Persoalan-persoalan di seputar perlindungan konsumen


Kemenangan konsumen atas pelaku usaha dalam kasus Anny R. Gultom cs Vs Secure Parking patut mendapat apresiasi yang tinggi. Kemenangan ini sesungguhnya merupakan tonggak bersejarah bagi upaya perlindungan konsumen di Indonesia.

Sesungguhnya sudah sejak lama hak-hak konsumen diabaikan oleh para pelaku usaha, bahkan sejak lahirnya UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kasus mencuat saat ini adalah kasus obat nyamuk HIT, kasus ini merupakan cerminan bagaimana para pelaku usaha tidak mau memberikan informasi yang cukup dan memadai tentang kandungan dari obat nyamuk tersebut. Belum lagi terdapat penelitian dari suatu lembaga penelitian independen di Jakarta yang menemukan fakta bahwa pada umumnya pasta gigi mengandung bahan detergent yang membahayakan bagi kesehatan. Dalam kasus-kasus kecil, bisa terlihat dengan gamblang bagaimana perlakuan pelaku usaha yang bergerak di bidang industri retail dalam urusan uang kembalian pecahan Rp. 25,00 dan Rp. 50,00. Yang ini malah lebih parah lagi perlakuannya, biasanya diganti dengan permen dalam berbagai jenisnya (biasanya terjadi di supermarket) atau kalau tidak malah dianggap sumbangan (ini biasanya di minimarket).

 

Banyak orang tidak (mau) menyadari bagaimana pelanggaran hak-hak konsumen dilakukan secara sistematis oleh kalangan pelaku usaha, dan cenderung mengambil sikap tidak ingin ribut. Dalam kasus parkir, kita bisa membayangkan jawaban apa yang akan diterima apabila konsumen berani mengajukan komplain atas kehilangan sebagian atau seluruh kendaraan yang dititipkan pada pelaku usaha? Apalagi jika kita meributkan masalah uang kembalian yang (mungkin) menurut sebagian orang tidak ada nilainya. Masalah uang kembalian menurut saya menimbulkan masalah legal – political, disamping masalah hukum yang muncul karena uang menjadi alat tukar yang sah dan bukannya permen hal ini juga mempunyai implikasi dengan kebanggan nasional kita dalam pemakaian uang rupiah.

 

Hukum perjanjian yang berlaku selama ini mengandaikan adanya kesamaan posisi tawar diantara para pihak, namun dalam kenyataannya asumsi yang ada tidaklah mungkin terjadi apabila perjanjian dibuat antara pelaku usaha dengan konsumen. Konsumen pada saat membuat perjanjian dengan pelaku usaha posisi tawarnya menjadi rendah, untuk itu diperlukan peran dari negara untuk menjadi penyeimbang ketidak samaan posisi tawar ini melalui undang-undang. Tetapi peran konsumen yang berdaya juga harus terus menerus dikuatkan dan disebarluaskan.

86 comments
  1. bagus saya ingin cari lagi kasus-kasus yang menyangkut perlindungan konsumen

  2. sigit sumantri,S.H. Unsoed 95 said:

    konsumen harus diprioritaskan,harus….!!!!!!!!!!!
    revolusi konsumen, karena tanpa konsumen pelaku Usaha Imposible ada..
    pelaku usaha yang sering melakuka kejahatan baik sengaja atau lalai atau pura2 tidak tahu.wajib dilaporkan ke lembaga hukum terkait… biar kapok..pok.itu aja pesan singkat ini,dan waspadalah terhadap kejahatan….. bravo konsumen Indonesia

  3. Rora said:

    Bagaimana dengan kasus perlindungan konsumen yang menyangkut penumpang pesawat terbang,contohnya pada kasus munir.

  4. hazmi Post Graduate UI said:

    wah mengerikan sekali ternyata. apabila benar pasta gigi yang biasa kita pakai mengandung detergent. Bayangkan saja, minimal kita menggosok gigi dua kali dalam sehari, berapa banyak detergent yang masuk ke tubuh kita melalui mulut yang sengaja atau tidak sengaja masuk pada saat kita menggosok gigi atau setelah menggosok gigi. Wuihh….bisa-bisa usus kita jadi rapuh karena bahan-bahan kimia berbahaya yang masuk ke tubuh kita. Ayo…jangan biarkan tubuh kita hancur karena tangan-tangan pelaku usaha yang lebih mementingkan profit dari pada perlindungan terhadap konsumen!Bawa mereka ke meja hijau!

  5. ton said:

    saya mo cari kerja
    nama saya anton tempat tgl lahir, pagaraalam sumatra selatan, 26 11 82

  6. -devy- said:

    wah… konsumen…kuonsumen…
    malang benar nasib kita sebagai konsumen.
    selalu saja kita yang dirugikan, ironisnya lagi, kalo kita kompain, hanya diselesaikan dengan musyawarah, apa akan begitu seterusnya, padahal kalau kita mau membuka mata, banyak sekali konsumen yang dirugikan. bahkan kadang produsen sengaja membuat konsumen rugi, untuk mencapai keuntungan yang maksimal.
    buat pemerintah, tolonglah kami para konsumen, lindungilah hak-hak kamu, toh kami juga manusia yang butuh perlindungan dari orang yang punya kekuasaan yang lebh tinggi…
    apakah UU perlindungan konsumen sudah diterapkan maksimal?
    makasi…

    • Andri said:

      Mungkin sudah saatnya di tahun 2010 sebagai awal, WOM Finance lebih tegas lagi ke konsumen yang mengemplang hutang angsuran kredit Sepeda motornya, dari yang membawa lari motor,menggelapkan dan mempreteli motor, sampai mencemarkan nama baik, mengingkari janji dengan penipuan, bahkan perbuatan tidak menyenangkan.saya berharap karakter masyarakat Indonesia bisa berubah, namun jika pimpinan-pimpinan pemerintahan tetap korup saya yakin. akan tetap terjadi hal-hal seperti ini.,,,

  7. aan kompoer said:

    _aan kompor_ hampmm….
    wah dalam kasus pesawat adam air sebaiknya ada kejelasan pada pperlindungan konsumen yang diharapkan sejauh ini upaya apa yang ditempuh???

  8. Rizky said:

    aq sedih banget ma banyaknya pristiwa yang makin hari makin banyak. Kayak penyakit yang ga bisa sembuh selama bertaon2. Kasihan pak SBY, apakah ini semua ada hubungannya ma karma? Seperti korban pesawat, jama’ah haji kita yang kelaparan dan dilempari nasi basi? Kasihan banget kan? Apa ta bumi ga nrima sikap masyarakat kita yang suka semau “udel”nya sendiri?

  9. marlyn said:

    saya ingin mencari kasus-kasus perlindungan konsumen

  10. ita said:

    bagaimana dengan pelayanan bus way, apakah juga melanggar UUPK
    karena janiji pelayanan berupa kenyamanan tidak terpenuhi yang ada hanya kesengsaraan berdesak-desakan tanoa punya pilihan lain karena sudah terkurung dalam halte bus way

  11. Boris said:

    Baru-baru ini saya ditipu developer perumahan, pada saat promosi, mereka mengatakan akan ada air PAM untuk setiap rumah, pada saat dilakukan serah terima bangunan. Tapi pada saat serah terima tiba (setelah masa pembangunan selesai), ternyata pihak developer menyatakan bahwa instalasi jaringan PAM saja belum ada di blok kami yang terdiri dari sekitar 100 rumah. tolong dong kasih saran, tindakan apa yang harus saya ambil ?

    • nikolas said:

      laporkan kepada direktorat perlindungan konsumen departemen perdagangan indonesia. bisa dtg ke dept perdangangan jl. m.i. ridwan rais no. 5 jakpus atau tlp ke (021) 385-8187.namun langkah yg harus dilakukan sblm melakukan pengaduan,siapkan terlebih dahulu bukti2, yaitu antara lain bukti pembayaran dan perihal yg dijanjikan oleh pelaku usaha kpd konsumen.

  12. Anggara said:

    @ Pak Boris
    Ada bisa mengadukan masalah anda ke Badan Perlindungan Konsumen Nasional dan Direktorat Perlindungan Konsumen keduanya ada di Departemen Perdagangan. Atau bisa mengajukan masalah anda ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen pak

  13. boedy said:

    ok harus jelas ya hak2 honsumen tuh

  14. iva christin/ UAJY 2004 said:

    no comment karena menurut saya masih banyak barang-barang yang tidak seharusnya atau tidak layak beredar, tetapi mereka memanfaatkan ketidaktauan masyarakat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  15. mattulessi said:

    kota salatiga kok blom ada badan penyelesaian sengketa konsumen,ngadu ke mana klo konsumen salatiga di rugikan?pdhl mayan banyak masalah soal ini

    • yuki said:

      anda bisa mengadu ke bpsk semarang Pak mattulessi

  16. Novie said:

    Undang-undang Perlindungan kunsumen no 8/1999 sebenarnya sudah cukup memberikan perlindungan bagi konsumen di Indonesia.UU ini merupakan Umbrella act bagi upaya-upaya perlindungan konsumen di negara ini. Namun yang patut di sayangkan implementasi dari UU ini masih jauh dari apa yang diharapkan.Di satu sisi pelaku usaha seringkali mengabaikan kewajibannya demi mengejar keuntungan yang sebesar-besarnya, sementara di sisi lain konsumen ternyata masih belum benar-benar mamahami haknya.Selain itu kinerja dari Lembaga Perlindungan Konsumen Indonesia belum menampakan hasil yang maksimal.

  17. konsumen harus diutamakan, sering kali konsumen dirugikanoleh kepentingan kapitalis- kapitalis yang mencari untung semata.Advokasi kepada konsumen sangat perlu dilakukan, walaupun sekarang konsumen lebih pintar dan selektif dalam pembelian barang atau jasa namun masioh banyak juga konsumen yang seringkali tertipu oleh akal bulus produsen

  18. Melvy D said:

    Mengenai keluhan Pak Boris, saya kira mengadu ke BPSK Jakarta (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) yang disediakan Pemerintah hanya akan menghasilkan kekecewaan saja. Lihat saja pengalaman Pak Jojo yang menggugat Citibank di BPSK Jakarta. Hasilnya mengecewakan!

    • yuki said:

      kita sebagai konsumen jangan menyerah untuk memperjuangkan hak kita, walau ada konsumen lain yang gagal, bukan berarti itu menutup usaha kita untuk mengejar hak kita bila merasa dirugikan

  19. anggara said:

    @melvy d
    masalahnya BPSK, tidak punya kewenangan yang cukup

  20. Fery said:

    halo kakak kakak sekalian, saya sedang nysun skripsi tentang perlindungan konsumen.. adakah yang bisa beri masukan kira-kira apa yang bisa saya ambil buat jadi judul maupun dibahas di skripsi??

    terima kasih

  21. anggara said:

    @ferry
    semoga ada yang bisa membantu anda🙂

  22. r4k4 said:

    wah, saya jadi tertarik membuat skripsi ttg perlindungan konsumen.. tolong dibantu

  23. Fery said:

    alow

    apakah semua obat impor yg masuk ke indo, harus memakai bahasa indo?? (petunjuk penggunaan dll).. klo ya, di manakah kita bisa ketemukan peraturan tersebut

  24. anggara said:

    @r4k4
    waduh, maaf saya tiada mampu membantu nih🙂

    @Ferry
    setahu saya wajib, tapi kalau dimana pengaturannya lebih baik yanya ke depkes

  25. yossy said:

    sebagai mahasiswa fak hukum saya sangat tertarik dengan masalah perlindungan konsumen,tolong update terbaru tentang kasus-kasus perlindungan konsumen dan dimanakah kantor BPSK untuk daerah KALTIM?

  26. kristina said:

    saya sedang melakukan penulisan hukum ttg perlindungan konsumen perumahan, tolong kirimkan kasus2 perumahan yg melanggar hak konsumen terutama untuk mendapatkan pelayanan yg benar dan tidak diskriminatif untuk daerah Yogya, thanks…

  27. anggara said:

    @yossy
    saya nggak tahu persis, tapi coba tanya ke dinas perdagangan setempat yaa

    @kristina
    untuk kasus coba hubungi YLKI, LBH Yogya atau BPSK Yogya

  28. kristina said:

    thz bgt bwt sarannya saya akan coba menghubunggi salah satunya..

  29. anggara said:

    @kristina
    semoga membantu

  30. Ridha said:

    langsung aja…. saya sedang mengerjakan penulisan hukum tentang perlindungan hukum terhadap konsumen layanan jasa parkir. perlindungan hukum yang bagaimanakah yang harus dilkukan terhadap konsumen layanan jasa parkir? terimakasih sebelumnya. mohon bantuannya.

  31. anggara said:

    @ridha
    coba hubungi YLKI yaa

  32. teguh said:

    Gue baru sadar, kalau ternyata ring back tone/nada sambung/or whatever it’s name, bisa bikin pemilik hp, pengen banting hp-nya sendiri. Ini gara-gara nada sambung pribadi Kris Dayanti di esia gue. Anjritsss! gak senonoh banget, masang nada sambung sembarangan. bukannya dulu nada sambung itu dibuat untuk menunjukan identitas sang pemilik nomor? cocok gitu lagunya kris dayanti sama gue? ngehe!
    trus kalau nada sambung itu diberikan kepada para pelanggan yang enggak punya nada sambung, apakah itu fair? mungkin ada orang komisi perlindungan konsumen di sini yang bisa menjelaskan? bukan berarti yang enggak punya nada sambung boleh diperkosa dengan masang nada sambung sembarangan dong! mending kalau kita dibagi bagian berapa persen dari kontrak? itu kan sama kaya Kris Dayanti atau Esia masang Bilboard di rumah gue. Bayar dong!

    coba bayangin, dalam sehari ini saja sudah puluhan orang yang menelpon gue dan langsung menyapa gue dengan
    “najis, ring back tone elo enggak banget!”
    see, berapa tuh esia atau kris dayanti mau bayar harga kemaluan gue? eh.. harga malu yang gue tanggung? Kris dayanti dapet promonya, Esia dapet duitnya, gue? dapet malunya!

    Ada yang bisa menenangkan hati gue? gimana sih kebijakan kerjasama ringbacktone itu? atau mau nyoba nelpon gue juga?

  33. teguh said:

    eehh.. maaff, maksudnya mau post di blog, atau mau ngasih tahu kasus baru, tapi kopi paste dari email saya.. malah, jadi kaya ngomel di sini.. maaf.. tapi ya gitu deeh.. intinya saya pengen dengar pendapat tentang hal ini. sudah termasuk dalam perlindungan konsumen kah, kalau kasusnya seperti di atas

    terima kasiiihh…

    • Febrina hidayati (ririn) said:

      Saya mau nanyak masalah perilaku konsumen, bisa ga’

  34. anggara said:

    @teguh
    coba kamu kirim surat pengaduan ke esia, tembuskan ke BPSK dan direktorat perlindungan konsumen di departemen perdagangan

  35. Akhmadi said:

    UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen masih dianggap lemah sehingga perlu direvisi terkait globalisasi dan perdangan bebas. Sangat dimungkinkan Produk yang masuk ke Indonesia tanpa melalui BPOM atau instansi pengawas lainnya hal ini tentunya sangat berbahaya. Konsumen selalu menjadi pihak yang dirugikan salah satu contoh : Jika melakukan service kendaraan, terutama motor tanpa disadari pengusaha merugikan konsumen karena bensin yang dikeluarkan untuk membersihkan karbulator dsb dari kendaraan konsumen, mestinya pihak bengkellah yang mengeluarkan bensin.

  36. anggara said:

    @akhmadi
    iya saya sepakat dengan pendaapat anda

  37. mawan said:

    kalau dilihat perlindungan konsumen dinegara kita, sangat mengerikan. contohnya bahan yang kita butuhkan sehari-hari juga dicurangi oleh para produsen atau distributornya. gas lpji yang kita terima jarang sekali yang beratnya pas dengan yang tertera pada tabungnya, padahal yang berbuat curang ini adalah distributornya. kalau begitu disttibutornya gak punya hati nurahi tu!!!!!!!!

  38. anggara said:

    @mawan
    tapi dari kalangan pengusaha, UU Perlindungan Konsumen itu terlampau melindungi konsumen loh🙂

    • Vie said:

      Konsumen mempunyai UU apakah ada UU untuk pengusaha ???

  39. dhido said:

    undang undang perlindungan konsumen sekarang belum optimal dalam memberikan perlindungan kepada konsumen. misalnya saja masih lemahnya kekuasaan dan kewenangan yang diberikan kepada badan perlindungan konsumen selaku badan penyelesaian sengketa konsumen….!!!!

  40. anggara said:

    @dhido
    makanya perlu revisi kan

  41. woelly said:

    kasus2 perlindungan konsumen mana???

  42. dolly gumara said:

    Perlindungan Konsumen jangan hanya pada kehidupan nyata saja, tapi mari tingkatkan perlindungan konsumen melalui transaksi elektronik. agar kita-kita ndak ketipu and ketipu lagi

  43. anggara said:

    @woelly
    memang saya sebutkan

    @dolly
    saya sepakat dengan anda

  44. hendri said:

    Lembaga perlindungan konsumen di Bangka Belitung ada dimana ya

  45. anggara said:

    @hendri
    maaf saya tidak bisa bantu, coba tanya ke YLKI

  46. NURJANNAH SEPTYANUN, SH said:

    SAYA INGIN MENDAPAT REFERENSI TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN BERKAITAN DENGAN E-COMERS

  47. anggara said:

    @nurjannah
    waduh, saya enggak ada bahannya, coba cek ke BPHN

  48. ami said:

    Pak anggara sebelumnya terimaksih buat isi blognya yang sangat informatif dan berisi..

    saya mau tanya terkait topik perlindungan konsumen..
    apabila seseorang membeli rumah melalui perantara, dan perantara tsb memberikan keterangan yang menambah nilai jual dari benda tsb sehingga pembeli sepakat untuk membeli, namun dikemudian hari ia tahu bahwa keterangan tsb tipuan, upaya hukum apa yang harus dilakukan? Apakah dapat diminta pertanggungjawaban dari perantara tsb? Melalui jalur pidana atau perdata?
    apakah dapat dimintakan pembatalan perjanjian?
    tapi jual belinya sudah 6 tahun yang lalu.. Sudah daluarsa??
    Mohon maaf apabila merepotkan bung anggara..

  49. ima said:

    Wadowh…. bantuin donks,saya lagi buat skripsi perlindungan konsumen.
    Ternyata ga semudah yang dibayangin.
    bantuin donk… ada gak si hubungan pelaku usaha dan konsumen diakaitkan dengan UUPK?
    YANG TAW HUB SNI YAWH…
    085737477307….
    Ditunggu masukannya, x ja bisa nambah ide wat sya.
    TENGKYU.

  50. ajeng said:

    pliss,help me
    gy buat skripsi ney,butuh bantuan,mengenai kasus perlindungan konsumen yg sudah ada putusannya,,,

    enaknya nyari dmn y??

    dan kasus2 perlindungan konsumen yg menarik

    thanx

    • anggara said:

      @ajeng
      coba cari di BPSK, atau direktorat perlindungan konsumen, departemen perdagangan

  51. David said:

    PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT

    Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
    Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
    Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
    Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat.
    Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat konsumen akan sangat dirugikan karenanya. “Perlawanan Pihak Ketiga” mungkin salah satu solusinya.
    Permasalahannya, masihkah Anda mau perduli??

    David
    HP. (0274)9345675

    • anggara said:

      @david
      terima kasih atas informasi putusannya

  52. David said:

    GUGAT PUTUSAN SESAT HAKIM BEJAT

    Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
    Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
    Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak ‘bodoh’, lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung di bawah ‘dokumen dan rahasia negara’.
    Statemen “Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap” (KAI) dan “Ratusan rekening liar terbanyak dimiliki oknum-oknum MA” (KPK); adalah bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah terlampau sesat dan bejat. Dan nekatnya hakim bejat ini menyesatkan masyarakat konsumen Indonesia ini tentu berasarkan asumsi bahwa masyarakat akan “trimo” terhadap putusan tersebut.
    Keadaan ini tentu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat konsumen yang sangat dirugikan mestinya berhak mengajukan “Perlawanan Pihak Ketiga” dan menelanjangi kebusukan peradilan ini.
    Siapa yang akan mulai??

    David
    HP. (0274)9345675

  53. sekadar informasi, jika suatu saat bermasalah dengan developer property:
    ===
    PAKSA DEVELOPER TANGGAPI KOMPLAIN ANDA
    SALURAN KOMPLAIN konsumen rumah kepada developer: Kirim keluhan Anda, Redaksi akan menghubungi pihak pengembang agar menanggapinya.
    PANDUAN AKURAT bagi calon konsumen rumah: Sebelum bertransaksi, periksa dulu di sini kredibiltas pengembang calon rumah Anda, banyakkah mendapat keluhan?; bagaimana mereka menanggapi keluhan itu?; dsb.—

    • anggara said:

      @masalahrumah
      mohon maaf terpaksa harus di edit, karena mirip iklan

  54. pipit said:

    saya mhs hukum, sedang menyusunn skripsi, saya tertarik mengangkat hukum perlindungan konsumen, terutama dalam e-commerce/ transaksi lwt internet.. adakah kasus yg masih hangat/baru yg sekiranya dapat saya angkat? mohon bantuannya.. terimakasih..

    • anggara said:

      @pipit
      duh mohon maaf, saya tidak familiar dengan kasusnya, namun mestinya sih banyak, coba ke BPHN deh

  55. rokhmad said:

    hati2 penipuan!
    oleh PT. Gajah Sehat Abadi, jln. majapahit 66a.
    RT/Rw : 5/1
    kelurahan : pandeanlamper
    kecamatan : gayamsari, semarang 50167.

    saya merasa sangat DIRUGIKAN !!!
    saya memesan oabat china disana, dan sewaktu dikirim, barangnya berantakan. seperti tidak layak di konsumsi lagi. didalamnya juga terdapat banyak belatung yang mengeliat2.
    dan saat saya komplain, pihak tersebut tidak mau mengganti rugi, malah mengancam akan menjebloskan saya kedalam penjara jika saya memberitahukan kepada orang lain.
    saya tidak tahu lagi harus kemana mengadukannya..

    • anggara said:

      @rokhmad
      silahkan pelajari UU Perlindungan Konsumen, ada bisa mengadu ke pelaku usaha atau ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen. Jika ada pertanyaan atau bantuan mediasi bisa hubungi YLKI

  56. Ad-ji said:

    Untuk masalah perlindungan konsumen mungkin dapat saya bantu :
    1. terkait dengan yang dirugikan di semarang, masalah obat, BPSK Semarang mandul. dapat menghubungi teman2 lembaga perlindungan konsumen (LPK), jaringan saya ada 2, yaitu di tanah putih, dan di ungaran sebelum bandungan.
    2. terkait dengan masalah putusan di PN, kalo kalah bisa ajukan aja banding, dan eksaminasi publik terhadap putusan itu, kemarin saya lawan Wom Finance menang, Adira Finance.
    3. Untuk kasus terkait perlindungan konsumen dapat hub langsung, da banyak.
    achmad junaidi – 085 259 243 xxx

    • anggara said:

      @achmad junaidi
      sepertinya saya harus mengedit telp anda pak, maaf yaa

  57. bebek chaniago said:

    pak, saya hendak mencari referensi untuk tugas saya. Saya mau mengangkat ttg perlindungan konsumen. Karena sehari-hari saya menggunakan jasa kereta api, saya jd kepikiran untuk membahas tentang PT KAI. Menurut bapak, topik apa yg menarik untuk diangkat yang berkaitan dengan PT KAI dan tanggung jawabnya terhadap pengguna jasa kereta. makasih pak.

    • anggara said:

      @bebek
      banyak kasus kecelakaan KA, anda bisa mengangkat topik itu

  58. bambang said:

    Masalah Pelayanan Kereta Api Ekonomi AC jurusan Jakarta Bogor cukup bagus untuk diangkat. Dari masalah pembelian tiket, fasilita AC nya yg sering mati, dan kadang masih berjubel jubel seperti KA Ekonomi, untuk kalangan masyarakat jakarta yang perlu kenyamanan dan tepat waktu, idealnya KA Ekonomi AC tidak ada yang berdiri.

  59. adriadi said:

    tolong dong contoh kasus sengketa konsumen dengan PT KAI di Yogyakarta ada ga???,,buat susun skripsi nie…,yang real yah…
    MOhon bantuanya yah brooo

  60. deviana soraya said:

    mau tanya sekitar perlindungan konsumen,,

  61. retna herningsih said:

    Kasus yang menyangkut tentang perlindungan konsumen,belakangan ni mulai marak karena memang banyak dari pelaku usaha yang tidak mau bertanggung jawab atas segala sesuatunya. saya sedang membuat skripsi tentang perlindungan konsumen di perusahaan leasing…tolong bantu saya dalam penulisan ini,untuk memberikan literatur nya dan informasi terkini menyangkut tulisan yang sedang saya buat.

  62. Vie said:

    Banyak yang melakukan pelanggaran menyangkut perlindungan konsumen, namun dianggap sepele. Gimana tindakan yg dapat dilakukan agar kita sbg konsumen tidak dirugikan ???

  63. andri said:

    Mungkin sudah saatnya di tahun 2010 sebagai awal, WOM Finance lebih tegas lagi ke konsumen yang mengemplang hutang angsuran kredit Sepeda motornya, dari yang membawa lari motor,menggelapkan dan mempreteli motor, sampai mencemarkan nama baik, mengingkari janji dengan penipuan, bahkan perbuatan tidak menyenangkan.saya berharap karakter masyarakat Indonesia bisa berubah, namun jika pimpinan-pimpinan pemerintahan tetap korup saya yakin. akan tetap terjadi hal-hal seperti ini.,,,..

  64. Saya setuju dengan kalimat yang memuat frase “biasanya diganti dengan permen dalam berbagai jenisnya (biasanya terjadi di supermarket) atau kalau tidak malah dianggap sumbangan (ini biasanya di minimarket)”.
    Hal-hal kecil seperti ini sebenarnya sudah merupakan pelanggaran hak-hak konsumen. Tanpa disadari, hal-hal seperti itu merupakan bentuk kecil dari korupsi. Bedanya, korupsi oleh oknum pejabat merugikan negara, sedangkan korupsi oleh pengusaha ritel merugikan konsumen.

  65. manusia memang tidak pernah lepas dari apa yang dinamakan seorang konsumen. oleh karena itu, hukum perlindungan terhadap konsumen memang penting. setuju.

  66. agus wibowo said:

    kalau kehilangan bagasi di penerbangan karena tidak terangkut apa bisa diadukan juga…???

  67. arlianti simanjuntak said:

    sedikit banyak memberi inspirasi buat proposal skripsi…
    terima kasih…..
    ^_^

  68. ADe said:

    bANg , kLAw contoh kasus MAKANAN yang beredar tdk sesuai dengan bERAt iSi itu apa ,
    MOhOn pencerAhanx .

  69. Muji W said:

    Sebagai konsumen harus berani memperjuangkan hak-haknya.. Okeee..

    • Dadang Suhendra said:

      Mohon maaf tp kalo konsumen yang kredit kendaraan motor terus pada ga bayar tp malah ikut ngumpet di perlindungan konsumen harus di APAKAN???

  70. bagaimana tanggung jawab pelaku usaha atas penyalahgunaan undian berhadiah dalam penjualan produk?

  71. Baru baru ini saya membeli sebuah microwave multi pungsi yang harganya jauh sekali di atas harga pasar,saya tertarik karena pada saat sales microwave mendemokannya alat tersebut bagus sekali dan suami saya pun mengakuinya bahkan suami malah ingin juga ikut menjualkannya,tapi ternyata setelah kami membeli microwave tsb,listrik di rumah kami ngejepret terus padahal lepelnya sudah saya turunkan sampai rendah sekali yang akibatnya masakan yang kami masak tdk matang2,bahkan untuk masak telur yang cuma cukup beberapa detik saja spt di dlm demonya, pada saat saya coba sendiri di rumah, susah sekali matangnaya.saya merasa tertipu karena sales itu mengatakan listriknya cuma 800 watt,bahkan untuk listrik 300 watt juga bisa,kebetulan listrik di rumah saya setau saya mencapai 900 watt,berarti harusnya masih bisa dong kalau saya gunakan microwave itu di siang hari tanpa ada konsumsi listrik yang lain,bahkan smp levelnya saya turunkan menjadi medium low juga tetap gak kuat.penasaran suami melakukan pengetesan pada alat ukur untuk menguji berapa sebenarnya daya yang ada pada microwave tsb,dan ternyata daya dari microwave tsb memang tinggi sekali smp mencapai 1200 watt.bener2 kecewa berat saya,karena sales yang menjual barang tersebut jika saya tanyakan keluhan saya dia seolah ingin menghindar dan memberikan jawaban yang ngambang,bahkan kemarin dia sampai memblokir no tlp kami,untungnya saya punya no lain yang ahirnya dia biasa menerima tlp kami.saya tinggal di bandung ,kemana saya harus mengadukan masalah saya ini,apakah di sekitar bandung ada yang bisa membantu saya?

    • anggara said:

      @Ida Farida
      setahu saya di Bandung sudah ada BPSK Kota Bandung, entah bener atau nggak silahkan cek di http://bpskkotabandung.blogdetik.com/category/bpsk-kota-bandung/ hal lain mungkin anda bisa hubungi LBH Bandung, lebih jelas silahkan klik http://lbhbandung.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 420 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: