Iklan

Korupsi oh Korupsi


Korupsi, ini kata yang paling membosankan yang pernah diucapkan orang di Indonesia. Bagaimana tidak, upaya pemberantasan korupsi sudah dimulai sejak masa tenang setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 27 Desember 1949. Tetapi masalah pokok dari pemberantasan korupsi terus menerus tidak terselesaikan, malah dari sisi kuantitas semakin membesar

 

Bahkan pada masa kini, sudah ada alat untuk memberantas korupsi, misalnya KPK, Pengadilan Tipikor, dan juga Tim Pemberantasan Korupsi. Tetapi lihat hasilnya, tidak ada, kalaupun ada hasilnya amat sangat tidak memuaskan kan.

 

Sebenarnya pemberantasan korupsi itu resepnya mudah koq. Selama kita tidak mentolerir korupsi, dari yang paling kecil misalnya menyuap untuk membuat KTP atau SIM (karena dua instrumen ini yang paling sering kita hadapi) sepertinya kita akan mudah untuk memberantas korupsi. Ingat korupsi tidak akan ada kalau hukum penawaran dan permintaan bisa diminimalisasi. Masalahnya mau nggak kita melakukannya dengan niat yang lurus

 

Saya jadi teringat salah satu parodi iklan Sampoerna, yang ada polantas ngumper di pohon2 an. Lucu dan miris kan. Walaupun hanya implisit, tetapi penggambaran polisi pemerasnya kena banget dan gambaran orang yang hendak menyuap juga kena banget

 

Tapi resep inipun masih tidak cukup, perlu juga salary yang baik bagai para PNS, agar Kehidupan Hidup Layak (KHL) bisa terpenuhi dan tidak harus mencarinya melalui sampingan pendapatan.

 

Dan yang palng penting adanya pengadilan yang independen dan bersih dari korupsi.

 

Tanpa ini semua rasanya sulit untuk memberantas korupsi di Indonesia.

 

Mari Kita Perangi Korupsi dan Mari Kita Tuntut Gaji Yang Layak Untuk Kehidupan

Iklan
6 comments
  1. laksono said:

    menurut saya koq masalah mental ya mas, income berapapun kalo mentalnya dah parah ya tetep aja korupsi. setuju bgt Penegakan Hukum kuncinya…disini semuanya gak ada hanya basa-basi
    mohon maaf kalo gak berkenan

  2. pyuriko said:

    gimana kalo yang di korupsi itu waktu,…

    biasakan kalo kerja suka korupsi waktu, yang datang telat lah, pulang cepat lah… bahkan kalo kerja suka disambi yang lain, seperti: chatting, browsing, dll…. ada hukumnya gak yaaa???

  3. jelajahdunia said:

    Anda Pernah mendengar http://www.mediamuslim.info jika belum.. coba klik sekarang.

    Silahkan menyebarluaskan artikel di http://www.mediamuslim.info semoga berkenan menambahkan link http://www.mediamuslim.info di setiap Blogs dan Situs kesayangan anda

    Terima Kasih Banyak

  4. erva said:

    aku adalah manusia indonesia yang terkekang karena bangsa ku terlilit hutang,,,
    tolong dong para pejabat menghentikan kebiasaan yang menguntungkan perut mu dan merugikan perut ku,,,

    suara hati mahasiswi yang tertindas,,,

  5. yoyok said:

    Alasan yg mendasari korupsi terjadi biasanya karena faktor pemenuhan kebutuhan hidup (corruption by need), ada juga yg karena keserakahan – jadi dapat berapa pun ya tetap ngerasa kurang (corruption by greed), tapi di Indonesia juga ada yg karena sistemnya ngga beres dan pengawasan kurang (corruption by chance). Celakanya semua ini terjadi di Indonesia.

    Jadi kalau mau hadapi masalah korupsi ini ya : 1) harus mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil, dan mulai sekarang juga – soalnya kalo bukan kita ? siapa lagi ? kalau ngga sekarang ? kapan lagi ? masak mau anak-cucu kita tetap menderita sih. 2) selanjutnya juga mulai berani bilang ‘NGGAK’ kalau ditawari ambil jalur cepat pas ngurus SIM, KTP, PASPOR, dll.. juga jangan ‘damai’ ama polisi di jalan. 3) tekan pemerintah dan kantor-kantor pelayanan publik untuk transparan, dan kasih pelayanan yang cepat dan prima tentunya, dengan mekanisme dan tarif yang resmi dan jelas serta disertai tanda terima juga. 4) lewat perilaku sehari-hari, kita juga kudu konsisten kasih contoh ke anak-anak dan generasi penerus untuk ngga kembangin budaya korup yang dimulai dari hal-hal kecil macam mencontek, kasih bingkisan ke guru, telat masuk kantor, surfing seharian di kantor, curi ide bawahan, dll.. 5) pemerintah kudu tingkatin bayaran PNS, tapi juga harus berdasarkan manajemen berbasis kinerja misalnya, 6) kalo perlu kayak di Cina, 4000-an koruptor udah digantung or dihukum tembak abis itu diarak atau dipajang di alun-alun kota – atau juga Korsel yang sehabis krisis Asia, memenjarakan 2 mantan presidennya, 7) seluruh pejabat kudu mau laporin dan buktiin asal-usuk kekayaannya, 8) hal ini berlaku pula buat hakim, jaksa, dirut BUMN, pimpro dan bendahara proyek, 9) kasih jaminan perlindungan saksi dan pelapor – sampai ‘face off’ dan ganti profesi kalo perlu, 10) berlakukan pembalikan beban pembuktian – jadi kalo ada orang yang dituduh atau jadi tersangka kasus korupsi, maka dia yang harus membuktikan di depan peradilan, bahwa harta dan kekayaan yang dia miliki adalah bukan hasil korupsi, 11) last but not least – kembangkan pendidikan karakter sejak dini usia.. jadi generasi ke depan diharapkan bisa jadi generasi yang jujur, berani, bertanggung-jawab, bisa bekerjasama, tetap memikirkan nasib sesama, tahan banting dan gigih, pokoknya bukan generasi yang cengeng dan memble.. tapi untuk hal ini, perlu keteladanan juga di lingkungan sekolah, dan juga orang tua yang konsisten berperilaku luhur… jadi ngga berbohong, ngga ajarin tipu-tipu, ngga maksain beli diktat atau les… so, ayo !!! BANGKIT ! LAWAN KORUPSI !

  6. Rizqi Nur said:

    Warga Indonesia adalah mayoritas beragama Islam tapi kenapa banyak terjadi korupsi?Dahulu Indonesia terkenal dengan negri yang subur, kaya, makmur, zamrud khatulistiwa tetapi sekarang terkenal dengan negri banyak hutang, Pemalas,nomor 2 korupsi di dunia. Wahai kawula muda apakah kalian tidak malu dengan sebutan demikian?Jika kalian malu,marilah kita berjuang untuk bangsa yang kini sedang dililit masalah.MASA DEPAN BANGSA ADA DI TANGAN KALIAN,jika kalian malas dan tak mau berusaha bagaimana keadaan Indonesia dimasa mendatang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: