Iklan

Dimensi Hukum Dalam Dunia Blog


Pendahuluan

Weblog atau yang lebih dikenal dengan blog telah menjadi media alternatif bagi jutaan orang. Blog juga telah menjadi senjata efektif untuk menyebarluaskan informasi terutama bagi negara-negara yang masih memasung kebebasan berekspresi dan kebebasan pers. Para blogger telah terbukti memainkan peran yang penting sampai-sampai Mahkamah Agung Amerika Serikat juga mengeluarkan dua kartu pers untuk blogger yang tergabung dalam Media Blogger Association.

Peran penting dari para blogger ini rupanya juga mengancam pemerintahan negara-negara yang masih alergi terhadap kebebasan berekspresi. Di ASEAN sendiri ada dua negara, Malaysia dan Singapura, yang secara tajam alergi terhadap para blogger yang rajin melakukan kritik terhadap kinerja pemerintahanan. Di Turki, blogger juga menuai ancaman, Mahkamah Agung Turki telah memerintahkan penyedia layanan blog gratis untuk menghapus publikasi yang dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum. Pemerintah Turki bahkan memerintahkan akses ke wordpress.com untuk di blok, sehingga para pengguna blog yang menggunakan pelayanan dari wordpress.com tidak lagi dapat mengakses blognya.

Di Indonesia sendiri kasus yang terkenal menyangkut blog adalah kasus montase foto Presiden SBY yang menghebohkan. Namun kasus tersebut tidak berlanjut ke pengadilan, dikarenakan Presiden SBY tidak merasa tersinggung dengan foto-foto tersebut.

Perlindungan Hukum untuk Blog dan Blogger

Di Indonesia, blog dan blogger merupakakan entitas unik dan tidak terjangkau perlindungan hukum apapun. Meski para blogger seringkali menganggap dirinya seolah-olah jurnalis, namun pada kenyataannya secara hukum blog, meski merupakan media online, tidak bisa dianggap sebagai produk pers. Karena blog tidak memiliki ciri-ciri penting sebagaimana pers pada umumnya yaitu:

  1. Blog/Blogger bukan merupakan lembaga sosial yang berbadan hukum Indonesia
  2. Blog/Blogger tidak melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi
  3. Blog/Blogger pada umumnya tidak melakukan kegiatan yang dikenal dalam dunia jurnalistik sebagai cover both side

Secara umum, blog dan juga blogger merupakan anak kandung dari apa yang dinamakan kebebasan berekspresi sebagaimana diatur dalam Pasal 19 DUHAM yang menyatakan

“Setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hal ini termasuk kebebasan menganut pendapat tanpa mendapat gangguan, dan untuk mencari, menerima dan menyampaikan keterangan-keterangan dan pendapat dengan cara apa pun dan dengan tidak memandang batas-batas.”

Kebebasan Berekspresi juga di atur dalam Pasal 19 ayat (2) Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik yang menyatakan

“Setiap orang berhak atas kebebasan untuk menyatakan pendapat; hak ini termasuk kebebasan untuk mencari, menerima dan memberikan informasi dan pemikiran apapun, terlepas dari pembatasan-pembatasan secara lisan, tertulis, atau dalam bentuk cetakan, karya seni atau melalui media lain sesuai dengan pilihannya.”.

Namun kebebasan berekspresi ini juga ada batasannya, secara internasional pembatasan terhadap kebebasan berekspresi ini diatur dalam Pasal 19 ayat (3) Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik yaitu : syarat subyektif pembatasan diatur melalui peraturan perundang-undangan sementara syarat obyektif pembatasan tersebut dilakukan untuk menghormati hak atau nama baik orang lain, melindungi keamanan nasional atau ketertiban umum atau kesehatan atau moral umum.

Di Indonesia, kebebasan berekspresi diatur dalam Pasal 28 E ayat (2) dan ayat (3) Perubahan II UUD 1945 yang menyatakan

(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.

Hal yang menggembirakan dari Pasal 28 E Perubahan II UUD 1945, setidaknya adalah Mahkamah Konstitusi sudah dua kali melakukan uji materi melalui putusannya yang bernomor 013-022/PUU-IV/2006 dan 6/PUU-V/2007 yang menyatakan Pasal 134, 136 bis, 154, 155, dan 157 KUHP tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat karena bertentangan dengan UUD 1945.

Pertanggungjawaban hukum dalam dunia blog di Indonesia

Blog/blogger tentu tak bisa melepaskan diri dari pertanggung jawaban hukum dalam setiap posting maupun komentar yang ada dalam blog. Ada dua pertanggungjawaban dalam dunia blog secara internal dan juga eksternal. Secara internal, biasanya blog diatur melalui Term of Service (Tos) dari penyedia layanan, sementara secara ekternal blog diatur melalui berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku baik hukum pidana ataupun perdata.

Sebuah lembaga advokasi yang berbasis di Amerika Serikat, Electronic Frontier Foundation mengidentifikasi setidaknya ada 6 permasalahan hukum yang terkait dengan blog/blogger yaitu: Defamation, Intellectual Property (Copyright/Trademark), Trade Secret, Right of Publicity, Publication of Private Facts, dan Intrusion into Seclusion

Pada kasus Indonesia, blog/blogger masih lebih terancam dengan apa yang dinamakan penghinaan/pencemaran nama baik. Meski harus diakui isu copyright di antara para blogger juga telah menjadi tren, tetapi permasalahan copyrights tersebut masih melibatkan para blogger sendiri yang kemudian dijatuhi sanksi sosial dari para blogger yang jauh lebih efektif dibandingkan dari sanksi hukum.

Dalam KUHP apa yang dikenal dengan delik pers juga berpotensi untuk mengirim para blogger ke penjara. Setidaknya ada 32 ketentuan dalam KUHP yang berpotensi membuat para blogger terjerat dalam hukum pidana. Akan tetapi, dalam pandangan penulis, setidaknya para blogger akan sering berurusan dengan hukum terutama pada hal yang berkaitan dengan penghinaan/pencemaran nama baik

Pencemaran nama baik dalam KUHP diatur dalam Pasal 310 (pencemaran), 311 (penghinaan), 315 (penghinaan ringan), 317 (pengaduan fitnah), 318 (persangkaan palsu), 320 (pencemaran nama baik orang mati), dan 321 (pencemaran nama baik orang mati dengan tulisan atau gambar)

Blog/Blogger juga dapat terancam menuai gugatan perdata tentang pencemaran nama baik. Pencemaran nama baik dalam KUHPerdata diatur dalam Pasal 1372 (penghinaan), 1373 (fitnah), 1375 (penghinaan terhadap orang mati), dan 1377 (penghinaan yang dilakukan secara terus menerus).

Ada baiknya para blogger juga mempelajari Kode Etik Jurnalistik dan juga sedikit pengetahuan hukum tentang pencemaran nama baik dalam pidana maupun perdata untuk menghindari jerat hukum. Akan tetapi hal yang lebih penting untuk tetap mempertahankan kebebasan berekspresi yang sudah dipunyai dengan cara membangun solidaritas di antara sesama blogger

Iklan
21 comments
  1. PERTAMA XXX ……

  2. Rasanya undang-undang (cyber law)yang mengatur secara khusus belum ada, dan memaksakan KUHP dalam perkara Cyber, rasanya kok aneh.

    Kalau UU nya belum ada, gimana menuntutnya yahh ???

    (nyesel, dulu nggak kuliah hukum…..)

  3. Luthfi said:

    berat banget
    sampe KUHP dibawa2 😦

  4. anggara said:

    @indra
    UU yang mengatur cyber law memang belum ada tapi sebentar lagi pasti ada, kan masih tetap ada KUHP dan peraturan yang lainnya

    @luthfi
    enteng koq, bukunya ringan banget lut, ditaruh di saku juga bisa 🙂

  5. rkh said:

    Ada rujukan yg bagus buat belajar kode etik jurnalistik & pengetahuan hukum (pidana/perdata) tentang pencemaran nama baik..?

    Trus ada informasi lebih lanjut gak tentang 6 permasalahan hukum yg terkait dg blog/blogger yg disebut diatas, atau rujukannya..?

    salam.

  6. anggara said:

    untuk rujukan 6 permasalahan hukum coba lihat di http://www.eff.org/bloggers/lg/
    soal pencemaran nama baik, saya posting beberapa tulisan disini pak, silahkan dilihat di bagian archieves

  7. aku rasa sih kode etik memang diperlukan, soalnya banyak blog yg isinya cuma character-asassination dan sebangsanya gitu …

  8. anggara said:

    @luna
    ternyata kamu malah ngasih contoh diri sendiri tuh wakakakakakakakakakak

  9. kan kode etiknya belum ada 😆

  10. anggara said:

    @luna
    dasar 🙂

  11. Tedy said:

    wah kalau sudah menyangkut pencemaran nama baik bahaya donk. Kalau kita membuat tulisan kritik tentang seseorang lalu orang tersebut tersinggung, bisa donk dia menuntut kita lewat pencemaran nama baik itu? Batasannya apa sih sesuatu sudah bisa dikategorikan pencemaran nama baik?

  12. alex said:

    Wah.. lengkap! 😯
    Mohon izin di-save-as, Pak, buat bacaan pribadi 😛

  13. anggara said:

    @alex
    nggak perlu ijin kalu save as sih 🙂 semoga bisa menambah ilmu buat kita semua

  14. anggara said:

    @tedy
    kritik harus dibedakan kedalam dua golongan, kritik terhadap publik figur atau kritik terhadap orang biasa. Kalau anda menulis kritik terhadap orang biasa lalu dia tersinggung dan menyatakan pencemaran nama baik, ya mau gimana lagi. pertarungannya berarti tinggal di pengadilan. Hal ini berbeda bila anda mengkritik publik figur

  15. Berbicara masalah hukum terhadap para blogger, menurut saya sama saja ketika kita berbicara mengenai aktivitas diinternet pada umumnya yang notebene saat ini hampir tidak bisa tersentuh oleh hukum kita. Jika dikaitkan dengan aturan materil yang kita miliki, banyak pasal yang bisa terkait dengan akitivitas mereka, namun pada akhirnya terbentur pada masalah pembuktian. Inilah konsekuensi dari keberadaan hukum formal kita yang belum memasukkan alat bukti elektronik sebagai salah satu alat bukti. Jika kita menginginkan hukum tidak tertatih mengejar perkembangan zaman maka mungkin ada baiknya para pihak yang terkait berani melakukan terobosan , mungkin perubahan hukum acara atau minimal para hakim berani melakukan penemuan hukum baik melalui interpretasi maupun konstruksi hukum. makasih.

  16. anggara said:

    @fia
    thanks untuk komentar dan masukkannya

  17. Info nya sangat menarik dan menambah pengetahuan baru untuk saya yang baru belajar “ngeblog”. Terima kasih ya pak..

  18. anggara said:

    @irma
    senang berkenalan dengan blawgger baru, keep blawgging

  19. WAduh blog ada juga hukumnya. Yang penting blogging jangan ngejelekein oranglain.

  20. Maka dari itu jangan gunakan blog untuk kepentingan sara dan lain-lain yang melawan hukun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: