Entah mengapa, Rabu malam (14/10) seseorang dari TV One menelpon saya untuk hadir dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi, katanya sih dalam kaitan dengan Amicus Curiae yang kami luncurkan pada pagi harinya. Waktu itu, saya mengiyakan untuk datang pada pukul 6.45
Tak lama, sobat saya, om zainal mengirimkan pesan pendek ke ponsel, menanyakan apakah ada telp dari TV One? Saya yakin karena om zainal ini yang sebenarnya diminta, tapi karena sulit untuk bangun pagi makanya saya jadi replacementnya beliau.
Kamis pagi, saya meluncur dari rumah saya di kawasan Serpong pada 5.30 dan sampai di Wisma Nusantara pada pukul 6.30. Tak lama kemudian saya melihat “pakar telematika” hadir. Wah saya kaget, kalau tahu “lawan” saya itu dia, tentu saya lebih baik tidak hadir dan menghabiskan waktu saya dengan bermain dengan anak – anak. Saya masih sebel dengan semua pernyataannya di depan ruang sidang.
Alkisah, saya kembali berhadapan dengan orang tersebut dan entah kenapa buat saya semua informasi yang dia sampaikan, terlebih soal teknis hukum begitu ngawur dan menggunakan teori yang ajaib dari negeri antah berantah. Karena sebel dari awal karena harus bangun pagi hanya untuk mendengarkan orang tersebut bicara ditambah dengan kengawuran argumentasi yang dia sampaikan, jadinya saya terlihat emosi dan kesal dalam menyampaikan opini saya, ini menurut sobat saya om Supi. Sampai akhirnya kekesalan saya memuncak pada saat ia terus mengulang kalimat yang buat saya sih sudah merendahkan rekan seprofesi saya yang sudah membela bu Prita, sampai akhirnya saya bicara “kalau tidak mengerti pokok persoalan dan bukan bidangnya jangan bicara hal tersebut, dan hati – hati anda juga bisa kena menista karena terus menerus menyampaikan “kelemahan” tim pengacara bu Prita di depan televisi” Kemudian saya tambah juga istilah dari om ajo, dan saya sampaikan juga ke orang tersebut “mulutmu harimaumu“. Nah, dibawah ini adalah gambar penampilan terburuk saya depan media. Judul tulisan ini saya ambil dari pesan pendek Mas Amrie ke saya pagi itu









Payjo
Oktober 16, 2009
Lah, tau gini saya nonton tadi pagi.
hafidz al akbar
Oktober 19, 2009
betul-betul…andai saya bisa bangun pagi…pasti saya nonton…
anggara
Oktober 29, 2009
@payjo
lah, kenapa ndak nonton mas
Chic
Oktober 16, 2009
woooooogh saya ketinggalan acara ituuuuuuuu…
beuh! ada siaran ulang ga ya?
pengen liat mas anggara marah-marahin RS! Pasti seru!!!
anggara
Oktober 29, 2009
@chic
sumpah, saya memulai pagi dengan cara yang buruk mbak
ryosaeba
Oktober 16, 2009
jangan pernah berharap bisa adu argumen secara rasional dengan orang ini. karena pada dasarnya dia memang jarang menggunakan rasionya. ini bukannya dia tidak tahu, tapi justru dia manfaatkan untuk membuat orang lain emosi.
anggara
Oktober 29, 2009
@ryosaeba
I completly agree
arvernester
Oktober 18, 2009
wah, hampir ga pernah nonton tipi lagi,
Mova
Oktober 18, 2009
wah, mangstab, ada di youtube gak?
anggara
Oktober 29, 2009
@mova
enggak ada bro
ilham
Oktober 19, 2009
iya saya sempet liat sebentar, rasanya pgn ikut adu argumen ama RSI. Huuuh sebel.
ade
Oktober 19, 2009
sayahhh nongton
sms juga sihhhhhh
ihihihihi
anggara
Oktober 29, 2009
@ade
saya menerima dengan baik loh
Yance Arizona
Oktober 19, 2009
Memang duet Maut… Hajar terus Mas.. !
anggara
Oktober 29, 2009
@yance
wakakakakakakak
Ronny
Oktober 20, 2009
Wah, seru juga pak duet pak Anggara dengan mas Roy. Moga2 kasus Prita Mulyasari cepat selesai dan mendapatkan keadilan.
itikkecil
Oktober 23, 2009
ah… dia….
kalo ada dia di tipi sih saya males nontonnya bang….
anggara
Oktober 29, 2009
@itik
sebenarnya saya juga males mbak ketemu dia
Tangguh
Oktober 25, 2009
Bung Anggara, menurut saya Bung kurang “galak”, tapi tidak apa, saya bisa paham Bung mungkin tdk tahu siapa lawan bicara Bung, sebelumnya.
Kedua, mungkin Bung sdh makin sebel, pasca kesaksian RS di PN.
Tetapi, Bung sdh cukup MENEGASKAN bahwa RS itu tdk tahu apa2 soal ks Prita. Ibarat kata, RS ini hanya meng-karbit berita. Tangkisan RS bahwa dia paham/atau yg membidani UU ITE, adalah konyol juga. Bung kritik soal pengetahuan ks Prita, kok dijawab pengetahuan/sejarah UU ITE.
Menurut saya ini sdh merupakan amunisi yg lumayan mengejutkan. Flash Bang…
Statement Bung soal “menista”, jg merupakan hantaman, meski tidak telak. Karena RS ini memang ahli komunikasi.
Saya berterima kasih pada Bung, karena dalam sidang berikutnya, saya lihat kesaksian dari agt DPR juga meragukan keterlibatan RS dalam pembuatan UU ITE. Ini sepertian untaian bola salju, yg saya harapkan bisa makin menumpuk, dalam pembelaan2 bagi Ibu Prita.
Saya bersyukur bisa menonton acara TV tsb, karena saya adalah penikmat berita.
Terakhir Bung, semoga Bung Anggara dan kawan2 pendukung Ibu Prita, senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan, demi mengawal dan menyelesaikan masalah yg tengah dihadapi Ibu Prita.
anggara
Oktober 29, 2009
@tangguh
sebenarnya saya dan teman2 lebih masuk pada pembelaan terhadap kebebasan berpendapat ketimbang kasusnya sendiri, saya pikir bu prita sudah mendapatkan pembela salah satu yang ternama di negeri ini
idarmadi
Oktober 25, 2009
Mas Anggara, salam kenal yah…. Saya baru tahu setelah membaca blog ini kalau ‘teman’ diskusinya Om Oy adalah Mas Anggara.
Stay cool Mas…. OOy kok diajak diskusi….
anggara
Oktober 29, 2009
@idarmadi
bukan saya yang ngajak koq
frozzy
Oktober 26, 2009
gue nonton itu, tapi gue baru ngeh kalo itu anggara anak FHunpad95 setelah liat skrinsyutnya…hihihii. siapapun yang berdiskusi dengan si RS sepertinya bakal gregetan, doi suka OOT sih…
anggara
Oktober 29, 2009
@frozzy
saya 97 koq
frozzy
Oktober 30, 2009
@hah ? bukan 95 97 ? hihihi selama ini gue pikir lo 95 …huhuhu…
frozzy
Oktober 30, 2009
hah ? bukan 95 97 ? hihihi selama ini gue pikir lo 95 …huhuhu…
H.Nizam
November 24, 2009
Mas,
Yang memberikan gelar ‘pakar telematika’ ke RS siapa sih?
Sudah waktunya dikoreksi.
setiawan agus
Agustus 26, 2010
kapan ya … ada tv yang mau tolong ?
masyarakat kaya saya ini yang di PHK ga jelas duduk permasalahan tau tau di suruh mengundurkan diri aneh ….