Iklan

Bimbang Dalam Memilih pada Pemilu 2009


Sepanjang hidup saya, saya baru dua kali ikut Pemilu. Pemilu yang pertama kali saya ikuti adalah Pemilu 1997. Sebagai anak SMU yang masuk kategori pemilih pemula dalam Pemilu tersebut, tadinya saya mau milih PDI yang saya nilai sebagai salah satu bagian dari pelopor perubahan. Namun sejak penggulingan paksa Megawati sebagai Ketua Umum PDI pada 1996, saya menjatuhkan pilihan pada PPP.

Pemilu kedua yang saya ikuti adalah Pemilu 1999, saat itu PRD, PDI Perjuangan, dan PBB telah mencuri perhatian saya. Bandung adalah tempat dimana saya memilih dalam pemilu demokratis kedua sejak 1955. Pilihan saya waktu itu adalah PBB untuk DPRD Kota Bandung, PDI Perjuangan untuk DPRD Jawa Barat, dan PRD untuk DPR RI.

Secara sadar saya tidak mengikuti Pemilu 2004, tadinya saya sempat tercuri perhatian oleh kiprah PKS, namun sejak kasus Dana Kavling di DPRD Jawa Barat, saya jadi meragukan komitmen PKS terhadap pemberantasan korupsi. Saya sendiri tidak memiliki pilihan yang lainnya, karena banyak dari partai politik peserta pemilu 2004 telah bermain dalam politik kotor sewaktu Pemilihan Presiden pada 1999 dan penjatuhan paksa Presiden Gus Dur.

Saya sendiri enggan memilih PDI Perjuangan karena kiprah Megawati selama menjadi Presiden, saya menilai pemerintahannya tidak menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi kebebasan berekspresi dan pemberantasan korupsi.

Nah dalam Pemilu 2009 ini, saya kembali didera oleh kebimbangan yang sangat, ada beberapa partai yang telah mencuri perhatian saya yaitu : Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Partai Gerindra, PAN, dan PKS. Berikut adalah penilaian saya terhadap partai politik tersebut

Partai Golkar

Partai ini memang partai warisan pemerintahan Orde Baru yang otoriter, namun saya lihat partai ini tidak menggantungkan pada karisma seseorang, namun ketidakmampuan Partai Golkar untuk menjelaskan program reformasi hukum, hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, dan hubungan luar negeri telah membuat keraguan yang dalam pada diri saya. Selain itu Partai ini juga merupakan pendukung dari UU Pornografi yang saya tentang

Partai Demokrat

Partai ini dalam pandangan saya merupakan partai pendukung Presiden SBY, memang prestasi pemerintahan beliau banyak mencuri perhatian saya, namun saya ragu apakah itu memang program Presiden atau program partai. Partai ini dalam pandangan saya memiliki kelemahan fundamental yaitu ketergantungan yang tinggi terhadap figur Presiden SBY. Namun saya sendiri belum melihat tawaran apa dalam Partai Demokrat untuk program reformasi hukum, hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, dan hubungan luar negeri. Partai ini dalam catatan saya juga pendukung UU Pornografi

PDI Perjuangan

Partai yang selalu mengklaim diri sebagai Partai pro wong cilik ini memang telah lama mencuri perhatian saya, namun tingkat ketergantungan yang tinggi pada Megawati Soekarnoputri telah membuat saya ragu apakah ada mekanisme demokrasi dalam tubuh partai ini. Saya sendiri takut apabila partai ini malah menjadi partai keluarga. Kultus individu yang tinggi dalam pandangan saya akan membuat seorang pemimpin terjangkit penyakit narsis yang akut. Saya juga masih tidak melihat PDI Perjuangan mampu menjelaskan dengan baik program reformasi hukum, hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, dan hubungan luar negeri. Partai ini dalam catatan saya adalah penentang UU Pornografi

Partai Gerindra

Partai Gerindra ini sejak kemunculan pertamanya telah mencuri perhatian saya, dengan slogan – slogan yang mengambil slogan kerakyatan, nasionalis, dan pengelolaan instrumen hubungan masyarakat melalui situsnya. Namun sayang, saya tidak melihat program reformasi hukum, hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, dan hubungan luar negeri menjadi perhatian utama dalam program partai ini, sejauh yang saya tahu Partai ini hanya mengandalkan program ekonomi. Saya juga melihat kecenderungan kultus individu dalam tubuh Partai ini terhadap Prabowo Subianto

PAN

Baru-baru ini saja saya tertarik dengan PAN, kenapa saya tertarik, saya juga tidak tahu, tapi yang mungkin karena adanya para Calon Politisi PAN yang memang menarik seperti Mbak Maylaffaiza Wiguna dan Mbak Yasmin Muntaz. Selebihnya saya saya tidak terlampau tertarik karena tidak ada penjelasan yang lengkap dengan program reformasi hukum, hak asasi manusia, pemberantasan korupsi, dan hubungan luar negeri. Partai ini juga pendukung UU Pornografi

PKS

Meski saya tertarik dengan kiprah partai ini dalam kampanye anti korupsi dan ketiadaan kultus individu, tapi kencederungan anti pluralisme dan anti kebebasan berekspresi juga kuat. Partai ini juga salah satu partai yang mendukung pembubaran Ahmadiyah serta pendukung UU Pornografi

Nah, karena saya bimbang, saya mohon bantuan anda untuk dapat membantu saya dalam meredakan kebimbangan ini. Saya sendiri tidak akan membagi kesetiaan pada satu partai politik jadi ada yang bisa bantu saya menentukan pilihan untuk DPRD Kota Tangerang, DPRD Banten, dan DPR RI? Jika ada silahkan beri saya alasan yang kuat Dalam menjatuhkan pilihan terhadap suatu partai politik

Iklan
13 comments
  1. Mungkin metode berikut dapat membantu:
    http://www.facebook.com/ext/share.php?sid=80097397544&h=d5R3X&u=S9FUC

    • anggara said:

      @ajo
      thanks

  2. Siti Fatimah Ahmad said:

    Assalaamu’alaikum..

    Salam kenal dan semoga mereka yang dipilih untuk mewakili suara rakyat akan benar-benar memahami tanggungjawab dan tugas yang diamanahkan. Satu harapan yang tinggi untuk sebuah negara dan bangsa yang berdaulat dan berjaya.

    Salam hormat dari Malaysia.

    • anggara said:

      @siti
      terima kasih, salam hormat juga dari Indonesia

  3. Oki said:

    Paling mudah, kalau anda seorang mulsim, yang diajarkan adalah Sholat Istikoroh sebelum menentukan. Tidak ada partai Malaikat, yang sempurna. Semua adalah partai manusia yang pasti ada kekurangannya. Pilihlah yang kekurangannya paling sedikit. Kalau anada muslim tentunya patokannya jelas, sesuai Al-Quran dan Sunnah. Pokoknya sesuai pilihan hati nurani, karena pilihan kita menetukan 5 tahun kedepan. Salam

    • anggara said:

      @oki
      terima kasih atas sarannya

  4. Chic said:

    loh? pertama kali pemilu tahun 1997? kok samaaaa… 😆
    saya malah sudah kuliah waktu itu 😛

    • anggara said:

      @chici
      ya, pasti dah kuliahlah, kan dah jadi ibu2 duluan :mrgreen:

  5. Rizal said:

    Pilih yang sesuai dengan HANURA Anda, yaitu sesuai Hati Nurani Anda. Jadi, yang nomot SATU diutamakan adalah pilih sesuai HANURA Anda. Jangan lupa ya !

    • anggara said:

      @rizal
      enggak ah

  6. Law-x said:

    Shalat istikhoroh saja…

    • anggara said:

      @law-x
      kayaknya enggak perlu deh, saya enggak terdaftar di DPT

  7. utari said:

    tinggalkan yg ragu2..yg pasti2 aja deh!!
    (http://tric06.student.ipb.ac.id/)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: