Pagi


Mari berbisik dalam pagi. Biar lirih, ijinkan aku menyentuh keningmu. Tersenyumlah kapanpun. Karena senyummu menjadi satu – satunya tempat bersandarku saat letih.

Biarkan aku menilikmu dalam pagi yang riuh oleh manusia di stasiun kereta. Karena sejenak aku bisa melupakan kepenatan dalam padatnya kereta pagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: