Iklan

Merenungkan Sumpah Pemuda


Hari ini, konon 80 tahun lalu diadakan Kongres Pemuda Indonesia II yang menghasilkan Sumpah Pemuda yang fenomenal itu. Kongres itulah, yang kemudian memperkenalkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Namun apakah yang dinamakan bangsa atau kebangsaan Indonesia sudah terbangun? Nah ini pertanyaan lain, yang saya tahu yang selama ini dibangkitkan adalah sentimen keIndonesiaan dan bukan rasa kebangsaan Indonesia.

Sejak 1959 – 1998, masyarakat di negara ini sudah diperintah oleh suatu kekuasaan yang pongah dan anti kritik serta secara sistematis telah menghancurkan negara konstitusional modern yang hendak dibangun sejak 1955 melalui Konstituante. Selain itu, banyak hal telah dilupakan ataupun dikecilkan peranannya dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Banyak orang lupa, bahwa yang pertama kali menggunakan nama Indonesia dan menyerukan kemerdekaan Indonesia adalah Partai Komunis Indonesia dan juga Perhimpunan Indonesia.

Namun, peranan para pemimpin PKI semacam Alimin, Semaun, dan Tan Malaka malah hilang dari buku-buku sejarah anak-anak Indonesia. Perjuangan Kemerdekaan yang dilaunching PKI pada 1926 malah dinyatakan sebagai pemberontakan. Pertanyaannya pemberontakan ke siapa? Toh pemerintah Indonesia belum terbentuk yang ada juga pemerintah Hindia Belanda. Dan masih banyak lagi yang kita lupakan dalam sejarah, karena sejarah hanya mengajarkan bahwa “hanya Tentara saja” yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia

Nah, Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momen untuk meninggalkan lupa sejarah kita serta menebalkan rasa kebangsaan kita dan mengurangi sentimen keIndonesiaan. Sumpah Pemuda juga harusnya menjadi momen untuk mengukuhkan keberagaman dari setiap masyarakat yang hidup di Indonesia.

Iklan
4 comments
  1. birkov said:

    kalau kita berpusing dengan sejarah kita gak akan maju dan gampang di peralat bangsa lain atau kepentingan golongan yang ingin memeperoleh keuntungan. saat ini bangsa indonesia hanya perlu maju dan bisa belajar banyak dari banyak perbedaan, bahkan samapai perbedaan pencatatan sejarah, jadi kita harus bisa pisahkan kepentingan kemajuan dan kepentingan pelurusan sejarah menarik benang merah yang benar. jadi kesalahan yaa kesalahan tapi kita bisa maju dan terus maju dengan belajar dari banyak kesalaha dan banyak kebenaran dengan banyak budaya dan agama… ingat bung cuma satu negara di dunia …hanya indonesia yang punya keragaman semua hal.
    jadi saya rasa sumpah pemuda hanya sebuah simbol sejarah yang harus di hormati tanpa harus di bandingkan dan di bahas kekeurangannya .. cukup kita berseru “sekali berkibar pantang diturunkan”

  2. anggara said:

    @birkov
    loh, kalau sejarah kita penuh kepalsuan, pertanyaan lanjutannya, bangsa apakah ini? bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan jasa para pahlawannya

  3. Burhan said:

    @ anggara,
    Termasuk jasa para pahlawan yang tak dikenal atau orang kecil/tak mengerti apa-apa, yang sengaja atau tidak sengaja menjadi korban sebuah perjuangan.
    Masalah niat “menjadi pahlawan”, mereka sendiri yang tahu.

  4. GG said:

    Tak ada salah, para orang tua perlu merenung dan memperbaharui sumpahnya.

    Temukan di:
    http://opiniorangbiasa.blogspot.com/2008/10/sumpah-orang-tua.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: