Iklan

Sita Marital


Sita marital pada dasarnya adalah salah satu jenis dari sita jaminan, akan tetapi jenis sita ini adalah bertujuan untuk membekukan harta bersama yang diperoleh selama masa perkawinan melalui penyitaan agar tidak berpindah kepada pihak ketiga selama proses perkara perceraian atau pembagian harta bersama berlangsung. Dalam konteks ini pembekuan harta bersama tersebut adalah harta bersama yang dikuasai langsung baik oleh penggugat/pemohon atau tergugat/termohon

Sehingga tujuan dari sita marital sendiri adalah untuk menjamin keutuhan, mengamankan serta serta memelihara keutuhan seluruh harta bersama atas tindakan yang tidak bertanggung jawab yang diambil oleh tergugat/termohon sampai dengan putusan perceraian memperoleh kekuatan hukum tetap, baik yang berada di tangan Penggugat/Pemohon atau di tangan Tergugat/Termohon.

Pengaturan sita marital sendiri dapat dilihat dalam Pasal 190 BW, Pasal 24 ayat (2) huruf c PP No 9 Tahun 1975, Pasal 78 huruf c UU No 7 Tahun 1989, Pasal 136 ayat (2) huruf b Kompilasi Hukum Islam, Pasal 823 – 830 Rv

Suami ataupun istri berdasarkan Pasal 24 PP No9/1975 sama-sama mempunyai hak untuk mengajukan sita marital. Sita marital diajukan oleh tergugat atau termohon dengan cara mengajukan gugatan rekonvensi.

Permohonan sita marital dapat dibenarkan jika ada alasan bahwa tindakan suami/istri telah secara nyata memboroskan harta bersama yang dapat menimbulkan kerugian bagi tergugat/termohon dan jika tidak adanya ketertiban dalam mengelola dan mengurus harta bersama yang dapat membahayakan keutuhan harta bersama

Iklan
12 comments
  1. klu ada istilah pemohon dan termohon berarti perk tsb adalah permohonan bkn gugatan. apa bisa dlm perk permohonan diajukan sita..??? kemudian apa ada pihak tergugat yg mengajukan sita..??? khan selama ini yg mengajukan/mhn penyitaan justru penggugat..!!! mhn pentjerahan Boss..!!! trims..!!!

  2. Eka said:

    emang ribet kalo udah ngomongi masalah harta…
    semoga gak terjadi sama kita semua yaa….

  3. tuk wak munir, saya hanya menambahkan, kalo keliru tolong di ralat, bahwa yg dimaksud dalam permohonan tsb adalah khusus untuk masalah perceraian–contetiosa— bukan seperti permohonan2 yg lain yg tergolong perkara voulentair, sedangkan kalo boleh menambahkan sita maritaal ini kalo dalam pengertian yg saya ketahui diatur lebih lanjt dalam RV, tapi hanya sebatas untuk istri, baik sebagai penggugat ataupun termohon, tapi pada pelaksanaan saat ini sita tersebut diajukan baik oleh suami ataupun istri, yg dalam istilah atawa definisinya disebut dengan SITA MATRIMONIAL, maap yaa kalo keliru tolong di ralat

    thank’s

  4. Ibrahim said:

    Anggara, Boleh saya sadur tulisannya untuk jadi rintisan di hukumpedia.com? Trims

  5. anggara said:

    @moh.hani
    betul, awal dari sita marital memang didapatkan dari RV, namun ada perbedaan mendasar sita marital yang diatur di RV dengan UU Perkawinan. SIta Marital di RV hanya bisa diajukan oleh istri karena asumsinya suami adalah pemegang kuasa kebendaan dalam keluarga

    @ibrahim
    gimana dengan Australia pak? senang di sana bisa belajar lagi. Duh saya malu kalau tulisan jelek ini malah jadi rintisan di hukumpedia.com

  6. anggoro said:

    pak tulisan anda ini boleh kan daya sadur untuk membuat gugatan buat klien saya kok bisa kebetulan ya pak nama kita sama dan profesi kita pun juga sama hehehehe semoga kita dapat terus bisa saling bekerjasama ya pak.suwun.

    • anggara said:

      @anggoro
      boleh pak, tentu saya senang bisa membantu anda

  7. holly said:

    punya contoh surat permohonan sita marital nya tidak..?

    • anggara said:

      @holly
      enggak tuh

  8. wiwid said:

    jadi sita marital bisa di ajukan selama proses perceraian berlangsung. ketika telah jatuh putusan hukum apakah harta tersebut ttp statusnya dibekukan atau bisa di bagi sesuai dengan keputusan pengadilan?

    • anggara said:

      @wiwid
      Tentu tergantung putusannya mbak, apa dikabulkan atau tidak 🙂

  9. altri said:

    pak numpang nanya..
    saya punya harta bersama skrg lagi digugat sama eks suami..bisa ngak itu harta ngak jatuh ketangan suami soalnya dia sdh menikah lagi.harta ini juga saya dah berikan ke anak2..mohon petunjuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: