Iklan

Baim Sakit


Senin malam (28/9), Baim, Malaikat kecil kami itu panas tinggi. Mulut kecilnya tak henti menangis. Kami segera memberinya obat penurun demam. Tapi panasnya tak segera reda.

Selasa pagi, panasnya mereda, kami lega namun entah mengapa sore harinya kembali ia terkena panas tinggi. Malamnya, kami membawanya ke dokter. Dokternyapun segera menuliskan resep sembari meminta kami untuk periksa darah apabila sampai Jumat karena takut terkena demam berdarah. Malam itu, panasnya tak mereda hingga menjelang Subuh, tangisannya meledak tiap 1 jam sekali.

Duh, saya sering berdoa pada Tuhan supaya tidak ada satupun dari keluargaku yang menderita sakit. Saya berdoa agar kalau bisa biarlah saya saja yang menderitakan sakit. Sedih rasanya jika harus melihat anak – anak sakit.

Cepat sembuh ya nak, kami ingin melihat dan mendengar tawamu lagi…

This entry sent by Anggara from Nokia E 71 and powered by Sinyal Kuat Indosat. Thanks http://anggara.org

Iklan
12 comments
  1. sekitar dua bulan lalu, anakku yang bungsu, nadya, usia tiga tahun, tiba-tiba demam tinggi ketika tidur di malam hari. aku sempat khawatir, karena “tidak ada apa-apa” di rumahku. isteriku juga sedang berada di rumah mertuaku; aku di rumah bersama gibran dan nadya.

    tidak ada handuk kecil atau kain yang bisa dipakai, aku membuka kutang yang sedang kukenakan, lalu kucelupkan ke air untuk mengkompres kepalanya. sama dengan anakmu, sebentar-sebentar nadya juga terbangun dan menangis.

    sampai hampir pukul 4 dinihari aku tidak bisa tidur. nadya selalu terbangun jika pelukan kulepaskan dari tubuhnya. “peluk, ayah,” katanya.

    setelah terang, sekitar pukul 7, neneknya membuatkan nasi bubur, lalu kusuapi. sedikit saja yang bisa diamakan. aku ke apotik menebus obat generik yang diracik-tumbuk. beberapa jam kemudian demamnya berangsur turun.

    bang anggara, kau tahu apa yang kulakukan pada nadya di sepanjang malam dengan demam tinggi itu?

    setiap matanya terbuka sebentar, dan setiap dia tertidur kembali, aku selalu mencium pipinya… dengan SEGENAP JIWAKU, sambil berucap setengah berbisik: “nak, kau harus sembuh, ya.” dan kuganti selimutnya dengan kain sarung lusuh yang biasa kupakai.

    semoga anakmu lekas sembuh, bang anggara.

    • anggara said:

      @jarar
      terima kasih bang atas perhatiannya, saat ini baim sudah ceria kembali

  2. Chic said:

    semoga baim cepat sembuh ya maaaaas…. 😦

    • anggara said:

      @chic
      saat ini baim sudah ceria kembali, terima kasih ya mbak atas perhatiannya

  3. Rob said:

    Here’s hoping the little fella gets better real quick…

    Will is sick at the moment too. But, we do not have to worry about Dengue here in Sydney…

    • anggara said:

      @rob
      thank you rob, our little angel now getting his smile back, i believe there are no dengue at Sidney

  4. Semoga Baim sekarang sudah sembuh.

    NB: sebelum bulan puasa anak saya panas tinggi, tidak mau diajak kedokter, lalu saya cari dokter yang mau dibawa kerumah. Pertama dokter laki2 menolak alasannya sibuk. Yang kedua dokter wanita mau setelah saya minta tolong kawan. Alhamdullilah keesokan harinya sudah sehat.

    • anggara said:

      @harry
      terima kasih pak atas perhatian dan doanya, saat ini baim sudah tersenyum ceria kembali

  5. lambang said:

    semoga cepet sembuh. . sakit pada anak-anak sering membuat orang tua khawatir!

    • anggara said:

      @lambang
      terima kasih mas

  6. dhodie said:

    Semoga Baim lekas sembuh, pak 😀

    • anggara said:

      @dhodie
      alhamdulillah, sudah pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: