Iklan

Golput Itu Haram


Ribut-ribut dalam demokrasi itu hal biasa dan tidak perlu diributkan terlampau dalam, apalagi kalau ada fatwa bahwa golput itu haram, begitu kesan yang saya tangkap dari pemberitaan media soal Fatwa MUI tentang Golput.

Dulu sekali waktu pemilihan 2004, saya pernah ditunjuk sebagai semacam petugas penghubung oleh kantor saya untuk menjembatani berbagai organisasi pemantau pemilu asing yang beroperasi di Bandung dan sekitarnya.

Saat itu, salah satu pemantau dari Eropa, mengatakan bahwa di negaranya (saya lupa nama negaranya), memilih dalam pemilu itu menjadi kewajiban, karena begitu “malasnya” warga disana untuk memilih wakilnya dan/atau para pejabat negaranya. Lalu ia juga berkata, bahwa jika ketahuan membolos mencoblos, maka akan ada ancaman hukum yang bakal diterima. Untuk itu dia berkata, dia senang dengan Indonesia, karena memilih itu hak dan bukan kewajiban

Saya lalu berpikir, kalau sekelas negara Eropa itu saja memilih sudah jadi kewajiban, apa kita mau menuju ke arah itu. Saya pikir, manfaatkanlah hak pilih anda, toh jika tidak suka anda bisa menggantinya 5 tahun lagi.

Iklan
13 comments
  1. ulan said:

    saya setuju !!! setuju untuk libur di hari pemilu.. *di kemplang*

    • anggara said:

      @ulan
      tahu deh

  2. pusing-pusing amat ngurusin fatwa haram nya MUI soal golput, lah wong fatwa haramnya MUI soal korupsi aja ga efektif kok…
    lagian kalo pun ternyata memang haram, tokh masih ada bulan puasa kok…hehehe, gitu aja kok repot

    • anggara said:

      @arsil
      enggak pusing bos, gitu ajah koq repot wakakakakakakak :mrgreen:

  3. manuela said:

    terbalik. seharusnya yang haram itu yang milih.

  4. ata said:

    Hak itu harus diperjuangkan ! Seperti HAM . Memilihpun termasuk hak kita . Toh kita tak merugi jika semisal mengikuti pemilu . . .

  5. Turi said:

    Golput !….. jaman sekarang golput itu udah pasti soalnya yang jadi anggota dewan banyak yang korup dan menggumbar janji jadi rakyat gak pada percaya deh….

  6. ijah said:

    goLput kok haRam…
    kApan Allah bilangnya coba…!
    rEpot duNk malaikat paz pemilu
    mObatmAbit nyatet dosa orang seINDONESIA yang goLpuT…

    khan ndak Lutju, masuq nEraka gara-gara goLput…..
    hEeeeq dEch…………
    😀

  7. assalamu alaikum wr. wb.

    Permisi, saya mau numpang posting (^_^)

    http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-daftar-isi/
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/03/24/hukum-pemilu-legislatif-dan-presiden/

    semoga link di atas bisa menjadi salah satu rujukan…

    Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf kalau ada perkataan yang kurang berkenan. (-_-)

    wassalamu alaikum wr. wb.

  8. nocontreng said:

    GOLPUT ITU PILHAN….YG HARAM TUH MUNTAH…ANeh2 aja ngarti DEMOKRASI kaga….Anehhhhh….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT….VIVA GOLPUT

  9. si putih said:

    Wah udah telat neh g…ngelamar kerja diDPR…mana lowongan hanya 5 tahon sekali lagih…enakan rapat aje dibayar…mau tidur…mau maen hp kek…wah…moantaf ya…jadi yah nanti aja deh milihnye 5 taon lagi…tp g harus kudu hafal neh hotel2 yg pas buat ngeloby….hahahaha

  10. RezaF said:

    Pada Pemilu 2004 hingga melebihi angka 25 persen dari total pemilih memilih golongan putih. Lebih besar daripada jumlah yang diperoleh oleh partai politik manapun!!! Alasan untuk Golput beragam, namun salah satunya merupakan puncak apatisme publik terhadap partai politik.Apatisme publik ini pulalah yang secara dominan mendorong sejumlah komponen masyarakat, terutama mahasiswa, mengampanyekan golput. Keengganan masyarakat mengikuti pemilu tak selamanya menunjukkan penurunan demokrasi. Karena keengganan itu di samping muncul akibat apatisme publik pada partai politik, bisa juga karena semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa partisipasi politik tidak selamanya harus melalui aktivitas pemilu.Bagi saya pilihan untuk ikut atau tidak ikut pemilu merupakan bentuk ekspresi dari hak-hak politik yang sama sekali tak mengganggu kualitas demokrasi. Ikut pemilu hanya satu pilihan saja dari beberapa pilihan proses politik demokratis.VIVA GOLPUT sebagai pemenang Pemilu 2004 dan mudah-mudahan kembali sebagai Pemenang Pemilu 2009!!!

    • anggara said:

      @rezaf
      lalu kalau golput apa bisa mengubah keadaan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: