Iklan

Kereta Api Lebaran Yang (Tidak) Manusiawi


Kalau lebaran dulu ada yang namanya kereta sapujagat sekarang konon ganti dengan kereta komunitas. Saya enggak tahu apakah akan ada perubahan pelayanan terkait dengan perubahan nama tersebut.

Saya hanya melihat bagaimana di kereta sapujagat itu kelompok masyarakat miskin seperti malah diabaikan hak-haknya sebagai manusia. Orang koq ditumpuk kayak kerupuk, lah nanti kalau sudah ada kecelakaan, apa tidak banyak korbannya.

Saya berharap lebaran kali ini angkutan massal ini lebih manusiawi terhadap masyarakat miskin

Iklan
11 comments
  1. hmmm
    kejar setoran pemerintah, soal celaka urusan belakangan *uuh
    wong cilik gitu lah nasibnya 😦

  2. FerryS said:

    Pemerintah memang jauh dari sempurna dalam banyak hal, tapi untuk urusan yang satu ini, siapa yang bisa menahan keinginan orang buat mudik.

  3. ulan said:

    waduh emak ku mau naik kereta doain baik baik aja ya..

  4. rere said:

    Yaa begitu om, sudah hukum alam : ada harga ada rasa ada rupa………..

  5. kw said:

    mudah-mudahan lebih baik. jadi orang-orang yang itu tak begitu menderita lagi 🙂

  6. indra kh said:

    Kalau baca di media, fasilitasnya adalah boleh bawa motor ke atas KA. Tumpukan orangnya sih tetep 😦

  7. anggara said:

    @liezmaya
    harusnya sih enggak begitu kan?

    @ferry
    justru itu kehadiran pemerintah justru untuk melindungi warganya kan bukan untuk malah membuat masalah

    @ulan
    semoga selamat sampai tujuan mbak

    @rere
    saya justru kagum dengan fasilitas umum di beberapa negara yang pernah saya kunjungi, murah dan aman bang

    @kw
    mudah2an

    @indra
    hehehehehehehe

  8. Hendrik said:

    Tidak semestimya dan tidak seharusnya manusia di tumpuk seperti krupuk hanya untuk menambah kekayaan dirisendiri. Dan sesungguhnya Kekayaan tidak dapat memberi manfaat apapun ketika meninggal dunia.(Alam Kubur)

  9. anggara said:

    @hendrik
    no comment deh hihihihihihihi

  10. SUBRO said:

    Jangan bilang pemerintah mau melayani, pemerintah itu ibarat bayi buta(:raksasa) yang obesitas tapi doyan makan mulu….namanya juga buta.

    Rakyat jadi santapan, mati, terbakar, terpanggang, ditembaki, diperkosa dan dirampoki duitnya..hingga orok yang baru lair udah punya tanggungan utang… kecu semua Aparat negara ini…

    Udah gtu yang namanya KA budeg-tuli, bebal kuping dan jorok muka kayak WC kelas ekonomi yang super jorok….

    Masing-masing stasiun tdk ada koordinasi.. mereka rame-rame jual tiket sebanyak mungkin….tidak lagi menghitung kapasitas muat yg bisa terangkut oleh gerbong…. yang terjadi antar penumpang saling maki karena berrebut tempat duduk.
    Udah gtu aparat kepolisian yang mengawal juga bikin kaco… tau gerbong penuh… penumpang stasiun pemberhentian disuruh masuk dan mendesak-mendorong penumpang yang ada di dalam kereta. Bego kan… maka sepantasnya kalau si Polisi dimaki maki habis oleh penumpang yang lain…”Ini menjadi conto nyata kalau dia (:polisi) jadi provokator (gebleg, tidak bisa membaca situasi,dan main suruh tanpa memperhitungkan resiko….).

    Emang susah jadi orang ya….

  11. anggara said:

    @subro
    terima kasih atas komentarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: