Iklan

Apa Yang Hukum Inginkan?


Bayangkan kalau anda adalah seorang terapis. Di tengah hari bolong, anda duduk di kantor, menerima beberapa surat. Sesi anda berikutnya masih beberapa jam lagi. Tiba-tiba seseorang datang dan mengetuk pintu kantor anda. Anda melihat buku perjanjian untuk memastikan anda tidak melupakan suatu janji pada saat itu. Dan anda yakin bahwa tidak ada janji satupun serta janji berikutnya kan ada pada pukul 4. Anda membuka pintu dan melihat seseorang yang tidak pernah anda kenal sebelumnya tetapi seseorang yang sepertinya sangat familiar untuk anda.
“Halo”, kata orang tersebut, “saya adalah hukum. Saya ingin berdiskusi dari anda dalam beberapa hal”
“Silahkan masuk” kata anda, sambil tidak pasti tentang hal apakah itu
“saya minta maaf atas kedatangan saya yang tanpa perjanjian” kata hukum. “Tetapi saya sedang berjalan-jalan dan melihat papan nama nada, saya tidak berpikir tentang datang ke seorang terapis sampai lima menit yang lalu. Apakah anda punya waktu untuk berdiskusi dengan saya”
“ya”, kata anda, “klien saya yang lain baru akan datang nanti pukul 4, anda ingin minum apa teh atau kopi?”

 

Pertanyaan pertama:
Seperti apakah rupa orang yang datang ke kantor anda? Bisakah anda menggambarkan secara detail, apakah hukum laki-laki atau perempuan, tua, muda, remaja, bagaimana pakaian yang dipakai oleh hukum, apakah hukum membawa sesuatu, minuman apakah yang diinginkan oleh hukum, teh atau kopi?, bagaimana cara hukum berbicara, bergerak, dan duduk, bisakah anda melihat mata hukum, cobalah untuk menggambarkan hukum sejernih yang anda mampu

Iklan
4 comments
  1. julfan said:

    bingung

  2. anggara said:

    @julfan
    tenang aja, pegangan 😀

  3. yuan said:

    hm,,,entahlah hukum datang dengan maksud agar semuanya berjalan tertib sehingga tercapai suatu keseimbangan dalam hidup, namun faktanya semakin banyak atribut pendukung hukum dan saudar2nya, menandakan bahwa semakin banyak hal yang menyimpang dan dianggap perlu pembenahhan sana sini, hukum ciptaan manusia selalu ga da yang sempurna, selalu terdapat kelemahan, entah sistem entah manusianya sendiri…

  4. anggara said:

    @yuan
    terima kasih atas komentarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: