Iklan

Tentang Drama Penyanderaan Anak


Beberapa hari yang lalu, ada pemberitaan tentang sebuah klinik yang menyandera anak-anak dari kelompok masyarakat miskin. Kejam sekali yaa, tapi kekejaman itu sesungguhnya sudah berlangsung dari awal, saya akan coba uraikan (ini pengalaman pribadi menangani kasus penyanderaan bayi)

 

1. Pada saat kehamilan

 

Pada saat ini, ibu sang bayi tidak mendapat asupan yang cukup untuk menambah gizi pada anak yang dikandungnya. Nah rumah sakit dan/atau puskesmas tidak ada yang menyediakan sumber asupan yang baik bagi calon ibu. Lalu pemeriksaan kehamilan juga seadanya, sehingga kematian bayi dalam kandungan pada periode ini sangat tinggi

 

2. Pada saat kelahiran

 

Pada saat ini lebih rumit lagi, puskesmas terdekat tidak punya fasilitas bersalin, kalaupun ada penuh, dari sini pergi ke rumah sakit pemerintah yang cukup jauh, eh penuh juga, lalu kemana pasti ke klinik swasta atau bidan. Sampai sana masih harus tanda tangan berbagai formulir dan pada saat yang bersamaan si ibu sedang bertarung untuk melahirkan kehidupan baru, seorang warga negara Indonesia yang baru. Nah kalau harus operasi cesar, harus juga tanda tangan formulir kalau nggak punya uang (yang 20%-nya harus dibayar dimuka) yang menyatakan bersedia dituntut secara pidana dan atau perdata kalau tidak melunasi.

 

3. Pada saat pasca kelahiran

 

Pada saat ini, petugas administrasi biasanya sudah nagih-nagih, dna pasien diletakkan di ruang perawatan yang kondisinya juga tidak baik, dengan pelayanan yang sangat buruk. Nah kalau nggak bisa bayar sampai 2 atau 3 hari sesudah melahirkan, si bapak akan disuruh cari uang dan si ibu (kalau beruntung) boleh tinggal bersama bayinya. Kasus ini tidak banyak biasanya ibu dan bapak si bayi disuruh cari uang sementara anaknya ditahan.

Iklan
7 comments
  1. Tia said:

    Sangat kritis tulisan2mu mas 🙂
    nice blog…
    salam kenal dan hangat

  2. Iko said:

    Bener nih mas, ini pengalaman pribadi???

  3. 'N said:

    Eh iya kemaren ada beritanya, lihat di tv swasta. Krn alasan biaya adminstrasi blm dibayar pihak puskesmas (tp ni bidan) menyandera bayi hingga dilunasi.

  4. triadi said:

    yah gimana mas anggara, lahir disuruh bayar, hidup disuruh lebih banyak bayar, mati juga disuruh bayar…la ke akherat aja ga gratiss kok…No lunch free..Mending kita bikin rumah sakit aja yuk yang gratiss buat yang ga mampu…SIAPP ga mas?(yang pasti ini ga gratis hehehe)

  5. sinta said:

    waaaaaaaaaaaaaah bgs bgt tlsanny ^_^dpt dr mn tu ideny??btw yg bwh ntu photo anakny y mas luchu bgt

  6. ofieck said:

    le le le leh
    carakan gokil………

    • anggara said:

      @ofieck
      🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: