<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Waris dan Ijtihad</title>
	<atom:link href="http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/</link>
	<description>A Journey of Life</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 May 2012 17:01:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14633</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 02:02:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14633</guid>
		<description><![CDATA[@iman
betul sekali, namun pada kenyataannya banyak juga yang tidak kan :), maka dari itu harus ada jalan keluarnya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@iman<br />
betul sekali, namun pada kenyataannya banyak juga yang tidak kan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , maka dari itu harus ada jalan keluarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Iman</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14598</link>
		<dc:creator><![CDATA[Iman]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 16:13:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14598</guid>
		<description><![CDATA[mas anggara. opininya menarik sekali. setahu saya, siapapun yang meninggal dunia (baik ayah, ibu, bahkan anak), setelah dikuburkan maka langkah selanjutnya adalah membagikan harta peninggalannya.

jadi, tidak harus menunggu kedua orang tua meninggal dunia. pembagiannya pun jelas: misal, ayah meninggal dunia, makan istrinya mendapatkan 1/8 harta warisan suaminya, sisanya (7/8) dihabiskan oleh kedua anaknya (jika ada anak laki-laki).

tapi, bila tidak ada anak laki-laki (misalnya kedua anaknya perempuan), maka ayah dan saudara dari pihak yang meninggal dunia (kakek dan paman) dari dua orang anak perempuan tadi ikut berhak mendapatkan harta peninggalan ini. jumlah persisnya saya kurang tahu, hehhehe...

warisan, imho, harus segera dibagikan agar kelak di kemudian hari tidak terjadi perpecahan keluarga (putus silaturahmi). banyak sekali keluarga yang mengalami hal ini karena menunda-nunda urusan warisan. salah satunya dialami oleh keluarga saya sendiri :-(

nasib... nasib... dengan saudara sendiri kok ribut?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas anggara. opininya menarik sekali. setahu saya, siapapun yang meninggal dunia (baik ayah, ibu, bahkan anak), setelah dikuburkan maka langkah selanjutnya adalah membagikan harta peninggalannya.</p>
<p>jadi, tidak harus menunggu kedua orang tua meninggal dunia. pembagiannya pun jelas: misal, ayah meninggal dunia, makan istrinya mendapatkan 1/8 harta warisan suaminya, sisanya (7/8) dihabiskan oleh kedua anaknya (jika ada anak laki-laki).</p>
<p>tapi, bila tidak ada anak laki-laki (misalnya kedua anaknya perempuan), maka ayah dan saudara dari pihak yang meninggal dunia (kakek dan paman) dari dua orang anak perempuan tadi ikut berhak mendapatkan harta peninggalan ini. jumlah persisnya saya kurang tahu, hehhehe&#8230;</p>
<p>warisan, imho, harus segera dibagikan agar kelak di kemudian hari tidak terjadi perpecahan keluarga (putus silaturahmi). banyak sekali keluarga yang mengalami hal ini karena menunda-nunda urusan warisan. salah satunya dialami oleh keluarga saya sendiri <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>nasib&#8230; nasib&#8230; dengan saudara sendiri kok ribut?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14542</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 01:46:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14542</guid>
		<description><![CDATA[@ aziz
gitu yaa :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ aziz<br />
gitu yaa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: @ziz</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14490</link>
		<dc:creator><![CDATA[@ziz]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Jun 2008 13:44:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14490</guid>
		<description><![CDATA[Jika mau merubah hukum Faroid, keluar dulu dari Islam kemudian ke ahmadiyah atau AKKBB atau ke nGus ... Door]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jika mau merubah hukum Faroid, keluar dulu dari Islam kemudian ke ahmadiyah atau AKKBB atau ke nGus &#8230; Door</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14359</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 02:27:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14359</guid>
		<description><![CDATA[@zka
memang harusnya begitu, namun prakteknya kan menunggu sampai kedua orang tua meninggal]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@zka<br />
memang harusnya begitu, namun prakteknya kan menunggu sampai kedua orang tua meninggal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Zka</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14301</link>
		<dc:creator><![CDATA[Zka]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 04:16:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14301</guid>
		<description><![CDATA[Setau sayah kalau dalam contoh kasus yang bang Anggara kemukakan yaitu apabila ada Suami meninggal, meninggalkan  Istri dan dua orang anak. Dalam hal ini secara hukum Islam bukannya warisan sudah bisa langsung dibagi yah?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setau sayah kalau dalam contoh kasus yang bang Anggara kemukakan yaitu apabila ada Suami meninggal, meninggalkan  Istri dan dua orang anak. Dalam hal ini secara hukum Islam bukannya warisan sudah bisa langsung dibagi yah?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14288</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 03:29:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14288</guid>
		<description><![CDATA[@nenda
bisa kan?

@munggur
bener pak, saya suka heran kalau ada orang yang rebutan waris]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@nenda<br />
bisa kan?</p>
<p>@munggur<br />
bener pak, saya suka heran kalau ada orang yang rebutan waris</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: munggur</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14279</link>
		<dc:creator><![CDATA[munggur]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 10:50:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14279</guid>
		<description><![CDATA[Warisan seharusnya menjadi berkah, bukan musibah. Bukan lalu menjadi hibah mendadak, membuat banyak orang gundah dan keluarga bubrah. Masak, sepeninggal orangtua, kok, mala rebutan harta.

Bersyukurlah keluarga-keluarga yang diwarisi keterampilan hidup, pengalaman bernila dan moral/etika yang luhur. Tak hanya sekedar harta yang bisa diukur secara nominal dan membuat orang membabi-buta rebutan harta. Malu-maluin waris itu...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Warisan seharusnya menjadi berkah, bukan musibah. Bukan lalu menjadi hibah mendadak, membuat banyak orang gundah dan keluarga bubrah. Masak, sepeninggal orangtua, kok, mala rebutan harta.</p>
<p>Bersyukurlah keluarga-keluarga yang diwarisi keterampilan hidup, pengalaman bernila dan moral/etika yang luhur. Tak hanya sekedar harta yang bisa diukur secara nominal dan membuat orang membabi-buta rebutan harta. Malu-maluin waris itu&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nenda Fadhilah</title>
		<link>http://anggara.org/2008/05/13/waris-dan-ijtihad/#comment-14277</link>
		<dc:creator><![CDATA[Nenda Fadhilah]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 06:50:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=686#comment-14277</guid>
		<description><![CDATA[UAS Hk Perdata Islam gw soal waris :((]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>UAS Hk Perdata Islam gw soal waris <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

