Bandung September 2005


Simpangi jalan di tepian kota
Temaram lampu di kesunyian temani jiwa
dan kau berbisik dalam sepi
tentang kita dan cinta
Dan aku pun memagut dirimu
dalam malam yang beriring

2 comments
  1. orions said:

    dia hidup dalam keterasingan diri
    kemelut membanjiri keraguannya
    bingkai hidupnya terpatri dalam pondasi prosa putih
    mungkin setebal cemara di ujung gang
    dan terpekur dalam damai sebuah malam…..

    dia seperti
    langit yang berkelok dalam malam……

  2. orions said:

    terlempar oleh raga
    yang mengais jiwanya tanpa ketakutan yang berarti

    sepi…
    dan hanya sepi yang ia rasakan…

    sampai kesepian itu tak akan pernah bertepi…

    i think.

Leave a Reply to orions Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: