Kasus Todung yang dihukum dengan pemberhentian sebagai Advokat secara permanen, tidak hanya menyebabkan reaksi dalam negeri, tetapi juga reaksi dari luar negeri. Tidak hanya dari International Bar Associations Human Rights Institute, namun juga dari South East Asia Press Alliance.
Bahkan yang lebih lucu dari kasus ini adalah, Todung diberhentikan oleh PERADI namun melakukan banding atas putusan PERADI di KAI. Saya sih memprediksi, bahwa PERADI akan segera menuai banyak desakan dari beberapa asosiasi advokat di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan bahkan mungkin juga Amerika Serikat.
Saya pikir adalah hak dari Todung untuk mengadukan kasusnya kemanapun, termasuk juga ke organisasi advokat lainnya di seluruh dunia, namun sebaiknya PERADI juga mulai mengambil sikap soal ini, terutama tentang ”pecahnya” PERADI dengan KAI.










benny abadi
Juli 17, 2008
Ada peradi, ada KAI………jangan bikin bingung para calon advokatlah……..sama sama bikin susah…….
anggara
Juli 21, 2008
@benny
he…he…he…
rinto guswit
Agustus 2, 2008
katanya kita penegak hukum ???ko……ga kompak sih…….satu wadah aja…..negara Indonesia cinta kesatuan gitu aja repot……!
maratua harahap
Agustus 4, 2008
ketika para gajah bertarung..
maka semut2 akan bingung akan ikut kemana..
semut takut melakukan pergerakan karena takut terpijak para gajah yang lagi marah2…hehehehe
siapa gajah siapa semut….
PKPA angkatan IV UDA Medan
anggara
Agustus 12, 2008
@rinto
he…he…he…, biasalah, namanya juga advokat
@maratua
semoga bisa balik lagi semuanya yaa bang….
huget
Agustus 12, 2008
hehehehehe
KAI itu Kereta Api Indonesia kah….?
anggara
Agustus 13, 2008
@huget
hehehehehehehehe
Banta
Agustus 13, 2008
aaah.. biasa itu, kaloo tidak begaaduh bukaan baaatak namanya, peradi ya kai ya sama-samanya oraang baatak.
anggara
Agustus 15, 2008
@banta
wah no comment deh
irvan
Agustus 28, 2008
mudah2an KAI bisa menjadi sebuah perhimpunan yang lebih dapat membantu masyarakat dari golongan mana pun.
anggara
September 2, 2008
@irvan
mudah2an
rico
September 2, 2008
ada KAI ada Peradi apakah keduanya mempertimbangkan kita yg akan jadi calon advokat…? berita mengenai pepecahan advokat dari dulu sering terjadi, dan selalu muncul lagi organisasi advokat yang baru, bykan begitu bung anggara…?
anggara
September 2, 2008
@rico
waduh, kalau soal mempertimbangkan sebenarnya kedua “mustinya” mempertimbangkan mas
ronnie
Oktober 24, 2008
KAI jangan arogan,gara 2x gak dpt jabatan di PERADI, jadi sempalan PERADI, todung lo itu antek nya ausie minta suaka banci dan bangsat lo
dedeq
Desember 1, 2008
KAI Pembohong Besar………..
rahim
Desember 26, 2010
tidak ada pembohongan……… karna masing2 mempunyai peraturan yang akan dijadikan acuan dalam menjalani profesi….para lawyer tahu mekanisme peradilan yang berlaku dan diatur oleh kode etik …kamu aja yg kurang paham,,,,,,,,
Harson
Desember 19, 2008
Peradi n KAI sm bikin susah, mendingan gak usah pakai wadah tunggal krn buat susah saja, Adovokat kan profesi terhormat yg bebas n mandiri jdi mendingan seperti dulu dng organisasinya masing2 atau sendiri2 saja, ngapain profesi bebas mau diatur dlm satu wadah organisasi ya mana bisa akur
adhit
Januari 29, 2009
maaf ni bang, anak bau kencur nimbrung..
khan (mungkin) salah satu tujuan jadi pengacar/advokat pengen kebebasan (sesuai koridor hukum) dalam melakukan tugasnya sebagai pengacara/advokat, lagian (setau aku, dari sekedar2 baca2/curi2 dengar) yang namanya advokat/pengacara dari jaman Peradin (kalo salah dikoreksi ya bang) sulit sekali untuk dipersatukan, jadi sebagai profesi yang terhormat alangkah baiknya bila dikasih kebebasan/dikembalikan seperti dulu, jaman ada Ikadin, IPHI, AAI dll, soal surat ijin biar kaya dulu lagi, ujian di PT daerah masing2, baiar ga ribut2 he..he.. terima kasih
denny Pram
Maret 5, 2009
ai jadi bingung nih. mo ngikutin yang mana? ? ? mungkin ada benernya, Dunia tuch Aman n’ Tentrem kalo semua Pengacara diborgol dan dibuang ke lauuuuuut az…. hehe
muslimah
Maret 15, 2009
yah,,orang hukum emang susah disatukan…
yang penting jangan lupa hakekat profesi advokat yach..
Semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
hendrik dengah
April 6, 2009
Ada baiknya institusi hukum bertindak
Kok seolah-olah organisasi advokat ga ada yg bisa atur
Padahal ada uu nya n disana tidak ada tuh peradi n kai sebagai wadah tunggal
N lucunya hampir seluruh KPT mengatakan tidak berpihak tapi tdk mau melakukan inisiasi penyumpahan advokat baru
Katax harus tunggu surat wasiat daru MA kalo gtu uu advokat di tambain pasal kalo mau ambil sumpah tunggu surat edaran dari MA
Gimana mau penegakan hukum kalo MA sj tidak bisa mengambil keputusan tentang dualisme ini?
Kan yg penting berdasarkan UU advokat
Sayang SH yg mau jadi advocat terhambat
anggara
April 6, 2009
@hendrik
hehehehehehe, mari kita doakan agar MA mengambil keputusan bijak
hendra saidi
April 29, 2009
yang namanya advokat profesional gak akan mencederai amanat UU advokat…………jangan seperti politisi yang gak masuk parlemen bikin partai baru atau loncat kepartai lain…….mudah2an cepat bersatu lagi bang dan yang di pecat bisa menerima klo memang adakesalahan klo gak masih banyak tempat buat nongkrong.
anggara
April 29, 2009
@hendra
mudah2an yaa
hendra
Mei 16, 2009
buat para advokat yang ada di seluruh INDONESIA anda semua harus bersatu tanpa tawar menawar lagi!! sebab klo abang-abang semua hanya mementingkan Ego masing-masing pada senang tuh orang-orang yang picik.. coba abang pikir advokat itu bekerja dari tingkat penyidikan, penuntutan, dan pengdilan apa gak susah tuh sedangkan polisi dan jaksa aja kerja sama dalam pembuatan BAP, nah advokat berantem melulu, aduh sudahlah bang bersatulah jangan mau diadu domba seperti penjajah dahulu.. buktikan organisasi advokat itu kuat dan klo kuat siapa mau macam-macam pasti berpikir 1000kali bang..saya bukan advokat tapi saya peduli dgn nasib orang2susah siapa lagi yg akan membelanya klo bukan abang-abangku sekalia.. contoh nasib suku anak dalam ( suku kubu ) yang di Jambi sepertinya gak ada yg mau medampinginya bang..saya jadi sedih nehhh bang, gak tau knpa saya jadi suka emosi klo melihat orang di perlakukan tidak adil..
anggara
Mei 22, 2009
@hendra
terima kasih untuk pendapatnya
pramadita anggara
Mei 19, 2009
buat para advokad yang senior yang mungkin merasa paling bijak n benar di indonesia, tolonglah kasih contoh buat para calon advokad junior, kalo berebut legalitas mulu, gimana advokad junior mau berkembang, bingung mau bernaung di payung yang mana yang benar, buat MA n MK kasih solusi yang bijak n ngak membuat kebingungan
memenk situmeong
November 7, 2009
buat para calon advokat yang gak bisa dilantik di PT gara2 ada SEMA dari ketua MA , mari kita berdoa kepada Tuhan agar cepat mencabut nyawa orang tuwa ini ameen.
Beng beng
Desember 8, 2009
da banyak yang kehilangan…. mental yang baja, dan ketulusan nurani yang semestinya berpihak pada hati kecil yang jujur. semua berorientasi pada tendensi masing masing.
kapan kita belajar untuk memperbaiki akhlaq ????????
rondi pramuda
Januari 9, 2010
sebenarnya pak todung memang salah… tapi hukumannya juga salah… terlalu berat dan bisa menjadi preseden buruk di kemudian hari… menurut saya hukuman yang tepat adalah diberhentikan (di skors) utk beberapa waktu, jangan permanen…. karena pak todung sudah menjadikan advokat sebagai profesi mengabdi dan melanjutkan hidup
arnoldi
Juli 16, 2010
JAYA Truz ADVOKAT INDONESIA………
jangan ada brantem” lagi lah……
BUDI
November 20, 2010
hilang permataku hilang harapanku tuk jadi advokat ???? Salam hormat tuk KAI dan PERADI……mari kita bersatu padu.. tuk meluruskan cita-cita advokat…..
Moh.Iwan Rajasipa.S.H
April 20, 2011
Buat Bapak.TODUNG MULYA LUBIS.Di-Tempat kita sebagai anggota PERADI seharusnya Mengacu pada Undang Undang Advokat dengan Kode Etik Advokat yang dipegang oleh ADVOKAT/PENGACARA langsung dari DPN.PERADI.Jakarta.