Archive

Tag Archives: bercerita

Siapa yang pernah mendengar lagu ini? Nadanya renyah, ringan, bahkan terdengar seperti lagu yang menyenangkan. Tetapi sesungguhnya, di balik nada itu tersimpan sebuah kesedihan.

Tentang seorang anak yang pulang dari perantauan dengan hati gembira. Ia ingin menemui ibunya. Namun ketika sampai, ia mendapati bahwa sang ibu telah lebih dahulu berpulang.

Yang menarik, kesedihan itu tidak disampaikan dengan ratapan. Ia justru hadir seperti sebuah percakapan sederhana antara seorang anak dan ibunya. Seolah sang ibu masih ada, masih bisa diajak berbicara, masih bisa disapa seperti biasa.

Bahkan pilihan kata “bertamu” terasa begitu dalam. Ia datang ke rumah itu, tetapi kini hanya menemukan papan nama. Rumah yang dahulu terasa begitu akrab, tempat ia pulang sebagai seorang anak, kini membuatnya datang sebagai seorang tamu.

Mungkin karena itu lagu ini terasa berbeda. Kesedihannya tidak meledak-ledak. Ia mengalir ringan, seperti orang sedang berbincang.

Dan mungkin begitulah sebagian kehilangan bekerja.

Tidak selalu datang dalam bentuk tangisan. Kadang ia hadir dalam percakapan kecil yang kita lakukan sendirian—ketika kita masih ingin bercerita kepada seseorang yang sudah tidak mungkin lagi menjawab.

Kesedihan disampaikan dengan cara yang ringan: berbincang.

Barangkali karena rindu yang paling dalam memang tidak selalu membutuhkan air mata. Kadang, ia hanya membutuhkan satu sapaan sederhana kepada seseorang yang sudah tidak ada.