Iklan

Sejarah


Jangan sekali sekali meninggalkan sejarah atau Jas Merah adalah pidato politik dari Soekarno saat “dipaksa” untuk turun dari kursi kepresidenan.

Kita memang tak boleh melupakan sejarah, tapi sayangnya anak negeri ini, termasuk saya, begitu parah mengidap amnesia sejarah. Upaya hukumonline untuk menghadirkan tokoh – tokoh hukum terkemuka di negeri ini tentu harus diacungi jempol. Salah satu yang dituliskan adalah advokat berkebangsaan Indonesia yang pertama, dalam pandangan saya, adalah salah satu upaya melawan lupa ingatan. Beberapa tokoh hukum lainnya juga dituliskan oleh redaksi hukumonline.

Saya berharap penulisan sejarah hukum Indonesia seperti yang telah dirintis oleh mereka akan dilanjutkan terus. Terus terang, saya sendiri tidak mengenal sejarah hukum di Indonesia. Saya tak tahu siapa Ketua MA pertama jaman Hindia Belanda dan apa karyanya, saya juga tak tahu siapa Ketua MARI yang pertama dan apa peranannya dalam perkembangan hukum di negeri ini.

Tapi tak usah bicara tokohnya, letak gedung MA yang dulu juga saya tak tahu. Apalagi letak gedung landraad di Jakarta. Saya iri pada bangsa Singapura, mereka bahkan masih merawat gedung MA tinggalan pemerintah Inggris.

Saya ingin menjadi orang yang menghargai sejarah, termasuk sejarah MA, sejarah organisasi advokat, dan sejarah lain yang terkait dengan dunia hukum di Indonesia.

Maka, saya selalu menganggap relevan judul pidato Soekarno itu terkait dengan sejarah hukum di Indonesia. Bukan untuk menjelajahi romantisme tapi untuk menyegarkan ingatan kita atas sejarah hukum di Indonesia

This entry sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Sinyal Kuat Indosat. Thanks http://anggara.org

Iklan
3 comments
  1. Sejarah MA sekilas ada di web MA. di web sebelumnya (2001) yang masih pake .com lebih lengkap dan lebih jelas sumbernya dari mana, yang baru sayang cukup banyak editannya, dan buruk pula ngeditnya.
    Ketua MA pertama Kusumahatmaja, bokapnya Asikin Kusumahatmaja. MA berdiri tahun 1945 tanpa gedung, 46 pindah ke jogja. setelah perjanjian KMB Hoogeroschoft (pengadilan tinggi Hindia Belanda) diserahkan ke MA, baik perkara maupun gedungnya. penyerahannnya tgl 1 jan 50, gedungnya di Lapangan Banteng. Gedung tersebut dipergunakan MA sampai tahun 1987. 87 baru pindah ke Merdeka Utara. gedung lama tetap dipakai sebagai tempat penyimpanan arsip.
    Yang banyak nulis sejarah hukum dan pengadilan Indonesia justru orang asing, Daniel S Lev yang paling banyak, kemudian S Pompe.

    • Honey said:

      Thanks you buat infonya

    • anggara said:

      @arsil
      terima kasih atas tambahan infonya yaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: