Iklan

Kebangkitan Nasional Itu


Konon, 20 Mei, hari kelahiran Budi Utomo itu diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Masalah hari ini buat saya tidaklah terlampau penting, apakah penanda kelahiran Budi Utomo ini penting dianggap sebagai penanda kebangkitan dari sebuah bangsa Hindia (Indonesia) atau mungkin ada hari lain yang lebih cocok

Tapi, ada beberapa kritik saya terhadap bangsa ini, kita mudah melupakan beberapa penanda sejarah yang penting sebelum Perang Kemerdekaan seperti Revolusi Kemerdekaan Pertama yang dilancarkan oleh PKI pada 1920-an, kemudian lahirnya Perhimpunan Indonesia sebagai organisasi pertama yang menggunakan kata Indonesia, atau lahirnya VSTP sebagai serikat buruh pertama di Indonesia.

Jika setelah perang kemerdekaan, mungkin ada beberapa peristiwa penting seperti dimulainya tugas Konstituante, Kematian Arif Rachman Hakim, Gugurnya Mahasiswa Trisakti, Kerusuhan Mei, dan mungkin ada beberapa hari lainnya.

Selain itu, para Advokat Indonesiapun melupakan hari bersejarah yang penting untuk kelompok Advokat yaitu hari berdirinya organisasi advokat pertama di Indonesia yaitu Peradin (Persatuan Advokat Indonesia).

Tidak usahlah kita bicara soal hari, soal buku saja kita lupa. Menurut saya ada tiga buku penting yang harus dibaca seluruh para pelajar Indonesia yaitu buku Menuju Republik Indonesia (Tan Malaka), Ke arah Indonesia Merdeka (M. Hatta), dan Indonesia Menggugat (Soekarno). Namun pengalaman saya ketika menjadi pelajar, saya tidak pernah membaca ketiga buku penting itu, saya malah baru baca kedua manuskrip (Menuju Republik Indonesia & Indonesia Menggugat) itu saat saya kuliah tingkat pertama. Saya sampai sekarang belum pernah membaca karya M Hatta, yang konon terkenal itu. Mungkin di antara anda ada yang berkenan memberi tahu saya dimana bisa memperoleh buku ini.

Saya juga sama butanya, apakah para pelajar Indonesia saat ini juga sudah mempelajari ketiga buku penting ini. Mungkin bapak gurubapak guru bisa memberitahu saya apakah buku ini sudah menjadi buku wajib di sekolah?

Iklan
12 comments
  1. Saya sepakat Mas. Mestinya buku2 penting itu bisa didonlot di website2 pemerintah. Termasuk juga misalkan Risalah Sidang BPUPKI, semestinya bisa didonlot di website Sesneg..

    Buku Tan Malaka, Madilog juga bagus Mas..

  2. aminhers said:

    gimanapun juga bangsa (rakyat) harus bangkit dari keterpurukan
    lam kenal

  3. galih said:

    kalo emang buku itu bisa didownload di situs pemerintah, situs pemerintah yang apa yah? departemen yang apa gitu maksudnya 😀

  4. Yari NK said:

    Pada bangsa ini….. yang sudah acapkali dilanda kesulitan….. memperingati suatu hari yang dipentingkan adalah hura-huranya untuk sejenak melupakan kepenatan akibat masalah2 krusial yang gagal dipecahkan di negara ini……..

  5. arif said:

    Hmmm… Di perpustakaan Bung Hatta ada atau tidak? Mungkin perlu ke sana, Om.

    Saya belum pernah baca ketiga buku itu. Boleh juga kalau ada di toko buku. Btw, Indonesia menggugat kan pembelaan Bung Karno di pengadilan kan? Itu jadi buku ya?

  6. Semoga Indonesia Menjadi Bangsa Yang Bangkit dan Bangsa Yang Maju
    Amin

  7. anggara said:

    @yance
    benar tuh, masak dokumennya sulit dicari

    @amin
    salam kenal

    @galih
    mestinya di depdiknas

    @yari
    hura2 yaa, hmmm, entahlah kang

    @kang kombor
    belum baca semua kang, buku itu susah di cari di toko buku, Indonesia Menggugat itu memang pembelaan Bung Karno

    @indra
    amien

  8. dana said:

    Waduh, saya malah sama sekali belon baca buku itu.

  9. cdsi said:

    wahai anak bangsa! bangunlhah!,
    bukalah matamu!
    berdirilah dengan kakimu, sing-singkan lenganmu,
    mari bangkit! untuk indonesiamu tercinta

    indonesia kita tidak pernah merdeka!
    indonesia kita terus menangis
    indonesia kita terus merana
    indonesia kita selalu di perkosa

    “pelakunya adalah imperialisme anak sang kapitalis”

    negeri kita dari dulu sampai sekarang terus terjajah
    sadarkah kita bahwa tiga perempat kekayaan negeri ini
    telah terkuras habis, oleh setan imperialisme

    negeri ini menyediakan seluruh kekayaan bumi,
    memiliki sejuta pesona, bahkan sejuta rasa.
    kita pemilik sah negeri ini, namun terpasung oleh sistem
    imperilalisme modern, terjebak oleh sekularisme
    partikular, terlena oleh hedonisme semu.
    sadarkah kita, setiap bangsa berhak atas diri dan
    tanah airnya, akakah kau gadaikan demi kenikamatan sesaat

    mari satukan tekad, bulatkan niat!
    kita harus merebut kembali semua kekayaan kita,
    jangan biarkan sawah dan ladang kita di bajak orang,
    jangan biarkan laut kita di ambil orang,
    jangan biarkan hutan kita ditebang orang,
    jangan biarkan budaya kita dicuri orang.

    mari kita ganti identitas negeri
    ini dengan budaya kita, budaya timur yang sejak
    dulu menjadi darah dan inspirasi hidup kita.
    persetan dengan kepercayaan, persetan
    dengan segala bentuk keyakinan, yang jelas
    mereka tidak pernah memberi kita harapan,
    apalagi kebahagiaan!

    untuk menjadi orang baik tidak perlu pengabdian,
    tapi harus dengan pengorbanan, peperangan dan
    menegakkan keadilan.

  10. anggara said:

    @dana
    baca dong 🙂

  11. popon said:

    Lupa itu sepertinya ada berbagai macam. Lupa tanpa sengaja, atau lupa yang diciptakan alias dibuat lupa dengan sebuah sistem. Bangsa ini saya rasa tak pernah salah. Dia hanya sedang tumbuh, meski dengan nutrisi yang tidak seteratur dan seterencana beberapa negara lain.

  12. anggara said:

    @popon
    filsuf banget sih mas, khas wartawan pisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: