<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Pengalaman Berperkara di Pengadilan Agama</title>
	<atom:link href="http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/</link>
	<description>A Journey of Life</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 Feb 2012 16:43:46 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: vie</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-22747</link>
		<dc:creator><![CDATA[vie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 03:40:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-22747</guid>
		<description><![CDATA[pengalaman hampir sama dengan aq..bedanya aq hampir kehilangan motor. motor aq buat barang bukti karna aq ga mau keluar uang buat bawa motorku pulang. akhirnya motorku di tahan di pengadilan negri bekasi...selama 1 bln lbh mtr ku di taruh di luar sampe hancur n ga lengkap lagi kondisinya...walausetelah selesai persidangan motorr boleh di ambil untuk mengeluarkan motor tetep harus keluar uang juga buat adminitrasi...klu seperti ini caranya ga akan ada yang melapor jika ada kejahatan. karna klu melapor ke polisi akirnya malah susah sendiri belum lagi harus kehilangan uang lagi...aneh negara kita ini...sudah jadi korban malah berkorban lagi...:(]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pengalaman hampir sama dengan aq..bedanya aq hampir kehilangan motor. motor aq buat barang bukti karna aq ga mau keluar uang buat bawa motorku pulang. akhirnya motorku di tahan di pengadilan negri bekasi&#8230;selama 1 bln lbh mtr ku di taruh di luar sampe hancur n ga lengkap lagi kondisinya&#8230;walausetelah selesai persidangan motorr boleh di ambil untuk mengeluarkan motor tetep harus keluar uang juga buat adminitrasi&#8230;klu seperti ini caranya ga akan ada yang melapor jika ada kejahatan. karna klu melapor ke polisi akirnya malah susah sendiri belum lagi harus kehilangan uang lagi&#8230;aneh negara kita ini&#8230;sudah jadi korban malah berkorban lagi&#8230;:(</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jamaludin</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-20584</link>
		<dc:creator><![CDATA[Jamaludin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 16:19:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-20584</guid>
		<description><![CDATA[praktek2 spt itu sdh bukan rahasia umum...
keadilan yg dicari oleh masyarakat,hanya keadilan yg bersifat materi...kl sdh begini.....apa kata duniaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa......]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>praktek2 spt itu sdh bukan rahasia umum&#8230;<br />
keadilan yg dicari oleh masyarakat,hanya keadilan yg bersifat materi&#8230;kl sdh begini&#8230;..apa kata duniaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zulfah516</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-20299</link>
		<dc:creator><![CDATA[zulfah516]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 16:01:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-20299</guid>
		<description><![CDATA[wah...ternyata berperkara sedemikian rumit..pantasan saja memakan harta yang bukan miliknya adalah bathil..Buat para hakim, apalagi di Pengadilan Agama..
Ingat, sebelah kaki anda memang di surga, tapi kaki yang lain itu berada di neraka..Tinggal pilih sendiri.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah&#8230;ternyata berperkara sedemikian rumit..pantasan saja memakan harta yang bukan miliknya adalah bathil..Buat para hakim, apalagi di Pengadilan Agama..<br />
Ingat, sebelah kaki anda memang di surga, tapi kaki yang lain itu berada di neraka..Tinggal pilih sendiri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: icha</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-20276</link>
		<dc:creator><![CDATA[icha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 08:46:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-20276</guid>
		<description><![CDATA[bulan depan saya baru akan mulai sidang perceraian,mudah2an sh g tergoda ma oknum2 yag tidak bertanggung jawab,,biar lama asal selamat dunia akhirat aja deh,,,]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bulan depan saya baru akan mulai sidang perceraian,mudah2an sh g tergoda ma oknum2 yag tidak bertanggung jawab,,biar lama asal selamat dunia akhirat aja deh,,,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: K4nG P_U</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-19456</link>
		<dc:creator><![CDATA[K4nG P_U]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 18:15:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-19456</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini saya mengalami sendiri di salah satu PA di jabotabek saat akan mengambil akta cerai. 
Proses persidangan berlangsung di bulan oktober &#039;08 dan selesai hanya dalam 2 kali sidang di bulan yang sama. Ketika itu hakim ketua mengatakan bahwa salinan putusan bisa diambil seminggu kemudian di bagian administrasi. Tepat seminggu, mantan istri saya sudah mengambil salinan putusan lengkap dengan akta cerainya. Dia bercerita bahwa ketika mengambil akta cerai itu disertai permintaan&quot;uang administrasi&quot; sebesar 7000 per lembar. Entah karena senang gugatannya telah dikabulkan atau emang gak mau pusing, dia keluarkan uang sebesar 50.000 rupiah terus ngeloyor pergi. 
&quot;Punya elo gak bisa diwakilin, harus diambil sendiri katanya&quot;, dia menjawab ketika saya tanyakan soal akta cerai buat saya yang memang saya minta agar sekalian dia ambil akta cerai saya.
Karena saya tiba di gedung PA saat jam istirahat siang, saya putuskan duduk di kursi yang ada. Ketika duduk itu, sambil mengagumi gedung yang baru selesai dibangun tapi belum tuntas, tiba2 saya disapa oleh salah seorang pegawai PA yang berseragam. 
&quot;Mau ketemu siapa, pak?&quot;
&quot;Saya mau ambil akta, tapi keliatannya masih pada istrahat, biar saya tunggu di sini&quot;, jawab saya sambil sekilas melirik jam tangan saya dan lalu tersenyum untuk membalas sapaan yang ramah tadi.
Jam 1 siang (lebih dikit) orang yang sama menghampiri saya dan berkata,&quot;Mari pak, kalau mau mengambil akta&quot;. Terus saya bangun dari duduk dan mengikuti dia. 
&quot;Bu Haji, ini bapak yang mau mengambil akta&quot;.
&quot;Terima kasih&quot;,ucap saya pada pegawai yang mengantar saya itu.
Selanjutnya saya dipersilahkan duduk lalu ditanya macam2 oleh Bu Haji untuk mengetahui arsip mana yang akan diambil olehnya. Setelah mendapatkan arsip saya dari lemari besi di belakang tempat duduknya, Bu Haji membuka-buka arsip tersebut dan berkata,&quot; ini ada biaya PNBPnya 5000 per lembar&quot;.
&quot;Boleh saya lihat, bu?&quot;
Saya buka2 arsip saya, trus saya baca selintas tiap lembarnya dan saya hitung ada 8 lembar di sana. Di halaman terakhir salinan putusan (hal ke-7) saya membaca perincian biaya di sana tertera biaya PNBP sebesar 35.000 rupiah. Saya tanyakan,&quot; PNBP yang ini ya,bu?&quot;
&quot;bukannya sudah dibayar oleh mantan istri saya?&quot;
&quot;ohbukan, ini beda&quot;, jawabnya.
Lalu saya keluarkan selembar uang 50.000 dan diserahkan kepadanya dengan menyertakan kembali arsip tadi. 
Tak lama dia lalu me-stempel tiap lembar arsip itu dan menyerahkannya kembali pada saya dengan menyertakan uang sebesar 20.000.
&quot;sudah, pak&quot;.
Sambil beranjak keluar ruangan saya sempat berpikir, &quot; gak salah itung nih.. ah, udah deh.. yang penting beres&quot;
Ketika berjalan di luar gedung, saya berpikir kembali,&quot; koq perasaan gak enak yah&quot;
Di atas bis, saya kembali berpikir, &quot; PNBP koq gak ada tanda terimanya?... masak sih si ibu salah itung?&quot;
Kemudian saya sadar dan merasa menyesal...
&quot;Ya Alloh, ampunilah aku dan (lain kali) berikanlah aku keberanian untuk berkata TIDAK... &quot;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini saya mengalami sendiri di salah satu PA di jabotabek saat akan mengambil akta cerai.<br />
Proses persidangan berlangsung di bulan oktober &#8217;08 dan selesai hanya dalam 2 kali sidang di bulan yang sama. Ketika itu hakim ketua mengatakan bahwa salinan putusan bisa diambil seminggu kemudian di bagian administrasi. Tepat seminggu, mantan istri saya sudah mengambil salinan putusan lengkap dengan akta cerainya. Dia bercerita bahwa ketika mengambil akta cerai itu disertai permintaan&#8221;uang administrasi&#8221; sebesar 7000 per lembar. Entah karena senang gugatannya telah dikabulkan atau emang gak mau pusing, dia keluarkan uang sebesar 50.000 rupiah terus ngeloyor pergi.<br />
&#8220;Punya elo gak bisa diwakilin, harus diambil sendiri katanya&#8221;, dia menjawab ketika saya tanyakan soal akta cerai buat saya yang memang saya minta agar sekalian dia ambil akta cerai saya.<br />
Karena saya tiba di gedung PA saat jam istirahat siang, saya putuskan duduk di kursi yang ada. Ketika duduk itu, sambil mengagumi gedung yang baru selesai dibangun tapi belum tuntas, tiba2 saya disapa oleh salah seorang pegawai PA yang berseragam.<br />
&#8220;Mau ketemu siapa, pak?&#8221;<br />
&#8220;Saya mau ambil akta, tapi keliatannya masih pada istrahat, biar saya tunggu di sini&#8221;, jawab saya sambil sekilas melirik jam tangan saya dan lalu tersenyum untuk membalas sapaan yang ramah tadi.<br />
Jam 1 siang (lebih dikit) orang yang sama menghampiri saya dan berkata,&#8221;Mari pak, kalau mau mengambil akta&#8221;. Terus saya bangun dari duduk dan mengikuti dia.<br />
&#8220;Bu Haji, ini bapak yang mau mengambil akta&#8221;.<br />
&#8220;Terima kasih&#8221;,ucap saya pada pegawai yang mengantar saya itu.<br />
Selanjutnya saya dipersilahkan duduk lalu ditanya macam2 oleh Bu Haji untuk mengetahui arsip mana yang akan diambil olehnya. Setelah mendapatkan arsip saya dari lemari besi di belakang tempat duduknya, Bu Haji membuka-buka arsip tersebut dan berkata,&#8221; ini ada biaya PNBPnya 5000 per lembar&#8221;.<br />
&#8220;Boleh saya lihat, bu?&#8221;<br />
Saya buka2 arsip saya, trus saya baca selintas tiap lembarnya dan saya hitung ada 8 lembar di sana. Di halaman terakhir salinan putusan (hal ke-7) saya membaca perincian biaya di sana tertera biaya PNBP sebesar 35.000 rupiah. Saya tanyakan,&#8221; PNBP yang ini ya,bu?&#8221;<br />
&#8220;bukannya sudah dibayar oleh mantan istri saya?&#8221;<br />
&#8220;ohbukan, ini beda&#8221;, jawabnya.<br />
Lalu saya keluarkan selembar uang 50.000 dan diserahkan kepadanya dengan menyertakan kembali arsip tadi.<br />
Tak lama dia lalu me-stempel tiap lembar arsip itu dan menyerahkannya kembali pada saya dengan menyertakan uang sebesar 20.000.<br />
&#8220;sudah, pak&#8221;.<br />
Sambil beranjak keluar ruangan saya sempat berpikir, &#8221; gak salah itung nih.. ah, udah deh.. yang penting beres&#8221;<br />
Ketika berjalan di luar gedung, saya berpikir kembali,&#8221; koq perasaan gak enak yah&#8221;<br />
Di atas bis, saya kembali berpikir, &#8221; PNBP koq gak ada tanda terimanya?&#8230; masak sih si ibu salah itung?&#8221;<br />
Kemudian saya sadar dan merasa menyesal&#8230;<br />
&#8220;Ya Alloh, ampunilah aku dan (lain kali) berikanlah aku keberanian untuk berkata TIDAK&#8230; &#8220;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jendelahatiku</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18876</link>
		<dc:creator><![CDATA[jendelahatiku]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 00:54:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18876</guid>
		<description><![CDATA[yah sebetulnya kita semua mulai dari yang kecil-kecil dululah di rumah jangan suka bohong, anak jangan diajarkan mencontek, jangan bawa makanan yang tidak tahu halal atau abu-abu. Kalau semua kita lakukan maka sedikit demi sedikit kita bisa berjalan sesuai dengan tuntunan agama kita.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yah sebetulnya kita semua mulai dari yang kecil-kecil dululah di rumah jangan suka bohong, anak jangan diajarkan mencontek, jangan bawa makanan yang tidak tahu halal atau abu-abu. Kalau semua kita lakukan maka sedikit demi sedikit kita bisa berjalan sesuai dengan tuntunan agama kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: olliv</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18537</link>
		<dc:creator><![CDATA[olliv]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 21:30:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18537</guid>
		<description><![CDATA[bener banget... mungkin sy adalah salah satu yg dirugikan dgn adanya proses yg tidak adil di pengadilan agama.. sy adalah salah satu korban org yg menghalalkan segala cara untuk memenuhi nafsunya...
tapi yakin... pengadilan Allah tidak pernah diam... tidakkah kalian wahai para pelaku tidak takut akan pengadilan Allah???? ingatkah kalian akan sumpah yg kalian ucapkan atas nama Allah????]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bener banget&#8230; mungkin sy adalah salah satu yg dirugikan dgn adanya proses yg tidak adil di pengadilan agama.. sy adalah salah satu korban org yg menghalalkan segala cara untuk memenuhi nafsunya&#8230;<br />
tapi yakin&#8230; pengadilan Allah tidak pernah diam&#8230; tidakkah kalian wahai para pelaku tidak takut akan pengadilan Allah???? ingatkah kalian akan sumpah yg kalian ucapkan atas nama Allah????</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hidayat Lubis</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18382</link>
		<dc:creator><![CDATA[Hidayat Lubis]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 14:14:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18382</guid>
		<description><![CDATA[budaya suap dan korupsi memang sudah mengakar di berbagai lapisan masyarakat dan instansi pemerintah, ngurus ktp saja kalau tidak pakai uang pelicin bisa sampai 2 bulan]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>budaya suap dan korupsi memang sudah mengakar di berbagai lapisan masyarakat dan instansi pemerintah, ngurus ktp saja kalau tidak pakai uang pelicin bisa sampai 2 bulan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18118</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2009 08:15:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18118</guid>
		<description><![CDATA[@jeko
hehehehehehehe]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@jeko<br />
hehehehehehehe</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jeko</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18026</link>
		<dc:creator><![CDATA[jeko]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 03:11:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-18026</guid>
		<description><![CDATA[wakakak.. lha wong mba&#039;e bilang sm2 menguntungkan..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wakakak.. lha wong mba&#8217;e bilang sm2 menguntungkan..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-17082</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 02:04:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-17082</guid>
		<description><![CDATA[@harri
sama saja pak, semua ada biayanya :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@harri<br />
sama saja pak, semua ada biayanya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: harri susanto</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-17065</link>
		<dc:creator><![CDATA[harri susanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 11:09:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-17065</guid>
		<description><![CDATA[baca tulisan di atas saya berpikir: mau nikah aja sang calon pengantin harus mengeluarkan uang sekitar 500 ribu, 500 ribu bagi orang berduit tak ada artinya, kalo yang miskin sungguh berat sekali oleh sebab itu lahirlah kumpul kebo kalo udah begini siapa yang salah. kadang-kadang ada juga yayasan yang mengadakan nikah masal alias nikah gratis.
yang gugat cerai lebih parah lagi, prosesnya lama, mengeluarkan uang yang tidak sedikit, saya pernah dengar wanita yang mengugat cerai di pengadilan mengeluarkan yang sekitar 5 jutaan. terus bagaimana si miskin kalo mau cerai.
itulah hidup di Indonesia apa-apa harus duit, tahu juga kalo di negri orang begitu juga gak ya..soalnya saya belum pernah keluar negri]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baca tulisan di atas saya berpikir: mau nikah aja sang calon pengantin harus mengeluarkan uang sekitar 500 ribu, 500 ribu bagi orang berduit tak ada artinya, kalo yang miskin sungguh berat sekali oleh sebab itu lahirlah kumpul kebo kalo udah begini siapa yang salah. kadang-kadang ada juga yayasan yang mengadakan nikah masal alias nikah gratis.<br />
yang gugat cerai lebih parah lagi, prosesnya lama, mengeluarkan uang yang tidak sedikit, saya pernah dengar wanita yang mengugat cerai di pengadilan mengeluarkan yang sekitar 5 jutaan. terus bagaimana si miskin kalo mau cerai.<br />
itulah hidup di Indonesia apa-apa harus duit, tahu juga kalo di negri orang begitu juga gak ya..soalnya saya belum pernah keluar negri</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Diskresi Jalanan &#171; Caplang Hati</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10529</link>
		<dc:creator><![CDATA[Diskresi Jalanan &#171; Caplang Hati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 10:44:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10529</guid>
		<description><![CDATA[[...] disimpulkan diskresi adalah wewenang bagi penegak hukum untuk mengambil keputusan sepihak atas dasar penilaian diri. Sayangnya pelaksanaan di jalanan [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] disimpulkan diskresi adalah wewenang bagi penegak hukum untuk mengambil keputusan sepihak atas dasar penilaian diri. Sayangnya pelaksanaan di jalanan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10502</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 02:21:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10502</guid>
		<description><![CDATA[@freeman
anda bisa mengadukannya ke komisi ombudsman nasional untuk isu pelayanan publik atau ke komisi yudisial untuk pengawasan hakim dan juga ke atasannya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@freeman<br />
anda bisa mengadukannya ke komisi ombudsman nasional untuk isu pelayanan publik atau ke komisi yudisial untuk pengawasan hakim dan juga ke atasannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: freeMan</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10489</link>
		<dc:creator><![CDATA[freeMan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Aug 2007 12:08:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10489</guid>
		<description><![CDATA[Pengadilan bukan untuk mencari keadilan.. tapi untuk menguatkan bukti saja.. Praktek-praktek suap sayangnya sudah dianggap hal &quot;biasa&quot;.. anggapan ini harus diubah. Masalahnya, kemana kitra harus mengadu?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pengadilan bukan untuk mencari keadilan.. tapi untuk menguatkan bukti saja.. Praktek-praktek suap sayangnya sudah dianggap hal &#8220;biasa&#8221;.. anggapan ini harus diubah. Masalahnya, kemana kitra harus mengadu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10476</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 02:12:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10476</guid>
		<description><![CDATA[@dhana
sikap nrimo itu, juga betul, tapi mereka seharusnya memperjuangkan kepentingannya berkaitan dengan upah melalui &quot;korpri&quot; itu. tapi ya berhubung &quot;korpri&quot;-nya hanya aktif kalau pemilu ya susah

@peyek
yang penting adalah niatnya sudah lurus belum pak?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@dhana<br />
sikap nrimo itu, juga betul, tapi mereka seharusnya memperjuangkan kepentingannya berkaitan dengan upah melalui &#8220;korpri&#8221; itu. tapi ya berhubung &#8220;korpri&#8221;-nya hanya aktif kalau pemilu ya susah</p>
<p>@peyek<br />
yang penting adalah niatnya sudah lurus belum pak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: peyek</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10470</link>
		<dc:creator><![CDATA[peyek]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 15:48:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10470</guid>
		<description><![CDATA[yang penting, kita harus gimana mas?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yang penting, kita harus gimana mas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wisnuwardhana</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10464</link>
		<dc:creator><![CDATA[wisnuwardhana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 11:43:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10464</guid>
		<description><![CDATA[waduh , koq gitu banget ya mas , aku koq miris , gitu gak ada control yang jelas ... *sedih*

harusnya mereka sadar kalo mo kaya ya jangan jadi pegawai , soalnya gajinya kan terbatas , kalo mo kaya ya jadi pengusaha , wiraswasta tu pendapatannya gak terbatas , terserah .

kalo udah mau jadi pegawai juga seharusnya dah siap n nrimo.. apalagi pegawai negri.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waduh , koq gitu banget ya mas , aku koq miris , gitu gak ada control yang jelas &#8230; *sedih*</p>
<p>harusnya mereka sadar kalo mo kaya ya jangan jadi pegawai , soalnya gajinya kan terbatas , kalo mo kaya ya jadi pengusaha , wiraswasta tu pendapatannya gak terbatas , terserah .</p>
<p>kalo udah mau jadi pegawai juga seharusnya dah siap n nrimo.. apalagi pegawai negri.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10458</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 05:33:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10458</guid>
		<description><![CDATA[@caplang
memang lucu dan aneh sih :), nggak boleh tapi diterima :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@caplang<br />
memang lucu dan aneh sih <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , nggak boleh tapi diterima <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: caplang™</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10455</link>
		<dc:creator><![CDATA[caplang™]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 03:33:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10455</guid>
		<description><![CDATA[&lt;blockquote&gt;“Semestinya tidak boleh Bu, tapi Ibu &lt;strong&gt;ikhlas&lt;/strong&gt;?”&lt;/blockquote&gt;
:lol: ini bagian paling lucu, mas...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>“Semestinya tidak boleh Bu, tapi Ibu <strong>ikhlas</strong>?”</p></blockquote>
<p> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  ini bagian paling lucu, mas&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10454</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 03:29:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10454</guid>
		<description><![CDATA[@grahat
sepakat pak, hanya kalau hanya masyarakat yang berubah ya sulit, kultur birokrasi yang korup juga harus berubah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@grahat<br />
sepakat pak, hanya kalau hanya masyarakat yang berubah ya sulit, kultur birokrasi yang korup juga harus berubah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Grahat</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10453</link>
		<dc:creator><![CDATA[Grahat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 03:01:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10453</guid>
		<description><![CDATA[@anggara
benar mas. ini tidak sesederhana itu. 

kalau saya lihat dari cerita ini. masyarakat sendiri seringkali tidak menginginkan keadilan meskipun, terkadang merindukannya. peradilan sendiri sebenarnya hanyalah sebuah sistem. 

saya rasa budaya hukum masyarakatlah yang harus dirubah. daripada satu hakim baik lebih baik daripada seribu hukum baik, saya lebih berharap seribu masyarakat sadar hukum lebih baik daripada seribu hakim baik. tentu saja ini dalam konteks cerita yang ini. kalau konteksnya lain ya saya tidak bisa mengeneralisir..]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@anggara<br />
benar mas. ini tidak sesederhana itu. </p>
<p>kalau saya lihat dari cerita ini. masyarakat sendiri seringkali tidak menginginkan keadilan meskipun, terkadang merindukannya. peradilan sendiri sebenarnya hanyalah sebuah sistem. </p>
<p>saya rasa budaya hukum masyarakatlah yang harus dirubah. daripada satu hakim baik lebih baik daripada seribu hukum baik, saya lebih berharap seribu masyarakat sadar hukum lebih baik daripada seribu hakim baik. tentu saja ini dalam konteks cerita yang ini. kalau konteksnya lain ya saya tidak bisa mengeneralisir..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10448</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Aug 2007 02:01:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10448</guid>
		<description><![CDATA[@grahat
cerita ini dari awal sudah menunjukkan betapa pengadilan yang notabene sebagai tempat orang mencari keadilan telah lama hilang di benak masyarakat. Sebenarnya kalau orang tidak tahu membuat gugatan, maka pengadilan wajib memberikan bantuan kepada orang tersebut.

@luthfi
konteksnya memang bisa dilihat sesederhana itu, tapi sesungguhnya maha rumit. :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@grahat<br />
cerita ini dari awal sudah menunjukkan betapa pengadilan yang notabene sebagai tempat orang mencari keadilan telah lama hilang di benak masyarakat. Sebenarnya kalau orang tidak tahu membuat gugatan, maka pengadilan wajib memberikan bantuan kepada orang tersebut.</p>
<p>@luthfi<br />
konteksnya memang bisa dilihat sesederhana itu, tapi sesungguhnya maha rumit. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Luthfi</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10431</link>
		<dc:creator><![CDATA[Luthfi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 04:26:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10431</guid>
		<description><![CDATA[suap!!!!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>suap!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Grahat</title>
		<link>http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10416</link>
		<dc:creator><![CDATA[Grahat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 09:30:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.org/2007/08/07/pengalaman-berperkara-di-pengadilan-agama/#comment-10416</guid>
		<description><![CDATA[Hehehe... Kalo menurut mas Anggara sendiri bagaimana?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hehehe&#8230; Kalo menurut mas Anggara sendiri bagaimana?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

