Kontroversi Supriyadi

Posted on Agustus 21, 2008

10



Kemunculan orang yang mengaku sebagai Supriyadi, pemimpin perjuangan yang melancarkan perjuangan kemerdekaan melalui pemberontakan PETA di Blitar, menjadi pemberitaan yang cukup heboh. Syahdan, dalam beliau dikabarkan “moksa” saat pemberontakan yang dipimpinnya gagal. Namun ada juga menyatakan “El Commandante” tersebut telah meninggal dieksekusi pasukan pendudukan Jepang.

Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang rekan tentang moksanya beberapa tokoh terkenal dan juga Raja-Raja di Jawa. Saya sempat bicara kalau moksa itu bisa jadi benar, jika dalam konteks Raja-Raja Jawa, kenapa? Karena siapa rakyat yang pernah mengenal muka Rajanya? Tentunya dengan menyamar seadanyapun dia bisa mengelabui penglihatan rakyatnya?

Lalu dia bertanya, bagaimana dengan moksanya Supriyadi, saya menjawabnya bisa jadi ia telah dieksekusi secara diam-diam seperti Tan Malaka, atau memang tidak ada yang mengenal persis raut wajahnya. Harus diingat, Supriyadi saat itu adalah tokoh lokal yang menjadi legenda karena dia berani melakukan pemberontakan. Saya sendiri tidak pernah mendengar kiprah perjuangannya sebelum masuk PETA. Buat saya sangat wajar, jika ia punya perasaan ketakutan dan lalu menghilang entah kemana, dan sangat logis jika ia tidak dikenali, karena dia seorang tokoh lokal saat itu yang tidak diketahui persis raut wajahnya. Silahkan bandingkan dengan Tan Malaka, seorang Indonesia dengan reputasi Internasional saja masih dapat mengelabui polisi rahasia dan tentara, apalagi ini seorang Supriyadi.

Tapi ini bukan untuk merendahkan kepahlawanan Supriyadi, karena seingat saya dialah Panglima Tentara yang pertama di Republik ini. Kalau mau bukti ilmiah, seharusnya segera lakukan test DNA saja, supaya segera jelas duduk masalahnya

Posted in: Lain-Lain