Perlawanan Terhadap Putusan Verstek


Sesuai dengan Pasal 129 HIR/153 RBg, tergugat/para tergugat yang dihukum dengan verstek berhak mengajukan verzet atau perlawanan dalam waktu 14 hari terhitung setelah pemberitahuan putusan verstek itu kepada tergugat semula jika pemberitahuan tersebut langsung disampaikan sendiri kepada yang bersangkutan (Pasal 391 HIR: dalam menghitung tenggang waktu maka tanggal/hari saat dimulainya penghitungan waktu tidak dihitung)

Jika putusan itu tidak langsung diberitahukan kepada tergugat sendiri dan pada waktu aanmaning tergugat hadir, maka tenggang waktunya sampai pada hari kedelapan sesudah aanmaning (peringatan)

Jika tergugat tidak hadir pada waktu aanmaning, maka tenggang waktunya adalah hari kedelapan sesudah sita eksekusi dilaksanakan (Pasal 129 ayat (2) jo Pasal 196 HIR dan Pasal 153 ayat (2) jo Pasal 207 RBg). Kedua perkara tersebut (perkara verstek dan verzet terhadap verstek) benda dalam satu nomor perkara

Perkara verzet sedapat mungkin dipegang oleh Majelis Hakim yang telah menjatuhkan putusan verstek

Hakim yang melakukan pemeriksaan perkara verzet atas putusan verstek harus memeriksa gugatan yang telah diputus verstek tersebut secara keseluruhan. Pemeriksaan perkara verzet dilakukan secara biasa (Pasal 129 ayat (3) HIR, Pasal 153 ayat (3) RBg, dan SEMA No 9 Tahun 1964)

Apabila dalam pemeriksaan verzet pihak penggugat asal (Terlawan) tidak hadir, maka pemeriksaan dilanjurkan secara contradictoire, akan tetapi apabila Pelawan yang tidak hadir, maka Hakim menjatuhkan putusan verstek untuk kedua kalinya. Terhadap putusan verstek yang dijatuhkan kedua kalinya ini tidak dapat diajukan perlawanan, akan tetapi bisa diajukan upaya hukum banding (Pasal 129 ayat (5) HIR dan Pasal 153 ayat (5) RBg)

Apabila verzet diterima dan putusan verstek dibatalkan maka amar putusannya berbunyi: a. Menyatakan Pelawan adalah pelawan yang benar, b. Membatalkan putusan verstek, c. Mengabulkan gugatan penggugat atau menolak gugatan pengggugat

Apabila verzet tidak diterima dan putusan verstek dibatalkan, maka amar putusannya berbunyi: a. Menyatakan pelaran adalah pelawan yang tidak benar, b. Menguatkan putusan verstek tersebut

Terhadap putusan verzet tersebut kedua belah pihak berhak mengajukan banding. Dalam hak diajukan banding, maka berkas perkara verstek dan verzet disatukan dalam satu berkas dan dikirim ke PT dan hanya ada satu nomor perkara

(diambil dari Pedoman Teknis Administrasi dan Teknis Peradilan Perdata Umum Edisi 2007 yang dikeluarkan oleh Balitbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI 2007)

About these ads

8 thoughts on “Perlawanan Terhadap Putusan Verstek

  1. Tolong kirim contoh surat perlawanan terhadap verstek ke alamat e mail saya,soalnya lagi benar2 butuh thx!,A.S.A.P pleaseee!!!!

  2. Dalam menghitung tenggang waktu pengajuan Verzet menurut pasal 129 HIR/153 RBg waktu 14 hari dimaksud apakah hari kerja atau hari kalender, mengingat pada saat ini instansi pemerintah dan sebagian instansi swasta rata-rata mempunyai hari kerja hanya 5 hari dalam seminggu (Sabtu & Minggu libur).
    Mohon infonya dan terima kasih

    Salam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s