Saat itu, pukul 06.10, setahun yang lalu, tangisanmu telah memecah keheningan pagi. Saat Ayah melihatmu, tak ada kata lain yang bisa Ayah ucapkan selain rasa syukur kepada Allah SWT.
Kau terlahir sempurna dengan harapan besar dari Ayah dan Ibu. Kami memberimu nama Ibrahim Satria Anggara, karena kami menginginkan bahwa di pundakmu harapan dapat kami letakkan
Tak usahlah harus seperti Nabi Ibrahim, tapi berlakulah jujur dan adil, terhadap dirimu, orang lain, dan masyarakat. Bersikap hormatlah kepada Ibu dan sayangi kakakmu dengan sepenuh hati
Dalam setiap nafas kami, kami selalu berdoa, agar engkau diberi kesehatan, kecerdasan, dan kekuatan oleh Allah SWT
Dalam setiap detakan jantung kami, kami selalu memohon agar engkau menjadi manusia yang penuh hormat kepada Ibumu dan menjaga kakakmu dengan baik
Dalam setiap denyut nadi kami, kami selalu berharap agar engkau menjadi anak yang shaleh dan berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negaramu.
Dalam setiap detik kami selalu menginginkan agar engkau menjadi manusia yang selalu taat menjalankan perintah Allah SWT
Semua itu doa kami, Selamat Ulang Tahun Ibrahim Satria Anggara. Hiduplah dengan penuh senyum, kegembiraan, dan semoga Allah SWT selalu memberi perlindungan dan memberi petunjuk dalam setiap langkahmu