Iklan

Bantuan Hukum hanya untuk Orang Miskin


Satu lagi putusan MA yang menarik soal bantuan hukum. Dalam putusan MA No 1737 K/PID.SUS/2010, MA menegaskan bahwa ketentuan bantuan hukum sesuai dengan Pasal 56 ayat (1) KUHAP hanya diberikan kepada orang miskin, meskipun perbuatan orang tersebut diancam dengan pidana 5 tahun lebih. Sayang menurut saya, dalam isu ini mestinya Mahkamah Agung bisa menjelaskan lebih jauh, misalnya apakah kalau yang diatas 15 tahun atau terkena ancaman pidana mati tapi dia tidak termasuk orang miskin masihkah berhak atas bantuan hukum? Atau bisa juga ditarik, apakah si terdakwa diberikan kesempatan yang cukup untuk mencari pembela bagi dirinya sendiri apabila dinyatakan ketentuan Pasal 56 ayat (1) KUHAP hanya diperuntukkan bagi orang miskin?

Berikut ini adalah pertimbangan MAnya

Bahwa sesuai fakta persidangan, Terdakwa tidak dapat diberi bantuan hukum cuma-cuma sebagaimana dimaksud Pasal 56 ayat (1) tersebut, disebabkan karena Terdakwa secara ekonomi termasuk masyarakat yang punya kemampuan dari segi ekonomi / finansial, meskipun Terdakwa telah diancam pidana lima tahun lebih

Iklan
1 comment
  1. Hukum harus adil setegak-tegaknya.
    Yang perlu diperhatikan menurut saya adalah, ketegasan Hukum itu sendiri. Idealnya hukuman itu harus memiliki efek jera yang SETIMPAL dengan apa diperbuat oleh si pelaku.
    Dan efek jera itu tidak bisa DITUKAR dengan apa pun dan ALASAN apa pun. Titik.

    Ditunggu post terbarunya lagi 🙂

    Salam,
    RichiDellan[dot]com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: