<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Wacana Pembubaran Ahmadiyah dan FPI: Dampaknya Terhadap Organisasi Masyarakat Sipil</title>
	<atom:link href="http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/</link>
	<description>A Journey of Life</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 May 2012 17:01:05 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<item>
		<title>Oleh: Wapri</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-23232</link>
		<dc:creator><![CDATA[Wapri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 01:59:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-23232</guid>
		<description><![CDATA[Yang minta FPI itu bubar pasti orang hobinya nyabu, suka sesama jenis, suka ngesek bebas, mabuk2an, judi, togel, suka selingkuhi istri orang/suami org, korupsi, penfitnah, gay, maling ha... ha.. ya pokok termasuk jenis manusia bergolongan hewan lah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang minta FPI itu bubar pasti orang hobinya nyabu, suka sesama jenis, suka ngesek bebas, mabuk2an, judi, togel, suka selingkuhi istri orang/suami org, korupsi, penfitnah, gay, maling ha&#8230; ha.. ya pokok termasuk jenis manusia bergolongan hewan lah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wapri</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-23231</link>
		<dc:creator><![CDATA[Wapri]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Feb 2012 01:47:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-23231</guid>
		<description><![CDATA[Sing deso kowe, sing katrok itu kowe, sing kampungan itu kowe, sing goblok yo kowe, jenenge kowe peduli bangsa tapi laku nyaloe kowe peduli bangsat. Ngerti]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sing deso kowe, sing katrok itu kowe, sing kampungan itu kowe, sing goblok yo kowe, jenenge kowe peduli bangsa tapi laku nyaloe kowe peduli bangsat. Ngerti</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Susie</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-22249</link>
		<dc:creator><![CDATA[Susie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2011 19:09:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-22249</guid>
		<description><![CDATA[Thanks alot - your answer solved all my problems after several days srtuigglng]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks alot &#8211; your answer solved all my problems after several days srtuigglng</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-21776</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 03:57:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-21776</guid>
		<description><![CDATA[ ]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bJay</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-21775</link>
		<dc:creator><![CDATA[bJay]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 03:35:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-21775</guid>
		<description><![CDATA[FPI : klo merasa islam sejati benerin dulu sikap2 arogan anggotanya...saya sering liat FPI sendiri yang sering mengganggu kenyamanan masyarakat dan lebih banyak bertindak anarkis! islam mengajarkan perdamaian bung tidak pernah memaksakan kehendak palagi melanggar hukum. jadi jangan pernah merasa diri paling benar. 

Soal ahmadiyah : seharusnya FPI punya cara jitu untuk mengatasi masalah tersebut dengan damai, bukan anakis atau intimidasi pengikut ahmadiyah. sekeras apa pun sbuah batu pasti perlahan lahan akan lunak dan menjadi pasir hanya dengan sedikit tetesan air yg dilakukan terus menerus. jadi ya harus dirangkul bukan diajak berkelahi! udah ga jamannya lagi bung adu fisik. 

thanks]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>FPI : klo merasa islam sejati benerin dulu sikap2 arogan anggotanya&#8230;saya sering liat FPI sendiri yang sering mengganggu kenyamanan masyarakat dan lebih banyak bertindak anarkis! islam mengajarkan perdamaian bung tidak pernah memaksakan kehendak palagi melanggar hukum. jadi jangan pernah merasa diri paling benar. </p>
<p>Soal ahmadiyah : seharusnya FPI punya cara jitu untuk mengatasi masalah tersebut dengan damai, bukan anakis atau intimidasi pengikut ahmadiyah. sekeras apa pun sbuah batu pasti perlahan lahan akan lunak dan menjadi pasir hanya dengan sedikit tetesan air yg dilakukan terus menerus. jadi ya harus dirangkul bukan diajak berkelahi! udah ga jamannya lagi bung adu fisik. </p>
<p>thanks</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Menentang Pembubaran Ormas &#124; Lisa Sugeha</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-21666</link>
		<dc:creator><![CDATA[Menentang Pembubaran Ormas &#124; Lisa Sugeha]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 07:27:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-21666</guid>
		<description><![CDATA[[...] sendiri pernah menulis soal wacana pembubaran ormas disini dan saya akan tetap pada pendirian saya hingga detik ini. Konstitusi Indonesia dan Kovenan [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] sendiri pernah menulis soal wacana pembubaran ormas disini dan saya akan tetap pada pendirian saya hingga detik ini. Konstitusi Indonesia dan Kovenan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Menentang Pembubaran Ormas &#171; Dunia Anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-21664</link>
		<dc:creator><![CDATA[Menentang Pembubaran Ormas &#171; Dunia Anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 06:59:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-21664</guid>
		<description><![CDATA[[...] sendiri pernah menulis soal wacana pembubaran ormas disini dan saya akan tetap pada pendirian saya hingga detik ini. Konstitusi Indonesia dan Kovenan [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] sendiri pernah menulis soal wacana pembubaran ormas disini dan saya akan tetap pada pendirian saya hingga detik ini. Konstitusi Indonesia dan Kovenan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: paijo iskandar</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-20654</link>
		<dc:creator><![CDATA[paijo iskandar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 07:52:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-20654</guid>
		<description><![CDATA[ya semua tergantung kepercayaan masing2 jangan mengangu lagi donk, klw mereka damai dgn ajaran sprti emang kenapa dgn kalian?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya semua tergantung kepercayaan masing2 jangan mengangu lagi donk, klw mereka damai dgn ajaran sprti emang kenapa dgn kalian?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: paijo iskandar</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-20653</link>
		<dc:creator><![CDATA[paijo iskandar]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 07:12:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-20653</guid>
		<description><![CDATA[o gitu ya!
kita harus merampok dan mengawinin banyak wanita dan membunuh, itulah syarat masuk surga 72 bidadari]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>o gitu ya!<br />
kita harus merampok dan mengawinin banyak wanita dan membunuh, itulah syarat masuk surga 72 bidadari</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sun of the West</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-17118</link>
		<dc:creator><![CDATA[Sun of the West]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 14:23:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-17118</guid>
		<description><![CDATA[Another Allah&#039;s Work on His humble servants&#039; enemies..

PPP&#039;s Stand on Ahmadiyah:
ANTARA :: PPP urges govt to immediately issue SKB to disband Ahmadiyah
http://www.antara.co.id/en/arc/2008/6/4/ppp-urges-govt-to-immediately-issue-skb-to-disband-ahmadiyah/

Allah&#039;s Respond:
‘Kisruh, PPP Bisa Hancur’
http://www.inilah.com/berita/politik/2009/04/18/99872/‘kisruh-ppp-bisa-hancur’/
&quot;Perolehan suara yang anjlok dibandingkan pemilu 2004 lalu, membuat internal PPP goyah. Para elit lebih memilih bermanuver sendiri-sendiri dibanding fokus penyeselaian masalah suara yang merosot. Keributan partai berlambang Kabah, tidak bisa dihindari.&quot;]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Another Allah&#8217;s Work on His humble servants&#8217; enemies..</p>
<p>PPP&#8217;s Stand on Ahmadiyah:<br />
ANTARA :: PPP urges govt to immediately issue SKB to disband Ahmadiyah<br />
<a href="http://www.antara.co.id/en/arc/2008/6/4/ppp-urges-govt-to-immediately-issue-skb-to-disband-ahmadiyah/" rel="nofollow">http://www.antara.co.id/en/arc/2008/6/4/ppp-urges-govt-to-immediately-issue-skb-to-disband-ahmadiyah/</a></p>
<p>Allah&#8217;s Respond:<br />
‘Kisruh, PPP Bisa Hancur’<br />
<a href="http://www.inilah.com/berita/politik/2009/04/18/99872/‘kisruh-ppp-bisa-hancur’/" rel="nofollow">http://www.inilah.com/berita/politik/2009/04/18/99872/‘kisruh-ppp-bisa-hancur’/</a><br />
&#8220;Perolehan suara yang anjlok dibandingkan pemilu 2004 lalu, membuat internal PPP goyah. Para elit lebih memilih bermanuver sendiri-sendiri dibanding fokus penyeselaian masalah suara yang merosot. Keributan partai berlambang Kabah, tidak bisa dihindari.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sun of the West</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-16850</link>
		<dc:creator><![CDATA[Sun of the West]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2009 11:56:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-16850</guid>
		<description><![CDATA[And the Signs of Allah to the enemies of His humble servants are appearing before our eyes...

Ketua Umum FBR Meninggal Dunia
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/03/29/brk,20090329-167122,id.html

Before that,
FBR : Menghabisi Ahmadiyah Bukan Laku ANARKIS!!!
http://www.berpolitik.com/lensa.pl?fid=11879&amp;tid=2368&amp;param=GAZkOMc52X9P5pbHfZs4]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>And the Signs of Allah to the enemies of His humble servants are appearing before our eyes&#8230;</p>
<p>Ketua Umum FBR Meninggal Dunia<br />
<a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/03/29/brk,20090329-167122,id.html" rel="nofollow">http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/03/29/brk,20090329-167122,id.html</a></p>
<p>Before that,<br />
FBR : Menghabisi Ahmadiyah Bukan Laku ANARKIS!!!<br />
<a href="http://www.berpolitik.com/lensa.pl?fid=11879&#038;tid=2368&#038;param=GAZkOMc52X9P5pbHfZs4" rel="nofollow">http://www.berpolitik.com/lensa.pl?fid=11879&#038;tid=2368&#038;param=GAZkOMc52X9P5pbHfZs4</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-16786</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2009 03:53:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-16786</guid>
		<description><![CDATA[@sun of the west
terima kasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@sun of the west<br />
terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sun of the West</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-16768</link>
		<dc:creator><![CDATA[Sun of the West]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 23:39:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-16768</guid>
		<description><![CDATA[Dear readers,

Here I present the verdicts and views on the issue of over a dozen celebrities of Islam, who represent all time periods starting from contemporaries of Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, to the time of Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, peace be upon him, founder of the Ahmadiyya Movement in Islam. None of these people belonged to the said movement, since the latter did not even exist then. Yet, the opinions they held, are contrary to present non-Ahmadiyya views. Take a look at the following names, and see if any bells ring in your minds -- regarding their status in the Muslim world in their being great scholars of authority and also, note their respective time periods:

1.	Ummul Mo&#039;mineen, Hazrat Ayesha Siddeeqa R.A., (death year 58 A.H.) (the Prophet Muhammad&#039;s (pbuh) blessed consort)
2.	Imam Raaghib Al Isfahani (RA) (died 502 A.H.)
3.	Hazrat Syyed Abdul Qaadir Jilaani, AR (died 562 A.H.)

(This scholar was also Mujaddid of the 6th century)

4.	Hazrat Mohiyyuddin Ibni &#039;Arabi, AR (died 638 A.H.)
5.	Hazrat Maulana Jalaaluddin Roomi (died 672 A.H.)
6.	Hazrat Syed Abdul Karim Jilaani, AR (died 767 A.H.)

7.	Imam Abdul Wahhab She&#039;raani AR (died 976 A.H.)
8.	Imam Muhammad Tahir, AR (died 986 A.H.)
9.	Al Imam Ali Qaari AR (died 1014 A.H.)
10.	Hazrat Shah Waliyullah Muhaddith of Delhi, AR (died 1176 A.H.)
11.	Hazrat Maulvi Abdul Haye of Lakhnow, AR (died 1304 A.H.)
12.	Hazrat Maulvi Muhammad Qaasim of Nanauta, AR (died 1307 A.H.)

(founder of the Deoband school)

13.	Nawab Siddeeq Hasan of Bhopal, AR (died 1307 A.H.)

These towering figures in Islam have given their verdict about how Muslims should interpret &quot;Khatam-an-Nabiyyeen&quot; (Seal of the Prophets). All of them believed in the continuation of prophethood.

Hazrat Ayesha Al Siddeeqah (ra)

First of all, Hazrat Ayesha Al Siddeeqah&#039;s verdict: 

&quot;QOOLOO INNAHU KHATAMUL ANBIYAA&#039;I WA LAA TAQOOLOO LAA NABIYYA BA&#039;DAHU&quot;

(Takmilah Majma&#039;ul Bihaar, p. 85)

&quot;Say he is &#039;seal of prophets&#039; but do NOT say &#039;there is no prophet after him&#039;&quot;

It appears that she knew that the statement could easily be misconstrued, and to the effect, presented her valued clarification.

Imam Raaghib Al Isfahaani

Our second hero, the saint Imam Raaghib Al Isfahaani, Rehmatullah Alaih wrote:

&quot;Prophethood is of two kinds, general and special. The special prophethood, viz: the law-bearing prophethood is now unattainable; but the general prophethood continues to be attainable.&quot;

(Bahr al Muheet, vol. 3, p. 28)

The &quot;general&quot; kind of prophethood is also the one that Ahmadi Muslims believe continues, and not the law-bearing one. 

Hazrat Sayyed Abdul Qaadir Jilaani

The founder of the &quot;Qadiriyya&quot; school, Hazrat Sayyed Abdul Qaadir Jilaani (R.A.) wrote:

&quot;These attributes are found in the Holy Prophet in the highest abundance, peace and blessings of Allah be upon him. That is the reason why he is called Khataman Nabiyyeen.&quot;

(Tuhfa Mursala Shareef: p. 5)

This, indeed is the exact same view that Ahmadi Muslims hold, about the expression of Khataman Nabiyyeen, yet, they are singled out by a lot of modern day Muslims as non-Muslims. Why not expel Hazrat Jilaani from Islam first, since he held this view first?

Hazrat Mohiyyuddin Ibni Arabi

Hazrat Mohiyyuddin Ibni Arabi (Rehmatullah Alaihi) wrote:

“&#039;ISAA ALIHIS SALAAMU YANZILU FEENA HAKAMAN MIN GHAIRI TASHREE&#039;IN WA HUWA NABIYYUN BILAA SHAKKIN”

(Fatoohati Makkiyyah, vol. 1, p. 570)

“Jesus, may peace be upon him, will descend upon us as a Hakam, without a law and will be a prophet without any doubt.”

Then he writes:

“That prophethood which ended with the advent of the Prophet (pbuh), is only law-bearing prophethood and not the status of prophethood. Thus now there will be no law that cancels the law of the Prophet (pbuh) or that adds to its commandments”

(Fatoohaati Makkiyyah, vol. 2, p. 3)

Then he writes:

“FAMARTAFA&#039;ATIL NUBUWWATU BIL KULLIYYATI LIHAAZA QULNAA INNA MA-ARTAFA&#039;TU NUBUWWATAT TASHREE&#039;I FA HAAZA MA&#039;ANI &#039;LAA NABIYYA BA&#039;DAHU”

“Thus prophethood has not been totally abolished. This is why we have said that only law-bearing prophethood has been abolished and this is what is the meaning of (the Hadith) &#039;there is no prophet after him&#039; “

Hazrat Maulana Room

The great saint, Hazrat Maulana Room (Rehmatullah Alaihi) writes:

“Make such plans to perform righteousness in the way of God that you attain prophethood within the Ummat (religious community)”

Hazrat Sayyed Abdul Kareem Jilani

Hazrat Sayyed Abdul Kareem Jilani, the renowned mystic of the 8th century of Hijra wrote:

“Hazrat Muhammad, peace and blessings on him, is the Khataman Nabiyyeen because he attained the highest perfection which no prophet ever did”

(Al Insaanul Kaamil: vol. 1, Ch 36. Pg 69)

Clearly, the controversial expression &quot;khataman nabiyyeen&quot; according to him, was not based on the Prophet&#039;s (pbuh) being last.

Hazrat Imam Abdul Wahhab She&#039;raani

Hazrat Imam Abdul Wahhab She&#039;raani (Alaihir Rehmah) wrote:

“FA INNA MUTLAQAN NUBUWWATI LAM TARTAFI&#039; WA INNAMARTAFA&#039;AT NUBUWWATUL TASHREE&#039;I”

(Al Yawaaqeetu Wal Jawaahir: pg 27, argument # 3)

“Thus, without doubt, ...... prophethood has not been abolished and it is only law-bearing prophethood that is abolished”

Hazrat Imam Muhammad Tahir

Hazrat Imam Muhammad Tahir, commenting on Hadhrat Ayesha&#039;s (ra) statement: say he is Khataman Nabiyyeen but do not say there is not prophet after him: 

&quot;HAZA NAAZIRUN ILAA NUZOOLI &#039;ISAA WA HAZA AIZAN LAA YUNAA FEE HADEETH LA NABIYYA BA&#039;DEE LI ANNAHU ARAADA LAA NABIYYA YANSAKHU SHAR&#039;AHU&quot;

(Takmilah Majma&#039;ul Bihaar, pg 85)

“This saying is based on the fact that Jesus is going to descend (as prophet) and it is not against the Hadith &#039;there is no prophet after me&#039; because the Prophet (pbuh) meant &#039;there will not be any prophet who would cancel his law.”

Hazrat Imam Ali Qaari

Hazrat Imam Ali Qaari (Alaihir Rahmah), an Imam of the Hanafi school and a renowned interpreter of Hadeeth, wrote:

“That there is no revelation after the Holy Prophet (pbuh) is false; there is no truth in it. Yes! in the Hadith are the words &#039;La Nabiyya Ba&#039;di&#039; which, according to scholars, means that there will not be such a prophet in the future who brings such a law that abrogates that of the Holy Prophet (pbuh).”

(Al Ishaa&#039;at Fil Sharaatis Saa&#039;ah, pg 226)

Hazrat Shah Waliullah

Hazrat Shah Waliullah Muhaddith of Delhi (Alaihir Rahmah), the Mujaddid of the 12th century and given the title of &quot;Khatamal Muhadditheen&quot; by some writers was of the following view:

“KHUTIMA BIHIN NABIYYOONA AI LAA YURJADU MAN YA&#039;MURUHULLAHU SUBHAANAHU BITTASHREE&#039;I &#039;ALANNAASI”

(Tafheemati Ilaahiyyah, Tafheem # 53)

“The ending of prophets at the advent of the Holy Prophet means that after him, there can be no such person as would be given a law by the Almighty Allah and sent to the people.”

Hazrat Maulvi Abdul Haye

Hazrat Maulvi Abdul Haye of Lacknow writes:

“After the Holy Prophet (pbuh) or during his time, for a prophet to appear is not improbable”

(Daafi&#039;ul Wasaawis Fee Athar Ibn Abbaas, New Edition, pg 16)

Maulvi Muhammad Qaasim

Maulvi Muhammad Qaasim of Nanauta (Rehmatullah Alaih) who was the founder of the Deoband Seminary, an organization now viewed with respect by anti-Ahmadiyya organizations, also believed in the views such as the ones I am presenting here. He stated:

“According to the layman, the Messenger of Allah, peace and blessings on him, being Khatam is supposed to have appeared after all the other prophets. But men of understanding and the wise know it very well that being the first or the last, chronologically, does not carry any weight. How could, therefore, the words of the Holy Quran &#039;But he is the messenger of Allah and the Seal of Prophets (33.41)&#039; mean to glorify him? But I know very well that none from among the Muslims would be prepared to agree with the common men”

(Tahzeer-ul-Naas: pg 3)

Nawab Siddique Hasan Khan

Also, among recent scholars, Nawab Siddique Hasan Khan of Bhopal, who was the leader of the Ahle Hadith in India wrote: 

“The Hadith &#039;La Wahya Ba&#039;da Mautee&#039; is baseless, although &#039;La Nabiyya Ba&#039;adee&#039; is quite correct, which, according to people with knowledge, means that &#039;there shall be no prophet after me who shall be raised with a new code of Law which shall abrogate my law&#039;.”

(Iqtarabus Saa&#039;at: pg 162)

This list is by no means exhaustive but representative and even so, partially. I shall leave you with a joint statement agreed upon by two scholars, Hazrat Imam Muhammad bin Abdul Baqee and Ibni &#039;Asakar, which has impressed me so much with the beauty of their words that I present it to you as a closing statment, and I think what they said could not have been said better. As background knowledge, let me mention that one meaning of &quot;Khatam&quot; is finger-ring:

“The meanings of KHATAMAN NABIYYEEN are that the Holy Prophet, in his physical and spiritual build, is the most charming and lovable personality, peace be upon him. This is because the glory and the spiritual magnitude of all the prophets is manifested through him and he can be likened to the beautiful ring worn for adornment.”

(Zarqani Sharah Mwahabul Luddunia: vol. 3, pg 163 and Sehlul Huda wal Irshad: pg 55)

I have seen a lot of the actual books of these scholars with my own eyes -- where? -- in the office of a friend of my father, Dost Muhammad Shahid, who is the official historian of the Ahmadiyya Movement in Islam. I wonder if I shall ever see him again because I heard that he is imprisoned in Pakistan, in offense of having written verses of the Holy Quran. If an Ahmadi Muslim does this in Pakistan, or just &quot;poses as a Muslim&quot;, he/she is liable to imprisonment.

I think I have made my case pretty fairly. I have written this series of articles not with the intention to &quot;show off&quot; that my understanding of the subject is better than any one else&#039;s; it could be worse. I have tried to restrict myself to brief comments, giving most of the length to quotations. The treasure of knowledge given to us by these great scholars is our common heritage. At the time they made their invaluable contributions to knowledge, there was no Ahmadi or non-Ahmadi Muslim. I expect that readers will try to keep all hatred, malices, dislikes, prejudices and veils on hearts aside while doing the reading. Clearly, there is a wealth of information on the subject of finality or continuity of prophethood, which ever is the case. The purposes of this series has been to advance scholarship, uncover some less talked-about issues, reduce distance between people opposed to each others&#039; views and begin a new round of discussion which, I hope, would be free of flames, like these articles of mine have been.

Peace be upon one who follows guidance.

Regards To Readers,

Copied from &quot;On finality of Prophethood&quot; by Rasheed A. Khan, Boston, Massachusettes, U.S.A. - Material © 1995-98 Ahmadiyya Muslim Community]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear readers,</p>
<p>Here I present the verdicts and views on the issue of over a dozen celebrities of Islam, who represent all time periods starting from contemporaries of Hadhrat Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, to the time of Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, peace be upon him, founder of the Ahmadiyya Movement in Islam. None of these people belonged to the said movement, since the latter did not even exist then. Yet, the opinions they held, are contrary to present non-Ahmadiyya views. Take a look at the following names, and see if any bells ring in your minds &#8212; regarding their status in the Muslim world in their being great scholars of authority and also, note their respective time periods:</p>
<p>1.	Ummul Mo&#8217;mineen, Hazrat Ayesha Siddeeqa R.A., (death year 58 A.H.) (the Prophet Muhammad&#8217;s (pbuh) blessed consort)<br />
2.	Imam Raaghib Al Isfahani (RA) (died 502 A.H.)<br />
3.	Hazrat Syyed Abdul Qaadir Jilaani, AR (died 562 A.H.)</p>
<p>(This scholar was also Mujaddid of the 6th century)</p>
<p>4.	Hazrat Mohiyyuddin Ibni &#8216;Arabi, AR (died 638 A.H.)<br />
5.	Hazrat Maulana Jalaaluddin Roomi (died 672 A.H.)<br />
6.	Hazrat Syed Abdul Karim Jilaani, AR (died 767 A.H.)</p>
<p>7.	Imam Abdul Wahhab She&#8217;raani AR (died 976 A.H.)<br />
8.	Imam Muhammad Tahir, AR (died 986 A.H.)<br />
9.	Al Imam Ali Qaari AR (died 1014 A.H.)<br />
10.	Hazrat Shah Waliyullah Muhaddith of Delhi, AR (died 1176 A.H.)<br />
11.	Hazrat Maulvi Abdul Haye of Lakhnow, AR (died 1304 A.H.)<br />
12.	Hazrat Maulvi Muhammad Qaasim of Nanauta, AR (died 1307 A.H.)</p>
<p>(founder of the Deoband school)</p>
<p>13.	Nawab Siddeeq Hasan of Bhopal, AR (died 1307 A.H.)</p>
<p>These towering figures in Islam have given their verdict about how Muslims should interpret &#8220;Khatam-an-Nabiyyeen&#8221; (Seal of the Prophets). All of them believed in the continuation of prophethood.</p>
<p>Hazrat Ayesha Al Siddeeqah (ra)</p>
<p>First of all, Hazrat Ayesha Al Siddeeqah&#8217;s verdict: </p>
<p>&#8220;QOOLOO INNAHU KHATAMUL ANBIYAA&#8217;I WA LAA TAQOOLOO LAA NABIYYA BA&#8217;DAHU&#8221;</p>
<p>(Takmilah Majma&#8217;ul Bihaar, p. 85)</p>
<p>&#8220;Say he is &#8216;seal of prophets&#8217; but do NOT say &#8216;there is no prophet after him&#8217;&#8221;</p>
<p>It appears that she knew that the statement could easily be misconstrued, and to the effect, presented her valued clarification.</p>
<p>Imam Raaghib Al Isfahaani</p>
<p>Our second hero, the saint Imam Raaghib Al Isfahaani, Rehmatullah Alaih wrote:</p>
<p>&#8220;Prophethood is of two kinds, general and special. The special prophethood, viz: the law-bearing prophethood is now unattainable; but the general prophethood continues to be attainable.&#8221;</p>
<p>(Bahr al Muheet, vol. 3, p. 28)</p>
<p>The &#8220;general&#8221; kind of prophethood is also the one that Ahmadi Muslims believe continues, and not the law-bearing one. </p>
<p>Hazrat Sayyed Abdul Qaadir Jilaani</p>
<p>The founder of the &#8220;Qadiriyya&#8221; school, Hazrat Sayyed Abdul Qaadir Jilaani (R.A.) wrote:</p>
<p>&#8220;These attributes are found in the Holy Prophet in the highest abundance, peace and blessings of Allah be upon him. That is the reason why he is called Khataman Nabiyyeen.&#8221;</p>
<p>(Tuhfa Mursala Shareef: p. 5)</p>
<p>This, indeed is the exact same view that Ahmadi Muslims hold, about the expression of Khataman Nabiyyeen, yet, they are singled out by a lot of modern day Muslims as non-Muslims. Why not expel Hazrat Jilaani from Islam first, since he held this view first?</p>
<p>Hazrat Mohiyyuddin Ibni Arabi</p>
<p>Hazrat Mohiyyuddin Ibni Arabi (Rehmatullah Alaihi) wrote:</p>
<p>“&#8217;ISAA ALIHIS SALAAMU YANZILU FEENA HAKAMAN MIN GHAIRI TASHREE&#8217;IN WA HUWA NABIYYUN BILAA SHAKKIN”</p>
<p>(Fatoohati Makkiyyah, vol. 1, p. 570)</p>
<p>“Jesus, may peace be upon him, will descend upon us as a Hakam, without a law and will be a prophet without any doubt.”</p>
<p>Then he writes:</p>
<p>“That prophethood which ended with the advent of the Prophet (pbuh), is only law-bearing prophethood and not the status of prophethood. Thus now there will be no law that cancels the law of the Prophet (pbuh) or that adds to its commandments”</p>
<p>(Fatoohaati Makkiyyah, vol. 2, p. 3)</p>
<p>Then he writes:</p>
<p>“FAMARTAFA&#8217;ATIL NUBUWWATU BIL KULLIYYATI LIHAAZA QULNAA INNA MA-ARTAFA&#8217;TU NUBUWWATAT TASHREE&#8217;I FA HAAZA MA&#8217;ANI &#8216;LAA NABIYYA BA&#8217;DAHU”</p>
<p>“Thus prophethood has not been totally abolished. This is why we have said that only law-bearing prophethood has been abolished and this is what is the meaning of (the Hadith) &#8216;there is no prophet after him&#8217; “</p>
<p>Hazrat Maulana Room</p>
<p>The great saint, Hazrat Maulana Room (Rehmatullah Alaihi) writes:</p>
<p>“Make such plans to perform righteousness in the way of God that you attain prophethood within the Ummat (religious community)”</p>
<p>Hazrat Sayyed Abdul Kareem Jilani</p>
<p>Hazrat Sayyed Abdul Kareem Jilani, the renowned mystic of the 8th century of Hijra wrote:</p>
<p>“Hazrat Muhammad, peace and blessings on him, is the Khataman Nabiyyeen because he attained the highest perfection which no prophet ever did”</p>
<p>(Al Insaanul Kaamil: vol. 1, Ch 36. Pg 69)</p>
<p>Clearly, the controversial expression &#8220;khataman nabiyyeen&#8221; according to him, was not based on the Prophet&#8217;s (pbuh) being last.</p>
<p>Hazrat Imam Abdul Wahhab She&#8217;raani</p>
<p>Hazrat Imam Abdul Wahhab She&#8217;raani (Alaihir Rehmah) wrote:</p>
<p>“FA INNA MUTLAQAN NUBUWWATI LAM TARTAFI&#8217; WA INNAMARTAFA&#8217;AT NUBUWWATUL TASHREE&#8217;I”</p>
<p>(Al Yawaaqeetu Wal Jawaahir: pg 27, argument # 3)</p>
<p>“Thus, without doubt, &#8230;&#8230; prophethood has not been abolished and it is only law-bearing prophethood that is abolished”</p>
<p>Hazrat Imam Muhammad Tahir</p>
<p>Hazrat Imam Muhammad Tahir, commenting on Hadhrat Ayesha&#8217;s (ra) statement: say he is Khataman Nabiyyeen but do not say there is not prophet after him: </p>
<p>&#8220;HAZA NAAZIRUN ILAA NUZOOLI &#8216;ISAA WA HAZA AIZAN LAA YUNAA FEE HADEETH LA NABIYYA BA&#8217;DEE LI ANNAHU ARAADA LAA NABIYYA YANSAKHU SHAR&#8217;AHU&#8221;</p>
<p>(Takmilah Majma&#8217;ul Bihaar, pg 85)</p>
<p>“This saying is based on the fact that Jesus is going to descend (as prophet) and it is not against the Hadith &#8216;there is no prophet after me&#8217; because the Prophet (pbuh) meant &#8216;there will not be any prophet who would cancel his law.”</p>
<p>Hazrat Imam Ali Qaari</p>
<p>Hazrat Imam Ali Qaari (Alaihir Rahmah), an Imam of the Hanafi school and a renowned interpreter of Hadeeth, wrote:</p>
<p>“That there is no revelation after the Holy Prophet (pbuh) is false; there is no truth in it. Yes! in the Hadith are the words &#8216;La Nabiyya Ba&#8217;di&#8217; which, according to scholars, means that there will not be such a prophet in the future who brings such a law that abrogates that of the Holy Prophet (pbuh).”</p>
<p>(Al Ishaa&#8217;at Fil Sharaatis Saa&#8217;ah, pg 226)</p>
<p>Hazrat Shah Waliullah</p>
<p>Hazrat Shah Waliullah Muhaddith of Delhi (Alaihir Rahmah), the Mujaddid of the 12th century and given the title of &#8220;Khatamal Muhadditheen&#8221; by some writers was of the following view:</p>
<p>“KHUTIMA BIHIN NABIYYOONA AI LAA YURJADU MAN YA&#8217;MURUHULLAHU SUBHAANAHU BITTASHREE&#8217;I &#8216;ALANNAASI”</p>
<p>(Tafheemati Ilaahiyyah, Tafheem # 53)</p>
<p>“The ending of prophets at the advent of the Holy Prophet means that after him, there can be no such person as would be given a law by the Almighty Allah and sent to the people.”</p>
<p>Hazrat Maulvi Abdul Haye</p>
<p>Hazrat Maulvi Abdul Haye of Lacknow writes:</p>
<p>“After the Holy Prophet (pbuh) or during his time, for a prophet to appear is not improbable”</p>
<p>(Daafi&#8217;ul Wasaawis Fee Athar Ibn Abbaas, New Edition, pg 16)</p>
<p>Maulvi Muhammad Qaasim</p>
<p>Maulvi Muhammad Qaasim of Nanauta (Rehmatullah Alaih) who was the founder of the Deoband Seminary, an organization now viewed with respect by anti-Ahmadiyya organizations, also believed in the views such as the ones I am presenting here. He stated:</p>
<p>“According to the layman, the Messenger of Allah, peace and blessings on him, being Khatam is supposed to have appeared after all the other prophets. But men of understanding and the wise know it very well that being the first or the last, chronologically, does not carry any weight. How could, therefore, the words of the Holy Quran &#8216;But he is the messenger of Allah and the Seal of Prophets (33.41)&#8217; mean to glorify him? But I know very well that none from among the Muslims would be prepared to agree with the common men”</p>
<p>(Tahzeer-ul-Naas: pg 3)</p>
<p>Nawab Siddique Hasan Khan</p>
<p>Also, among recent scholars, Nawab Siddique Hasan Khan of Bhopal, who was the leader of the Ahle Hadith in India wrote: </p>
<p>“The Hadith &#8216;La Wahya Ba&#8217;da Mautee&#8217; is baseless, although &#8216;La Nabiyya Ba&#8217;adee&#8217; is quite correct, which, according to people with knowledge, means that &#8216;there shall be no prophet after me who shall be raised with a new code of Law which shall abrogate my law&#8217;.”</p>
<p>(Iqtarabus Saa&#8217;at: pg 162)</p>
<p>This list is by no means exhaustive but representative and even so, partially. I shall leave you with a joint statement agreed upon by two scholars, Hazrat Imam Muhammad bin Abdul Baqee and Ibni &#8216;Asakar, which has impressed me so much with the beauty of their words that I present it to you as a closing statment, and I think what they said could not have been said better. As background knowledge, let me mention that one meaning of &#8220;Khatam&#8221; is finger-ring:</p>
<p>“The meanings of KHATAMAN NABIYYEEN are that the Holy Prophet, in his physical and spiritual build, is the most charming and lovable personality, peace be upon him. This is because the glory and the spiritual magnitude of all the prophets is manifested through him and he can be likened to the beautiful ring worn for adornment.”</p>
<p>(Zarqani Sharah Mwahabul Luddunia: vol. 3, pg 163 and Sehlul Huda wal Irshad: pg 55)</p>
<p>I have seen a lot of the actual books of these scholars with my own eyes &#8212; where? &#8212; in the office of a friend of my father, Dost Muhammad Shahid, who is the official historian of the Ahmadiyya Movement in Islam. I wonder if I shall ever see him again because I heard that he is imprisoned in Pakistan, in offense of having written verses of the Holy Quran. If an Ahmadi Muslim does this in Pakistan, or just &#8220;poses as a Muslim&#8221;, he/she is liable to imprisonment.</p>
<p>I think I have made my case pretty fairly. I have written this series of articles not with the intention to &#8220;show off&#8221; that my understanding of the subject is better than any one else&#8217;s; it could be worse. I have tried to restrict myself to brief comments, giving most of the length to quotations. The treasure of knowledge given to us by these great scholars is our common heritage. At the time they made their invaluable contributions to knowledge, there was no Ahmadi or non-Ahmadi Muslim. I expect that readers will try to keep all hatred, malices, dislikes, prejudices and veils on hearts aside while doing the reading. Clearly, there is a wealth of information on the subject of finality or continuity of prophethood, which ever is the case. The purposes of this series has been to advance scholarship, uncover some less talked-about issues, reduce distance between people opposed to each others&#8217; views and begin a new round of discussion which, I hope, would be free of flames, like these articles of mine have been.</p>
<p>Peace be upon one who follows guidance.</p>
<p>Regards To Readers,</p>
<p>Copied from &#8220;On finality of Prophethood&#8221; by Rasheed A. Khan, Boston, Massachusettes, U.S.A. &#8211; Material © 1995-98 Ahmadiyya Muslim Community</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-15517</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Oct 2008 07:59:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-15517</guid>
		<description><![CDATA[@hanya Islam
wah no comment deh]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@hanya Islam<br />
wah no comment deh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hanya Islam</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-15462</link>
		<dc:creator><![CDATA[Hanya Islam]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 19:20:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-15462</guid>
		<description><![CDATA[BUBARKAN FPI…!!!!
TIDAK ADA TOLERANSI LAGI…!!!
KERUKUNAN INDONESIA JADI TARUHANNYA…!!!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BUBARKAN FPI…!!!!<br />
TIDAK ADA TOLERANSI LAGI…!!!<br />
KERUKUNAN INDONESIA JADI TARUHANNYA…!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14690</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 04:09:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14690</guid>
		<description><![CDATA[@indo
enggak usah bingunglah]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@indo<br />
enggak usah bingunglah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: indo</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14688</link>
		<dc:creator><![CDATA[indo]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 10:34:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14688</guid>
		<description><![CDATA[gw mah bingung. kan orang islam wajib juga percaya dengan imam mahdi.
entar kalo turun di golongan muhamadiyah atau nu atau hizbutahir atau fpi giaman yaa.... seru kali yaa.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gw mah bingung. kan orang islam wajib juga percaya dengan imam mahdi.<br />
entar kalo turun di golongan muhamadiyah atau nu atau hizbutahir atau fpi giaman yaa&#8230;. seru kali yaa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14681</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 02:53:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14681</guid>
		<description><![CDATA[@muslihah
terima kasih

@farah
terima kasih juga atas komentarnya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@muslihah<br />
terima kasih</p>
<p>@farah<br />
terima kasih juga atas komentarnya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: farah</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14673</link>
		<dc:creator><![CDATA[farah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 16:09:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14673</guid>
		<description><![CDATA[Masalahnya bukan soal Ahmadiyah, Kasus Ahmadiyah hanya starter setelah itu Agama2 Kepercayaan Asli Indonesia yang sudah ada sebelum datangnya agama Import (malah hidup rukun2 n harmonis aja tuh), lalu Syiah, lalu Sunni, Lalu Budha, lalu Hindu, Lalu Kristen waht’s next ? karena Paham Wahabi (Gerakan yang didirikan Oleh Abdul Wahab, yang membunuh anak&amp;Cucu nabi Muhammad SAW, paham yang penuh dengan kekerasan) memang mau mendirikan negara Islam dan Syariat Islam di Indonesia, agar gampang menjarah Ibu Pertiwi kita, kalo mau bukti cari documentary Film “Zetgeist” disitu diperlihatkan bukti2 bahwa Arab dan US bersekongkol, secara di dunia ini penghasil senjata cuma US, Rusia and soon, lalu dari mana Arab dapat senjata, lalu dari mana US dapat Minyak, nah lhooooo….
Kita di buat perang atas nama agama, agama yang maha besar mau di bela sama mahluk yang lemah dan bodoh?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masalahnya bukan soal Ahmadiyah, Kasus Ahmadiyah hanya starter setelah itu Agama2 Kepercayaan Asli Indonesia yang sudah ada sebelum datangnya agama Import (malah hidup rukun2 n harmonis aja tuh), lalu Syiah, lalu Sunni, Lalu Budha, lalu Hindu, Lalu Kristen waht’s next ? karena Paham Wahabi (Gerakan yang didirikan Oleh Abdul Wahab, yang membunuh anak&amp;Cucu nabi Muhammad SAW, paham yang penuh dengan kekerasan) memang mau mendirikan negara Islam dan Syariat Islam di Indonesia, agar gampang menjarah Ibu Pertiwi kita, kalo mau bukti cari documentary Film “Zetgeist” disitu diperlihatkan bukti2 bahwa Arab dan US bersekongkol, secara di dunia ini penghasil senjata cuma US, Rusia and soon, lalu dari mana Arab dapat senjata, lalu dari mana US dapat Minyak, nah lhooooo….<br />
Kita di buat perang atas nama agama, agama yang maha besar mau di bela sama mahluk yang lemah dan bodoh?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: muslihah</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14672</link>
		<dc:creator><![CDATA[muslihah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 16:08:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14672</guid>
		<description><![CDATA[“Ketika Tangan dan Kaki Menangis Penyesalan”


Ketika Tangan dan Kakimu di tanyakan satu persatu, anggota tubuhmu Syahdan menangis tersedu-sedu.

“Apa yang telah kau perbuat di dunia ini?  kenapa kau menyakiti sesama Saudaramu, 
tidakkah kau lihat AKU telah menciptakan Ciptaan yang Indah dan berwarna – warni.

Tidak kah kau lupa ayat-ayat KU yang bertebaran di mana-mana, tidakkah kau lihat rupa KU, wajahKU yang berada dimana-mana, melampaui Masa dan waktu. lihatlah dengan Nuranimu.

Lupakah kau….. KUciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, berlainan jenis, cara menyembahKU yang memang berbeda, supaya kalian saling mengenal, perubahan itu sendiri adalah kepastian.

Kalian saling menyakiti, bunuh membunuh. Lupakah kau… bahwa AKU tak pernah meninggalkanmu, AKU mengalir dalam dirimu AKUlah Ayah, Ibu Mu, Cinta itu sendiri adalah AKU, Apa yang kau ketahui tentang Kebenaran!
AKUlah yang membelamu, bukan AKU yang kau bela tapi nafs mu..


Dengan Bersuara lantang menyebutKU, tapi tanganmu berlumuran darah dan tangisan orang – orang yang kalian sakiti.


Adakah pembelaan untukmu, Naar “Api” itu aku ciptakan tidak jauh “Api” “Amarah, Dendam, Kebencian dan Rasa Penyesalan” didalam dirimu akibat ulahmu terhadap Saudaramu, Mahluk CiptaanKU, kau mengira lebih dekat denganKU, Doa orang yang tersakiti dan teraniaya yang selalu berada disini disisiKU 

Ampunan, Pemaafaan, Cinta dan Kasih itulah Sorga Untukmu


Yang selalu ada di dalam dirimu]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>“Ketika Tangan dan Kaki Menangis Penyesalan”</p>
<p>Ketika Tangan dan Kakimu di tanyakan satu persatu, anggota tubuhmu Syahdan menangis tersedu-sedu.</p>
<p>“Apa yang telah kau perbuat di dunia ini?  kenapa kau menyakiti sesama Saudaramu,<br />
tidakkah kau lihat AKU telah menciptakan Ciptaan yang Indah dan berwarna – warni.</p>
<p>Tidak kah kau lupa ayat-ayat KU yang bertebaran di mana-mana, tidakkah kau lihat rupa KU, wajahKU yang berada dimana-mana, melampaui Masa dan waktu. lihatlah dengan Nuranimu.</p>
<p>Lupakah kau….. KUciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, berlainan jenis, cara menyembahKU yang memang berbeda, supaya kalian saling mengenal, perubahan itu sendiri adalah kepastian.</p>
<p>Kalian saling menyakiti, bunuh membunuh. Lupakah kau… bahwa AKU tak pernah meninggalkanmu, AKU mengalir dalam dirimu AKUlah Ayah, Ibu Mu, Cinta itu sendiri adalah AKU, Apa yang kau ketahui tentang Kebenaran!<br />
AKUlah yang membelamu, bukan AKU yang kau bela tapi nafs mu..</p>
<p>Dengan Bersuara lantang menyebutKU, tapi tanganmu berlumuran darah dan tangisan orang – orang yang kalian sakiti.</p>
<p>Adakah pembelaan untukmu, Naar “Api” itu aku ciptakan tidak jauh “Api” “Amarah, Dendam, Kebencian dan Rasa Penyesalan” didalam dirimu akibat ulahmu terhadap Saudaramu, Mahluk CiptaanKU, kau mengira lebih dekat denganKU, Doa orang yang tersakiti dan teraniaya yang selalu berada disini disisiKU </p>
<p>Ampunan, Pemaafaan, Cinta dan Kasih itulah Sorga Untukmu</p>
<p>Yang selalu ada di dalam dirimu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14663</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 02:54:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14663</guid>
		<description><![CDATA[@sun of the west
terima kasih]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@sun of the west<br />
terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sun of the West</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14650</link>
		<dc:creator><![CDATA[Sun of the West]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 10:18:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14650</guid>
		<description><![CDATA[View of Ahmadiyya on Islam
www.alislam.org/islam/

Khataman Nabiyyeen - Interpretations by Eminent Learned Scholars of Islam 
wwww.alislam.org/library/books/Khataman-Nabiyyeen-20080611MN.pdf

Centenary Khilafat Jalsa Speech of 27th May 2008 by Hadhrat Khalifatul Masih V
www.alislam.org/topics/khilafat/KC20080527-EN.wmv]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>View of Ahmadiyya on Islam<br />
<a href="http://www.alislam.org/islam/" rel="nofollow">http://www.alislam.org/islam/</a></p>
<p>Khataman Nabiyyeen &#8211; Interpretations by Eminent Learned Scholars of Islam<br />
wwww.alislam.org/library/books/Khataman-Nabiyyeen-20080611MN.pdf</p>
<p>Centenary Khilafat Jalsa Speech of 27th May 2008 by Hadhrat Khalifatul Masih V<br />
<a href="http://www.alislam.org/topics/khilafat/KC20080527-EN.wmv" rel="nofollow">http://www.alislam.org/topics/khilafat/KC20080527-EN.wmv</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14638</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 02:06:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14638</guid>
		<description><![CDATA[@jebeng
terima kasih untuk komentarnya

@syam
sebenarnya tidak ada kewenangan dari negara sama sekali di ranah itu]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@jebeng<br />
terima kasih untuk komentarnya</p>
<p>@syam<br />
sebenarnya tidak ada kewenangan dari negara sama sekali di ranah itu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Syam Jr</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14619</link>
		<dc:creator><![CDATA[Syam Jr]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 17:33:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14619</guid>
		<description><![CDATA[Mas Anggara
Dalam artikel ini memang tidak dibahas mengenai apakah dengan undang undang yang ada di Republik Indonesia ( UUD 1945 dan atau berbagai Undang Undang lainnya) memberikan kewenangan kepada negara untuk menentukan agama warganya? Tapi saya yang tidak punya pengetahuan hukum, pengen tanya apakah hukum di RI memberikan kewenangan kepada Negara untuk menentukan agama warganya? Terkait dengan adanya upaya agar Kepala Negara membuat keputusan bahwa kaum ahmadiyah sebagai non muslim. Bagaimana ini mas.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Anggara<br />
Dalam artikel ini memang tidak dibahas mengenai apakah dengan undang undang yang ada di Republik Indonesia ( UUD 1945 dan atau berbagai Undang Undang lainnya) memberikan kewenangan kepada negara untuk menentukan agama warganya? Tapi saya yang tidak punya pengetahuan hukum, pengen tanya apakah hukum di RI memberikan kewenangan kepada Negara untuk menentukan agama warganya? Terkait dengan adanya upaya agar Kepala Negara membuat keputusan bahwa kaum ahmadiyah sebagai non muslim. Bagaimana ini mas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jebeng</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14606</link>
		<dc:creator><![CDATA[jebeng]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 06:53:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14606</guid>
		<description><![CDATA[Ahmadiyah memang menurut keyakinan saya, salah, tapi untuk penindakan tetap harus pemerintah dong, bukan kita.
FPI....perlu, sebagai bentuk kontrol, tapi kalo udah kelewat kontrol....

thx]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ahmadiyah memang menurut keyakinan saya, salah, tapi untuk penindakan tetap harus pemerintah dong, bukan kita.<br />
FPI&#8230;.perlu, sebagai bentuk kontrol, tapi kalo udah kelewat kontrol&#8230;.</p>
<p>thx</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14582</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 02:38:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14582</guid>
		<description><![CDATA[@peduli_bangsa
no comment deh :D]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@peduli_bangsa<br />
no comment deh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: peduli bangsa</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14565</link>
		<dc:creator><![CDATA[peduli bangsa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 03:11:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14565</guid>
		<description><![CDATA[FPI itu preman ndeso,,,katrok,,,kampungan,,
tp klo menurut sy ahmadyah juga tidak pantas untuk dibubarkan, mereka punya cara sendiri untuk beribadah, kenapa hal itu dianggap salah?
selama hal-hal yang mereka lakukan masih dibatas norma2 yang berlaku dan tidak merugikan pihak lain, &quot;apa yang salah&quot;????
Tuhan yang menentukan mana yang salah dan yang benar, bukan manusia yang menentukan!!!!!
so,,,jangan sok menjadi tuhan!!!!
mending bercermin pada apa yang terjadi,
lihat diri kita sendiri, apakah cara &amp; kualitas hidup kita sudah benar dlm pandangan agama kita sendiri?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>FPI itu preman ndeso,,,katrok,,,kampungan,,<br />
tp klo menurut sy ahmadyah juga tidak pantas untuk dibubarkan, mereka punya cara sendiri untuk beribadah, kenapa hal itu dianggap salah?<br />
selama hal-hal yang mereka lakukan masih dibatas norma2 yang berlaku dan tidak merugikan pihak lain, &#8220;apa yang salah&#8221;????<br />
Tuhan yang menentukan mana yang salah dan yang benar, bukan manusia yang menentukan!!!!!<br />
so,,,jangan sok menjadi tuhan!!!!<br />
mending bercermin pada apa yang terjadi,<br />
lihat diri kita sendiri, apakah cara &amp; kualitas hidup kita sudah benar dlm pandangan agama kita sendiri?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: anggara</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14558</link>
		<dc:creator><![CDATA[anggara]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 02:02:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14558</guid>
		<description><![CDATA[@indrio
he..he..he...sebetulnya tulisan ini untuk menggambarkan bahwa pembubaran organisasi masyarakat melalui tangan pemerintah itu harus ditentang, meski ada UU yang membolehkannya, lah UUnya sendiri kan dibuat jaman pemerintahan yang otoriter mas. ini bukan soal ahmadiyah atau fpi

@kombor
intinya pembubaran itu boleh, tapi harus melewati tangan pengadilan bukan pemerintah kang

@adi isa
:)

@noviandi
coba baca lagi tulisan saya dengan jernih

@edratna
hmm, menurut saya UU itu sudah out of date bu

@yuhendra
terima kasih, cuma saya tidak berminat buat tulisan tentang MUI, mungkin nanti ada minat :)

@daeng limpo
saya juga heran

@kopdang
mas, intinya kenapa perlu diubah, karena pembubaran itu berdasarkan UU yang berlaku adalah keputusan politik pemerintah dan bukan keputusan pengadilan

@alex
gitu ya mas :)

@adib
tenang-tenang mas, masa orang mau menyembah yang dia yakini enggak boleh :D

@bani mustajab
terima kasih untuk remindernya

@jerry
entahlah mas, saya tidak dalam kapasitas yang bisa menjawab itu

@munggur
terima kasih kang

@ehon
jangan dong, sama aja itu sih

@bukom
terima kasih atas pendapatnya :)

@resep
terima kasih sudah mampir

@wisnu
tanda-tanda apa mas?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@indrio<br />
he..he..he&#8230;sebetulnya tulisan ini untuk menggambarkan bahwa pembubaran organisasi masyarakat melalui tangan pemerintah itu harus ditentang, meski ada UU yang membolehkannya, lah UUnya sendiri kan dibuat jaman pemerintahan yang otoriter mas. ini bukan soal ahmadiyah atau fpi</p>
<p>@kombor<br />
intinya pembubaran itu boleh, tapi harus melewati tangan pengadilan bukan pemerintah kang</p>
<p>@adi isa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@noviandi<br />
coba baca lagi tulisan saya dengan jernih</p>
<p>@edratna<br />
hmm, menurut saya UU itu sudah out of date bu</p>
<p>@yuhendra<br />
terima kasih, cuma saya tidak berminat buat tulisan tentang MUI, mungkin nanti ada minat <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@daeng limpo<br />
saya juga heran</p>
<p>@kopdang<br />
mas, intinya kenapa perlu diubah, karena pembubaran itu berdasarkan UU yang berlaku adalah keputusan politik pemerintah dan bukan keputusan pengadilan</p>
<p>@alex<br />
gitu ya mas <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@adib<br />
tenang-tenang mas, masa orang mau menyembah yang dia yakini enggak boleh <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@bani mustajab<br />
terima kasih untuk remindernya</p>
<p>@jerry<br />
entahlah mas, saya tidak dalam kapasitas yang bisa menjawab itu</p>
<p>@munggur<br />
terima kasih kang</p>
<p>@ehon<br />
jangan dong, sama aja itu sih</p>
<p>@bukom<br />
terima kasih atas pendapatnya <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>@resep<br />
terima kasih sudah mampir</p>
<p>@wisnu<br />
tanda-tanda apa mas?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Bloggers&#8217; reaction to SKB Ahmadiyah &#171; Shariah @ National Law</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14538</link>
		<dc:creator><![CDATA[Bloggers&#8217; reaction to SKB Ahmadiyah &#171; Shariah @ National Law]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 12:48:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14538</guid>
		<description><![CDATA[[...] Komentar di Wacana Pembubaran Ahmadiyah dan FPI: Dampaknya &#8230; [...]]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Komentar di Wacana Pembubaran Ahmadiyah dan FPI: Dampaknya &#8230; [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: wisnu</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14536</link>
		<dc:creator><![CDATA[wisnu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 10:03:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14536</guid>
		<description><![CDATA[yahh... kok jadi perang saudara gini ya...
kayaknya ini tanda tanda......   :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yahh&#8230; kok jadi perang saudara gini ya&#8230;<br />
kayaknya ini tanda tanda&#8230;&#8230;   <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: resep.web.id</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14533</link>
		<dc:creator><![CDATA[resep.web.id]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 19:22:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14533</guid>
		<description><![CDATA[senang mampir disini....

Barter banner yuk, &quot;Banner Exchange&quot;
Buat blogger lainnya juga boleh ikut.
Berikut infonya : http://www.resep.web.id/kirim-resep/banner-exchange]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>senang mampir disini&#8230;.</p>
<p>Barter banner yuk, &#8220;Banner Exchange&#8221;<br />
Buat blogger lainnya juga boleh ikut.<br />
Berikut infonya : <a href="http://www.resep.web.id/kirim-resep/banner-exchange" rel="nofollow">http://www.resep.web.id/kirim-resep/banner-exchange</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bukom kuala mentaro</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14527</link>
		<dc:creator><![CDATA[bukom kuala mentaro]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 06:37:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14527</guid>
		<description><![CDATA[sebaik&#039;a mari kembali ke peraturan yang ada, negara kita negara hukum bukan negara islam. Jadi, walaupun beribu SKB dikeluarkan oleh pemerintah atau peraturan-peraturan baru dibuat oleh pemerintah untuk menjegal ahmadiyah tetap akan melanggaar Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 tentang Hak warga negara.
Negara tidak berhak melanggar warga negaranya untuk memeluk agama atau kepercayaan tertentu, tapi wajib menjaga keamanan warga negaranya dalam dalam menjalankan kepercayaan tersebut.

tolong kepada para pedebat sejati untuk kembali belajar ilmu hukum. Peraturan itu punya hirarkinya. Dari UUD 1945 sampai dengan Perda (peraturan Daerah). Jadi, apalah artinya SKB itu bila dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar.

Kemudian, dalam kasus penyerangan monas saya melihat ada permainan para elite politik di senayan untuk mengalihkan isu yang selama ini mengerogoti pemerintah yaitu masalah kenaikan harga BBM. Ini perlu kita lihat kembali.

Kemudian lagi, saya pernah mendengar kalo FPI itu bentukannya serdadu. saya tidak bermaksud menuduh tapi itu tolong dikaji, apakah itu betul?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebaik&#8217;a mari kembali ke peraturan yang ada, negara kita negara hukum bukan negara islam. Jadi, walaupun beribu SKB dikeluarkan oleh pemerintah atau peraturan-peraturan baru dibuat oleh pemerintah untuk menjegal ahmadiyah tetap akan melanggaar Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 tentang Hak warga negara.<br />
Negara tidak berhak melanggar warga negaranya untuk memeluk agama atau kepercayaan tertentu, tapi wajib menjaga keamanan warga negaranya dalam dalam menjalankan kepercayaan tersebut.</p>
<p>tolong kepada para pedebat sejati untuk kembali belajar ilmu hukum. Peraturan itu punya hirarkinya. Dari UUD 1945 sampai dengan Perda (peraturan Daerah). Jadi, apalah artinya SKB itu bila dibandingkan dengan Undang-Undang Dasar.</p>
<p>Kemudian, dalam kasus penyerangan monas saya melihat ada permainan para elite politik di senayan untuk mengalihkan isu yang selama ini mengerogoti pemerintah yaitu masalah kenaikan harga BBM. Ini perlu kita lihat kembali.</p>
<p>Kemudian lagi, saya pernah mendengar kalo FPI itu bentukannya serdadu. saya tidak bermaksud menuduh tapi itu tolong dikaji, apakah itu betul?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ehon sobahi</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14525</link>
		<dc:creator><![CDATA[Ehon sobahi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 09:27:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14525</guid>
		<description><![CDATA[menurut pendapat saya, organisasi radikal semaca fpi ini tidak ada bedanya dengan jaringan al qaida tetapi mereka menyamar sebagai orang yang sok alim. ada baiknya selain organisasinya yang dibubarkan, sikalian aja sama orang2 nya di tumpas habis seperti ayam yang kena flu burung, kalo dulu seperti PKI. trimas]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>menurut pendapat saya, organisasi radikal semaca fpi ini tidak ada bedanya dengan jaringan al qaida tetapi mereka menyamar sebagai orang yang sok alim. ada baiknya selain organisasinya yang dibubarkan, sikalian aja sama orang2 nya di tumpas habis seperti ayam yang kena flu burung, kalo dulu seperti PKI. trimas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: munggur</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14524</link>
		<dc:creator><![CDATA[munggur]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jun 2008 05:24:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14524</guid>
		<description><![CDATA[pada dasarnya ormas boleh-boleh saja berdiri di tengah-tengah masyarakat asalkan memang berguna dan meningkatkan kesejahteraan bersama.

tapi kalau meresahkan, apalagi menakutkan, ya dibubarkan saja karena memang warga sekitar sudah merasa terganggu.

makasih, bung anggara atas penjelasannya yang masuk akal dan bermutu dengan disertai bukti dan fakta (termasuk kutipan pasal-pasal). jarang-jarang ada blog yang seperti ini. dan bagusnya lagi, tiap artikel disampaikan secara netral. sip!]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pada dasarnya ormas boleh-boleh saja berdiri di tengah-tengah masyarakat asalkan memang berguna dan meningkatkan kesejahteraan bersama.</p>
<p>tapi kalau meresahkan, apalagi menakutkan, ya dibubarkan saja karena memang warga sekitar sudah merasa terganggu.</p>
<p>makasih, bung anggara atas penjelasannya yang masuk akal dan bermutu dengan disertai bukti dan fakta (termasuk kutipan pasal-pasal). jarang-jarang ada blog yang seperti ini. dan bagusnya lagi, tiap artikel disampaikan secara netral. sip!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: jerry</title>
		<link>http://anggara.org/2008/06/05/wacana-pembubaran-ahmadiyah-dan-fpi-dampaknya-terhadap-organisasi-masyarakat-sipil/#comment-14521</link>
		<dc:creator><![CDATA[jerry]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2008 09:16:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anggara.wordpress.com/?p=719#comment-14521</guid>
		<description><![CDATA[Peristiwa Monas, oleh pihak-pihak tertentu dikaitkan masalah Ahmadiyah.......kasihan saya sama Ahmadiyah, tidak berbuat tetapi menjadi kambing hitam................Ahmadiyah mempunyai akhlak yang luar biasa sementara masjidnya dibakar, diintimidasi bahkan FPI melakukan kekerasan tidak gentle mengaku salah tetapi dilemparkan kepada Ahmadiyah.............tetap saja orang Ahmadiyah kalau saya tanya jawabnya, &quot; Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT&quot;ini luar biasa....... dilihat dari sini sebenarnya Ahmadiyah itu sama dengan Islam umumnya cuma Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad itu Imam Mahdi, tetapi umat Islam pada umumnya Imam Mahdi pasti turun tapi sekarang belum turun.......................lho......seandainya yang turun itu adalah benar Ahmadiyah, kita bagaimana ?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Peristiwa Monas, oleh pihak-pihak tertentu dikaitkan masalah Ahmadiyah&#8230;&#8230;.kasihan saya sama Ahmadiyah, tidak berbuat tetapi menjadi kambing hitam&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.Ahmadiyah mempunyai akhlak yang luar biasa sementara masjidnya dibakar, diintimidasi bahkan FPI melakukan kekerasan tidak gentle mengaku salah tetapi dilemparkan kepada Ahmadiyah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.tetap saja orang Ahmadiyah kalau saya tanya jawabnya, &#8221; Semuanya saya serahkan kepada Allah SWT&#8221;ini luar biasa&#8230;&#8230;. dilihat dari sini sebenarnya Ahmadiyah itu sama dengan Islam umumnya cuma Ahmadiyah meyakini Mirza Ghulam Ahmad itu Imam Mahdi, tetapi umat Islam pada umumnya Imam Mahdi pasti turun tapi sekarang belum turun&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..lho&#8230;&#8230;seandainya yang turun itu adalah benar Ahmadiyah, kita bagaimana ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

