Iklan

Memperingati Hari Lahirnya Pancasila


1 Juni 1945, Ir Soekarno, dalam pidatonya di depan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) telah menggali nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia dan mempersembahkannya untuk dijadikan dasar negara bagi Republik Indonesia yang akan didirikan.

Dalam jaman pertarungan ideologi saat itu, antara Nasionalisme, Komunisme, dan Islam, diperlukan adanya suatu dasar atau nilai bersama yang dapat disepakati sebagai suatu fondasi kenegaraan. Dan itulah Pancasila

Pancasila tentu bukan ideologi karena memang tidak dirancang sebagai ideologi oleh Soekarno. Pancasila dirancang hanya sebagai nilai bersama dari masyarakat Indonesia. Kalau saya nggak salah ingat, rumusan Pancasila yang diajukan Ir. Soekarno saat itu adalah : Kebangsaan Indonesia (Nasionalisme), Perikemanusiaan (Internasionalisme), Mufakat (demokrasi), Keadilan Sosial, dan Ketuhanan. Kelima dasar ini disebut oleh Soekarno sebagai Pancasila. Masih dalam pidatonya, ia kemudian memerasnya menjadi Trisila yaitu Sosio Nasionalisme, Sosio Demokrasi, dan Ketuhanan, lalu ia memerasnya kembali menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong. Saya nggak ingin membahas lebih lanjut kenapa ada “peras-perasan” itu, tetapi yang jelas, bahwa Pancasila bukan ideologi. Karena Soekarno juga menciptakan ideologi terbuka lainnya yang dikenal dengan Marhaenisme.

Persoalan selanjutnya apakah persaingan masih dibenarkan ketika kita sudah punya yang namanya Pancasila? Tentunya masih bisa, karena terbuka untuk diberikan penafsiran, akan tetapi tindakan mengganti dasar negara ini tentu berbeda dengan memberikan ”warna” ideologi dalam apa yang dinamakan Pancasila. Menurutku Ideologi apapun berhak memberikan warna dalam Pancasila, baik itu Islam, Nasionalisme, Sosialisme, Marhaenisme, dan Komunisme sekalipun, kenapa tidak?

Akan tetapi berdiskusi terlampau luas tentang dasar negara juga tidak terlampau baik. Lebih menguatkan tatanan pemerintahan yang berdasarkan konstitusi (atau bahasa kerennya constitutionalism). Tanpa tatanan tersebut dasar negara apapun akan terasa kering dan tak bermakna apapun bagi kesejahtraan masyarakat.

Well, Happy Birthday Pancasila…

Iklan
4 comments
  1. cakmoki said:

    Setuju, tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat.
    Ikutan mengucaokan: Selamat Hari Lahirnya Pancasila.
    Moga ada perbaikan di negeri ini dalam semua bidang 🙂

  2. peyek said:

    mudah-mudahan tidak cuman ceremonial aja mas

  3. anggara said:

    @ cakmoki dan peyek

    Mudah-mudahan ada perbaikan di Indonesia ya pak

  4. asti said:

    mudah2an di jakarta ada peningkatan tentang org yg tidak mampu yah… agar harga BBM turun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: