Sejarah

Posted on September 24, 2009

3


Jangan sekali sekali meninggalkan sejarah atau Jas Merah adalah pidato politik dari Soekarno saat “dipaksa” untuk turun dari kursi kepresidenan.

Kita memang tak boleh melupakan sejarah, tapi sayangnya anak negeri ini, termasuk saya, begitu parah mengidap amnesia sejarah. Upaya hukumonline untuk menghadirkan tokoh – tokoh hukum terkemuka di negeri ini tentu harus diacungi jempol. Salah satu yang dituliskan adalah advokat berkebangsaan Indonesia yang pertama, dalam pandangan saya, adalah salah satu upaya melawan lupa ingatan. Beberapa tokoh hukum lainnya juga dituliskan oleh redaksi hukumonline.

Saya berharap penulisan sejarah hukum Indonesia seperti yang telah dirintis oleh mereka akan dilanjutkan terus. Terus terang, saya sendiri tidak mengenal sejarah hukum di Indonesia. Saya tak tahu siapa Ketua MA pertama jaman Hindia Belanda dan apa karyanya, saya juga tak tahu siapa Ketua MARI yang pertama dan apa peranannya dalam perkembangan hukum di negeri ini.

Tapi tak usah bicara tokohnya, letak gedung MA yang dulu juga saya tak tahu. Apalagi letak gedung landraad di Jakarta. Saya iri pada bangsa Singapura, mereka bahkan masih merawat gedung MA tinggalan pemerintah Inggris.

Saya ingin menjadi orang yang menghargai sejarah, termasuk sejarah MA, sejarah organisasi advokat, dan sejarah lain yang terkait dengan dunia hukum di Indonesia.

Maka, saya selalu menganggap relevan judul pidato Soekarno itu terkait dengan sejarah hukum di Indonesia. Bukan untuk menjelajahi romantisme tapi untuk menyegarkan ingatan kita atas sejarah hukum di Indonesia

This entry sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Sinyal Kuat Indosat. Thanks http://anggara.org

Posted in: Opini Hukum