Iklan

Jenis-Jenis Putusan Final Dalam Pengadilan Pidana


Bentuk putusan yang akan dijatuhkan pengadilan sangat tergantung dari hasil musyawarah Majelis Hakim yang berpangkal dari Surat Dakwaan dengan segala sesuatu pembuktian yang berhasil dikemukakan di depan Pengadilan.

Untuk itu, ada beberapa jenis putusan Final yang dapat dijatuhkan oleh Pengadilan diantaranya:

Putusan Bebas, dalam hal ini berarti Terdakwa dinyatakan bebas dari tuntutan hukum. Berdasarkan Pasal 191 ayat (1) KUHAP putusan bebas terjadi bila Pengadilan berpendapat bahwa dari hasil pemeriksaan di sidang Pengadilan kesalahan terdakwa atas perbuatan yang didakwakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan karena tidak terbukti adanya unsur perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Terdakwa

Putusan Lepas, dalam hal ini berdasarkan Pasal 191 ayat (2) KUHAP Pengadilan berpendapat bahwa perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa terbukti, namun perbuatan tersebut, dalam pandangan hakim, bukan merupakan suatu tindak pidana.

Putusan Pemidanaan, dalam hal ini berarti Terdakwa secara sah dan meyakinkan telah terbukti melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya, oleh karena itu Terdakwa dijatuhi hukuman pidana sesuai dengan ancaman pasal pidana yang didakwakan kepada Terdakwa

Iklan
8 comments
  1. gia said:

    nanya dong bang..
    untuk jenis2 pidana itu sendiri menurut pasal 10 KUHP salah satunya adalah pidana mati..

    nah, yang mo ditanyain…
    tereng tereng…
    pidana mati itu sendiri sudah ada sejak zaman dulu dan dirubah bentuknya dari hukuman gantung hingga tembak mati (sekarang), nah mengapa pelaksanaan dari pidana mati tersebut tidak jelas waktunya?? maksudnya ketika terdakwa di hukum mati, maka ia akan mengajukan grasi (misalnya), nah ketika grasi tersebut ditolak oleh presiden, secarqa otomatis putusan hukuman mati dirinya akan incracht, oleh karena itu harus segera dilaksanakan..
    singkatnya, mengapa terpidana mati tersebut belum dilaksanakan hukumannya, seperti yang terjadi di LP tangerang, bahwa ada terpidana mati yang sudah bertahun-tahun “menginap” di LP tersebut..

    padahal secara psikologis tentunya hal tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia..

    gimana tuh..??

    jawab yah..

  2. anggara said:

    @gia
    sebenarnya pelaksanaannya sudah harus segera dilaksanakan saat sudah ada putusan yang berkekuatan hukum tetap, nah masalah yang anda tanyakan adalah masalah penegakkan hukum, ini memang sudah rumit persoalannya

  3. yudhi said:

    putusan pidana kurungan atau pun penjara saat stelah diucapin ma hakim di persidangan yg dibuka untuk umum yg dlakukan di pengadilan tingkat pertama,dan trdkwa na menyatakan menerima ptusan pemidanaan tsb–
    brarti dengan kata lain ptusan tsb sdh incracht ato brkekuatan hukum tetap,..

    nah,..

    yg mw dtnyain, Kenapa da aturan2 hukum laennya yg ngelawan dengan ptusan hakim tsb,bahwa hkuman harus djalanin selama be2rapa waktu,sesuai dngan amar ptusan sidang tsb. contohna :
    1. da yg namanya macem2 remisi
    2. da PB yg dkluarin cukup pake penetapan Kakanwil Depkumham daerah tsb
    3. da PB yg dkluarin Depkumham dr pusat
    4. da CB n yg laen2 na yg gk bs djelasin smoana ke publik,..

    jd,..
    pa gunanya incracht,?
    kpn mw kapok para terpidana,..
    brarti prcuma dong
    -polisi capek2 nyari pnjahat na n bt p21
    -jaksa cepet2 sidik ulang n buat dakwaan bt p29
    -hakim teliti n njatuhin hkuman yg setimpal mnurut pertimbangan na n praturan yg da,..
    biar sesuai ma yg dlanggar terdkwa tsb,.

    Tq’

  4. frans said:

    Saya orang yang tidak paham Hukum tetapi saya tertarik membaca buku2, ulasan dan dialog hukum, putusan pengadilan, sejak saya mendampingi orang tua di persidangan pengadilan Pn atas kasus Pidana ringan yang dilimpahkan polisi. Di PN orang tua saya dinyatakan bersalah dan ditahan dibawah 1 tahun, kemudian karena tidak puas dengan Putusan Hakim saya mengadakan Banding ke tingkat banding Pengadilan Tinggi, dan orang tua saya dinyatakan tidak bersalah atau bebas dari tutuntan Hukum. Kemudian lawan kami mengajak Jaksa melakukan Kasasi dan dikirim ke Jakarta, sayapun membuat memori Kasasi dan dikirim keJakarta. Perkara Pidana Ringan ini dan MA memutuskan menguatkan kembali PUtusan PN dan membatalkan Putusan PT. yang aneh dalam putusan MA itu dinyatakan bahwa Kejaksaan telah melakukan akta Kasasi dengan No….. tetapi justru putusan MA itu menunjuk akta banding saya ke PT. Putusan MA juga hanya mengcopy kasasi Jaksa dan dijadikan putusan. Saya melakukan PK ke MA tetapi dinyatakan MA bahwa PK terdakwa tidak memenuhi syrarat formal dan ditolak. Didalam Kumpulan pususan MA diwebsate ada yang aneh dimana datanya REG. No. 316K/PID/2006, itu orang tua saya dinyatakan sebagai PEMOHON dan Kasasi KABUL. Saya berrtambah bigung apa iya benar putusan MA yang diterima PN itu sama dengan yang tinggal di MA?. Mohon masukan teman2 kalau ada yang tertarik dengan kasus ini.

    Frans

  5. priscilla said:

    nanya dong yg dimaksud putusan hakim itu apa ya?
    mohon di bales

  6. sangat bermanfaat. thanks

    heraramayanti.blogspot.com

  7. alasan/faktor mengapa jenis putusan tersebut dijatuhkan tolong dijelaskan? terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: