Iklan

Petunjuk


Saya sering benci kalau menggunakan transportasi umum di Indonesia karena tak mudah mencari informasi tentang bagaimana dan cara menuju suatu tujuan.

Biasanya saya selalu disarankan “malu bertanya, sesat di jalan”. Walah di jaman informasi begini koq harus selalu tanya ya? Bukannya informasi harusnya selalu tersedia tanpa harus bertanya? Saya sendiri enggak tahu, apakah kemunculan UU KIP akan menjawab ini?

Pengalaman lain adalah, saat saya memasuki gedung BI di Jakarta. Itupun sama saja, tiada informasi dimana tempat parkir untuk umum. Kalaupun tanya sama satpam di BI, maka jawabannya pun tak mudah untuk dimengerti. Saya heran, untuk gedung sebesar dan semegah itu tak ada petunjuk yang mudah ke tempat parkir umum.

Kesimpulannya, ah saya lagi malas menyimpulkan apapun…

This email sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Sinyal Kuat Indosat. Thanks http://anggara.org

Iklan
4 comments
  1. memang pelayanan di kita masih jauh dari apa yang diharapkan.semoga ini menjadi masukan untuk BI.

  2. Blog anda OK dan unik Banget!. Submit tulisan anda, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini. Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

    Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

    Salam hormat

  3. anita said:

    Kalau saya suka kesal di jalan, Pak (persimpangan, tanda-tanda lalu lintas yang tumpang tindih, dan petunjuk arah underpass, dll). Huruf-huruf di papan petunjuk kecil, sudah kusam, dan tidak didukung penerangan yang layak. Sudah begitu banyak yang tertutup dedaunan / pohon rindang. Saya tidak habis pikir dan tidak mengerti bagaimana otoritas yang berwenang itu saat memasang papan petunjuk jalan. Saya pikir mereka tidak memprediksi/memperhitungkan dengan baik antara letak papan petunjuk, besar huruf, jarak pandang dan kecepatan mobil.

  4. Beberapa pusat belanja mengenakan biaya tinggi untuk parkir tapi tidak berikan pentunjuk keluar/masuk yang jelas, dan tidak cukup tampung kendaraan yang masuk sehingga kadang2 terpaksa harus keluar dan membayar walau belum parkir. Seharusnya kalau parking penuh bisa diberitahu kepada tamu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: