Iklan

Mohon Maaf (Sekali Lagi)


Suatu hari, entah kenapa blog saya yang jelek ini dikunjungi lebih dari 1000 visitor. Selidik punya selidik, ternyata rekan saya, om suami malas (yang ini juga kepaksa dihilangkan nama aslinya, karena permintaan beliau), ini (maaf berhubung teman saya ini menolak diberi taut, ke blognya yang lain jadi saya hapus tautnya), blognya sempat nyangkut di detik cukup lama. Dan akibatnya saya pun kebagian kebanjiran pengunjung dari blognya.

Namun, saya sendiri tidak senang dengan keadaan ini, banyak komentar yang masuk tapi tidak dapat saya jawab sama sekali. Maklum mendekati akhir tahun ini, pekerjaan menumpuk dan berbagai laporan harus saya selesaikan.

Saya sendiri, lebih menyukai pengunjung yang sedikit tapi saya mampu melakukan interaksi dengan para pengunjung blog saya dengan baik.

Buat para pengunjung blog ini yang telah dengan baik hati meninggalkan komentar dan pertanyaan, saya mohon maaf bila sampai terlewat untuk membalas komentar dan pertanyaan anda.

Iklan
12 comments
  1. Iko said:

    Mas Anggara…. , dimaafkan koq jika mas Angga tidak membalas kunjungan Iko 😀

  2. erander said:

    Wah .. jadi seperti dapat durian runtuh ya mas hehehe 🙂

    Bener mas, saya juga sependapat dengan mas Anggara. Saya lebih senang dengan komunitas yang kecil tapi hangat ..

    Soalnya kalo sudah terlalu besar dan luas, seringnya malah bikin kelompok² kecil lagi hehehe …

    Pa kabar mas Anggara? .. ga terasa hampir setahun yang lalu kopdar kita waktu di Plaza Indonesia hehe .. sehat² aja kan?

  3. wedew kok malah suka pengunjung yang sedikit bang, bukankah mimpi semua blogger adalah punya blog yg bertarfik tinggi 🙂

  4. dtxc said:

    bayangkan jika masing-masing pengunjung membawa duit 1 juta, maka dari 1000 pengunjung itu dapat 1 milyar!

    dahsyat!

    kapan lagi punya duit 1 milyar hanya dalam satu hari dapatnya?

  5. johnherf said:

    Kalau mas Anggara membalas komentar itu artinya berkaitan langsung dengan topik. Kalau enggak berkaitan ya bagaimana mau membalasnya ya, …. hehehehe. Komentar menjadi bermutu ketika pengetahuan bertambah baik bagi komentator (juru ulas) maupun penulisnya. Ternyata menulis komentar yang bermanfaat agak sulit juga rupanya.

  6. anggara said:

    @all
    entah kenapa, saya membenci trefik yang tinggi di blog ini, karena blog ini dipersembahkan untuk berbagi informasi

    @johnherf
    sebenarnya saya senang membalas setiap komentar

  7. erander said:

    Mungkin maksud mas Anggara, trefik yang tinggi tanpa jelas asalnya. Soalnya, kalo memang trefik tinggi karena memang orang pada berbagi informasi .. gimana dong mas?

  8. anggara said:

    @eby
    enggak pak, saya memang menyukai yang bisa disentuh secara personal, kalau terlampau banyak, saya pusing pak, hampir tidak ada waktu untuk menjawab.
    Trefik tinggi di blog ini sebenarnya yang limpahan saja, bukan karena isinya bagus pak

  9. Hm, negh saya berkunjung imbas dari suami malas juga, Xixixi…

    Kalau saya sih mau banget dapet imbas tiap hari 1000 visitor. Kan lumayan tuh… Xixixi.. Inget loh tiap hari, bukan cm sehari.

    Whuaah, baca postingan komentnya ternyata pernah ada Kopdar di PI ya? Ikuuuut.. 😛

    • anggara said:

      @just2live
      duh kalau saya sih lebih senang dengan trefik yang normal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: