Iklan

Kontroversi Supriyadi


Kemunculan orang yang mengaku sebagai Supriyadi, pemimpin perjuangan yang melancarkan perjuangan kemerdekaan melalui pemberontakan PETA di Blitar, menjadi pemberitaan yang cukup heboh. Syahdan, dalam beliau dikabarkan “moksa” saat pemberontakan yang dipimpinnya gagal. Namun ada juga menyatakan “El Commandante” tersebut telah meninggal dieksekusi pasukan pendudukan Jepang.

Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang rekan tentang moksanya beberapa tokoh terkenal dan juga Raja-Raja di Jawa. Saya sempat bicara kalau moksa itu bisa jadi benar, jika dalam konteks Raja-Raja Jawa, kenapa? Karena siapa rakyat yang pernah mengenal muka Rajanya? Tentunya dengan menyamar seadanyapun dia bisa mengelabui penglihatan rakyatnya?

Lalu dia bertanya, bagaimana dengan moksanya Supriyadi, saya menjawabnya bisa jadi ia telah dieksekusi secara diam-diam seperti Tan Malaka, atau memang tidak ada yang mengenal persis raut wajahnya. Harus diingat, Supriyadi saat itu adalah tokoh lokal yang menjadi legenda karena dia berani melakukan pemberontakan. Saya sendiri tidak pernah mendengar kiprah perjuangannya sebelum masuk PETA. Buat saya sangat wajar, jika ia punya perasaan ketakutan dan lalu menghilang entah kemana, dan sangat logis jika ia tidak dikenali, karena dia seorang tokoh lokal saat itu yang tidak diketahui persis raut wajahnya. Silahkan bandingkan dengan Tan Malaka, seorang Indonesia dengan reputasi Internasional saja masih dapat mengelabui polisi rahasia dan tentara, apalagi ini seorang Supriyadi.

Tapi ini bukan untuk merendahkan kepahlawanan Supriyadi, karena seingat saya dialah Panglima Tentara yang pertama di Republik ini. Kalau mau bukti ilmiah, seharusnya segera lakukan test DNA saja, supaya segera jelas duduk masalahnya

Iklan
10 comments
  1. edratna said:

    Saya juga menunggu hasilnya nih…..ternyata banyak juga ya yang pernah mengatakan sebagai Supriyadi.

    Kok test DNA sih kang? Lha membandingkannya dengan apa? Bukankah tokoh Supriyadi nya sendiri belum jelas? Apakah meninggal, moksa atau apa?

  2. joe said:

    sebaiknya bandingkan dengan DNA saya..karna saya kemenakannya supruyadi 😀

  3. aRuL said:

    iyah tes DNA.. dengan keluarganya supriyadi 😀

  4. anggara said:

    @edratna
    katanya sih ada anaknya bu

    @joe
    wuih mantap

    @arul
    bener kang

  5. Mom Liz said:

    Aku juga setuju test DNA aja…biar pasti, jangan sampai kita salah menilai orang 🙂

  6. economatic said:

    Daripada repot2 test DNA, interogasi aja orang yang ngaku Supriyadi itu pake bahasa Belanda, Jepang dan Jawa dialek Blitar. Soalnya sang Pahlawan itu ‘kan lahir di Blitar pada masa penjajahan Belanda dan dididik oleh bangsa Jepang.

  7. anggara said:

    @mom liz
    he…he…he…bener bu

    @economatic
    tetap saja, itu tidak cukup sahih kan?

  8. FerryS said:

    Kalaupun itu bener Supriyadi. Terus apa……
    Setau saya, Supriyadi nggak nyimpen rahasia besar seperti SUPERSEMAR. Biar aja 1000 orang ngaku jadi Supriyadi…nggak ngaruh…

  9. cakwt said:

    Utk Supriyadi yang terbaru ini agak masuk akal juga, dari foto2 yang dia punya. Kemiripan foto foto lama yang Utk test DNA, bagaimana mau ditest? Wong dia bilang hubungan dgn Bupati Blitar karena diangkat anak. Makanya dia juga nggak balik ke rumah yang di Blitar. Agak susah juga memang membuktikan dia bener2 Supriyadi (pimpinan PETA Blitar) atau mungkin hanya Supriyadi lainnya (cuma anggota PETA).

  10. anggara said:

    @ferry
    tetap saja ngaruh, karena dia adalah Panglima TKR yang pertama, dan yang paling penting pelaku sejarah yang masih hidup

    @cakwt
    tapi harusnya ada cara melakukan verifikasi atas klaim tersebut kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: