Iklan

Bayang – Bayang Kekuasaan


Kebetulan waktu ngubek – ngubek perpustakaan saya nemu buku lama yang judulnya “Bayang – Bayang Kekuasaan”. Saya nggak paham genre buku ini mengenai apa, apakah ini novel atau cerita pendek atau justru semacam buku harian dari penulisnya. Tapi saya menganggap buku ini campuran dari cerita pendek dan buku harian dari penulisnya karena ada sub judul yang menarik : “Kasus – Kasus Hukum Diungkap Dalam Bahasa Sastra” .

Seperti yang diungkapkan sang penulis, Kamaluddin Lubis, yang menyatakan “aku bukan cerpenis, juga tidaklah novelis, apalagi sebagai sastrawan. Ya buku ini bisa dianggap sebagai genre gado – gado, tapi entahlah nggak penting juga soal genre. Buku ini menjadi penting selain karena ditulis oleh bekas Direktur LBH Medan dan juga Koordinator Biro Hukum PWI Sumatera Utara tapi juga memuat beragam kasus – kasus hukum yang ditanganinya.

bayang2kekuasaan

Meski bahasanya agak sedikit kaku, tapi beberapa kasus yang disajikan dalam buku ini masih relevan dengan situasi saat ini. Ambil contoh mengenai tulisan berjudul “bayang – bayang kekuasaan”, tulisan ini mengisahkan tentang perjuangan dua orang nelayan memperoleh keadilan. Mereka dituduh melakukan perompakan dan pembunuhan terhadap nelayan lain. Faktanya merekalah yang menjadi korban perompakan dari para perompak dan sialnya boat mereka yang diambil oleh para perompak itu digunakan oleh para perompak untuk merampok nelayan lain.

Jalan ceritanya tentu bisa ditebak oleh para pengacara yang biasa bergelut di dunia bantuan hukum untuk si miskin. Mereka berdua disiksa sampai salah seorang diantaranya menderita lumpuh. Meski akhirnya pengadilan membebaskan keduanya tapi apa daya salah seorang diantaranya sudah lumpuh. Tak hanya lumpuh yang diderita tapi juga impotensi. Sialnya lagi, orang yang lumpuh dan impoten itu akhirnya juga digugat cerai oleh istrinya. Tragis bukan?

Cerita lainnya soal perdagangan orang dalam bentuk penjual jamu gendong. Saya sendiri nggak menyangka bahwa ada kemungkinan para penjual jamu gendong itu adalah korban perdagangan manusia. Tapi buku yang ditulis oleh Kamaluddin Lubis ini mengungkap praktek perdagangan manusia dalam kedok penjual jamu gendong yang akhirnya bersinggungan dengan masalah kesusilaan.

Total jenderal ada 10 cerita kasus yang dituliskan oleh si penulis, saya berani bertaruh  bahwa kesepuluh cerita tersebut masih cukup relevan untuk dipikirkan kembali pada saat ini. Nah, untuk para pengacara bantuan hukum, saya rasa buku ini adalah buku wajib untuk anda baca.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: