Buletin PERADI

Posted on April 9, 2008

2


Beberapa waktu lalu, Mas Amrie mengabarkan pada saya tentang akan diterbitkannya Buletin PERADI. Saya diminta Mas Amrie untuk menuliskan semacam “ucapan selamat” bagi penerbitan Buletin yang pertama oleh PERADI. Namun, Mas Amrie mengingatkan bahwa seluruh ucapan itu akan dipilih, dan mungkin saja ucapan selamat dari saya tidak akan dipilih untuk ditampilkan dalam Buletin PERADI tersebut.

Sayapun segera meng-iya-kan permintaan dari Mas Amrie, yang merupakan salah satu Bloger yang saya hormati, tersebut. Saya segera mengirimkan ucapan selamat tersebut yang berbunyi

“Selamat atas diterbitkannya Buletin PERADI, semoga dengan buletin bisa menjadi wahana komunikasi yang cukup baik untuk menjadi perekat silaturahmi dan persatuan di antara advokat Indonesia”

Namun, setelah peluncuran Kitab Advokat Indonesia dan Buletin PERADI tersebut, saya malah belum pernah mengambil kedua buku tersebut yang tersedia secara cuma-cuma bagi anggota PERADI.

Kemarin saya sempatkan mengambil kedua buku tersebut ke PERADI, dan isinya lumayan bagus bahkan dua artikel yang dimuatpun cukup bagus. Artikel ringan yang cukup informatif.

Namun, Buletin tersebut juga memiliki kekurangan, pertama tidak tersedia secara online dan kedua tidak tergambar ideologi apa yang dianut oleh PERADI, karena tidak ada tagline yang menyertai Buletin tersebut.

Untuk Redaksi Buletin PERADI, sebaiknya Buletin tersebut disediakan secara online dalam bentuk pdf, sehingga yang nggak mungkin mengambilnya, bisa mengunduh Buletin tersebut di situs PERADI dan/atau mendistribusikannya melalui milis PERADI.

Tagline menurut saya juga tidak kalah penting, sebuah penerbitan selayaknya mempunyai tagline, yang menggambarkan ideologi yang dianut oleh PERADI. Tanpa tagline, rasanya Buletin tersebut seperti masakan tanpa garam dan merica

Ini pendapat saya loh, mudah-mudahan dibaca oleh Redaksi Buletin PERADI. Setidak-tidaknya Mas Amrie akan membacanya, bukan begitu Mas?

Posted in: Opini Hukum