Iklan

Kepedihan Itu


Setiap tahun pada Mei adalah Tragedi bagi saya, pedih, karena bangsa ini kehilangan calon-calon pemimpinnya. Tragisnya lagi tidak ada orang yang bisa dimintai pertanggungjawaban atas gugurnya mahasiswa-mahasiswa itu

Dulu sekali, saat mahasiswa, kepedihan yang rasakan adalah kepedihan sebagai sesama mahasiswa, namun sekarang saya dapat merasakan kepedihan orang tua kehilangan anaknya yang direnggut secara paksa itu. Saya sendiri sulit membayangkan jika saya harus kehilangan kedua buah hati saya tersebut. Mungkin saya akan jadi gila

Kedua buah hati saya tersebut, telah menjadi pusat dari seluruh energi saya dan sulit rasanya menghilangkan tawa-tawa itu dari ingatan saya.

Doa saya buat martir – martir Indonesia dan semua orang tua yang kehilangan anak-anaknya dalam perjuangan demokrasi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: