Iklan

Jika Saya Pembuat Video Mesum Itu


Seorang kawan baik saya bertanya pada saya pada pertemuan di tengah malam yang membekap ibukota hari ini. Pertanyaan yang sederhana dan masih terkait dengan video porno nan mesum dari beberapa orang yang dikabarkan mirip dengan beberapa orang selebriti Indonesia.

“Bro, kalau kamu yang berada di posisi itu, apa yang loe lakuin?” tanyanya. Saya terkejut dengan pertanyaan tersebut, dan saya bertanya padanya, “Apa gue punya tampang buat video macam itu bro?” Diapun melepas senyumnya yang menurut saya sih garing banget hehehehehe

“Nggak bro, meski ada dikit sih, tapi apa pendapatmu kalau loe di posisi itu?” tanyanya lebih lanjut sambil matanya menatap tajam ke arah saya. Saya tersenyum simpul dan berpikir keras apa jawaban yang hendak saya berikan pada kawan saya yang hobi bertanya meski sebenarnya ia sangat cerdas.

Lalu, saya memberikan jawaban panjang lebar padanya, “kalau gue sih akan bilang ke masyarakat, ya gue yang buat, so what. Tak ada yang salah dengan membuat rekaman video pribadi semacam itu. Apakah dengan itu lalu gue mendadak berbuat salah? Tak ada UU yang melarang gue koq untuk membuat video pribadi seperti itu, setidaknya sampai saat ini” Sayapun menarik nafas panjang lalu melanjutkan “Sampai saat ini KUHP, UU Pornografi, dan UU ITE tidak melarang atau membuat perbuatan yang gue lakuin dengan merekam keintiman gue tersebut menjadi tindak pidana. Lalu dimana salahku?” Sayapun melanjutkan “Menurut KUHP dan UU Pornografi, yang menyebarkan video itu secara serampanganlah yang salah dan patut dipidana menurut hukum”

Kawan baik sayapun segera menyerang saya “tapi itukan zinah” Saya pun membalas tajam “Betul menurut norma sosial dan agama yang ada di Indonesia, tapi bukan pidana. KUHP tidak bisa mempidanakan gue karena zina. Zina menurut KUHP hanya bisa dipidana bila salah seorang diantara kami sudah menikah dan itu delik aduan. Jadi kalau kami tidak ada yang terikat perkawinan dan jikapun ada yang terikat perkawinan namun tidak ada yang mengadu, tidak bisa perbuatan yang gue lakuin itu dipidana”

Saya lihat kawan saya ini hendak bertanya lebih lanjut dan langsung saya potong “Tapi gue akan bilang, saya tahu itu salah dan itu adalah bagian dari masa lalu saya yang hendak saya perbaiki dan saya menyesal telah melakukan itu semua. Saya mohon maaf bila perbuatan yang saya lakukan telah semua orang menjadi tidak nyaman. Maafkan saya”

“Bisa aja loe” katanya sambil tersenyum. Sayapun tersenyum dan melanjutkan dengan sedih “Tapi bro, gue bisa dipidana karena menaruh dan menyimpannya di laptopku yang jadul itu. Karena frasa “membuat dapat diaksesnya” dalam UU ITE tersebut dapat membuat kedudukan saya rentan untuk dipidana, meski menurut KUHP dan UU Pornografi menyimpan untuk keperluan pribadi tidaklah dilarang”. “Ah, ya benar” kata kawan baik saya itu dan ia bertanya “lalu mengapa dirimu sedih sekali bro?” Saya tersenyum pahit dan berkata “Jika gue dipidana berdasarkan UU ITE, dimana itu yang paling mungkin dijatuhkan sama gue, maka ijin praktekku sebagai Advokat bisa dicabut, karena gue dipidana dengan ketentuan yang diancam dengan pidana di atas 4 tahun. Meski tak ada kesalahan etika yang gue lakukan dan hal itu diamini oleh UU Advokat dan KEAI serta AD PERADI loh”.

Kamipun berdua tertawa lepas sambil memandang malam yang semakin murung di batas kota Jakarta ini. Btw, sorry ya bro, percakapan ini gue upload ke blog ini hihihihihihihi

Iklan
16 comments
  1. saya punya pendapat sama dengan bapak anggara ini…cuma dari kemaren saya gak bisa nyusunnya jadi pendapat yang runut begini…wkwkwkw

    anyway…saya bisa download dimana pak yang versi Anggara VS …..

    • anggara said:

      @Reza Gardino
      ah, kamu mau versi yang mana kawan 🙂

  2. ulan said:

    *berencana buat*
    masnya cabe nya berapa ??
    buat pecel kok mas, bukan buat video porno 😛

  3. ndrew said:

    wkwkwkwkwk…
    mang ada berapa versi lagi ne???
    hahahaaa…

  4. Harry Nizam said:

    Saya sepakat dengan anda.

  5. Hmmmm….tajam, tapi kemasannya unik.

  6. Usup Supriyadi said:

    idealisme seorang advokat :mrgreen:

    saya sependapat 😉

  7. arieff said:

    keren…keren..setuju banget.. 😉

  8. andiero said:

    sebenarnya aturan tentang POPO harus diperjelas lagi dan harus di revisi ulang semua aturannya biar nggak simpang siur kayak gini. jadi panjang ceritanya.

  9. Yahui keren abis, persis kayak mimpi gue, hahahaha gue mimpinya mancing di kolam.

  10. Saya bukan sarjana hukum, ngikutin apa kata ahli hukum yang bener. Saya cuma takut aja kalau ada razia lalu periksa tato gambar kupu-kupu di paha, hahaha…

  11. Pendapat saya sama dengan Pak Anggara. Cuma sayangnya, di tengah2 drama dan kehebohan emosional seputar kasus ini, maka nyaris tidak ada yang berpikir kritis & rasional.

    Padahal dalam Islam pun ada konsep ranah pribadi & ranah publik.
    Tapi, memang masih banyak muslim yang belum tahu, apalagi paham.

    Trims untuk pencerahannya.

  12. Dan saya juga bingung kenapa penyebar video itu masih juga belum tertangkap sampai sekarang.

    Coba deh kalau urusan teroris, apalagi pada saat-saat yang tertentu, wah cepat sekali 🙂 sampai barang buktinya pun rapih semua bisa ketemu, heh.

  13. suka antara yasa said:

    salut deh…..
    pak anggara bisa mengemas sebuah pendapat yang bernilai hukum, namun dalam nuansa humor yang keren….

  14. imar said:

    Pak Anggara… kalau begitu ayo dukung penegakan hukum yang sebenar-benarnya menurut KUHP dan Undang-undang Pornografi untuk kasus Ariel ini. Jangan sampai ada pihak-pihak yang akan “menyetir” kasus ini. Dukung kami yang turun ke jalan.

    • anggara said:

      @Imar
      saya tidak mendukung UU Pornografi loh 🙂 saya menjadi salah satu kuasa untuk menguji UU Pornografi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: