#kultwit, #twitwar, dan #nomention

Posted on November 28, 2011

10


Anda punya akun twitter? Jika punya tentu akrab dengan ketiga istilah di ataskan? Di garis waktu anda tentu ramai dengan ketiga tagar yang cukup fenomenal tersebut. Ketiga tagar ini sepertinya khas Indonesia banget, artinya bisa jadi cuma ditemui di kalangan orang – orang Indonesia.

#kultwit atau kuliah twitter biasanya merangkai sebuah topik yang sedang dibahas oleh seseorang melalui serial kicauannya. Kadang-kadang saya berpikir, ketimbang #kultwit kenapa nggak ditulis di blog saja ya? Karena rekaman informasi justru sangat berguna bila ditulis di blog atau minimal setelah #kultwit diberikan ya ditulis di bloglah. Kadang – kadang saya suka mengingatkan kepada beberapa teman saya yang sering #kultwit untuk menuliskannya di blog, ya tapi hanya sekedar saran yang bisa saja diabaikan.

Nah kalau #twitwar ini yang paling repot karena diskusi antar dua atau lebih orang yang cukup panas dan saling serang argumentasi, terkadang malah terlihat begitu riwil. Kalau saya pribadi enggan melayani #twitwar ini lebih saya menuliskan pendapat saya melalui blog agar lebih mudah membaca setidaknya memahami ke”lebay”an saya dalam menuliskan pendapat saya.

Dari ketiga tagar ini saya menyukai #nomention karena unik dan punya potensi tinggi untuk menimbulkan #twitwar. #nomention biasanya digunakan untuk mengcounter pendapat orang lain namun enggan untuk menujukan pendapatnya kepada seseorang tersebut. Saya sendiri cukup sering melakukannya. Ada bagusnya juga ketika seseorang melakukan #nemention tapi kita tahu persis twit tersebut ditujukan pada kita. Setidaknya saya sendiri beberapa kali menemukan twit #nomention tapi saya tahu persis twit itu ditujukan untuk saya. Misalnya dalam twit tertentu muncul #nomention yang dapat diasumsikan akurat bahwa kehadiran saya di sebuah acara sebenarnya dan pada dasarnya sama sekali tidak dikehendaki. Buat saya sih, sebenarnya saya malah senang jika saya tidak dikehendaki untuk menghadiri sebuah acara, artinya saya tidak perlu datang dan bisa melakukan hal lain ketimbang menghadiri acara tersebut. Atau jikapun saya terpaksa harus menghadiri karena satu dan lain hal sepertinya saya akan memilih ngeblog ketimbang mengikuti acara tersebut secara serius.

Posted in: Lain-Lain