Peron 3


Disini kita berbincang, tentang harapan dan kenangan yang terbungkus dalam mimpi.

Kenapa kita masih disini, akupun tak mengerti mungkin karena rasa ini tak hendak terpisah, mungkin juga karena kita saling merasa sepi

Mimpi itu tak hendak terbangkan dari pikiranmu? Kalaupun ia terbang, semoga ia terbang ke dalam pikiranku

Sore itu aku berdiri menatap kumpulan pelaju. Aku menanti keretaku di stasiun ini. Rasanya seperti menantimu di bawah baliho jalan itu.

Di seputaran stasiun kita menikmati setiap gesekan listrik yg terjadi di peron, dan aku mencintai tiap detik dalam genggamanmu.

Ah, aku tak ingin melepasmu kedalam kegelapan meski kita berada dalam keterpaksaan untuk saling melepas.

4 comments
  1. edratna said:

    Mimpi itu akan selalu kugenggam
    Sambil menunggu keretamu tiba
    Semoga kita kan segera bersua….untuk merajut mimpi-mimpi kita

    • anggara said:

      @edratna
      Wah koq jadi bertambah ya, terima kasih bu 🙂

  2. H. Nizam said:

    Halo Mas,

    Apa khabar? Semoga anda dan orang2 yang dicintai sehat2 selalu.
    Dalam hidup ini memang harus terus mempunyai mimpi agar kita tetap bersemangat.

    Salam sukses!

    • anggara said:

      @nizam
      Kabar saya baik pak, semoga bapak dan keluarga juga baik2 saja selalu 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: