A Walk To Remember (Part 2 : ABG)

Posted on Desember 16, 2007

20


Waktu di Dilli, sempat sekolah sampai kelas 2 semester 1 di SMPN 2 Dilli. Seragamnya banyak tempelannya kayak tentara, selain di sebelah kiri, emblem sekolah juga ada disebelah kanan, seperti pangkat tentara.

Waktu sekolah, sempat belajar berkebun di tanah dan juga hidroponik. Sebel sama anak-anak tentara yang sombong, Waktu di sini ada kejadian insiden Santa Cruz yang membuat pemerintah waktu itu membentuk Komisi Penyelidik Nasional dan juga sempat mengalami adanya pelayaran kapal Lusiano Expresso, yang dihadapi secara berlebihan oleh Tentara. Waktu di sini, sempat berkenalan dengan kakak kelas yang cantik dan pintar, namanya Widya (lengkapnya Widya Desi Sartika), sampai saat ini aku masih berhubungan dengannya dah jadi seorang ibu sekarang. Di sekolah ini juga ada pelajaran merangkai elektronik, aku senang dengan pelajaran tersebut. Dan cukup banyak rangkaian elektronik sederhana yang bisa dirakit olehku. Waktu itu, demam Tamiya, sayang nggak bisa beli, sedih deh. Oya aku punya kawan dekat di sini, namanya Alwin Pakpahan, sekarang dia tinggal di Yogyakarta

Dari Dilli, kemudian ayahku pindah ke Medan, Sumatera Utara. Disana sekolah di SMPN 1 Medan. Letaknya nggak jauh dari kantor ayahku (Gedung Keuangan Negara), dekat Masjid Raya. Kami tinggal di Sei Sikambing di Jl. Danau Poso. Sempat, kursus Inggris di PPIA (Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika), gedungnya megah sekali saat itu.

Ada beberapa kawan yang masih teringat disini, cuma sayang jauh lebih banyak yang tidak teringat. Sampai saat ini masih ada beberapa kawan yang teringat diantaranya Vina (malah jadi teman satu kampus) dan Irine, Arie, Ira. Oya, kalau cinta monyet kayaknya di periode ini deh, ada perempuan yang aku suka, namanya Ophi (lengkapnya Ophi Indria Desanti). Sempat kuliah di Semarang, kami sempat bertemu di Semarang. Sayang nggak tahu lagi kontaknya, dulu sempat punya no hp-nya.

Pertama kali datang, sempat terkecoh dengan waktu buka puasa, karena terbiasa di Dilli (daerah WITA) jadi yaa sempat makan sebelum waktu buka.

Kalau games station, waktu itu punya Super Nintendo, dan pertama kali punya komputer. Sempat ambil kursus di Widyaloka. Dan komputer yang aku punya tersebut langsung tewas kena virus, karena aku masukkan disket lebar dari tempat kursus ke komputer pribadi.

Di rumah sudah ada telepon dan ada juga parabola, jadi sudah nonton MTV dan juga WWF saat itu. Kota yang menyenangkan. Pertama kali sekolah, ada hal yang menyebalkan, waktu sebelum pindah dari Dilli, salah satu pegawai ayahku cerita, kalau bisa nanti cari buku bagus, dia tahu aku senang beli dan baca buku, namanya Enny Arrow, pas ditanya ke teman semejaku di Medang, dia tertawa keras dan tanya apakah aku tahu buku apa yang itu. Aku jawab katanya buku sejarah temanku itu langsung menunjukkan buku tersebut, ternyata duuh jadi pengen penasaran terus he..he…he..

Posted in: Keluarga