
kayanya nasibnya sama m gw denk…tapi blm melangsungkan pernikahan denk..
co gw dia khatolik….gw sendiri muslim…
Malah kita sudah berpendapat untuk pegang agama kita masing2…
tapi d negara kita kan g di bolehin untk menikah dengan agama yang berbeda…
terus musti giman atuwh??
tadinya gw mau ngelakuin cara yang pertama…
sakah satu dari kita masuk agama yang sama setelah itu…masuk agama dulu lagi…
aduuuuh tapi g boleh y????
uuuuuuuuuuuukh capeeeeeeeeeee….deeee
@rian
terima kasih untuk sarannya
@atha
ya tergantung pilihan saja
sya seorang muslim dan pacar saya kristen,,
kami selama ini sudah serius menjalani hubungan tapi ada kendala soal agama itu….
kami pun belum berani bicara kepada orangtua kami soal beda agama itu…
karena kami tau kemungkinan besarnya kami akan dilarang….
dan sekarang kami tidak tahu harus bagaimana….
@nonem
coba bicarakan saja dahulu yaa
@nonem, masalah kita sama.. saya muslim (laki2) dan pacar saya katholik. saya sudah lama mencari cari informasi mengenai perkawinan beda agama ini, apakah halal atau tidak. beberapa artkel dan blog saya jumpai pada saat mencari di google (ketik keyword “perkawinan beda agama” atau “proses perkawinan beda agama”), banyak yang bahas juga ternyata. disitu saya ketahui perkawinin laki muslim dengan wanita ahl al-kitab (bener ga tulisnya ^^) halal menurut surat al-Maidah ayat 5 (saya dapat sini: http://www.pa-wonosari.net/asset/nikah_beda_agama.pdf).
itu satu, lain lagi untuk kasih tau orang tua yang dari sejarah keluarga tidak ada yang nikah campur dan konservatif islam. apabila orangtua tidak kasih restu mau bilang apa coba. yang ada cinta kandas di tengah jalan, pedahal yang menjalani hidup kan kita.
makanya sekarang saya sedang dirudung kebingungan, apakah argumen yang akan saya bawa kepada orangtua cukup untuk meyakinkan mereka bahwa pernikahan beda agama itu boleh.
untuk mas anggara, terima kasih atas tulisan di blog nya.
@bingung
ada beberapa pendapat soal ahli kitab, ada pendapat yang menyatakan itu berlaku pada masa lalu dan tidak pada masa sekarang, dan ada juga pendapat yang menyatakan itu boleh juga dilakukan sekarang.
namun pada umumnya saya belum pernah mengetahui ada KUA yang mengesahkan perkawinan beda agama antara laki2 muslim dan perempuan non muslim
saya pikir beda keyakinan itu tidak hanya kompleks pada masalah hukum, namun juga kompleks pada masalah sosial
silahkan dirundingkan dulu
To oom Anggara,
Ternyata bukan cuma sejuta ato dua juta orang di negara ini yang punya masalah sama. Untuk menikah saja (khususnya nikah beda agama) aja susahnya minta ampun. apa lagi kalo gak nikah tambah bikin dosa.
Saya salah satu korban cinta beda agama, tapi sampai sekarang saya dan pasangan gak pernah meributkan soal perbedaan ini. Qta sama2 punya keyakinan yang baik dan gak pernah mempersulit satu dan yang lainnya untuk beribadah.
Pada dasarnya tujuan qta semua kan sama, mengakui dan menghormati Pencipta qta. Cuma beda jalan aja. Misalnya mau ke Depok, satu jalan kaki, satu naik sepeda. ketemunya di Depok juga kan.
Cuma sedikit kata hati aja untuk rekan2 pejuang cinta beda agama yang kebetulan mengalami kondisi yang sama, beda agama, kalo tau ngelola degan baik, jadinya baik juga kan. Isi hidup dengan cinta, niscaya dunia akan jauh lebih baik.
Coba liat di luar sana, konflik atar agama yang selalu bikin perang, kalo cinta bisa merangkul keduanya, paling enggak bisa ngurangi perang.
Jangan berhenti berjuang wahai pendekar2 cinta !!!
Salam buat oom Anggara, bagus banget bisa curhat disini. Makasih ya oom. Lega deh
@venus
senang bisa membantu anda
Mas..
Matursuwun yach..utk artikelnya..kebetulan ane jg bermasalah ^_^..
saya katolik dan pasangan saya (co) muslim..klo di agama saya sih,tidak ada masalah utk menikah beda agama.. dan nantinya pun tetap berbeda asalkan salah satu pasangan (dimana hal tersebut berari saya) sudah dibaptis secara katolik,sudah menerima komuni dan menerima sakramen krisma. (mungkin ini jg bisa membantu atha yach..)
Tapi, yg saya pusingkan adalah ortu cowok saya tetap meminta kami menikah secara islam..wah,ini deh yg bikin mumet hehehe..sdgk cowok saya sudah setuju utk menikah secara katolik dan dia tetap dgn agamanya tanpa harus menjadi seorg katolik juga..
eniwei..terima kasih sekali lagi yach..ternyata saya tdk sendiri :p
Cheers,
@mashimaro
sama-sama
bg gw perkawinan sakral, perkawinan masalah hidup, agama menjadikan hidup tambah hidup, tuntunan hidup adalah agama…hukum tuhan absolut, jgn main2 dgn agama… berani main2 tau sndiri akibatnya, setiap agama sdh mengatur masalah hidup, jd kembalikan kpd agama, tanyakan kpd ahli agama masing2, jika ada agama yg tdk bisa memberikan solusi, patut di pertanyakan kemurnian agamanya, mana yg lbh penting hukum agama ( tuhan ) at hukum negara ( manusia )…? kt hidup cuma sementara, semua masalah hidup harus kt bertolak pd agama…ok coy
@dean
terima kasih atas komentarnya
bagaimana ianya terjadi dan dipersetujui. alim ulama indonesia sebenarnya cukup tegas. apa langkah yang terbaik?
@zaki
langkah seperti apa maksudnya
mas anggara,
berarti, kalau pengajuan permohonan ke KCS diterima, perkawinan beda agama dapat dilangsungkan di indonesia ya?
tapi, kalau seandainya KCS tetap menolak permohonan tsb, maka perkawinan beda agama harus dilangsungkan di luar negeri?
selama ini, apakah ada permohonan yang diterima oleh KCS mas, sehingga perkawinan beda agama dapat dilangsungkan di indonesia?
karna yang saya tahu selama ini, perkawinan beda agama slalu dilangsungkan di luar negri.
tolong penjelasannya mas.
saya mhw hukum semester 3 yang sedang membuat makalah ttg perkawinan beda agama.
terimakasih.
saya seorang wanita,dan 2bulan lagi akan menjalani hidup yamg serius,tapi sya binggung karena saya mau menjalani kehidupan itu dengan orang yang beda keyakina saya seorang muslim sedangkan calon suani saya khatolik,
saya ingin di dalam pernikahan ku nanti bener2 terjadi dengan sahhhhhhhh
di dalam agama masing2 karena kami berdua berpinsip tetep pada jalan masing? terimakasih………..
Daku dah nikah beda agame,pelaku langchung..nih. istri Islam daku Kristen. ada catatan sipil jg kok,jd buat ngurus surat anak jd gampang nantinya, rukun2 aje mpe skarang. Ktp ane tetep Kristen, istri tetep muslim. ga ada paksaan, iklas2 aja. menurut agama mungkin haram, tp ga haram lah ” Tuhan lebih tau”. dari pd nikah sama tp dipaksa ikut agama ini,agama itu, ngalah begini,menang begitu. “tp karena kasih semua jadi “JANJI SUCI” ———-yovie Nuno———
” daku nikah di INDONESIA, JAKARTA SELATAN. resmi secara Hukum negara da surat-2 nya ko. ga pake diluar negeri….kejauhan da surat jg dari. isrti saya ga dipaksa pindah agama. intinya saya menikah seperti nikah biasa digereja. disaksikan seluruh umat termasuk ortu dan saudara plus teman. yah gitu deh. Alhamdullilah sekarang istri sy dah 7 bulan mengandung….seneng ga sih…?
buat : dean
hukum yg utama itu hukum Tuhan ( 10 Perintah tuhan )
pernikahan beda agama bisa sah di mata Tuhan bukan dimata Agama. karena kasih…
tp kalo dimata Agama bener….tp niat nikah karena napppPPsuuu gmn yakkkk???!!!
@sabrina
logikanya begitu, tapi kalau KCS menolak, anda kan bisa menggugat KCS, kecuali kalau tidak mau susah ya beda urusannya
@dewi
saran saya sih, lebih baik bila satu agama, namun jika tidak silahkan menikah melewati KCS, mudah2an bisa diterima
@johan
terima kasih untuk info tambahannya
aduh.. pak anggara.. makasih ada situs ini .. saya lagi pusing mikirin ttg perkawinan beda agama ini. saya (katolik) cowok saya (muslim). dari pihak cowok saya sudah mengetahui ttg hubungan kami dan merestui. Namun kalau kami tetap ingin melangsungkan pernikahan, saya harus masuk ke agamanya.Masalahnya, pihak keluarga saya belum tahu tentang masalah ini dan sempat berpikir untuk menikah dengan 2 cara . Secara gereja terlebih dahulu, baru secara KUA. tapi kok ya rasanya tidak mungkin -_-”
saya bingung sekali dan ternyata disini juga kumpulan orang bingung
@pia
hihihihi, semoga membantu yaa
Bung Anggara.. bisakah beri informasi di mana saya bisa dapatkan salinan teks lengkap online Putusan MA No 1400 K/Pdt/1986 dan HOCI? Tks..
duhhhhhhhh… nemu jg akhirnya t4 ngilangin streez gw,, gw pikir ga ada temennya, ternyata bnyak jg yahh
yng mengalami hal yang sama hhhhhhmmmm…. apakah ini semua suatu pentunjuk kebesaran Allah kah, atas kejadian ini, agar umat manusia jangan terllu melebih-lebihkan or suatu ujian bwt kita semua bahwa agama apapun sama
buat johan: Jaksel tepatnya dmn (KCS)? trim’s infonya……………….
Buat om anggara : minta copy jawaban buat sarah yg via email…ditunggu & trim’s sebelumnya….
ternyata saya ga sendiri,,,,,
masih banyak yang senasib,,,
hub. beda agama,,,
smua kembali ke hati masing2,,,
perbedaan diciptakan untuk membuat hdp menjadi lebih indah,,,
tak pernah terbayang kalau dunia ini cuma satu warna,,,
apa jdnya??? gelap,,
perbedaan yang ada sebainya jgn dijadikan permasalahan,,, apa lg menjadikan perpecahan,,,,
negara ini juga bukan derdasarkan atas 1 agama tertentu,,,
yang ada hanya mayoritas dan minoritas,,,
mungkin hukun yang di buat selama ini hanya berpegang pada golongan mayoritas,,,
tanpa pernah memikirkan adanya golongan minoritas,,,,
sebenarnya mana yang lebih dlu ada??
cinta atw agama???
Tuhan menciptakan bumu ini bukannya dengan kasihnya?? dengan cintanya???
salah kh jika 2 umat manusia ingin hdp bahagia dengan pasangannya,,, walau berbeda,,,
sebenarnya pernikahan didasarkan cinta kasih atw agama???
apa pernikahan sesama agama menjamin akan kebahagiaan???
saya rasa tidak,,,
semua kembali ke hati nurani masing2,,,
selalu minta petunjuk n jalan yang terbaik pada-Nya,,,,
“setia sampai akhir”
~ka & yi~
Buat: johan
salam kenal…kami da 3 tahun hub. beda agama, ingin segera menikah tapi blm tahu t4nya…so jika tidak keberatan boleh kami minta alamat t4 nikah johan di JAKSEL(atau bgm baiknya?)…trims…
Buat: p.anggara
salam kenal juga…kami ingin menanyakan solusi yg di berikan kepada sarah tertanggal 2 mei 2008…tolong ya pak karena kami ingin segera meresmikan hubungan kami yang sudah 3 tahun terkatung2 dan belum juga menemukan t4 yg bisa buat kami menikah…trims…
nb: Untuk temen2 yang sudah sukses menghadapi masalah spt kami, mohon infonya…trims …
with love
ian n u’
Pak Anggara…
Aku juga punya masalah yang sama nih..
Pacarku kristen ‘n aku muslim, kita ada rencana buat nikah beda agama tp bener” ga tau harus gimana..
Seandainya KCS menolak kira” saya harus gimana ya? Apa perlu pake pengacara segala?
Tolong dijelasin secara detail donk pak..
Saya bener” ga ngerti..
Kalau bisa berikut alamat KCS di daerah Bekasi..
Tolong email jawabannya secepatnya ya pak, saya sangat butuh bantuan Bapak..
Trims,
-Icha-
Nuwun sewu mas Anggara…
Mohon ijin copy + paste artikel ini nggiiiiihhh.
http://ppmps.wordpress.com/
Eeeh, ada yang ketinggalan… mau nanya nih, mas Anggara …
Merujuk pada aline akhir artikel panjenengan di atas, artinya : (1) Laki-laki non-islam SAH menikahi perempuan islam dan perkawinannya tercatat di KCS, dan dilangsungkan secara non-islam. Dan (2) Laki-laki islam SAH menikahi perempuan non-islam dan perkawinannya tercatat di KUA, dan dilangsungkan secara islam.
Kenyataan di lapangan, kalo ada calon pengantin berbeda agama datang ke KUA biasanya disuruh mengucapkan syahadat. Bukankah pengucapan syahadat itu berarti pernyataan telah masuk atau memeluk agama islam ??!!
Artinya, tetap saja pernikahan di KUA ada peraturan berpindah agama (islam) ?
Mohon petunjuk, bapak presiden …
kok gw tambah bingung yach?
dear p.anggara…..
aq jg punya mslh yg sama nih…ternyata byk jg ya teman senasib dan seperjuangan hehe…
p.anggara… jawaban email yg dikirim ke sarah tlong kirim ke aq yaaaaaaa..please…aq lg kumpulin info nih buat kelancaraan rencanaku…
mudahan th 2009 aq uda bs menikah scr sah mnrt hukum dan agama…
thanks bgt buat situs nya ya pa anggara..
Aih, ternyata byk juga teman senasib dan seperjuangan…jd tambah pusing…
thx pak Angga atas artikel ini. daridulu saya selalu bingung akan hal ini, karena kebanyakan hubungan saya ya seperti ini, berbeda agama… saya Katolik, n kebetulan cowo saya Muslim. Saya rasa Tuhan menciptakan semua Agama baik adanya. tidak ada yang satu lebih baek dari yang laennya. Maka dari itu, saya berharap sekali Pemerintah akan segera merevisi Undang-undang perkawinan, ato apalah namanya, supaya tidak menyulitkan kita warganya..
Terus terang saya bingung sekali, apa sampai nanti hubungan saya akan terus seperti ini, tidak jelas ujung dan akhirna.. saya mohon alamat lengkap tempat menikah Johan d jaksel. humm… semoga semua ini akan segera berakhir..
Thx atas bantuannnya Pak..
@iyin
semoha hubungan anda cepat dapat ditemukan penyelesaian yang baik
P.anggara terima kasih banyak atas informasinya, paling tidak ini merupakan salah satu jalan penyelesaian terhadap masalah yang saya alami.
Terima kasih juga buat rekans yg udah urun rembuk dan berbagi pengalaman yang sama, ternyata saya tidak sendirian.
Saya seorang muslim yang memiliki pasangan berbeda agama. Kami berencana untuk menikah dengan tetap memegang kepercayaan agama masing-masing. Saat ini kami dalam proses meminta doa restu dari kedua orang tua kami. Mudah-mudahan setelah restu didapat, kami ingin segera melangsungkan pernikahan.
P.anggara… mohon jawaban email yg dikirim ke sarah dikirim ulang ke saya. Kebetulan saya sedang mengumpulkan info buat kelancaraan rencana kami.
Sekali lagi thanks bgt buat situs nya ya pa anggara..
Kepada Bpk Anggara terimakasih, sekarang pikiran saya semakin terbuka berkat blog anda..
kepada Johan, boleh saya minta nomor telpon anda?? or anda bisa hubungi/sms saya di 02517175600. saya ada rencana akan menikahi pacar saya yang muslim.
buat rekan2 yang lain. Agama itu hanya fotomorgana. agama memberikan kebahagiaan semu, agama tidak bisa dijadikan patokan BENAR dan SALAH.. saya pribadi tidak percaya agama!! dan saya tidak pernah mau mempermasalahkan setiap orang mau beragama apa, selama dia berkelakuan baik, tidak merugikan orang lain. BUAT SAYA NO PROBLEM. dan saya paling tidak suka dengan orang2 yang mengaku suci bagai malaikat tapi tingkah lakunya bejat!!
Semua agama itu buatan manusia.. manusianya saja yang selalu mengagung2kan.. menyembah agama bagaikan berhala sehingga timbul fanatis sempit dan membuat umat manusia terpecah belah. Saya percaya akan visi saya ke depan kelak di dunia ini tidak akan ada agama dan semua manusia akan hidup dalam harmoni..
peace….!!
percayalah pada hati nurani anda..
(apabila anda masih punya…??)
saya adalah calon yang akan menikah dengan suatu perbedaan agama menurut saya itu semua tergantung bagaimana kita menyikapinya dan luky lah saya yang mendapatkan wanita yang sepaham dengan saya, saya dan dia punya paham ” segala sesuatu yang dipondasikan dengan niat dan tekat yang baik maka hasilnya pasti baik” sekian dan terimakasih.
Iya Mas Johan, bisa ya saya minta alamat dimana Mas Johan nikah dan bagaimana caranya biar legal secara agama kami masing-masing dan secara hukum.
Mas bisa email saya ke alithdqueen@yahoo.com.
Toloong Banget Mas ya…..
Johan sepertinya sudah hidup bahagia.. sehingga tidak mau lagi membantu kita2…
waduuuh..t’rnyata seru juga ya ngebahas pernikahan beda agama!!! tapi np seh org2 malah milih nikah dengan org yg beda agama, malah tambh rumit permslhnnya???????
@husna
ya begitu deh
iya rumit.. ya udah gak usah nikah aja .. kita kumpul kebo aja..
Bentar lagi saya ( kristen) dan cewek saya (islam) akan melangsungkan pernikahan di surabaya. tapi bingung dimana untuk mengurusnya.karena KUA dan KCS menolak. tolong dibantu, mungkin anda tau orang yang bisa membantu di surabaya. terima kasih
buat johan: Jaksel tepatnya dmn (KCS)? trim’s infonya……………….
Buat om anggara : minta copy jawaban buat sarah yg via email…ditunggu & trim’s sebelumnya….
Mas Anggara, saya ada posted email ini (dari milis sebelah):
“prosesi prnikahan kita dilaksanakan 2 kali,, ijab kabul secara islam and pemberkatan scra kristen.. klo pas ijab kabul wali cw gw itu kudu seorang muslim itu syarat jg truz klo pemberkatan gw gk perlu di baptis cm cw gw aja yg di baptis..
truuz mslh anak rncana muw dua,, yg pertama ikud gw muslim and yg kedua ikut mamany.. kl anakny satu? (yaa bikin lg hehe slh) ya cm ikud gw aja yippy..
tadi kan amien sah scara agama naah skrg tinggal scara hukum yaah,, klo mslh hukum kita di catatkan bukan di KUA (utk islam) tapi di Catatan Sipil (Non muslim) jd sah sah secara hukum lagi2 yess.. fungsiny sah d cattn hukum biar anak kita bs bikin akte kelahiran sm urus2 klo mw keluar negeri bgtu temannss..”
Bener ga sih Mas bisa yang seperti diatas, trus kalo kebalikannya gimana (Ceweknya muslim, cowoknya nasrani)????
Please advisenya dong Mas….
Temen2 lain yang punya jalan keluar, tolongin juga ya….
Trims.
@dqueen
itu dia yang saya sebutkan sebagai penyelundupan hukum
Thx mas,, kebetulan lagi ada tugas skula tentang ini
heran.. hidup di indonesia ini ternyata susah ya?.
@alex
bener tuh mas johan.
nikah tu kan cuma peresmian aja. cuma menegaskan kalo kita ini jadi milik orang lain lebih halusnya kita ini punya pasangan yang tidak boleh diganggu gugat oleh orang lain. pake hukum manusia udah cukup. ga usah bawa-bawa agama. Mas Anggara bisa bantu untuk merevisi hukum indonesia ga ya?
@alex
wah saya bukan anggota DPR pak
UU sebenarnya dibuat untuk apa? apakah untuk mengatur pola hubungan manusia agar tidak terjadi kekacauan ataukah malah untuk menciptakan perpecahan bagi manusia itu sendiri?
pada khasus perkawinan BEDA AGAMA di Indonesia, undang-undang yang dibuat telah merusak dan mempermainkan agama. bayangkan saja” seorang beralih agama” KKARENA DIPAKSA SAMA UU. bukannya itu sebuah bentuk pelanggaran terhadap HAK ASASI?
seorang harus menyangkal TUHAN-nya, untuk bisa serumah deng pasangan hidupnya.
Undang-undang di Indonesia sudah terlalu lancang mencampuri urusan pribadi yang berhubungan dengan kepercayaan kepada TYME.
Mohon bagi para Legislator agar membuat UU jangan tujuannya untuk memunculkan masalah, tetapi mengatasi masalah…
@lodar
terima kasih atas komentarnya
saya sangat sependapat dengan Mas ALEX, perkawinan tidak usaha diatur atau dikaitkan dengan hukum agama. cukup disahkan aja oleh hukum manusia. namun hukum manusia itu tidak boleh masuk ke dalam rana AGAMA.
Sy(kristen) jg mengalami pacaran dg cewk yg beda agama(islam)dan kami serius akan menikah,tp smp skrg blm da restu dr ke2 ortu kami..apakah dlm permohonan ke pengadilan nti bs ditentang oleh ortu kami dan akhrnya bs ditolak oleh hakim?
@dwipepe
saran saya sebaiknya dibicarakan lagi dengan kedua orang tua, siapa tahu ada jalan terbaik
Salamu’alaikum (=Shalom alaikhem)
Bahasa ibrani “Salom” di Arab jadi “Salam”, Bahasa Ibrani “Isho” (Yunani: Iesous, Yesus) di Arab jadi “Isa”. Itu semua hanya perbedaan bahasa (logat) belaka, tak ubahnya dengan si “Jaka” dan “Joko” atau si mas “Eka” dan mas “Eko”, hakikatnya sama saja.
Menurut Nabi Muhammad: islam dan kristen (pengikut Yesus) itu SATU AGAMA. Itu akurat Al Qurani dan sesuai juga dengan hadits, lho!
Bagi yang mau tahu lebih jelasnya, silakan baca aja buku tulisan Frans Donald yang judul ALLAH DALAM ALKITAB DAN ALQURAN. Sangat mencerahkan, kawan!
dari apa yang saya sampaikan di atas tadi, intinya bagi pernikahan “beda agama” adalah: “Nikah Beda Agama? Siapa takut! YAng bilang islam kristen beda agama itu hanya orang-orang yang belum memahami benar hakikat dari agama islam/kristen”. Ingatlah kawan, Muhammad bilang: Agamanya Yesus sama dengan agama Muhammad, jadi agamanya pengikut Yesus ya hakikatnya juga sama dengan agamanya pengikutnya Muhammad.
Oya, buku ALLAH DALAM ALKITAB DAN ALQURAN tulisan Frans Donald ada di toko-toko buku kok, buruan yang ngerasa islam or kristen cepetan simak ya, biar dapat pencerahan kayak saya juga. Di situ penulisnya juga bisa dihubungi, ia mencantumkan no HP dan email pada buku tsbt.
salam, …
@digen
terima kasih atas komentarnya
Dear Pak Anggara,
Saya juga salah satu dari orang2 yang sedang bingung karna hubungan beda agama. Saya Kristen Protestan dan pacar saya Muslim. Awalnya hubungan kami enjoy2 saja tanpa mempermasalahkan agama masing2. Tapi masalah muncul ketika hubungan kami diketahui orang tua dari pihak pacar. Mereka sangat menentang keras karna saya bukan muslim dan menganjurkan pacar saya untuk memutuskan hubungan kami. Saya sangat shock. Keluarga pacar saya adalah keluarga besar yang sangat memegang teguh soal agama, dan dikeluarga mereka blom pernah ada sejarah menikah beda agama. Saya tau pacar saya sayang sama saya, tapi dia tidak bisa menentang orang tua dan keluarganya untuk menikah beda agama, terutama karna dalam Islam menikah dengan orang yang bukan muslim adalah dosa. Saya bingung…Kami sempat putus, nyambung lagi, dan sekarang baru dua hari yang lalu, saya diputusin lagi karna sebab yang sama…
Ada yang bisa ngasih pendapat gak soal masalah saya…
Thanks b4…
@mey chan
Menurut saya silahkan dibicarakan lagi dengan keluarga terdekat, mudah2an ada jalan keluar
Subhanallah..
Puji Tuhan..ternyataaAa..
Begony gw g prnh cr tw mslh bgnian via net..
Kpn2 d kumpulin aj ne smua yg pd komen d sn..biar debat,yg ku2h m agamaNy vs pemuja cinta.
Ha5..B-)B-)
Asik jg ne bc komen d sn..jd haru de..hiks.
Ne gw lg dlm proses penaklukan ortu gw yg bagekan batu karang yg d hajar aer laut jg g goyang,keukeh,ngeyel..
Bermilyar2 cara uda d cb tp ttp nihil euy..ky mrk g prnh pcran adjah,bete..:@:’(
Skrg ne,kptsan gw cm m tggu pe ortu nyerah,pe pd tkt ntar ankny g merit2 trus menjelma jd prewen tue..pe mrk nyerah,minta dgn spenuh ati k gw bwt merit.
Pkkny gw tunggooOo.
Cm,yg jd mslh adalah..gw yg g smpe ati k nyokap.
Hugs..bnran klh rasa gw kl d tarungin m nyokap.
Tp sudahlah..God has a plane..d jlni aj.
Mgkn emg qt ne org2 trpilih bwt ngadepin in smwa..eh,g smua org kwt loh ad d posi2 qt..
(Hahaha..modus penenangan dr sndr..;-))
Btw bwt smuany,mohon doa n dukunganny yaAah..
Mg2 gw m pcr bs ttp sabaaAar..abs mao gemana lageee… :-*:-S
@tee
terima kasih untuk komentarnya
nikah beda agama…… itu bikin kita pusing aja. lebih baik nikah ma orang yang seiman dengan kita. jadi nggak ada masalah apapun juga. sekarang mang saling cinta esoknya gmana… menurut gw nikah beda agama tu cuma ngikutin hawa dan nafsu aja
dan nggak mikirin akibatnya….. jadi berpikir dulu sebelum bertindak lebih jauh… negara dan agama sudah melarang jadi ma aja dengan zina… takut ma dosa pa nggak ni…..h
@maniez
terima kasih untuk komentarnya
lagi-lagi alsannya cinta…… menurut gw ni yang lakuin nikah beda agama tu adalah orang- orang yang buta hatinya karena cinta. btw nih mnurut agama yang gw anut nikah beda agama itu dilarang n bagi yang melakukannya termasuk melakukan dosa yang amat besar… berarti dngn nikah yang mereka lakukan itu adalah tidak sah sama sekali n ma aja dengan kumpul kebo… jadi hat-hatilah sebelum berbuat sesuatu….. waspadalah waspadalah ha ha ha ha….. ingat-ingat setan ada dimana-mana buat ngancurin hidup lo lo pada yang mau lakuin nikah beda agama…
@marniez
terima kasih untuk komentarnya
aku pusing…pacarku minta kepastian solusi masalah beda agama kami…setelah baca2 komen2 diatas….ternyata banyak juga yang bernasib sama kayak saya. keinginan menikah udah mulai muncul, tapi..tapi…klo keluar negeri dirasa mahal…kumaha yeuh…Help me dong…klo gw pindah diprotes sama ortu gw…klo dia pindah ya sama aj…selain nikah di luar negeri ada gak seeh cara yang lebih mudah…
@krisnaheru
cara yang lebih mudah ya menikahnya dengan yang satu agama hehehehehehehe
Mohon maaf dan mohon ijin ya Mas Anggara, di comment sebelumnya saya memberikan alamat email saya ke orang-orang yang sedang menghadapi problem cinta beda agama. Hal ini saya lakukan untuk membantu mereka agar bisa menyelesaikan problem yang mereka hadapi, baik secara hukum (agama dan negara) maupun secara sosial. Saya numpang informasi di blog mas anggara nih, karena sampai saat ini, sebatas pengetahuan saya, masih sedikit sekali informasi yang bisa didapat, salah satunya dari blog mas Anggara ini.
Sekedar informasi, sampai saat ini sudah banyak yang datang berkonsultasi, ada sebagian yang kemudian jadi menikah beda agama dan adapula yang ujung-ujungnya tidak jadi menikah atau bahkan berpindah agama. kami hanya menemani mereka saja, adapun akhirnya keputusan apa yang mereka ambil sepenuhnya itu hak mereka. Kasus ini memang unik dan tidak bisa dipukul rata akan berujung seperti apa. karena memang terlalu banyak variabel yang ikut memberikan pengaruh.
@asnawi hasan
terima kasih
Saya juga mengalami hal yg sama.saya sendiri Hindu dan Cewe saya Islam. Masalahnya utk melangsungkan pernikahan nya gimana?? Cewe saya setuju utk masuk Hindu, tp utk melangsungkan pernikahanya keluarganya minta secara islam, saya harus masuk islam dulu nanti kedepannya terserah kita berdua..
Hal ini yang di tentang oleh keluarga saya. Hal ini yang membuat tertunda pernikahannya. Karena dari keluarga cewe saya tidak ada kompromi mengenai hal ini..udah segala macam cara dicoba tp tidak bisa baik dari saya maupun cewe saya.
Mohon bantuannya dari Mas anggara??
terima kasih
@kaede
kalau soal keluarga tentu lebih baik diselesaikan terlebih dahulu
Bagi saya, agama adalah suatu jalan manusia menuju penciptanya.
@reo
sepakat
mau kawin ja susah! makane banyak anak muda yang gak kawin tp hamil duluan. lha nikah aja dipersulit.
ayo gak usah nikah kawin aja!
jadi perawan tua aja n jaka tua aja
@rattna
no comment deh
iya dipersulit, padahal cewekq juga beda
ayo nekat aja kan akhirnya nt juga jd satu hehehe
@arie
hehehehehe
@Kerde : saya rasa dalam menjalankan perkawinan yang paling penting adalah restu orang tua..jadi bicarakan baik2 dengan kedua belah pihak keluarga. dan anda juga harus berlapang dada apabila keinginan anda tidak tercapai.. saya doakan yg terbaik bagi anda dan pasangan.
@sari
terima kasih atas sarannya
trims sbelumnya u Mas Anggara atas blogny gw adl slh satu dr skian Ribu pasangan yang dhdpkan pd p’bdaan Agama, gw dah jlnin seriuuss dan brncana sgr mnikAHi cw gw(kristen )Tlg dunk berikan info Scr detail via email untuk bisa mdptkan solusi….Tuhan mciptakan manusia b’beda2 agar bs slg mngenal satu dg yg lainya, tp knp pnikahan bs mjadi rumit dkrnkan koridor agama…?bukankah tgjb kt itu msg2 dhadpan Tuhan YME…???(tdk ada yg bs mbantu)
@reno
saya sepakat, cuma ya itulah aturannya masih serba sulit
@ Reno Rain, kalau anda ingin difasilitasi menuju pernikahan beda agama yang sah dimata hukum agama dan negara yang berlaku di Indonesia, saya dapat membantu hingga tuntas. untuk lebih jelasnya anda bisa membuka blog saya lalu silahkan mengirim email ke saya. saya sudah minta izin ke mas anggara sebelumnya kalau ada yang membutuhkan bantuan untuk difasilitasi perkawinan beda agama di blog ini, bisa juga menghubungi saya untuk nantinya saya bantu sampai akta perkawinan (beda agama) yang sah ada di tangan anda.
Asnawi Ihsan,
Konsultan & Fasilitator Perkawinan Beda Agama
gimna perkawinan beda agama pria muslim dan perempuan nasrani tapi semua g mw pindah agama tp nikah di negaraq lain
@bosher
ya kalau mau menikah di negara lain, itu jalan yang lebih cepat
disini saya bukan mw ngomentarin perkawinan beda agama.
karena saya berada disituasi seperti itu, nantinya. amin…
saya islam dan cow saya kristen.
saya mau minta saran bagi yang membaca keluahan saya,
bagaimana pendapat kalian untuk saya.
pliisss…saya bingung sekali…
FB oetamee_nezz@telkom.net
email; lidia8731@yahoo.com
terima kasih
salam kenal,
yah sudah saatnya smua pasangan yang bermasalah ini mengadakan protes atas ketidakjelasan hukum di Indonesia yang membingungkan.
memang ada beberapa agama yang mengharamnkan perkawinan beda agama,ada juga yang mebolehkan dengan beberapa persyaratan…tapi lagi2 peraturan agama i\tu menurut asya adalah persepesi.siapa yang pernah mendengar bahwaTuhan berbicara dari langit mengatakan bahwa ini semua haram…kita mengetahui semua ini berdasar kitab suci dan hukum agama..tapi dimata Tuhan kita ga tau.
