Iklan

Todung Vs. PERADI Vs. KAI


Kasus Todung yang dihukum dengan pemberhentian sebagai Advokat secara permanen, tidak hanya menyebabkan reaksi dalam negeri, tetapi juga reaksi dari luar negeri. Tidak hanya dari International Bar Associations Human Rights Institute, namun juga dari South East Asia Press Alliance.

Bahkan yang lebih lucu dari kasus ini adalah, Todung diberhentikan oleh PERADI namun melakukan banding atas putusan PERADI di KAI. Saya sih memprediksi, bahwa PERADI akan segera menuai banyak desakan dari beberapa asosiasi advokat di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura, dan bahkan mungkin juga Amerika Serikat.

Saya pikir adalah hak dari Todung untuk mengadukan kasusnya kemanapun, termasuk juga ke organisasi advokat lainnya di seluruh dunia, namun sebaiknya PERADI juga mulai mengambil sikap soal ini, terutama tentang ”pecahnya” PERADI dengan KAI.

Iklan
33 comments
  1. benny abadi said:

    Ada peradi, ada KAI………jangan bikin bingung para calon advokatlah……..sama sama bikin susah…….

  2. anggara said:

    @benny
    he…he…he…

  3. rinto guswit said:

    katanya kita penegak hukum ???ko……ga kompak sih…….satu wadah aja…..negara Indonesia cinta kesatuan gitu aja repot……!

  4. maratua harahap said:

    ketika para gajah bertarung..
    maka semut2 akan bingung akan ikut kemana..
    semut takut melakukan pergerakan karena takut terpijak para gajah yang lagi marah2…hehehehe

    siapa gajah siapa semut….

    PKPA angkatan IV UDA Medan

  5. anggara said:

    @rinto
    he…he…he…, biasalah, namanya juga advokat

    @maratua
    semoga bisa balik lagi semuanya yaa bang….

  6. huget said:

    hehehehehe

    KAI itu Kereta Api Indonesia kah….?

  7. anggara said:

    @huget
    hehehehehehehehe

  8. Banta said:

    aaah.. biasa itu, kaloo tidak begaaduh bukaan baaatak namanya, peradi ya kai ya sama-samanya oraang baatak.

  9. anggara said:

    @banta
    wah no comment deh :mrgreen:

  10. irvan said:

    mudah2an KAI bisa menjadi sebuah perhimpunan yang lebih dapat membantu masyarakat dari golongan mana pun.

  11. anggara said:

    @irvan
    mudah2an

  12. rico said:

    ada KAI ada Peradi apakah keduanya mempertimbangkan kita yg akan jadi calon advokat…? berita mengenai pepecahan advokat dari dulu sering terjadi, dan selalu muncul lagi organisasi advokat yang baru, bykan begitu bung anggara…?

  13. anggara said:

    @rico
    waduh, kalau soal mempertimbangkan sebenarnya kedua “mustinya” mempertimbangkan mas

  14. ronnie said:

    KAI jangan arogan,gara 2x gak dpt jabatan di PERADI, jadi sempalan PERADI, todung lo itu antek nya ausie minta suaka banci dan bangsat lo

  15. dedeq said:

    KAI Pembohong Besar………..

    • rahim said:

      tidak ada pembohongan……… karna masing2 mempunyai peraturan yang akan dijadikan acuan dalam menjalani profesi….para lawyer tahu mekanisme peradilan yang berlaku dan diatur oleh kode etik …kamu aja yg kurang paham,,,,,,,,

  16. Harson said:

    Peradi n KAI sm bikin susah, mendingan gak usah pakai wadah tunggal krn buat susah saja, Adovokat kan profesi terhormat yg bebas n mandiri jdi mendingan seperti dulu dng organisasinya masing2 atau sendiri2 saja, ngapain profesi bebas mau diatur dlm satu wadah organisasi ya mana bisa akur

  17. adhit said:

    maaf ni bang, anak bau kencur nimbrung..
    khan (mungkin) salah satu tujuan jadi pengacar/advokat pengen kebebasan (sesuai koridor hukum) dalam melakukan tugasnya sebagai pengacara/advokat, lagian (setau aku, dari sekedar2 baca2/curi2 dengar) yang namanya advokat/pengacara dari jaman Peradin (kalo salah dikoreksi ya bang) sulit sekali untuk dipersatukan, jadi sebagai profesi yang terhormat alangkah baiknya bila dikasih kebebasan/dikembalikan seperti dulu, jaman ada Ikadin, IPHI, AAI dll, soal surat ijin biar kaya dulu lagi, ujian di PT daerah masing2, baiar ga ribut2 he..he.. terima kasih

  18. ai jadi bingung nih. mo ngikutin yang mana? ? ? mungkin ada benernya, Dunia tuch Aman n’ Tentrem kalo semua Pengacara diborgol dan dibuang ke lauuuuuut az…. hehe

  19. muslimah said:

    yah,,orang hukum emang susah disatukan…
    yang penting jangan lupa hakekat profesi advokat yach..
    Semangat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  20. hendrik dengah said:

    Ada baiknya institusi hukum bertindak
    Kok seolah-olah organisasi advokat ga ada yg bisa atur
    Padahal ada uu nya n disana tidak ada tuh peradi n kai sebagai wadah tunggal
    N lucunya hampir seluruh KPT mengatakan tidak berpihak tapi tdk mau melakukan inisiasi penyumpahan advokat baru
    Katax harus tunggu surat wasiat daru MA kalo gtu uu advokat di tambain pasal kalo mau ambil sumpah tunggu surat edaran dari MA
    Gimana mau penegakan hukum kalo MA sj tidak bisa mengambil keputusan tentang dualisme ini?
    Kan yg penting berdasarkan UU advokat
    Sayang SH yg mau jadi advocat terhambat

    • anggara said:

      @hendrik
      hehehehehehe, mari kita doakan agar MA mengambil keputusan bijak

  21. hendra saidi said:

    yang namanya advokat profesional gak akan mencederai amanat UU advokat…………jangan seperti politisi yang gak masuk parlemen bikin partai baru atau loncat kepartai lain…….mudah2an cepat bersatu lagi bang dan yang di pecat bisa menerima klo memang adakesalahan klo gak masih banyak tempat buat nongkrong.

    • anggara said:

      @hendra
      mudah2an yaa

  22. hendra said:

    buat para advokat yang ada di seluruh INDONESIA anda semua harus bersatu tanpa tawar menawar lagi!! sebab klo abang-abang semua hanya mementingkan Ego masing-masing pada senang tuh orang-orang yang picik.. coba abang pikir advokat itu bekerja dari tingkat penyidikan, penuntutan, dan pengdilan apa gak susah tuh sedangkan polisi dan jaksa aja kerja sama dalam pembuatan BAP, nah advokat berantem melulu, aduh sudahlah bang bersatulah jangan mau diadu domba seperti penjajah dahulu.. buktikan organisasi advokat itu kuat dan klo kuat siapa mau macam-macam pasti berpikir 1000kali bang..saya bukan advokat tapi saya peduli dgn nasib orang2susah siapa lagi yg akan membelanya klo bukan abang-abangku sekalia.. contoh nasib suku anak dalam ( suku kubu ) yang di Jambi sepertinya gak ada yg mau medampinginya bang..saya jadi sedih nehhh bang, gak tau knpa saya jadi suka emosi klo melihat orang di perlakukan tidak adil..

    • anggara said:

      @hendra
      terima kasih untuk pendapatnya

  23. pramadita anggara said:

    buat para advokad yang senior yang mungkin merasa paling bijak n benar di indonesia, tolonglah kasih contoh buat para calon advokad junior, kalo berebut legalitas mulu, gimana advokad junior mau berkembang, bingung mau bernaung di payung yang mana yang benar, buat MA n MK kasih solusi yang bijak n ngak membuat kebingungan

  24. memenk situmeong said:

    buat para calon advokat yang gak bisa dilantik di PT gara2 ada SEMA dari ketua MA , mari kita berdoa kepada Tuhan agar cepat mencabut nyawa orang tuwa ini ameen.

  25. Beng beng said:

    da banyak yang kehilangan…. mental yang baja, dan ketulusan nurani yang semestinya berpihak pada hati kecil yang jujur. semua berorientasi pada tendensi masing masing.
    kapan kita belajar untuk memperbaiki akhlaq ????????

  26. sebenarnya pak todung memang salah… tapi hukumannya juga salah… terlalu berat dan bisa menjadi preseden buruk di kemudian hari… menurut saya hukuman yang tepat adalah diberhentikan (di skors) utk beberapa waktu, jangan permanen…. karena pak todung sudah menjadikan advokat sebagai profesi mengabdi dan melanjutkan hidup 🙂

  27. arnoldi said:

    JAYA Truz ADVOKAT INDONESIA………
    jangan ada brantem” lagi lah……

  28. BUDI said:

    hilang permataku hilang harapanku tuk jadi advokat ???? Salam hormat tuk KAI dan PERADI……mari kita bersatu padu.. tuk meluruskan cita-cita advokat…..

  29. Buat Bapak.TODUNG MULYA LUBIS.Di-Tempat kita sebagai anggota PERADI seharusnya Mengacu pada Undang Undang Advokat dengan Kode Etik Advokat yang dipegang oleh ADVOKAT/PENGACARA langsung dari DPN.PERADI.Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: