Seperti sahabatnya, Dr Azahari, kelompok Noordin M Top dikenal sebagai orang atau sekelompok orang yang berani melawan hegemoni Amerika Serikat dan Sekutunya. Ia meledakkan tempat – tempat yang terasosiasi erat dengan dunia barat dan menganggap itu sebagai bagian dari Jihad
Mereka tak pernah menyerah bahkan secara heroik melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan. Bukankah ia memang pahlawan?
Ia tentu pahlawan bagi orang – orang yang memujanya tapi dia tentu bukan pahlawan bagi saya. Namun saya akui mereka cerdas nan pintar. Mereka mestinya melakukan riset yang mendalam sebelum meledakkan sesuatu, bahkan mampu merekrut orang – orang yang meledakkan dirinya sendiri. Sayang sekelompok orang pintar nan cerdas itu, bagi saya, tak mampu berpikir rasional dan malah menebarkan ancaman ke seantero negeri
This entry sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Sinyal Kuat Indosat. Thanks http://anggara.org








ade
Agustus 10, 2009
baru mau misuh2
eh ternyata ketipu judul
hihihi
cahpamulang
Agustus 10, 2009
Masih mending mas daripada ketipu sama simulasi anti terror yang barusan terjadi kemarin
Den Mas
Agustus 12, 2009
sekali lagi, pahlawan itu relatif yah???
yuda
Agustus 10, 2009
Saya terus berfikir, hubungan antara serangan 11 September 2001, serangan ke Afghanistan, serangan ke Irak, teror bom di Indonesia, serta kasus flu burung dan flu babi, siapa yang mengendalikan semua ? dan saya yakin orang-orang itu punya dana yang terbatas dan akses yang tak terbatas pula, dengan visi dan misi tertentu …
buchin
Agustus 10, 2009
Illuminati?
cahpamulang
Agustus 10, 2009
Yang lebih menarik adalah…
Benarkah tokoh itu ada?
buchin
Agustus 10, 2009
Bisa jadi hanya rekaan.
amrie
Agustus 10, 2009
bukan pahlawan sama sekali. sepanjang penyergapan di temanggung, yg saya lihat adalah densus 88 sdng menyerang markas pengecut mas. kalo pahlawan itu dia menghadapi maut, bukan ngumpet di wc. ngumpet itu tandanya takut tertembak dan mati. buat setan sekaliber teroris yg sering bantai puluhan hingga ratusan orang, siapapun yg ngumpet di wc itu sama sekali tdk memenuhi kriteria sbg pemberani, apalagi pahlawan. kalo dlm pelarian ngumpet2 sih wajar, namanya tikus yg lagi dikejar kucing ya dia harus ngumpet. tp kalo sdh berhadap2an dgn musuhnya, dia hrs ksatria kalo memang dia yakin dia memperjuangkan hal yg benar. kalo melakukan sebaliknya, dia cuma mati sebagai tikus. bangkainya juga tdk lbh berharga dr bangkai tikus yg kita sering lihat di jalanan.
anggara
Agustus 10, 2009
Loh apa mas Amrie enggak baca keseluruhan isi tulisan saya, apa hanya membaca judulnya saja?
buchin
Agustus 10, 2009
@amrie
Apakah benar itu Nurdin M Top?
Dedy
Agustus 10, 2009
Wah noordin m top mestinya ikut MLM pasti dia cepet jadi director level. Kan dia jago rekrut orang.
JalanSutera.com™
Agustus 10, 2009
Nurdin M Top memang pahlawan. Kematiannya menyebabkan rupiah semakin mantapppp. Hehehehe. Kenapa nggak matek dari dulu saja?
grahat
Agustus 10, 2009
hum.. g justru kasihan sama yang dicuci otaknya – masih cupu dan umumnya idealismenya masih menggebu2 mudah ditunggangi.
jadi ingat dulu waktu kuliah dan smu sempat kedatangan tim ‘pencari bakat’ .. yang ngasih doktrin “indonesia negara kafir”… tapi keburu diintervensi bokap yang cerita soal gimana dulu pernah lagi solat jumat hampir ditembakin ekstrimis. gara2 rebutan jadi imam…
Diani Adiani Viviana
Agustus 10, 2009
Waduh…waduuh. gemes banget aku pas baca judulnya….hehehe. Semoga si Noordin nda membaca tulisan mas Angga ini, karena di alinea ke tiga tuh saran-sarannya boleh juga tuh buat sepak terjang si Noordin. Si Noordin hanyalah bagian kecil dari jaringan teroris. Mungkin benar, bagi komunitasnya dia adalah pahlawan. Bagiku mah, bukan sama sekali. si Noordin selain gemar menebar BOM’s, ia juga gemar menyemai sperma-nya dimana-mana. Si Noordin yang Kagan itu (Kagak Ganteng) disangka memiliki sejumlah istri yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia yang pernah ia diami. Diantaranya di Cilacap, Riau, Jepara dll., belum lagi di negeri jiran kita. Dimana ia berdiam, ia akan memiliki istri baru di tempat itu, dan ber-anak. kemudian, meninggalkan surat wasiat, lalu berpindah tempat, lalu beristri lagi-beranak lagi-berwasiat lagi. Begitu seterusnya. Opo ndak capek yo?Mungkinkah ia juga menganggap itu bagian dari jihad?itu istri-istri dan anak-anak yang ditinggalkan menjadi “janda-janda dan yatim-hidup tanpa kasih sayang ayahnya.Walah…walah…, apakah negara harus memelihara mereka?Wong fakir miskin dan anak terlantar lainnya aja belum sempet terpelihara semua. Belum lagi anak2 terlantar baru, fakir miskin baru, yang datang dari korban BOM’s nya si Noordin. Tidak setuju, kalau si Noordin disebut pahlawan.
buchin
Agustus 10, 2009
Si Noordin yang Kagan itu (Kagak Ganteng) disangka memiliki sejumlah istri yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia yang pernah ia diami.
Disangka?
amrie
Agustus 10, 2009
@ mas anggara:
aku wis moco toh mas. tetep aja orang yg ngumpet di wc itu ga ksatria bagi anak2 buahnya. beda halnya kalo kata2 “pahlawan” atau “heroik” dlm entri di atas mas maksudkan sebagai sindiran. tapi, sepertinya kan tidak begitu.
anggara
Agustus 10, 2009
@amrie
sebenarnya entry ini saya maksudnya untuk memakai teori link baiting, silahkan baca soal link baiting tersebut disini mas. Mudah2an mas Amrie menangkap maksud saya dan tidak salah tangkap dengan judul dan 2 alinea yang saya bahas
melly
Agustus 10, 2009
yang pasti dia licik,..namun benarkah Nordin itu ada??
sesamaislam
Agustus 10, 2009
Betul tu !!! Beliau pahlawan bagi yang memujanya, namun tidak pada mereka yang cintakan keamanan…mereka ini penganas.
kwangkxz
Agustus 11, 2009
Pahlawan dalam hal apa sobat ? Dia sudah meresahkan Negara kita.
ryzard
Agustus 14, 2009
jihad yang diusung oleh para pahlawan kesiangan itu hanya jokes yang garing dari orang2 yang hopeless memperjuangkan nasibnya sendiri.
saya berhasil melakukan interview dengan nurdin beberapa hari lalu dan bisa membuktikan betapa mereka adalah guyon ngawur belaka
Agus Suhanto
Agustus 23, 2009
thanks o atas postingnya yang bagus…
kenalkan saya Agus Suhanto
Harry Nizam
September 5, 2009
Hampir terkecoh, saya pikir benar anda memuja teroris.
Sayang memang orang pintar tapi tersesat.
Erlia
Oktober 7, 2009
Stujuuu. . . .
Mrka cm sekumpulan orang yang bertindak semaunya tanpa benar” memikirkan tindakan mereka. .
Menurut aq, , mereka memang berfikir bahwa tindakan mereka itu adalah jihad yang suci tapi sebenarnya tindakan mereka gak lebih dari tindakan g bermoral dan beradap