Jadi menurut saya kita ga bisa terlalu picik dan fanatik…contoh cak Nur(alm( yang mengatakan bahwa pada dasarnya kawin beda agama diperbolehkan.
Beriman bukan berarti semua yang ditulis d kitab suci adalah mutlak tapi bagaimana kita berbuat sebaik mungkin dan sesuai hati nurani.kasih antara 2 orang adalah baik dan kalau tujuannya baik mengapa jadi sebiuah dosa??
kalau agama menjadi sebuah penghalang dan pengkotak2an apa bedanya dengan perbedaan suku dan rasisme?
ini hanya pendapat..mohon maaf kalo ada salah kata.
@bellarmino
terima kasih atas pendapatnya
Trimakasih bang Anggara dan Bang Bella. Aku cari-cari di Alkitab juga gak ada larangan tentang pernikahan beda agama..semua rekayasa manusia. Tuhan menciptakan manusia sama. yang penting hatinya percaya pada Tuhan… Bang Anggara tolong dibantu untuk masalah hukum di Indonesia yang membingungkan ini. Sodaraku yang pendeta juga sebenarnya setuju dengan pernikahan beda agama dan ia pernah menikahkan orang beda agama…tapi sekarang gak berani lagi karena takut dipecat sama gereja tmpat di tugas karena gereja takut di “usut” oleh pihak-pihak yang tidak setuju pernikahan beda agama di Indonesia…aku sama pasangan jg beda agama…kami menikah di KUA karena pihak KUA mengatakan bersedia menikahkan pria muslim dengan wanita non muslim… tapi aa yang mengatakan pernikahan kami tidak sah…nanti akan “diusut”, benarkah…lalu kami harus bagaimana???
Trimakasih bang Anggara dan Bang Bella. Aku cari-cari di Alkitab juga gak ada larangan tentang pernikahan beda agama..semua rekayasa manusia. Tuhan menciptakan manusia sama. yang penting hatinya percaya pada Tuhan… Bang Anggara tolong dibantu untuk masalah hukum di Indonesia yang membingungkan ini. Sodaraku yang pendeta juga sebenarnya setuju dengan pernikahan beda agama dan ia pernah menikahkan orang beda agama…tapi sekarang gak berani lagi karena takut dipecat sama gereja tmpat di tugas karena gereja takut di “usut” oleh pihak-pihak yang tidak setuju pernikahan beda agama di Indonesia…aku sama pasangan jg beda agama…kami menikah di KUA karena pihak KUA mengatakan bersedia menikahkan pria muslim dengan wanita non muslim… tapi ada yang mengatakan pernikahan kami tidak sah…nanti akan “diusut”, benarkah…lalu kami harus bagaimana???
@vanny Maksudnya diusut bagaimana ya…, kecuali kalau anda memalsukan identitas…
This email sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Telkomsel. Thanks http://anggara.org
aku seorang wanita muslim yang sekarang menjalani hubungan dengan seorang pria non muslim(kristen),
kami dah begitu serius menjalani hubungan ini,kami g pernah mau membicarakan tentang perbedaan agama kami karena saya takut itu akan membuat kami bertengkar,,
bagaimana menurut mas anggara tentang ini,saya ingin sekali bisa menikah dengan dia,
kalau saya pakai cara kedua mungkin dalam hukum itu bisa sah tapi apa dalam agama itu bisa sah??
tolong bantuannya y!!!!!!!!!!!!!
@titi Waduh, kalau dalam agama sah atau tidak, saya tidak kompeten menjawabnya…
This email sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Telkomsel. Thanks http://anggara.org
truz saya mesti gimana ka????????
kalau kaka jadi sya apa yang akan kaka lakuin,btw gpp kan panggil kaka,hehehe…
@titi
ya kalau mau sah secara agama juga menurut saya ya tinggal cari jodoh yang sama agamanya
ak mau komen mslh menikah aja gampang tp bgmn mslh yg timbul dikemudian hr itu yg musti jg dipikirin .terutama mslh waris tunduk pd ketentuan hukum mana soalnya hukum ttg waris kan msh ada dualisme hukum (kompilasi hukum islam, adat,ato BW)tmbh pusingkan jd lbh baik klo mau menikah dipikirin masak-masak .
mereka yang mengkritik atau menghina pernikahan beda agama itu gak pernah ngerasain gimana perjuangan hidup untuk menyatukan 2 cinta berbeda agama
MAs Anggara bolehkan saya juga minta dikirim lewat email tentang cara2 menikah beda agama? Trimakasih sebelumnya, karena saya juga menghadapi permasalahan yang sama.